KANDOUSHI PADA TUTURAN PELANGGAN DALAM SERIAL DRAMA IZAKAYA BOTTAKURI

Ilmu dan Budaya, Apr 2024

This research is aimed at understanding the intent behind the spoken words of the interlocutor. Basically, every utterance has different intentions and meanings depending on the context and situation. This includes exclamations or interjections; in the Japanese language, interjections are referred to as "kandoushi." Kandoushi are words that express the speaker's feelings. According to the theory of kandoushi by Masaoka and Takubo (1996: 60), there are 10 types of kandoushi divided into 2 categories: kandoushi that express emotions or "Kandou," and kandoushi that are used as greetings or "Aisatsugo." This research utilizes a Japanese television series titled "Izakaya Bottakuri" from episodes 1 to 5 (2018). The research employs a qualitative research method using the techniques of observation and note-taking to gather data. Based on the conducted research, 51 instances of kandoushi usage were found, comprising 34 kandoushi expressing emotions that convey the speaker's feelings, and 17 kandoushi expressing aisatsugo, which are greetings and expressions of gratitude. Keywords: kandoushi, emotions, speech acts, Izakaya Bottakuri

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.unas.ac.id/ilmu-budaya/article/download/3386/1581

KANDOUSHI PADA TUTURAN PELANGGAN DALAM SERIAL DRAMA IZAKAYA BOTTAKURI

Ilmu dan Budaya pISSN : 0126-2602 eISSN : 2798-6160 Volume 45, Nomor 1, Tahun 2024 INTERJEKSI (KANDOUSHI) PADA TUTURAN PELANGGAN DALAM SERIAL DRAMA IZAKAYA BOTTAKURI Suyanti Natalia1* 1 Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional Email: *Korespondensi: (Submission 14-03-2024, Revissions 26-03-2024, Accepted 27-03-2024) ABSTRACT This study aims to understand the meaning of the words spoken by the interlocutor. Speech has different meanings depending on the context and situation, including interjections. Interjections in Japanese are referred to as kandoushi. Kandoushi is a word that can express the feelings of the speaker. Through kandoushi theory, Masaoka and Takubo (1996: 60) state that there are two types of kandoushi, namely kandoushi which expresses feelings or Kandou and kandoushi which is used as a greeting or aisatsugo. The data in this research is the Japanese television drama series entitled "Izakaya Bottakuri" from episodes 1-5 which aired in 2018. The research method used is qualitative with listening and recording techniques in collecting data. Based on the research conducted, it was found 51 times the use of kandoushi consisting of 34 kandoushi expressing kandou which means as an expression of the speaker's feelings and 17 kandoushi expressing aisatsugo which means as an expression of greetings and thanks. Kandou is the most common type of interjection because of the emotional closeness and the close bond between the customer and the owner as seen in the utterances containing kandou interjections. Keywords: kandoushi; emotions; speech acts; Izakaya Bottakuri ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami maksud dari perkataan yang diucapkan lawan tutur. Tuturan memiliki maksud dan makna yang berbeda tergantung dengan konteks dan situasinya, termasuk kata seru atau interjeksi. Interjeksi dalam bahasa Jepang disebut sebagai kandoushi. Kandoushi adalah kata yang dapat mengutarakan perasaan penuturnya. Melalui teori kandoushi, Masaoka dan Takubo (1996: 60) menyebutkan bahwa terdapat dua jenis kandoushi, yaitu kandoushi yang mengungkapkan perasaan atau kandou dan kandoushi yang digunakan sebagai ucapan salam atau aisatsugo. Data dalam penelitian ini adalah serial drama televisi Jepang berjudul “Izakaya Bottakuri” dari episode 1-5 yang tayang pada tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik simak dan catat dalam mengumpulkan data. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ditemukan 51 kali penggunaan kandoushi yang terdiri dari 34 kandoushi yang menyatakan kandou yang bermakna sebagai ungkapan dari perasaan penutur dan 17 kandoushi yang menyatakan aisatsugo yang bermakna sebagai ungkapan salam dan terimakasih. Kandou adalah jenis interjeksi yang paling banyak muncul karena adanya kedekatan emosi serta kedekatan ikatan antara pelanggan dan pemilik yang terlihat pada tuturan yang mengandung interjeksi jenis kandou tersebut. Kata kunci: kandoushi; kandou; tindak tutur; Izakaya Bottakuri. ILMU DAN BUDAYA | 27 Ilmu dan Budaya pISSN : 0126-2602 eISSN : 2798-6160 Volume 45, Nomor 1, Tahun 2024 PENDAHULUAN Kata atau kalimat dapat menjadi ungkapan dari seseorang untuk mengekspresikan perasaan, pemikiran dan juga emosinya (Keraf, 2010). Kata yang ditunjukkan sebagai ungkapan perasaan dan emosi disebut sebagai kata seru. Kata seru atau bisa juga disebut dengan interjeksi, menurut Djajasudrama (2006), sebagai kata, ia berfungsi untuk mengungkapan perasaan dan mempertegas perasaan yang dirasakan sang penutur seperti perasaan sedih, marah, jijik, heran, gembira dan sebagainya. Dalam gramatikal bahasa Jepang, interjeksi atau kata seru disebut sebagai kandoushi (感動詞 ). Interjeksi, atau kandoushi, menurut Tjandra (2016) memiliki makna sebagai “kata berperasaan yang menyentuh” sehingga dapat menjadi kata seru. Masaoka dan Takubo (1995) menyebutkan bahwa kandoushi terbagi atas sepuluh jenis. Kesepuluh jenis itu adalah: odoroki, igaikan, doui, fudoui, rikai, kaitou o mosakuchu, yobikaketari, jibun ni taisuru gimon no hyougen, dousa ya koudou no kaishi toki ni jibun ni ii kikaseru dan aisatsugo. Kandoushi digunakan masyarakat Jepang sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan yang dirasakan oleh mereka. Kandoushi dapat ditemukan dalam komunikasi secara tertulis maupun lisan, akan tetapi jika dilakukan secara lisan penutur akan lebih dapat mengutarakan isi hatinya melalui kandoushi yang ia ucapkan. Dalam drama serial televisi Jepang, bahasa yang digunakan merupakan bahasa masyarakat yang digunakan dalam berkomunikasi sehari-hari. Karena itu, drama serial televisi dalam bahasa Jepang bisa digunakan sebagai sumber data dalam melakukan penelitian, termasuk penelitian yang berkaitan dengan kandoushi. Terdapat beberapa penelitian yang relevan dan berkaitan dengan kandoushi, diantaranya adalah penelitian Sulistiara, Inna Awaliya (2017) berjudul “Interjeksi Tokoh laki-Laki Dalam Manga Gin No Saji”. Penelitian tersebut melakukan kajian terhadap interjeksi atau kandoushi yang diucapkan oleh tokoh laki-laki di dalam manga Gin No Saji. Kemudian, dilakukan analisis ke dalam parameter pragmatik. Penelitian lain dilakukan I.K.D Weda, K.E.K Adnyani, I.K. Antartika (2017) dengan judul “Analisis Pemakaian Kandoushi Odoroki dan Ikigaian Dalam Dorama Q10 Episode 1-4 (Suatu Kajian Pragmatik)”, yang melakukan kajian terhadap kandoushi jenis odoroki dan ikigaikan dalam dorama Q10 Episode 1-4 dengan menggunakan teori kandoushi Masaoka dan Takubo. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis kandoushi apa saja yang muncul dari tuturan pelanggan di kedai Izakaya Bottakuri, serial televisi Jepang yang diadaptasi dari manga dengan judul sama. Izakaya Bottakuri disutradarai oleh Kuma Shinji dan berisi 10 episode yang tayang pada tahun 2018. Izakaya adalah bar khas Jepang yang menyediakan menu minuman beralkohol serta aneka makanan untuk teman minum. Drama serial televisi Izakaya Bottakuri merupakan ini menceritakan tentang Mine (Moemi Katayama) dan Kaoru (Sara Takatsuki), kakak beradik yang pandai memasak hidangan tradisional Jepang dengan latar tempat izakaya. Hal yang menarik dari drama ini adalah Mine dan Kaoru ternyata sering kali membantu menyelesaikan masalah-masalah yang sedang dialami oleh para pelanggannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan maksud yang terdapat dalam kandoushi yang dituturkan oleh pelanggan dalam serial Izakaya Bottakuri. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Bahan atau instrumen yang digunakan untuk memperoleh data kualitatif adalah pencatatan data hasil observasi. Observasi adalah proses pengumpulan hasil observasi (pengamatan) pada situasi untuk kepentingan penelitian (Creswel, 2008). Data yang dijadikan hasil observasi adalah ujaran dalam bahasa Jepang yang mengandung interjeksi (kata seru) dalam serial drama televisi Izakaya Bottakuri. Izakaya Bottakuri merupakan serial televisi Jepang, yang tayangannya juga dapat dilihat di Netflix. ILMU DAN BUDAYA | 28 Ilmu dan Budaya pISSN : 0126-2602 eISSN (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.unas.ac.id/ilmu-budaya/article/download/3386/1581
Article home page: https://journal.unas.ac.id/ilmu-budaya/article/view/3386/1581

-. Suyanti Natalia. KANDOUSHI PADA TUTURAN PELANGGAN DALAM SERIAL DRAMA IZAKAYA BOTTAKURI, Ilmu dan Budaya, 2024, pp. 27-40,