Penciptaan Komik Webtoon Sebagai Sarana Edukasi Bagi Remaja Tentang Perilaku Berkomentar Yang Baik Di Media Sosial

Artika, Aug 2023

Keberadaan media sosial dapat menimbulkan fenomena yang menyebabkan adanya tindakan kebencian yang akrab dikenal dengan istilah cyberbullying. Fenomena cyberbullying kerap kali terjadi pada anak-anak muda yang masih menjajaki usia remaja awal. Tindakan cyberbullying umumnya bermanifestasi sebagai komentar negatif atau ekspresi permusuhan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, tindakan berkomentar secara negatif yang mengandung kebencian tersebut dilakukan oleh para remaja didasari dengan pencarian jati diri untuk membangun rasa superioritas dan dominasi atas orang sekitarnya, khususnya pada korban cyberbullying. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa melalui komik edukatif yang disusun, para remaja menjadi lebih peka terhadap akibat dari tindakan cyberbullying. Komik ini menggambarkan secara realistis konsekuensi emosional yang dialami oleh korban cyberbullying serta membahas dampak negatif yang ditimbulkan oleh tindakan kebencian tersebut. Pengenalan akan pentingnya empati dan toleransi di dalam komik ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para remaja akan dampak negatif yang ditimbulkan oleh tindakan cyberbullying. Dengan demikian, penciptaan komik ini bertujuan untuk mengedukasi para remaja mengenai tindakan cyberbullying dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang akibat yang merugikan dari tindakan kebencian tersebut. Diharapkan inisiatif ini akan berkontribusi pada penurunan prevalensi cyberbullying di Indonesia, dengan menciptakan lingkungan daring yang lebih aman dan toleran bagi semua penggunanya.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/artika/article/download/660/269

Penciptaan Komik Webtoon Sebagai Sarana Edukasi Bagi Remaja Tentang Perilaku Berkomentar Yang Baik Di Media Sosial

PENCIPTAAN KOMIK WEBTOON SEBAGAI SARANA EDUKASI BAGI REMAJA TENTANG PERILAKU BERKOMENTAR YANG BAIK DI MEDIA SOSIAL Rossyta Wahyutiar. 1, Benny Rahmawan 2, Swesti Anjampiana 3, Jonathan Nicholas Gusnov4 Institut informatika Indonesia, Surabaya1 Abstrak Keberadaan media sosial dapat menimbulkan fenomena yang menyebabkan adanya tindakan kebencian yang akrab dikenal dengan istilah cyberbullying. Fenomena cyberbullying kerap kali terjadi pada anak-anak muda yang masih menjajaki usia remaja awal. Tindakan cyberbullying umumnya bermanifestasi sebagai komentar negatif atau ekspresi permusuhan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, tindakan berkomentar secara negatif yang mengandung kebencian tersebut dilakukan oleh para remaja didasari dengan pencarian jati diri untuk membangun rasa superioritas dan dominasi atas orang sekitarnya, khususnya pada korban cyberbullying. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa melalui komik edukatif yang disusun, para remaja menjadi lebih peka terhadap akibat dari tindakan cyberbullying. Komik ini menggambarkan secara realistis konsekuensi emosional yang dialami oleh korban cyberbullying serta membahas dampak negatif yang ditimbulkan oleh tindakan kebencian tersebut. Pengenalan akan pentingnya empati dan toleransi di dalam komik ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para remaja akan dampak negatif yang ditimbulkan oleh tindakan cyberbullying. Dengan demikian, penciptaan komik ini bertujuan untuk mengedukasi para remaja mengenai tindakan cyberbullying dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang akibat yang merugikan dari tindakan kebencian tersebut. Diharapkan inisiatif ini akan berkontribusi pada penurunan prevalensi cyberbullying di Indonesia, dengan menciptakan lingkungan daring yang lebih aman dan toleran bagi semua penggunanya. Kata kunci: Cyberbullying, Remaja, Media Sosial Abstract The presence of social media can give rise to a phenomenon that engenders acts of animosity commonly known as cyberbullying. This Rossyta Wahyutiar, Institut Informatika Indonesia, Surabaya. 39 cyberbullying phenomenon often transpires among adolescent youths who are in the nascent stages of their teenage years. Cyberbullying actions typically manifest as deleterious comments or expressions of enmity. Based on the conducted research, it is discerned that negative and hate-filled comments among teenagers stem from their quest for self-identity to establish feelings of superiority and dominance over their peers, particularly about cyberbullying victims. The research undertaken demonstrates that through the formulation of an educational comic, adolescents develop heightened sensitivity towards the ramifications of cyberbullying activities. This comic realistically depicts the emotional consequences experienced by cyberbullying victims and expounds upon the adverse impacts engendered by such malevolent actions. The comic's introduction of the paramount significance of empathy and tolerance endeavours to enhance awareness among adolescents concerning the deleterious outcomes of cyberbullying activities. Thus, the creation of this comic aims to educate adolescents about cyberbullying actions and instil a more profound comprehension of the detrimental repercussions arising from acts of animosity. It is hoped that this initiative will contribute to the reduction of cyberbullying prevalence in Indonesia by cultivating a virtual environment that is safer and more tolerant for all its users. Keywords: Cyberbullying, Teenagers, Social Media PENDAHULUAN Dalam evolusi teknologi informasi, manusia telah menghasilkan suatu inovasi yang secara luas digunakan untuk memfasilitasi komunikasi antarindividu, yaitu Media Sosial. Menurut Kottler dan Keller (2016:338), media sosial adalah media yang digunakan oleh konsumen untuk berbagi teks, gambar, suara, video dan informasi dengan orang lain. Taprial dan Kanwar (2012:8) mendefinisikan media sosial ialah media yang digunakan seseorang untuk menjadi sosial, atau mendapatkan daring sosial dengan berbagi isi, berita, foto dan lain-lain dengan orang lain. Media sosial, pada era kontemporer, mempersembahkan sejumlah keuntungan yang signifikan; namun, tidak dapat dipungkiri bahwa jika tidak dimanfaatkan dengan bijaksana, media sosial juga memiliki potensi untuk menimbulkan dampak negatif yang tidak diinginkan. Penggunaan media sosial oleh para remaja telah menimbulkan dampak negatif yang signifikan terhadap kesejahteraan mereka. Fenomena seperti cyberbullying, kecanduan media sosial, 40 ARTIKA Volume.7, Nomor.1, Juli 2023. ISSN 2355-8121, EISSN 2549-7251 dan masalah kesehatan mental telah menjadi konsekuensi yang sering terjadi akibat penggunaan yang tidak bertanggung jawab. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Jones (2020:275-279), ditemukan bahwa pengalaman cyberbullying yang terjadi melalui platform media sosial memiliki efek yang merugikan, termasuk penurunan kepercayaan diri, depresi, dan kecemasan yang meningkat. Selain itu, penelitian oleh Smith (2019:259-265) menunjukkan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan tidur, pengurangan interaksi sosial langsung, dan kurangnya keterlibatan dalam aktivitas fisik. Terkait isu dampak negatif penggunaan media sosial. Upaya penanganannya juga telah menarik perhatian dari pemerintah dengan pendirian Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang diresmikan pada tanggal 17 Mei 2017. Organisasi ini bertujuan untuk melindungi keamanan siber dan mencegah kejahatan dunia maya. Meskipun adanya langkah-langkah tersebut, tidak dapat dipungkiri bahwa kasuskasus komentar kebencian dalam konteks media sosial tetap meluas dan bahkan mengalami peningkatan yang signifikan selama periode pandemic Covid-19 (Badan Siber dan Sandi Negara. (n.d.)). Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Kompas.com, pada tahun 2021, tercatat bahwa sebanyak 41% peserta didik melaporkan mengalami pengalaman perundungan secara daring. Fenomena ini memiliki dampak yang merugikan baik secara mental maupun emosional. Secara mental, individu yang menjadi korban cyberbullying akan merasakan perasaan malu dan amarah terhadap diri sendiri serta orang-orang di sekitarnya. Selain itu, beberapa kasus ekstrem bahkan mengarah pada isolasi sosial dan bahkan upaya bunuh diri. Dari segi emosional, perubahan perilaku yang signifikan juga dapat terjadi, di mana seseorang yang sebelumnya ceria dan mudah tersenyum dapat berubah menjadi murung dan cenderung menyendiri. Dalam melihat dampak negatif yang parah dari komentar kebencian tersebut, maka dibuatlah penciptaan webtoon ini dengan tujuan utama untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kesadaran akan dampak negatif dari cyberbullying. Pemilihan media webtoon sebagai media utama dalam penelitian ini didasarkan pada pertumbuhan yang signifikan dalam jumlah pengguna webtoon Rossyta Wahyutiar, Institut Informatika Indonesia, Surabaya. 41 setiap tahunnya. Seperti yang diungkapkan dalam jurnal "Line Webtoon Seba (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/artika/article/download/660/269
Article home page: https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/artika/article/view/660/269

Rossyta Wahyutiar, Noviadji Benny Rahmawan, Bentri Swesti Anjampiana, Gusnov Jonathan Nicholas. Penciptaan Komik Webtoon Sebagai Sarana Edukasi Bagi Remaja Tentang Perilaku Berkomentar Yang Baik Di Media Sosial, Artika, 2023, pp. 39-62,