Adaptasi masyarakat suku baduy luar terhadap perkembangan global berbasis kearifan lokal

Journal of Socio-Cultural Sustainability and Resilience, Jul 2023

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman. Salah satu keanekaragaman yang dimiliki Indonesia yaitu terdapatnya beragam suku. Suku-suku tersebut tersebar dari Sabang hingga Merauke. Tepatnya di daerah Banten, terdapat suku asli yaitu Baduy. Suku Baduy dikenal dengan budayanya yang sangat kental, menjaga tradisi nenek moyangnya, dan mampu hidup harmonis dengan alam. Suku Baduy terbagi menjadi dua kelompok, Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar. Suku Baduy Dalam atau bisa disebut juga Urang Baduy atau Suku Asli dari Suku Baduy. Mereka hingga saat ini masih memegang teguh hukum adat istiadat mereka sebagai pedoman hidup, berbeda dengan Suku Baduy Luar yang sudah mulai terbuka dan sudah beradaptasi dengan modernisasi. Penelitian ini memaparkan adaptasi masyarakat suku baduy luar terhadap perkembangan global berbasis kearifan lokal. Lokasi pengamatan suku baduy luar yang diamati penelitian ini yaitu Desa Kanekes, Banten. Pengumpulan data dilakukan dengan meninjau artikel ilmiah dan kemudian di observasi bersama. Penelitian ini mendapati arus modernisasi tidak membuat masyarakat Suku Baduy terkontaminasi dunia luar untuk memanfaatkan hutan tanpa memikirkan jangka panjang. Dilihat dari cara bertahan hidup, walaupun mereka terbagi menjadi dua kelompok, Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar, dalam hal mata pencaharian, kelompok tersebut masih bergantung pada Sumber Daya Alam di sekitar. Prinsip hidup masyarakat Suku Baduy adalah setia menjaga keberlangsungan alam dan kelestarian lingkungan.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal-iasssf.com/index.php/JSCSR/article/download/182/19

Adaptasi masyarakat suku baduy luar terhadap perkembangan global berbasis kearifan lokal

JSCSR Journal of Socio-Cultural Sustainability and Resilience JSCSR 1(1): 62-69 ISSN 3025-0269 Adaptasi masyarakat suku baduy luar terhadap perkembangan global berbasis kearifan lokal Lisa Nurfalah 1*, Chesya Sera De Claresya 2, dan Muhammad Brilliant Bidjaksono 3 1 Program Magister Ilmu Lingkungan, Sekolah Ilmu Lingkungan, Universitas Indonesia; Salemba – Indonesia. 2 Program Magister Ilmu Lingkungan, Sekolah Ilmu Lingkungan, Universitas Indonesia; Salemba – Indonesia; 3 Program Magister Ilmu Lingkungan, Sekolah Ilmu Lingkungan, Universitas Indonesia; Salemba – Indonesia; * Korespondensi: Tanggal Diterima: 20 Juni 2023 Cite This Article: Nurfalah, L., Claresya, C. S. D., & Bidjaksono, M. B. (2023). Adaptasi masyarakat suku baduy luar terhadap perkembangan global berbasis kearifan lokal. Journal of SocioCultural Sustainability and Resilience, 1(1), 62-69. https://doi.org/10.61511/jscsr .v1i1.2023.182 Hak Cipta: © 2023 oleh penulis. Akses terbuka untuk mengajukan publikasi di bawah syarat dan ketentuan oleh Creative Commons Attribution (CC BY) lisensi (https://creativecommons.org/li censes/by/4.0/) JSCSR. 2023, VOLUME 1, ISSUE 1 Tanggal Revisi: 29 Juli 2023 Tanggal Terbit: 30 Juli 2023 Abstract Indonesia has long been known to the world as a country with rich diversity. One of the them is the existence of various tribes. These tribes are spread from Sabang to Merauke. Precisely in the Banten area, there is an indigenous tribe, namely Baduy. The Baduy tribe is known for its very thick culture, maintaining the traditions of its ancestors, and being able to live in harmony with nature. The Baduy tribe is divided into two groups, the Baduy Dalam tribe and the Baduy Luar tribe. The Baduy Dalam Tribe or can also be called Urang Baduy or the original tribe of the Baduy. They still uphold their customary laws as a guide to life, in contrast to the Outer Baduy tribe which has begun to open up and has adapted to modernization. This research presents the adaptation of the Baduy Luar tribe to global development based on local wisdom. The observation location of the Outer Baduy tribe observed in this research is Kanekes Village, Banten. Data collection was done by reviewing scientific articles and then joint observation. This research found that the flow of modernization does not make the Baduy community contaminated by the outside world to utilize the forest without thinking about the long term. Judging from the way of survival, although they are divided into two groups, Baduy Dalam and Baduy Luar, in terms of livelihood, the group still depends on the surrounding Natural Resources. The life principle of the Baduy community is to faithfully maintain the sustainability of nature and environmental sustainability. Keywords: Baduy community; local wisdom; modernization; nature conservation Abstrak Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman. Salah satu keanekaragaman yang dimiliki Indonesia yaitu terdapatnya beragam suku. Suku-suku tersebut tersebar dari Sabang hingga Merauke. Tepatnya di daerah Banten, terdapat suku asli yaitu Baduy. Suku Baduy dikenal dengan budayanya yang sangat kental, menjaga tradisi nenek moyangnya, dan mampu hidup harmonis dengan alam. Suku Baduy terbagi menjadi dua kelompok, Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar. Suku Baduy Dalam atau bisa disebut juga Urang Baduy atau Suku Asli dari Suku Baduy. Mereka hingga saat ini masih memegang teguh hukum adat istiadat mereka sebagai pedoman hidup, berbeda dengan Suku Baduy Luar yang sudah mulai terbuka dan sudah beradaptasi dengan modernisasi. Penelitian ini memaparkan adaptasi masyarakat suku baduy luar terhadap perkembangan global berbasis kearifan lokal. Lokasi pengamatan suku baduy luar yang diamati penelitian ini yaitu Desa Kanekes, Banten. Pengumpulan data dilakukan dengan meninjau artikel ilmiah dan kemudian di observasi bersama. Penelitian ini mendapati arus modernisasi tidak membuat masyarakat Suku Baduy terkontaminasi dunia luar untuk memanfaatkan hutan tanpa memikirkan jangka panjang. https://journal-iasssf.com/index.php/JSCSR JSCSR. 2023, VOLUME 1, ISSUE 1 63 Dilihat dari cara bertahan hidup, walaupun mereka terbagi menjadi dua kelompok, Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar, dalam hal mata pencaharian, kelompok tersebut masih bergantung pada Sumber Daya Alam di sekitar. Prinsip hidup masyarakat Suku Baduy adalah setia menjaga keberlangsungan alam dan kelestarian lingkungan. Kata kunci: suku Baduy; modernisasi; kearifan local; kelestarian alam 1. Pendahuluan Indonesia dikenal dengan banyaknya suku bangsa yang melahirkan pola budaya yang berbeda-beda dan menjadi identitas kelompok. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa realitas kebhinekaan di Indonesia terdiri dari berbagai aspek seperti cara pandang, adat istiadat, nilai budaya, etika, dan sistem kepercayaan, namun juga banyak perbedaan yang membentuk identitas setiap kelompok masyarakat. Salah satu keanekaragaman yang dimiliki Indonesia yaitu terdapatnya beragam suku. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik dengan nomor data SP2010, disebutkan bahwa jumlah suku di Indonesia mencapai 1331 kategori suku. Suku-suku tersebut tersebar dari Sabang hingga Merauke dengan kekhasan identitas masing-masing. Bila membahas mengenai identitas, terdaoat salah satu suku asli di daerah Banten, yaitu Suku Baduy. Suku Baduy merupakan suatu kelompok masyarakat adat sunda yang hidup dan tinggal di Provinsi Banten, tepatnya Kabupaten Lebak, Kecamatan Lauwidamar, Desa Kanekes (Widowati, 2019; Bahrudin & Zurohman, 2021). Keberadaan suku Baduy di Desa Kanekes tidak tercampur dengan suku lain. Aktivitas kesehariannya dalam berkomunikasi mereka menggunakakan bahasa Sunda, dan termasuk dialek Sunda Banten. Akan tetapi suku Baduy yang termasuk “Baduy Luar” sudah ada yang bisa menggunakan bahasa Indonesia ketika berkomunikasi dengan pendatang dari luar daerah (Bahrudin & Zurohman, 2021). Awalnya masyarakat baduy adalah Suku Baduy Dalam, tetapi berjalannya waktu Suku Baduy dibagi menjadi dua kelompok yaitu suku Baduy Luar dan Suku Baduy Dalam. Suku Baduy Luar adalah mereka yang telah keluar dari adat dan wilayah Baduy melalui pemodernan adat istiadat setempat. Sementara itu, Suku Baduy Dalam adalah suku yang masih memegang teguh adat istiadat setempat (Hariyadi, 2019; Maharani, 2009). Setiap suku memiliki formulasi kearifan lokal dalam berinteraksi dengan komunitas ekologis dalam kehidupannya. Baduy memiliki nilai-nilai lokal yang diturunkan terusmenerus dari nenek moyangnya. Pengetahuan yang mereka peroleh dalam menjalani hidup, diberikan oleh orang tua sebagai keterampilan yang dipelajari sejak dini dan tertanam kuat di setiap individu (Firdaus et al., 2020). Salah satu keterampilan yang dimiliki yaitu berladang. Berladang menjadi sebuah tradisi yang dipertahankan masyarakat baduy untuk bertahan hidup dan tradisi secara bersamaan. Meskipun pemahaman atau wawasan pengetahuan mengenai bertani tidak mereka peroleh secara formal (di sekolah), penanaman nilai ya (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal-iasssf.com/index.php/JSCSR/article/download/182/19
Article home page: https://journal-iasssf.com/index.php/JSCSR/article/view/182/19

Lisa Nurfalah, Claresya Chesya Sera De, Bidjaksono Muhammad Brilliant. Adaptasi masyarakat suku baduy luar terhadap perkembangan global berbasis kearifan lokal, Journal of Socio-Cultural Sustainability and Resilience, 2023,