“UNGKAP RASA” Komposisi Paduan Suara Dengan Gaya Resitatif

IDEA: Jurnal Seni Pertunjukan, Nov 2023

“Ungkap Rasa” adalah sebuah komposisi yang bersumber dari teks berisi ungkapan sebuah rasa di hati atau disebut curahan isi hati. Komposisi ini dibuat menggunakan konsep gaya resitatif, dengan format paduan suara. Penelitian ini bermaksud untuk mentransformasikan teks berisi curahan isi hati melalui medium bunyi menggunakan konsep gaya resitatif ke dalam karya “Ungkap Rasa”, dan mengetahui cara implementasi gaya resitatif ke dalam format paduan suara. Metode yang dilakukan penulis dalam proses penciptaan karya ini adalah tahap persiapan, perumusan ide penciptaan, penyusunan konsep, tahap observasi, tahap eksplorasi, evaluasi dan finishing. Penelitian ini menunjukan bahwa proses yang dilakukan untuk mentransformasi teks curahan isi hati ke dalam medium bunyi menggunakan konsep gaya resitatif adalah dengan mengeksplorasi hubungan antara kata dan unsur musik seperti intonasi dengan mempertimbangkan serta menyesuaikan penekanan kata atau kalimat. Salah satu cara implementasi gaya resitatif yang digunakan ke dalam format paduan suara adalah dengan eksplorasi penggunaan nonsense syllables atau kata – kata yang tidak masuk akal atau tanpa makna.Kata kunci: resitatif, paduan suara, transformasi, nonsense syllables"UNGKAP RASA" Choral Composition with Recitative StyleABSTRACT "Ungkap Rasa" is a composition that comes from a text containing the expression of a feeling in the heart or called the outpouring of the heart. This composition is made using the concept of recitative style, with a choir format. This research intends to transform the text containing the outpouring of the heart through the medium of sound using the concept of recitative style into the work "Ungkap Rasa", and find out how to implement the recitative style into the choir format. The method used by the author in the process of creating this work is the preparation stage, formulation of the idea of creation, conceptualization, observation stage, exploration stage, evaluation and finishing. This research shows that the process of transforming the heartfelt text into the medium of sound using the concept of recitative style is to explore the relationship between words and musical elements such as intonation by considering and adjusting the emphasis of words or sentences. One way of implementing the recitative style used into the choral format is by exploring the use of nonsense syllables or words that do not make sense or without meaning.Keywords: recitative, Choir, transformation, nonsense syllables

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.isi.ac.id/index.php/IDEA/article/download/10419/3397

“UNGKAP RASA” Komposisi Paduan Suara Dengan Gaya Resitatif

IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol. 17, No. 2, 2023, pp. 708-722 ISSN 1411-6467 https://journal.isi.ac.id/index.php/IDEA “UNGKAP RASA” Komposisi Paduan Suara Dengan Gaya Resitatif Fauzan Nur Rahman a,1,*, Kristiyanto Christinus b,2, Joko Suprayitno c,3 a Program Studi Penciptaan Musik, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta b Jalan Parangtritis No. 6,5, Sewon, Bantul, DIY, 55188, Indonesia 1 ; 2 ; * Penulis Koresponden ABSTRAK Kata kunci resitatif paduan suara transformasi nonsense syllables Keywords recitative Choir transformation nonsense syllables “Ungkap Rasa” adalah sebuah komposisi yang bersumber dari teks berisi ungkapan sebuah rasa di hati atau disebut curahan isi hati. Komposisi ini dibuat menggunakan konsep gaya resitatif, dengan format paduan suara. Penelitian ini bermaksud untuk mentransformasikan teks berisi curahan isi hati melalui medium bunyi menggunakan konsep gaya resitatif ke dalam karya “Ungkap Rasa”, dan mengetahui cara implementasi gaya resitatif ke dalam format paduan suara. Metode yang dilakukan penulis dalam proses penciptaan karya ini adalah tahap persiapan, perumusan ide penciptaan, penyusunan konsep, tahap observasi, tahap eksplorasi, evaluasi dan finishing. Penelitian ini menunjukan bahwa proses yang dilakukan untuk mentransformasi teks curahan isi hati ke dalam medium bunyi menggunakan konsep gaya resitatif adalah dengan mengeksplorasi hubungan antara kata dan unsur musik seperti intonasi dengan mempertimbangkan serta menyesuaikan penekanan kata atau kalimat. Salah satu cara implementasi gaya resitatif yang digunakan ke dalam format paduan suara adalah dengan eksplorasi penggunaan nonsense syllables atau kata – kata yang tidak masuk akal atau tanpa makna. "UNGKAP RASA" Choral Composition with Recitative Style ABSTRACT "Ungkap Rasa" is a composition that comes from a text containing the expression of a feeling in the heart or called the outpouring of the heart. This composition is made using the concept of recitative style, with a choir format. This research intends to transform the text containing the outpouring of the heart through the medium of sound using the concept of recitative style into the work "Ungkap Rasa", and find out how to implement the recitative style into the choir format. The method used by the author in the process of creating this work is the preparation stage, formulation of the idea of creation, conceptualization, observation stage, exploration stage, evaluation and finishing. This research shows that the process of transforming the heartfelt text into the medium of sound using the concept of recitative style is to explore the relationship between words and musical elements such as intonation by considering and adjusting the emphasis of words or sentences. One way of implementing the recitative style used into the choral format is by exploring the use of nonsense syllables or words that do not make sense or without meaning. This is an open-access article under the CC–BY-SA license 708 1. Pendahuluan Dalam menciptakan karya musik, sumber ide penciptaan dapat berasal dari berbagai sumber yang mampu mengemukakan gagasan untuk mengungkapkan melalui berbagai jenis karya dalam memaknai suatu objek sesuai interpretasi masing-masing (Sitompul, 2017:17). Pengalaman hidup yang dialami dalam menghayati atau merasakan suatu objek dapat menjadi sumber inspirasi yang menarik dalam menciptakan karya seni, termasuk musik. Musik memiliki kemampuan untuk mengekspresikan perasaan dan emosi penciptanya, seperti kesedihan, kegembiraan, atau rasa syukur. Faktor ekstra musikal, yang merupakan stimulus dari objek yang diamati dan dirasakan oleh pencipta, seringkali menjadi sumber inspirasi dalam menciptakan karya musik (Sitompul, 2017:18). Komposisi ini mengambil sumber ide penciptaan dari unsur ekstra musikal, yaitu curahan isi hati dan pikiran seseorang kepada pasangannya. Menurut KBBI itu sendiri, curhat adalah menceritakan sesuatu yang bersifat pribadi pada orang terdekat seperti orang tua, teman, dan sebagainya. Setiap manusia pasti pernah menghadapi kesulitan dalam mengungkapkan pikiran atau perasaan terhadap orang terdekat, seperti orang tua, teman, sahabat, atau pasangan. Oleh karena itu, penulis memiliki ketertarikan dan keinginan untuk mencoba merealisasikan curahan isi hati ke dalam karya musik. Penulis tidak hanya terfokus pada satu objek curahan hati penulis sendiri, melainkan juga memperluasnya dengan mengambil objek curahan isi hati dari pasangan lain di sekitar penulis. Untuk mengumpulkan data, penulis melakukan wawancara sederhana dengan narasumber, lalu meminta mereka saling memikirkan perasaan masing-masing terhadap pasangan mereka dan menuliskan curahan isi hati yang ingin disampaikan. Hasil yang di dapat adalah data atau sampel berupa teks curahan isi hati yang kemudian akan diubah menjadi lirik dalam komposisi musik. Bramantyo (1997:54) menjelaskan bahwa para komposer membentuk bahasa musikal untuk melukiskan rasa emosional dengan pola ritme dan melodi yang saling berhubungan dengan emosi tertentu. Oleh karena itu, hasil lirik tersebut penulis ingin melakukan transformasi ke dalam medium bunyi dengan menggunakan konsep gaya Recitative. Dalam bukunya, Leon Stein (1979:190) menjelaskan resitatif adalah gaya bernyanyi yang mengimitasi atau meniru seperti bicara secara alami atau deklamasi. Di dalam bukunya, dijelaskan juga beberapa bentuk resitatif yaitu, stille recitativo (nyanyian tunggal), recitative secco (kering), recitative accompagnato (diiringi). Gaya musik ini biasanya sering ditemui dalam karya opera, oratorio, dan kantata. Bentuk – bentuk tersebut dapat dibedakan dari karakteristik pada alunan instrumen yang mengiringi melodi vokal. Menurut pengamatan penulis, karya musik seperti opera, oratorio, dan kantata hanya menggunakan instumen – instrumen musik barat sebagai format instrumen yang mengiringi vokal seperti harpsichord, keyboard atau organ, cello dan bahkan dengan format orkestra. Penulis berkeinginan untuk membuat karya musik dengan gaya resitatif dengan menggunakan format instrumen tidak seperti pada umumnya yang menggunakan format instrumen musik barat, tetapi penulis akan menggunakan format paduan suara pada karya. Dari penjelasan tersebut, penulis memiliki gagasan untuk membuat komposisi yang bersumber dari unsur ekstra musikal yaitu teks curahan isi hati yang akan ditransformasikan ke dalam medium bunyi menggunakan konsep gaya resitatif, serta menggunakan format paduan suara sebagai instrumen yang akan mengimplementasi gaya resitatif. Komposisi dengan judul “Ungkap Rasa” ini akan dibagi ke dalam tiga gerakan yaitu, “Kupercaya & Kubersyukur”, “Gelisah & Takut”, dan “Sungguh, Aku Cinta Kamu”. 2. Metode 2.1. Kajian Sumber 2.1.1. Kajian Pustaka Sumber pustaka yang pertama adalah Composing Music : A New Approach ditulis oleh William Russo. Buku ini menjelaskan tentang hubungan kata-kata (lirik) dan musik dengan menggunakan material sederhana yang dapat membantu pen (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.isi.ac.id/index.php/IDEA/article/download/10419/3397
Article home page: https://journal.isi.ac.id/index.php/IDEA/article/view/10419/3397

Rahman Fauzan Nur, Christinus Kristiyanto, Joko Suprayitno. “UNGKAP RASA” Komposisi Paduan Suara Dengan Gaya Resitatif, IDEA: Jurnal Seni Pertunjukan, 2023,