MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP NEGERI 1 TUNGKAL ULU PADA MATERI BIOTEKNOLOGI MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING
Volume XII, Nomor 1, Januari-Juni 2023
127
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA
SMP NEGERI 1 TUNGKAL ULU PADA MATERI
BIOTEKNOLOGI MELALUI MODEL
PROJECT BASED LEARNING
Nana Sofyana1, Upik Yelianti2
Universitas Jambi12
ABSTRACT: His Classroom Action Research aims to improve students' critical
thinking skills at SMP Negeri 1 Tungkal Ulu in Biotechnology material through a
Project Based Learning model. This research was conducted at SMPN 1 Tungkal
Ulu. The subjects of this study were students of class IX A with a total of 30 students.
This research was conducted in January 2022 - February 2022 even semester of the
2020/2021 school year. This classroom action research was carried out using the
research cycle model from Kemmis and Mc. Taggart. This research was conducted
through four stages, namely action planning, action implementation,
observation/evaluation and reflection as a basis for re-planning for further
research. In cycle I, students' critical thinking skills in Biotechnology material in
cycle I obtained a percentage of 56.6% with a total of 17 students who received a
completeness score of ≥65. In the second cycle of research, a percentage of 86.67%
was obtained with a total of 26 students who received a completeness score of ≥65.
The percentage of action monitoring instruments in cycle I obtained a percentage of
65% and increased in cycle II by obtaining a percentage of 87%. Then the same
thing happened to the results of monitoring student actions in cycle I which obtained
a percentage of 64% and experienced an increase by obtaining a percentage of 84%.
The implication of this classroom action research is that the critical thinking skills
of class IX A students in Biotechnology material can be increased by applying the
Problem Based Learning approach in their learning process.
Keywords: Critical thinking, Project Based Learning learning model.
I. PENDAHULUAN
Pendidikan di Indonesia secara umum masih berorientasi pada nilai ujian. Oleh
karena itu, sudah saatnya pembenahan sistem pendidikan di Indonesia, karena tidak dapat
memenuhi kebutuhan zaman. Tentunya karena arah pendidikan yang selama ini belum
tepat perlu pembuktian empiris, sehingga generasi sekarang cenderung rapuh, mudah
emosional, dan kehilangan karakter generasi. Pembelajara saat ini mengajarkan
bagaimana menggunakan keterampilan berpikir seperti tidak hanya kreativitas. tetapi juga
keterampilan pemecahan masalah yang berkualitas, keterampilan literasi sains dan
teknologi.
Abad 21 juga dikenal sebagai abad 4.0 Revolusi Industri, merupakan abad
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat. Artinya manusia harus
memiliki keterampilan untuk memasukkan keterampilan 4C dalam proses pembelajaran
abad 21 yaitu kreativitas, berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi. National Education
128
Meningkatkan Kemampuan Berpikir …
Association (n.d.) telah mengidentifikasi keterampilan abad ke-21 sebagai keterampilan
“The 4Cs.” “The 4Cs” meliputi berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi.
Keterampilan berpikir kritis merupakan keterampilan untuk melakukan berbagai analisis,
penilaian, evaluasi, rekonstruksi, pengambilan keputusan yang mengarah pada tindakan
yang rasional dan logis (King, et al, 2010).
Menurut Trianto (2014:42) Model Project Based Learning (PjBL) merupakan suatu
model pembelajaran yang melibatkan suatu proyek dalam proses pembelajaran. Fokus
dari model pembelajaran PjBL adalah pada konsep-konsep dan prinsip-prinsip utama dari
suatu disiplin, melibatkan siswa dalam kegiatan pemecahan masalah dan tugas-tugas
bermakna lainnya, memberi peluang siswa bekerja secara otonom mengkonstruk belajar
mereka sendiri, dan puncaknya menghasilkan produk karya siswa. Hal ini akan
melibatkan seluruh indera, saraf, dan fisik siswa. Kerja proyek merupakan suatu bentuk
kerja yang memuat tugas-tugas kompleks berdasarkan kepada pertanyaan dan
permasalahan yang sangat menantang dan menuntun peserta didik untuk merancang,
memecahkan masalah, membuat keputusan, melakukan kegiatan investigasi, serta
memberikan kesempatan peserta didik untuk bekerja secara mandiri (Lestari, 2015: 14).
Materi Bioteknologi dipilih dalam penelitian tindakan kelas ini karena materi ini
merupakan materi yang harus dikuasai oleh siswa pada semester genap dan materi ini
mampu memberikan solusi dalam menyelesaikan permasalahan dengan menciptakan
suatu ide atau produk yang mampu membuat pembelajaran menjadi bermakna, sehingga
siswa mampu belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah
untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran
Berdasarkan hasil observasi dalam pembelajaran IPA kelas IXA materi
Bioteknologi diketahui bahwa siswa sulit untuk merumuskan pokok-pokok permasalahan
dalam kegiatan pembelajaran, penguasaan materi yang telah diajarkan oleh guru tidak
terserap secara optimal sehingga siswa cepat merasa jenuh, selain itu siswa belum mampu
menyimpulkan materi secara bertahap terhadap masalah yang diberikan. Hal tersebut
disebabkan karena kegiatan pembelajaran yang dilakukan masih berpusat pada guru
(teacher center), guru cenderung pasif untuk memancing siswa dalam kegiatan berpikir,
tidak terciptanya susasana belajar yang interaktif, materi pelajaran yang digunakan oleh
guru masih terpaku pada buku pelajaran dan penjelasan yang diberikan sehingga siswa
hanya memahami materi pelajaran yang guru berikan.
Berdasarkan hasil data yang diambil pra-penelitian di kelas IX A SMPN 1 Tungkal
Ulu bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah, hal ini diketahui
dari hasil tes kemampuan berpikir kritis bahwa dengan jumlah 14 orang siswa yang
memperoleh nilai lebih dari Kriteria Ketuntasan Minimal dan 16 orang siswa yang
memperoleh nilai kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal. pendekatan atau model yang
tepat dalam proses pembelajaran. Untuk meyakinkan anggapan penulis bahwa dengan
penerapan model Project Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis
siswa, maka perlu dilaksanakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan maksud
Volume XII, Nomor 1, Januari-Juni 2023
129
mengetahui sejauh mana efektivitas penerapan model tersebut dalam meningkatkan
kemampuan berpikir kritis siswa. Dari uraian tersebut penulis akan menyusun tugas akhir
yang berjudul “Meningkatkan kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP Negeri 1 Tungkal
Ulu Pada Materi Bioteknologi Melalui Model Project Based Learning”.
II. METODE PENELITIAN
Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian yang
dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk
memperbaiki kinerjanya sehingga proses dan hasil belajar siswa meningkat. Masalah
yang didapatkan pada penelitian tindakan kelas berawal dari kelas yaitu pada saat proses
pembelajaran berlangsung. Prosedur yang digunakan dalam melaksanakan Penelitian
Tindakan Kelas (PTK) ini berupa model spiral. Tahap dalam model spiral yaitu
perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan ( (...truncated)