“UNGKAP RASA” Komposisi Paduan Suara Dengan Gaya Resitatif
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan
Vol. 17, No. 2, 2023, pp. 708-722
ISSN 1411-6467
https://journal.isi.ac.id/index.php/IDEA
“UNGKAP RASA” Komposisi Paduan Suara
Dengan Gaya Resitatif
Fauzan Nur Rahman a,1,*, Kristiyanto Christinus b,2, Joko Suprayitno c,3
a Program
Studi Penciptaan Musik, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
b Jalan Parangtritis No. 6,5, Sewon, Bantul, DIY, 55188, Indonesia
1 ; 2 ;
* Penulis Koresponden
ABSTRAK
Kata kunci
resitatif
paduan suara
transformasi
nonsense syllables
Keywords
recitative
Choir
transformation
nonsense syllables
“Ungkap Rasa” adalah sebuah komposisi yang bersumber dari teks berisi
ungkapan sebuah rasa di hati atau disebut curahan isi hati. Komposisi ini dibuat
menggunakan konsep gaya resitatif, dengan format paduan suara. Penelitian ini
bermaksud untuk mentransformasikan teks berisi curahan isi hati melalui
medium bunyi menggunakan konsep gaya resitatif ke dalam karya “Ungkap
Rasa”, dan mengetahui cara implementasi gaya resitatif ke dalam format paduan
suara. Metode yang dilakukan penulis dalam proses penciptaan karya ini adalah
tahap persiapan, perumusan ide penciptaan, penyusunan konsep, tahap
observasi, tahap eksplorasi, evaluasi dan finishing. Penelitian ini menunjukan
bahwa proses yang dilakukan untuk mentransformasi teks curahan isi hati ke
dalam medium bunyi menggunakan konsep gaya resitatif adalah dengan
mengeksplorasi hubungan antara kata dan unsur musik seperti intonasi dengan
mempertimbangkan serta menyesuaikan penekanan kata atau kalimat. Salah
satu cara implementasi gaya resitatif yang digunakan ke dalam format paduan
suara adalah dengan eksplorasi penggunaan nonsense syllables atau kata – kata
yang tidak masuk akal atau tanpa makna.
"UNGKAP RASA" Choral Composition with Recitative Style
ABSTRACT
"Ungkap Rasa" is a composition that comes from a text containing the expression of
a feeling in the heart or called the outpouring of the heart. This composition is made
using the concept of recitative style, with a choir format. This research intends to
transform the text containing the outpouring of the heart through the medium of
sound using the concept of recitative style into the work "Ungkap Rasa", and find
out how to implement the recitative style into the choir format. The method used by
the author in the process of creating this work is the preparation stage, formulation
of the idea of creation, conceptualization, observation stage, exploration stage,
evaluation and finishing. This research shows that the process of transforming the
heartfelt text into the medium of sound using the concept of recitative style is to
explore the relationship between words and musical elements such as intonation by
considering and adjusting the emphasis of words or sentences. One way of
implementing the recitative style used into the choral format is by exploring the use
of nonsense syllables or words that do not make sense or without meaning.
This is an open-access article under the CC–BY-SA license
708
1. Pendahuluan
Dalam menciptakan karya musik, sumber ide penciptaan dapat berasal dari berbagai
sumber yang mampu mengemukakan gagasan untuk mengungkapkan melalui berbagai jenis
karya dalam memaknai suatu objek sesuai interpretasi masing-masing (Sitompul, 2017:17).
Pengalaman hidup yang dialami dalam menghayati atau merasakan suatu objek dapat menjadi
sumber inspirasi yang menarik dalam menciptakan karya seni, termasuk musik. Musik
memiliki kemampuan untuk mengekspresikan perasaan dan emosi penciptanya, seperti
kesedihan, kegembiraan, atau rasa syukur. Faktor ekstra musikal, yang merupakan stimulus
dari objek yang diamati dan dirasakan oleh pencipta, seringkali menjadi sumber inspirasi
dalam menciptakan karya musik (Sitompul, 2017:18).
Komposisi ini mengambil sumber ide penciptaan dari unsur ekstra musikal, yaitu curahan
isi hati dan pikiran seseorang kepada pasangannya. Menurut KBBI itu sendiri, curhat adalah
menceritakan sesuatu yang bersifat pribadi pada orang terdekat seperti orang tua, teman, dan
sebagainya. Setiap manusia pasti pernah menghadapi kesulitan dalam mengungkapkan pikiran
atau perasaan terhadap orang terdekat, seperti orang tua, teman, sahabat, atau pasangan. Oleh
karena itu, penulis memiliki ketertarikan dan keinginan untuk mencoba merealisasikan
curahan isi hati ke dalam karya musik.
Penulis tidak hanya terfokus pada satu objek curahan hati penulis sendiri, melainkan juga
memperluasnya dengan mengambil objek curahan isi hati dari pasangan lain di sekitar penulis.
Untuk mengumpulkan data, penulis melakukan wawancara sederhana dengan narasumber,
lalu meminta mereka saling memikirkan perasaan masing-masing terhadap pasangan mereka
dan menuliskan curahan isi hati yang ingin disampaikan. Hasil yang di dapat adalah data atau
sampel berupa teks curahan isi hati yang kemudian akan diubah menjadi lirik dalam komposisi
musik. Bramantyo (1997:54) menjelaskan bahwa para komposer membentuk bahasa musikal
untuk melukiskan rasa emosional dengan pola ritme dan melodi yang saling berhubungan
dengan emosi tertentu. Oleh karena itu, hasil lirik tersebut penulis ingin melakukan
transformasi ke dalam medium bunyi dengan menggunakan konsep gaya Recitative.
Dalam bukunya, Leon Stein (1979:190) menjelaskan resitatif adalah gaya bernyanyi yang
mengimitasi atau meniru seperti bicara secara alami atau deklamasi. Di dalam bukunya,
dijelaskan juga beberapa bentuk resitatif yaitu, stille recitativo (nyanyian tunggal), recitative
secco (kering), recitative accompagnato (diiringi). Gaya musik ini biasanya sering ditemui
dalam karya opera, oratorio, dan kantata. Bentuk – bentuk tersebut dapat dibedakan dari
karakteristik pada alunan instrumen yang mengiringi melodi vokal.
Menurut pengamatan penulis, karya musik seperti opera, oratorio, dan kantata hanya
menggunakan instumen – instrumen musik barat sebagai format instrumen yang mengiringi
vokal seperti harpsichord, keyboard atau organ, cello dan bahkan dengan format orkestra.
Penulis berkeinginan untuk membuat karya musik dengan gaya resitatif dengan menggunakan
format instrumen tidak seperti pada umumnya yang menggunakan format instrumen musik
barat, tetapi penulis akan menggunakan format paduan suara pada karya.
Dari penjelasan tersebut, penulis memiliki gagasan untuk membuat komposisi yang
bersumber dari unsur ekstra musikal yaitu teks curahan isi hati yang akan ditransformasikan
ke dalam medium bunyi menggunakan konsep gaya resitatif, serta menggunakan format
paduan suara sebagai instrumen yang akan mengimplementasi gaya resitatif. Komposisi
dengan judul “Ungkap Rasa” ini akan dibagi ke dalam tiga gerakan yaitu, “Kupercaya &
Kubersyukur”, “Gelisah & Takut”, dan “Sungguh, Aku Cinta Kamu”.
2. Metode
2.1. Kajian Sumber
2.1.1. Kajian Pustaka
Sumber pustaka yang pertama adalah Composing Music : A New Approach ditulis oleh
William Russo. Buku ini menjelaskan tentang hubungan kata-kata (lirik) dan musik dengan
menggunakan material sederhana yang dapat membantu pen (...truncated)