KANDOUSHI PADA TUTURAN PELANGGAN DALAM SERIAL DRAMA IZAKAYA BOTTAKURI
Ilmu dan Budaya
pISSN : 0126-2602
eISSN : 2798-6160
Volume 45, Nomor 1, Tahun 2024
INTERJEKSI (KANDOUSHI) PADA TUTURAN PELANGGAN
DALAM SERIAL DRAMA IZAKAYA BOTTAKURI
Suyanti Natalia1*
1
Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional
Email:
*Korespondensi:
(Submission 14-03-2024, Revissions 26-03-2024, Accepted 27-03-2024)
ABSTRACT
This study aims to understand the meaning of the words spoken by the interlocutor. Speech has different
meanings depending on the context and situation, including interjections. Interjections in Japanese are referred
to as kandoushi. Kandoushi is a word that can express the feelings of the speaker. Through kandoushi theory,
Masaoka and Takubo (1996: 60) state that there are two types of kandoushi, namely kandoushi which expresses
feelings or Kandou and kandoushi which is used as a greeting or aisatsugo. The data in this research is the
Japanese television drama series entitled "Izakaya Bottakuri" from episodes 1-5 which aired in 2018. The
research method used is qualitative with listening and recording techniques in collecting data. Based on the
research conducted, it was found 51 times the use of kandoushi consisting of 34 kandoushi expressing kandou
which means as an expression of the speaker's feelings and 17 kandoushi expressing aisatsugo which means as
an expression of greetings and thanks. Kandou is the most common type of interjection because of the emotional
closeness and the close bond between the customer and the owner as seen in the utterances containing kandou
interjections.
Keywords: kandoushi; emotions; speech acts; Izakaya Bottakuri
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memahami maksud dari perkataan yang diucapkan lawan tutur. Tuturan memiliki
maksud dan makna yang berbeda tergantung dengan konteks dan situasinya, termasuk kata seru atau interjeksi.
Interjeksi dalam bahasa Jepang disebut sebagai kandoushi. Kandoushi adalah kata yang dapat mengutarakan
perasaan penuturnya. Melalui teori kandoushi, Masaoka dan Takubo (1996: 60) menyebutkan bahwa terdapat
dua jenis kandoushi, yaitu kandoushi yang mengungkapkan perasaan atau kandou dan kandoushi yang
digunakan sebagai ucapan salam atau aisatsugo. Data dalam penelitian ini adalah serial drama televisi Jepang
berjudul “Izakaya Bottakuri” dari episode 1-5 yang tayang pada tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan
adalah kualitatif dengan teknik simak dan catat dalam mengumpulkan data. Berdasarkan penelitian yang
dilakukan, ditemukan 51 kali penggunaan kandoushi yang terdiri dari 34 kandoushi yang menyatakan kandou
yang bermakna sebagai ungkapan dari perasaan penutur dan 17 kandoushi yang menyatakan aisatsugo yang
bermakna sebagai ungkapan salam dan terimakasih. Kandou adalah jenis interjeksi yang paling banyak muncul
karena adanya kedekatan emosi serta kedekatan ikatan antara pelanggan dan pemilik yang terlihat pada tuturan
yang mengandung interjeksi jenis kandou tersebut.
Kata kunci: kandoushi; kandou; tindak tutur; Izakaya Bottakuri.
ILMU DAN BUDAYA | 27
Ilmu dan Budaya
pISSN : 0126-2602
eISSN : 2798-6160
Volume 45, Nomor 1, Tahun 2024
PENDAHULUAN
Kata atau kalimat dapat menjadi ungkapan dari seseorang untuk mengekspresikan perasaan,
pemikiran dan juga emosinya (Keraf, 2010). Kata yang ditunjukkan sebagai ungkapan perasaan dan
emosi disebut sebagai kata seru. Kata seru atau bisa juga disebut dengan interjeksi, menurut
Djajasudrama (2006), sebagai kata, ia berfungsi untuk mengungkapan perasaan dan mempertegas
perasaan yang dirasakan sang penutur seperti perasaan sedih, marah, jijik, heran, gembira dan
sebagainya.
Dalam gramatikal bahasa Jepang, interjeksi atau kata seru disebut sebagai kandoushi (感動詞
). Interjeksi, atau kandoushi, menurut Tjandra (2016) memiliki makna sebagai “kata berperasaan yang
menyentuh” sehingga dapat menjadi kata seru. Masaoka dan Takubo (1995) menyebutkan bahwa
kandoushi terbagi atas sepuluh jenis. Kesepuluh jenis itu adalah: odoroki, igaikan, doui, fudoui, rikai,
kaitou o mosakuchu, yobikaketari, jibun ni taisuru gimon no hyougen, dousa ya koudou no kaishi toki
ni jibun ni ii kikaseru dan aisatsugo.
Kandoushi digunakan masyarakat Jepang sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan yang
dirasakan oleh mereka. Kandoushi dapat ditemukan dalam komunikasi secara tertulis maupun lisan,
akan tetapi jika dilakukan secara lisan penutur akan lebih dapat mengutarakan isi hatinya melalui
kandoushi yang ia ucapkan. Dalam drama serial televisi Jepang, bahasa yang digunakan merupakan
bahasa masyarakat yang digunakan dalam berkomunikasi sehari-hari. Karena itu, drama serial televisi
dalam bahasa Jepang bisa digunakan sebagai sumber data dalam melakukan penelitian, termasuk
penelitian yang berkaitan dengan kandoushi.
Terdapat beberapa penelitian yang relevan dan berkaitan dengan kandoushi, diantaranya
adalah penelitian Sulistiara, Inna Awaliya (2017) berjudul “Interjeksi Tokoh laki-Laki Dalam Manga
Gin No Saji”. Penelitian tersebut melakukan kajian terhadap interjeksi atau kandoushi yang diucapkan
oleh tokoh laki-laki di dalam manga Gin No Saji. Kemudian, dilakukan analisis ke dalam parameter
pragmatik. Penelitian lain dilakukan I.K.D Weda, K.E.K Adnyani, I.K. Antartika (2017) dengan judul
“Analisis Pemakaian Kandoushi Odoroki dan Ikigaian Dalam Dorama Q10 Episode 1-4 (Suatu
Kajian Pragmatik)”, yang melakukan kajian terhadap kandoushi jenis odoroki dan ikigaikan dalam
dorama Q10 Episode 1-4 dengan menggunakan teori kandoushi Masaoka dan Takubo.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis kandoushi apa saja yang muncul dari tuturan
pelanggan di kedai Izakaya Bottakuri, serial televisi Jepang yang diadaptasi dari manga dengan judul
sama. Izakaya Bottakuri disutradarai oleh Kuma Shinji dan berisi 10 episode yang tayang pada tahun
2018. Izakaya adalah bar khas Jepang yang menyediakan menu minuman beralkohol serta aneka
makanan untuk teman minum. Drama serial televisi Izakaya Bottakuri merupakan ini menceritakan
tentang Mine (Moemi Katayama) dan Kaoru (Sara Takatsuki), kakak beradik yang pandai memasak
hidangan tradisional Jepang dengan latar tempat izakaya.
Hal yang menarik dari drama ini adalah Mine dan Kaoru ternyata sering kali membantu
menyelesaikan masalah-masalah yang sedang dialami oleh para pelanggannya. Tujuan dari penelitian
ini untuk mendeskripsikan maksud yang terdapat dalam kandoushi yang dituturkan oleh pelanggan
dalam serial Izakaya Bottakuri.
METODE
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Bahan atau instrumen yang digunakan untuk memperoleh data
kualitatif adalah pencatatan data hasil observasi. Observasi adalah proses pengumpulan hasil observasi
(pengamatan) pada situasi untuk kepentingan penelitian (Creswel, 2008). Data yang dijadikan hasil observasi
adalah ujaran dalam bahasa Jepang yang mengandung interjeksi (kata seru) dalam serial drama televisi Izakaya
Bottakuri. Izakaya Bottakuri merupakan serial televisi Jepang, yang tayangannya juga dapat dilihat di Netflix.
ILMU DAN BUDAYA | 28
Ilmu dan Budaya
pISSN : 0126-2602
eISSN (...truncated)