Perancangan Destination Branding North Surabaya Amerta

Artika, Jan 2024

Bangunan-bangunan antik bersejarah peninggalan Belanda di Surabaya Utara memberikan atmosfer kota tua yang terasa istimewa yang tidak dapat ditemukan di bagian Surabaya lainnya. Hal ini menawarkan sebuah potensi wisata yang besar karena merupakan satu-satunya kompleks Kota Tua di Surabaya. Namun, eksposur kompleks Kota Tua Surabaya masih terbatas, khususnya untuk penggiat fotografi. Citra diri dari kota tua masih belum terpancar karena keamanan dan kenyamanan di Surabaya Utara sebagai destinasi wisata masih perlu ditingkatkan kembali sehingga masyarakat tidak menyadari keberadaannya. Oleh karena itu, kesan yang baik perlu diciptakan lewat identitas visual sehingga membuat Kota Tua Surabaya menarik untuk dikunjungi sebagai tempat destinasi wisata. Metode-metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode kualitatif untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan dan metode perancangan berupa identifikasi data, analisis, sintesis media, dan evaluasi. Data-data yang telah dikumpulkan digunakan sebagai landasan utama dalam perancangan karya yaitu destination branding bagi Kota Tua Surabaya yaitu nama baru bagi brand, logo, elemen sekunder, corporate identity dan merchandise.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/artika/article/download/711/287

Perancangan Destination Branding North Surabaya Amerta

Perancangan destination branding North Surabaya Amerta Bright Dhiva1, Octavia Ring Ring Tungary2 Institut Informatika Indonesia, Surabaya Abstrak Bangunan-bangunan antik bersejarah peninggalan Belanda di Surabaya Utara memberikan atmosfer kota tua yang terasa istimewa yang tidak dapat ditemukan di bagian Surabaya lainnya. Hal ini menawarkan sebuah potensi wisata yang besar karena merupakan satu-satunya kompleks Kota Tua di Surabaya. Namun, eksposur kompleks Kota Tua Surabaya masih terbatas, khususnya untuk penggiat fotografi. Citra diri dari kota tua masih belum terpancar karena keamanan dan kenyamanan di Surabaya Utara sebagai destinasi wisata masih perlu ditingkatkan kembali sehingga masyarakat tidak menyadari keberadaannya. Oleh karena itu, kesan yang baik perlu diciptakan lewat identitas visual sehingga membuat Kota Tua Surabaya menarik untuk dikunjungi sebagai tempat destinasi wisata. Metode-metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode kualitatif untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan dan metode perancangan berupa identifikasi data, analisis, sintesis media, dan evaluasi. Data-data yang telah dikumpulkan digunakan sebagai landasan utama dalam perancangan karya yaitu destination branding bagi Kota Tua Surabaya yaitu nama baru bagi brand, logo, elemen sekunder, corporate identity dan merchandise. Kata kunci : North Surabaya Amerta, destination branding, identitas visual. Abstract Historical and antique Dutch heritage buildings at North Surabaya gives an old town atmosphere that feels special which cannot be found in other parts of Surabaya. This offers a great tourism potential because it’s the only Old Surabaya Town complex in Surabaya. But unfortunately, the Old Surabaya Town complex is still limited, particularly for photography enthusiasts. The old town’s image have not shown yet due to district’s security and comfortness at north Surabaya. Thus, the first to construct an impressive image through a visual identity that makes the old town attractive to be visited as a tourist destination. Employed methods in this design are qualitative methods to obtain data and design methods of identification, analysis, media synthesis, and evaluation. The collected datas are used as a fundamental to design a destination branding for Old Surabaya Town complex which includes a new name for the brand, logo, secondary element, corporate identity and merchandise. Keywords: North Surabaya Amerta, destination branding, visual identity. Bright Dhiva, Institut Informatika Indonesia, Surabaya. . 127 PENDAHULUAN Indonesia telah mengalami penjajahan oleh enam negara: Portugal, Spanyol, Belanda, Perancis, Inggris, dan Jepang, yang meninggalkan warisan berupa bangunan kolonial di beberapa kota di Indonesia. Jejak-jejak sejarah tersebut terdapat pada kawasan-kawasan kota tua yang masih bertahan di beberapa kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Semarang dan Surabaya dimana di ketiga kota ini terdapat tempat wisata Kota Tua Jakarta, Kota Tua Semarang dan Kota Tua Surabaya. Ketiga kota tua ini memberikan wisatawan hiburan sekaligus edukasi mengenai nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya. Kota Tua Surabaya mempunyai sejarah heroik dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pada masa penjajahan Belanda, kawasan Surabaya Utara merupakan pusat perdagangan dengan bangunan-bangunan yang gaya arsitekturnya dipengaruhi oleh VOC Belanda. Kota Tua Surabaya yang terletak di Kelurahan Bonkaran, Kecamatan Pabean Cantikan, memiliki banyak bangunan tua Belanda yang menarik wisatawan khususnya para fotografer. Di Kota Tua Jakarta, terdapat bangunan-bangunan bersejarah seperti Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, dan Jembatan Kota Intan. Tempat tersebut juga populer di media sosial dan terdaftar sebagai destinasi wisata terkenal di aplikasi tripadvisor.co.id. Kota Lama Semarang juga memiliki bangunan bersejarah seperti Taman Srigunting dan Gereja Blenduk yang sering digunakan untuk fotografi. Semua tempat wisata kota tua berusaha menarik perhatian wisatawan dengan keunikannya. Strategi branding digunakan untuk membedakan diri mereka dari destinasi lain dan menarik minat pengunjung. Diperlukan upaya branding yang lebih kuat untuk meningkatkan popularitas dan minat pengunjung Kota Tua Surabaya. Salah satu solusi yang diusulkan adalah merancang branding destinasi Kota Tua Surabaya yang unik dan kuat. KAJIAN TEORI 2.1 branding Brand merupakan hal yang tidak terpisahkan dari merek. Menurut Kotler (2009), brand adalah semua unsur yang bertujuan untuk membedakan suatu barang, jasa, atau kelompok penjual dari pesaingnya. branding, seperti yang disebutkan oleh Neumeier (2003:54), adalah penyampaian identitas, produk atau jasa yang 128 ARTIKA Vol.7,No.2 November (2023) ISSN 2355-8121, EISSN 2549-7251 ditawarkan, dan keistimewaan suatu merek. Fungsi branding adalah membedakan merek satu dengan yang lain, mempromosikan, dan membangun citra agar mudah diingat oleh target pasar. Dalam konteks Kota Tua Surabaya, branding dibutuhkan untuk menciptakan identitas yang membedakannya dari kompetitor dan membangun citra yang diinginkan. Ini memungkinkan masyarakat untuk membedakan merek dan membuatnya lebih mudah diingat. value dari suatu merek tercermin melalui proses branding, yang pada dasarnya adalah media promosi. Salah satu jenis branding adalah destination branding, yang berfokus pada komunikasi identitas unik suatu destinasi wisata dan membedakannya dari pesaingnya. Untuk Kota Tua Surabaya, elemen-elemen seperti nama merek, logo, tagline, font, color palette, maskot, dan graphic pattern akan membentuk identitas mereknya. Masing-masing elemen memiliki peran penting dalam membentuk identitas merek. Proses branding bertujuan untuk membentuk persepsi yang diinginkan, membangun kepercayaan, menciptakan rasa cinta, dan mempertahankan loyalitas konsumen terhadap merek tersebut. 2.2 destination branding Kegiatan pemasaran merupakan bagian penting dari promosi suatu merek. branding dan pemasaran saling melengkapi dalam proses promosi merek. Branding fokus pada citra, reputasi, dan kesetiaan merek, sementara pemasaran lebih mengedepankan aspek jual beli dan keuntungan finansial. Saat sebuah merek belum dikenal secara luas, branding menjadi fokus utama, sedangkan pemasaran lebih terfokus pada merek yang sudah dikenal luas. Menurut American Marketing Association (AMA) dalam buku Kotler dan Keller (2009:5), pemasaran adalah fungsi organisasi yang bertujuan menciptakan, mengkomunikasikan, dan menguntungkan organisasi dan pemangku kepentingannya. Swastha (2009:10) menjelaskan bahwa pemasaran adalah rangkaian kegiatan usaha yang meliputi perencanaan, penetapan harga, promosi, dan distribusi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan konsumen. Pemasaran melibatkan proses jual beli antara produsen dan konsumen dengan menentukan harga, distribusi, dan promosi barang/jasa dari pemilik merek. Seiring dengan pertumbuhan merek, persaingan di pasar semakin ketat dan munculnya teori-teori baru dalam pe (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/artika/article/download/711/287
Article home page: https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/artika/article/view/711/287

Dhiva Bright, Tungary Octavia Ring Ring. Perancangan Destination Branding North Surabaya Amerta, Artika, 2024, pp. 127-145,