Pengaruh Quality of Work Life terhadap Work Engagement dengan Workplace Happiness sebagai Variabel Mediator pada Pekerja Work from Office di Masa Pandemi COVID-19
BRPKM
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental
http://e-journal.unair.ac.id/index.php/BRPKM
e-ISSN: 2776-1851
ARTIKEL PENELITIAN
Pengaruh Quality of Work Life terhadap Work Engagement dengan
Workplace Happiness sebagai Variabel Mediator pada Pekerja Work from
Office di Masa Pandemi COVID-19
CHANSA VISYAHRA NUGRAHA & FENDY SUHARIADI*
Fakultas Psikologi Universitas Airlangga
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap keterikatan
kerja melalui kebahagiaan di tempat kerja sebagai variabel mediator. Penelitian ini melibatkan 143
pekerja yang bekerja dari kantor di masa pandemi COVID-19. Instrumen pengumpulan data berupa
kuesioner berjumlah 50 butir aitem, dan analisis data dilakukan melalui uji bootstrapped mediation
regression dengan bantuan perangkat Jamovi 1.1.7.0 for Mac OS. Hasil analisis data menunjukkan bahwa
kualitas kehidupan kerja berpengaruh secara langsung terhadap keterikatan kerja dengan proporsi
yang lebih besar apabila efek tersebut dimediasi oleh kebahagiaan di tempat kerja. Kebahagiaan di
tempat kerja juga diketahui dapat menjelaskan sekitar 73,9% dari efek total. Hasil dalam penelitian ini
menunjukkan bahwa kebahagiaan di tempat kerja memiliki efek mediasi yang signifikan, dan berperan
secara parsial.
Kata kunci: covid-19, kebahagiaan di tempat kerja, keterikatan kerja, kualitas kehidupan kerja
ABSTRACT
This study aims to determine the effect of the quality of work life on work engagement through
workplace happiness as a mediator variable. The research involved 143 workers who worked from
office during the COVID-19 pandemic. The data collection instrument uses a questionnaire totaling 50
items, and data was analyzed through bootstrapped mediation regression method using Jamovi 1.1.7.0
for Mac OS software. The results of data analysis show that quality of work life has a direct effect on
work engagement with a greater proportion if this effect is mediated by workplace happiness.
Workplace happiness is also known to explain about 73.9% of the total effect. The results revealed that
workplace happiness plays a significant mediation role in the effect of the quality of work life on work
engagement, and classified as a partial mediation.
Keywords: covid-19, quality of work life, work engagement, workplace happiness
Buletin Penelitian Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 2021, Vol. 1(1), 532-540
*Alamat korespondensi: Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Kampus B Universitas Airlangga Jalan
Airlangga 4-6 Surabaya 60286. Surel:
Naskah ini merupakan naskah dengan akses terbuka dibawah ketentuan the Creative
Common Attribution License (CC-BY-4.0) (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0),
sehingga penggunaan, distribusi, reproduksi dalam media apapun atas artikel ini tidak
dibatasi, selama sumber aslinya disitir dengan baik.
Pengaruh QWL terhadap WE
533
PENDAHULUAN
Fenomena Coronavirus Disease-19 (COVID-19) yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 sedang
mengancam dunia sejak awal tahun 2020. Kasus yang tercatat di setiap negara di seluruh dunia masih
menunjukkan peningkatan di setiap harinya menjadikan COVID-19 sebagai pandemi global oleh World
Health Organization (WHO) sejak pertengahan Maret 2020. Upaya yang diterapkan guna mengurangi
penyebaran virus menyebabkan krisis di berbagai sektor, salah satunya pada sektor bisnis dan industri,
sehingga COVID-19 telah dianggap sebagai ancaman terhadap keadaan ekonomi dalam skala
Internasional (Kniffin, 2020).Selain itu, pembatasan pada sektor bisnis dan industri menghasilkan
beragam tantangan baru bagi organisasi maupun pekerja, salah satunya melalui perubahan praktek
kerja normal menjadi rutinitas kerja secara online atau virtual. Perubahan-perubahan dalam kondisi
pandemi ini menuntut perusahaan untuk dapat memberikan perhatian lebih dalam mencapai work
engagement yang dirasakan oleh pekerja, mengingat tenaga kerja sebagai sumber daya manusia
merupakan faktor yang sentral dan esensial dalam organisasi (Kumar & Kapoor, 2020).
Berdasarkan tinjauan literatur pada penelitian sebelumnya, diketahui bahwa work engagement yang
dimiliki pekerja merupakan titik fokus organisasi karena dianggap sebagai prediktor terbaik dalam
menjelaskan hasil yang diperoleh oleh pekerja, tim, dan organisasi (Bakker & Albrecht, 2018);
meningkatkan produktivitas dan keuntungan organisasi, financial performance, kepuasan pelanggan,
dan dapat menyumbangkan sebesar 112% pengembalian saham (Harter, dkk., 2002; Xanthopoulou,
dkk., 2009; Zhao & Sun, 2010). Namun, dalam kenyataan aktual di lapangan menunjukkan rendahnya
angka pekerja yang terikat dengan pekerjaanya, yaitu hanya sebesar 31% pekerja di seluruh dunia yang
memiliki keterikatan kerja tinggi dan hanya 8% pekerja Indonesia yang terikat secara penuh dengan
pekerjaannya, serta para pekerja mengalami penurunan tingat keterikatan kerja sebesar 28% akibat
pandemi COVID-19 dengan lebih dari setengah dipicu munculnya perasaan cemas saat kembali ke
kantor (Marajohan, 2016; Coronavirus Knowledge Portal, 2020; Harter, 2020). Padahal, pekerja yang
memiliki keterikatan kerja tinggi akan menunjukkan tingkah laku yang berorientasi pada tujuan,
sedangkan pekerja yang memiliki keterikatan kerja yang rendah akan menunjukkan sikap kurang peduli
terhadap pekerjaan dan cenderung menggunakan waktu kerja dengan melakukan hal-hal yang kurang
produktif dan akan ya mengarahkan pada hilangnya keuntungan perusahaan karena performa kerja
yang menurun (Pri & Zamralita, 2017; Muslim, dkk., 2018).
Dalam hubungannya dengan setting situasi pandemi COVID-19, dinyatakan bahwa work engagement
memiliki keterkaitan dalam peningkatan produktivitas, serta peningkatan komitmen pekerja pada
organisasi dan tetap mendorong pekerja untuk merasa termotivasi selama masa krisis juga sulit
(Chanana & Sangeeta, 2020). Selain itu, diketahui bahwa tingkat keterikatan kerja akan berpengaruh
terhadap performa organisasi, dimana keterikatan kerja menunjukkan hubungan secara langsung
dengan produktivitas, absenteeism, tingkat turnover, operational efficiency, juga peningkatan earningsper-share (EPS) perusahaan (Rotenberg, 2021). Hal ini juga didukung oleh hasil penelitian sebelumnya
yang menyatakan bahwa upaya dalam memelihara work engagement dianggap sebagai tantangan besar
bagi organisasi selama masa pandemi COVID-19, karena diketahui dapat mendorong pekerja untuk
menampilkan performa terbaik dalam pekerjaannya, mengarahkan pada peningkatan produktivitas,
juga memelihara kesejahteraan (well-being) para pekerja (Fadini, 2021).
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM)
2021, Vol. 1(1), 532-540
Pengaruh QWL terhadap WE
534
Dalam menjelaskan work engagement, kualitas kehidupan kerja dianggap memiliki pengaruh yang
signifikan dalam proses penciptaan dan penguatan tingkat keterikatan kerja (Nurendra & Purnamasari,
2017; Avianto, dkk., 2019). Keterikatan kerja diketahui termasuk salah satu aspek yang dipengaruhi dan
tidak dapat terlepas oleh konstruk kualitas kehidupa (...truncated)