Pengaruh Quality of Work Life terhadap Work Engagement dengan Workplace Happiness sebagai Variabel Mediator pada Pekerja Work from Office di Masa Pandemi COVID-19

Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), Jun 2021

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap keterikatan kerja melalui kebahagiaan di tempat kerja sebagai variabel mediator. Penelitian ini melibatkan 143 pekerja yang bekerja dari kantor di masa pandemi COVID-19. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner berjumlah 50 butir aitem, dan analisis data dilakukan melalui uji bootstrapped mediation regression dengan bantuan perangkat Jamovi 1.1.7.0 for Mac OS. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kualitas kehidupan kerja berpengaruh secara langsung terhadap keterikatan kerja dengan proporsi yang lebih besar apabila efek tersebut dimediasi oleh kebahagiaan di tempat kerja. Kebahagiaan di tempat kerja juga diketahui dapat menjelaskan sekitar 73,9% dari efek total. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kebahagiaan di tempat kerja memiliki efek mediasi yang signifikan, dan berperan secara parsial.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://e-journal.unair.ac.id/BRPKM/article/download/26745/pdf

Pengaruh Quality of Work Life terhadap Work Engagement dengan Workplace Happiness sebagai Variabel Mediator pada Pekerja Work from Office di Masa Pandemi COVID-19

BRPKM Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental http://e-journal.unair.ac.id/index.php/BRPKM e-ISSN: 2776-1851 ARTIKEL PENELITIAN Pengaruh Quality of Work Life terhadap Work Engagement dengan Workplace Happiness sebagai Variabel Mediator pada Pekerja Work from Office di Masa Pandemi COVID-19 CHANSA VISYAHRA NUGRAHA & FENDY SUHARIADI* Fakultas Psikologi Universitas Airlangga ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap keterikatan kerja melalui kebahagiaan di tempat kerja sebagai variabel mediator. Penelitian ini melibatkan 143 pekerja yang bekerja dari kantor di masa pandemi COVID-19. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner berjumlah 50 butir aitem, dan analisis data dilakukan melalui uji bootstrapped mediation regression dengan bantuan perangkat Jamovi 1.1.7.0 for Mac OS. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kualitas kehidupan kerja berpengaruh secara langsung terhadap keterikatan kerja dengan proporsi yang lebih besar apabila efek tersebut dimediasi oleh kebahagiaan di tempat kerja. Kebahagiaan di tempat kerja juga diketahui dapat menjelaskan sekitar 73,9% dari efek total. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kebahagiaan di tempat kerja memiliki efek mediasi yang signifikan, dan berperan secara parsial. Kata kunci: covid-19, kebahagiaan di tempat kerja, keterikatan kerja, kualitas kehidupan kerja ABSTRACT This study aims to determine the effect of the quality of work life on work engagement through workplace happiness as a mediator variable. The research involved 143 workers who worked from office during the COVID-19 pandemic. The data collection instrument uses a questionnaire totaling 50 items, and data was analyzed through bootstrapped mediation regression method using Jamovi 1.1.7.0 for Mac OS software. The results of data analysis show that quality of work life has a direct effect on work engagement with a greater proportion if this effect is mediated by workplace happiness. Workplace happiness is also known to explain about 73.9% of the total effect. The results revealed that workplace happiness plays a significant mediation role in the effect of the quality of work life on work engagement, and classified as a partial mediation. Keywords: covid-19, quality of work life, work engagement, workplace happiness Buletin Penelitian Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 2021, Vol. 1(1), 532-540 *Alamat korespondensi: Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Kampus B Universitas Airlangga Jalan Airlangga 4-6 Surabaya 60286. Surel: Naskah ini merupakan naskah dengan akses terbuka dibawah ketentuan the Creative Common Attribution License (CC-BY-4.0) (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0), sehingga penggunaan, distribusi, reproduksi dalam media apapun atas artikel ini tidak dibatasi, selama sumber aslinya disitir dengan baik. Pengaruh QWL terhadap WE 533 PENDAHULUAN Fenomena Coronavirus Disease-19 (COVID-19) yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 sedang mengancam dunia sejak awal tahun 2020. Kasus yang tercatat di setiap negara di seluruh dunia masih menunjukkan peningkatan di setiap harinya menjadikan COVID-19 sebagai pandemi global oleh World Health Organization (WHO) sejak pertengahan Maret 2020. Upaya yang diterapkan guna mengurangi penyebaran virus menyebabkan krisis di berbagai sektor, salah satunya pada sektor bisnis dan industri, sehingga COVID-19 telah dianggap sebagai ancaman terhadap keadaan ekonomi dalam skala Internasional (Kniffin, 2020).Selain itu, pembatasan pada sektor bisnis dan industri menghasilkan beragam tantangan baru bagi organisasi maupun pekerja, salah satunya melalui perubahan praktek kerja normal menjadi rutinitas kerja secara online atau virtual. Perubahan-perubahan dalam kondisi pandemi ini menuntut perusahaan untuk dapat memberikan perhatian lebih dalam mencapai work engagement yang dirasakan oleh pekerja, mengingat tenaga kerja sebagai sumber daya manusia merupakan faktor yang sentral dan esensial dalam organisasi (Kumar & Kapoor, 2020). Berdasarkan tinjauan literatur pada penelitian sebelumnya, diketahui bahwa work engagement yang dimiliki pekerja merupakan titik fokus organisasi karena dianggap sebagai prediktor terbaik dalam menjelaskan hasil yang diperoleh oleh pekerja, tim, dan organisasi (Bakker & Albrecht, 2018); meningkatkan produktivitas dan keuntungan organisasi, financial performance, kepuasan pelanggan, dan dapat menyumbangkan sebesar 112% pengembalian saham (Harter, dkk., 2002; Xanthopoulou, dkk., 2009; Zhao & Sun, 2010). Namun, dalam kenyataan aktual di lapangan menunjukkan rendahnya angka pekerja yang terikat dengan pekerjaanya, yaitu hanya sebesar 31% pekerja di seluruh dunia yang memiliki keterikatan kerja tinggi dan hanya 8% pekerja Indonesia yang terikat secara penuh dengan pekerjaannya, serta para pekerja mengalami penurunan tingat keterikatan kerja sebesar 28% akibat pandemi COVID-19 dengan lebih dari setengah dipicu munculnya perasaan cemas saat kembali ke kantor (Marajohan, 2016; Coronavirus Knowledge Portal, 2020; Harter, 2020). Padahal, pekerja yang memiliki keterikatan kerja tinggi akan menunjukkan tingkah laku yang berorientasi pada tujuan, sedangkan pekerja yang memiliki keterikatan kerja yang rendah akan menunjukkan sikap kurang peduli terhadap pekerjaan dan cenderung menggunakan waktu kerja dengan melakukan hal-hal yang kurang produktif dan akan ya mengarahkan pada hilangnya keuntungan perusahaan karena performa kerja yang menurun (Pri & Zamralita, 2017; Muslim, dkk., 2018). Dalam hubungannya dengan setting situasi pandemi COVID-19, dinyatakan bahwa work engagement memiliki keterkaitan dalam peningkatan produktivitas, serta peningkatan komitmen pekerja pada organisasi dan tetap mendorong pekerja untuk merasa termotivasi selama masa krisis juga sulit (Chanana & Sangeeta, 2020). Selain itu, diketahui bahwa tingkat keterikatan kerja akan berpengaruh terhadap performa organisasi, dimana keterikatan kerja menunjukkan hubungan secara langsung dengan produktivitas, absenteeism, tingkat turnover, operational efficiency, juga peningkatan earningsper-share (EPS) perusahaan (Rotenberg, 2021). Hal ini juga didukung oleh hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa upaya dalam memelihara work engagement dianggap sebagai tantangan besar bagi organisasi selama masa pandemi COVID-19, karena diketahui dapat mendorong pekerja untuk menampilkan performa terbaik dalam pekerjaannya, mengarahkan pada peningkatan produktivitas, juga memelihara kesejahteraan (well-being) para pekerja (Fadini, 2021). Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM) 2021, Vol. 1(1), 532-540 Pengaruh QWL terhadap WE 534 Dalam menjelaskan work engagement, kualitas kehidupan kerja dianggap memiliki pengaruh yang signifikan dalam proses penciptaan dan penguatan tingkat keterikatan kerja (Nurendra & Purnamasari, 2017; Avianto, dkk., 2019). Keterikatan kerja diketahui termasuk salah satu aspek yang dipengaruhi dan tidak dapat terlepas oleh konstruk kualitas kehidupa (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://e-journal.unair.ac.id/BRPKM/article/download/26745/pdf
Article home page: https://e-journal.unair.ac.id/BRPKM/article/view/26745/pdf

Nugraha Chansa Visyahra, Fendy Suhariadi. Pengaruh Quality of Work Life terhadap Work Engagement dengan Workplace Happiness sebagai Variabel Mediator pada Pekerja Work from Office di Masa Pandemi COVID-19, Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 2021, pp. 532-540,