PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS KEUNIKAN PENDUDUK LOKAL DI WILAYAH BANTEN (STUDI DI WILAYAH BADUY)

EPIGRAM (e-journal), Jan 2016

Abstrak Industri pariwisata kini lebih terarah pada kegiatan industri yang mengutamakan keberlangsungan wilayah wisata. Kondisi ini terjadi setelah pemerintah menyadari adanya dampak negatif dari kegiatan pariwisata pada suatu sumber daya alam. Kerusakan alam menjadi salah satu dampak negatif yang paling terlihat sebagai akibat dari kegiatan industri pariwisata. Pengembangan pariwisata dengan konsep keberlangsungan menjadi salah satu agenda pemerintah guna meningkatkan pariwisata dan menekan dampak negatif yang timbul. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan membangun model Konservasi dan Pembangunan Terpadu (Integrated Conservation and Development Project/ICDP) atau Sistem Kawasan Lindung Terpadu (Integrated Protected Area System/IPAS). Suku Baduy merupakan salah satu bentuk konservasi yang keberadaannya bukan atas inisiatif pemerintah, akan tetapi karena adanya adat istiadat yang secara turun temurun diwariskan dari generasi ke generasi membuat suku Baduy memiliki keunikan tersendiri. Pemerintah menetapkan kawasan tempat tinggal suku Baduy sebagai sistem kawasan lindung terpadu guna melindungi tatanan yang telah tercipta selama ratusan tahun. Kata kunci : Pariwisata, Banten, Kearifan Lokal, Pemberdayaan Masyarakat, Pengembangan Abstract The tourism industry is now more focused on industrial activity that promotes the sustainability of tourist areas. This condition occurs after the government is aware of the negative impacts of tourism activities on a natural resource. The destruction of nature became one of the most visible negative impacts as a result of the activities of the tourism industry. The development of tourism with the concept of sustainability to be one of the government's agenda to increase tourism and suppress negative impacts. One of the efforts made by the government is to build a model of integrated conservation and development (Integrated Conservation and Development Project / ICDP) or Integrated Protected Areas System (Integrated Protected Area System / IPAS). Baduy tribe is one form of conservation whose existence is not at the initiative of the government, but because of the tradition that has been passed down from generation to generation makes Baduy tribe has its own uniqueness. The government sets a residential area Baduy tribe as an integrated system of protected areas in order to protect the order that has been created for hundreds of years. Keywords : Tourism, Banten, Local Wisdom, Community Empowerment, Development

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.pnj.ac.id/epigram/article/download/726/435

PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS KEUNIKAN PENDUDUK LOKAL DI WILAYAH BANTEN (STUDI DI WILAYAH BADUY)

133 PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS KEUNIKAN PENDUDUK LOKAL DI WILAYAH BANTEN (STUDI DI WILAYAH BADUY) Iwan Sugiwa Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Jakarta Abstrak Industri pariwisata kini lebih terarah pada kegiatan industri yang mengutamakan keberlangsungan wilayah wisata. Kondisi ini terjadi setelah pemerintah menyadari adanya dampak negatif dari kegiatan pariwisata pada suatu sumber daya alam. Kerusakan alam menjadi salah satu dampak negatif yang paling terlihat sebagai akibat dari kegiatan industri pariwisata. Pengembangan pariwisata dengan konsep keberlangsungan menjadi salah satu agenda pemerintah guna meningkatkan pariwisata dan menekan dampak negatif yang timbul. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan membangun model Konservasi dan Pembangunan Terpadu (Integrated Conservation and Development Project/ICDP) atau Sistem Kawasan Lindung Terpadu (Integrated Protected Area System/IPAS). Suku Baduy merupakan salah satu bentuk konservasi yang keberadaannya bukan atas inisiatif pemerintah, akan tetapi karena adanya adat istiadat yang secara turun temurun diwariskan dari generasi ke generasi membuat suku Baduy memiliki keunikan tersendiri. Pemerintah menetapkan kawasan tempat tinggal suku Baduy sebagai sistem kawasan lindung terpadu guna melindungi tatanan yang telah tercipta selama ratusan tahun. Kata kunci : Pariwisata, Banten, Kearifan Lokal, Pemberdayaan Masyarakat, Pengembangan Abstract The tourism industry is now more focused on industrial activity that promotes the sustainability of tourist areas. This condition occurs after the government is aware of the negative impacts of tourism activities on a natural resource. The destruction of nature became one of the most visible negative impacts as a result of the activities of the tourism industry. The development of tourism with the concept of sustainability to be one of the government's agenda to increase tourism and suppress negative impacts. One of the efforts made by the government is to build a model of integrated conservation and development (Integrated Conservation and Development Project / ICDP) or Integrated Protected Areas System (Integrated Protected Area System / IPAS). Baduy tribe is one form of conservation whose existence is not at the initiative of the government, but because of the tradition that has been passed down from generation to generation makes Baduy tribe has its own uniqueness. The government sets a residential area Baduy tribe as an integrated system of protected areas in order to protect the order that has been created for hundreds of years. Keywords : Tourism, Banten, Local Wisdom, Community Empowerment, Development PENDAHULUAN Perkembangan pariwisata yang semakin pesat telah membuka kesadaran masyarakat dan pemerintah untuk melestarikan kekayaan alam yang ada di suatu daerah. Pelestarian kawasan wisata tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan dari masyarakat lokal dan pemerintah setempat. Upaya untuk melestarikan kekayaan alam dan kawasan wisata dilakukan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah dengan berbagai cara. Salah satu upaya pelestarian yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan membangun model Proyek Konservasi dan Pembangunan Terpadu (Integrated Conservation and Development Project /ICDP) atau Sistem Kawasan Lindung _____________________________________________________________________________________________________ Epigram Vol. 12 No. 2 Oktober 2015 134 Terpadu (Integrated Protected Area Systems / IPAS). Beberapa daerah di Indonesia memiliki wilayah yang disakralkan atau dikeramatkan serta ditetapkan sebagai daerah cagar budaya atau hutan keramat. Keberadaan cagar budaya atau hutan keramat pada suatu daerah menjadi salah satu daya tarik wisata. Wilayah Jawa Barat memiliki banyak hutan keramat diantaranya adalah Hutan Keramat (HK) di kampung Dukuh, Garut Selatan; HK di Kampung Kuta dan HK di Situ Panjalu Ciamis. Salah satu Hutan Keramat yang sangat terkenal karena keunikan suku yang menjaganya adalah Hutan Keramat di Kawasan Suku Baduy yang kini masuk ke dalam wilayah Provinsi Banten. Keberadaan Hutan Keramat di Indonesia masihlah sangat terawat karena masyakarat lokal yang berada di kawasan hutan tersebut menjaga sumber daya alamnya dengan sangat baik. Sebaliknya berbagai kawasan hutan di Jawa Barat dan Banten terutama di luar kawasan hutan keramat telah mengalami kerusakan parah (Iskandar, 2006:18). Keberadaan hutan keramat mempunyai fungsi penting bagi pelestarian keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Masyarakat adat Baduy merupakan salah satu masyarakat adat yang menjaga hutan keramat. Masyarakat Baduy tinggal di kaki pegunungan Kendeng di Desa Kenekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak-Rangkasbitung, Banten. Hutan Keramat masyarakat Baduy merupakan wilayah yang paling dikeramatkan dan disakralkan. Sistem kepercayaan animisme yang dianut oleh masyarakat Baduy yaitu Sunda Wiwitan memiliki pengaruh paling besar terhadap kehidupan masyarakatnya. Inti kepercayaannya tersebut ditunjukkan dengan ketentuan adat yang mutlak atau pikukuh (peraturan adat) yang disebut dengan konsep tidak ada perubahan sedikitpun atau tanpa perubahan apapun. Masyarakat Baduy memiliki keunikan dalam kehidupan yang dijalaninya. Secara umum masyarakat Baduy telah menjalankan konsep pencagaran alam (nature conservation) dengan cara memperhatikan keselamatan hutan. Hal ini dikarenakan masyarakat suku Baduy menyadari bahwa dengan menjaga hutan maka mereka akan menjaga keterlanjutan ladang. Tidak hanya itu, lahan hutan yang tidak berada di dalam kawasan pemukiman, dibuka secara bergiliran setiap tahun untuk dijadikan lahan pertanian. Tinjauan Pustaka Masyarakat Adat Baduy Kawasan Masyarakat Baduy berada pada areal seluas ± 5.101 hektar, dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam dari kota Rangkasbitung atau sekitar 38 Km. masyarakat Baduy merupakan suku yang unik yang terbagi dalam dua bagian, yaitu Baduy luar dan Baduy dalam, mereka hidup selaras dengan alam dan menghindari kehidupan dunia modern. Masyarakat Baduy tidak boleh sekolah, memelihara ternak berkaki empat, bepergian dengan kendaraan, menggunakan alat elektronik dan memiliki mata pencaharian utama masyarakatnya adalah bercocok tanam padi huma (Disbudpar Banten, 2011). _____________________________________________________________________________________________________ Iwan Sugiwa Pengembangan Pariwisata Berbasis Keunikan... 135 Gambar 1. Masyarakat Baduy dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Adat, budaya, dan tradisi masih kental Selalu ada pekerjaan bagi siapapun, lakimewarnai kehidupan masyarakat Baduy. laki perempuan tua dan muda wajib belajar Ada tiga hal utama yang mewarnai dan berlatih mengerjakan apa saja, keseharian mereka, yaitu sikap hidup membantu dan mencontoh orangtuanya. sederhana, bersahabat dengan alam yang Belajar, bekerja dan bermain dilakukan alami, dan spirit kemandirian. Sederhana secara bersama-sama. Tempatnya bisa dan kesederhanaan merupakan titik pesona dimana sa (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.pnj.ac.id/epigram/article/download/726/435
Article home page: https://jurnal.pnj.ac.id/epigram/article/view/726/435

Iwan Sugiwa. PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS KEUNIKAN PENDUDUK LOKAL DI WILAYAH BANTEN (STUDI DI WILAYAH BADUY), EPIGRAM (e-journal), 2016,