PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS KEUNIKAN PENDUDUK LOKAL DI WILAYAH BANTEN (STUDI DI WILAYAH BADUY)
133
PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS KEUNIKAN
PENDUDUK LOKAL DI WILAYAH BANTEN
(STUDI DI WILAYAH BADUY)
Iwan Sugiwa
Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Jakarta
Abstrak
Industri pariwisata kini lebih terarah pada kegiatan industri yang mengutamakan keberlangsungan
wilayah wisata. Kondisi ini terjadi setelah pemerintah menyadari adanya dampak negatif dari kegiatan
pariwisata pada suatu sumber daya alam. Kerusakan alam menjadi salah satu dampak negatif yang
paling terlihat sebagai akibat dari kegiatan industri pariwisata.
Pengembangan pariwisata dengan konsep keberlangsungan menjadi salah satu agenda pemerintah
guna meningkatkan pariwisata dan menekan dampak negatif yang timbul. Salah satu upaya yang
dilakukan oleh pemerintah adalah dengan membangun model Konservasi dan Pembangunan Terpadu
(Integrated Conservation and Development Project/ICDP) atau Sistem Kawasan Lindung Terpadu
(Integrated Protected Area System/IPAS).
Suku Baduy merupakan salah satu bentuk konservasi yang keberadaannya bukan atas inisiatif
pemerintah, akan tetapi karena adanya adat istiadat yang secara turun temurun diwariskan dari
generasi ke generasi membuat suku Baduy memiliki keunikan tersendiri. Pemerintah menetapkan
kawasan tempat tinggal suku Baduy sebagai sistem kawasan lindung terpadu guna melindungi tatanan
yang telah tercipta selama ratusan tahun.
Kata kunci : Pariwisata, Banten, Kearifan Lokal, Pemberdayaan Masyarakat, Pengembangan
Abstract
The tourism industry is now more focused on industrial activity that promotes the sustainability of
tourist areas. This condition occurs after the government is aware of the negative impacts of tourism
activities on a natural resource. The destruction of nature became one of the most visible negative
impacts as a result of the activities of the tourism industry.
The development of tourism with the concept of sustainability to be one of the government's agenda
to increase tourism and suppress negative impacts. One of the efforts made by the government is to
build a model of integrated conservation and development (Integrated Conservation and Development
Project / ICDP) or Integrated Protected Areas System (Integrated Protected Area System / IPAS).
Baduy tribe is one form of conservation whose existence is not at the initiative of the government,
but because of the tradition that has been passed down from generation to generation makes Baduy
tribe has its own uniqueness. The government sets a residential area Baduy tribe as an integrated
system of protected areas in order to protect the order that has been created for hundreds of years.
Keywords : Tourism, Banten, Local Wisdom, Community Empowerment, Development
PENDAHULUAN
Perkembangan
pariwisata
yang
semakin pesat telah membuka kesadaran
masyarakat dan pemerintah untuk
melestarikan kekayaan alam yang ada di
suatu daerah. Pelestarian kawasan wisata
tidak akan berjalan dengan baik tanpa
adanya dukungan dari masyarakat lokal
dan pemerintah setempat. Upaya untuk
melestarikan kekayaan alam dan kawasan
wisata dilakukan oleh pemerintah baik
pusat maupun daerah dengan berbagai
cara. Salah satu upaya pelestarian yang
dilakukan oleh pemerintah adalah dengan
membangun model Proyek Konservasi dan
Pembangunan
Terpadu
(Integrated
Conservation and Development Project
/ICDP) atau Sistem Kawasan Lindung
_____________________________________________________________________________________________________
Epigram Vol. 12 No. 2 Oktober 2015
134
Terpadu (Integrated Protected Area
Systems / IPAS).
Beberapa daerah di Indonesia memiliki
wilayah
yang
disakralkan
atau
dikeramatkan serta ditetapkan sebagai
daerah cagar budaya atau hutan keramat.
Keberadaan cagar budaya atau hutan
keramat pada suatu daerah menjadi salah
satu daya tarik wisata. Wilayah Jawa Barat
memiliki
banyak
hutan
keramat
diantaranya adalah Hutan Keramat (HK) di
kampung Dukuh, Garut Selatan; HK di
Kampung Kuta dan HK di Situ Panjalu
Ciamis. Salah satu Hutan Keramat yang
sangat terkenal karena keunikan suku yang
menjaganya adalah Hutan Keramat di
Kawasan Suku Baduy yang kini masuk ke
dalam wilayah Provinsi Banten.
Keberadaan Hutan Keramat di
Indonesia masihlah sangat terawat karena
masyakarat lokal yang berada di kawasan
hutan tersebut menjaga sumber daya
alamnya dengan sangat baik. Sebaliknya
berbagai kawasan hutan di Jawa Barat dan
Banten terutama di luar kawasan hutan
keramat telah mengalami kerusakan parah
(Iskandar, 2006:18). Keberadaan hutan
keramat mempunyai fungsi penting bagi
pelestarian keanekaragaman hayati yang
ada di dalamnya.
Masyarakat adat Baduy merupakan
salah satu masyarakat adat yang menjaga
hutan keramat. Masyarakat Baduy tinggal
di kaki pegunungan Kendeng di Desa
Kenekes,
Kecamatan
Leuwidamar,
Kabupaten Lebak-Rangkasbitung, Banten.
Hutan Keramat masyarakat Baduy
merupakan
wilayah
yang
paling
dikeramatkan dan disakralkan. Sistem
kepercayaan animisme yang dianut oleh
masyarakat Baduy yaitu Sunda Wiwitan
memiliki pengaruh paling besar terhadap
kehidupan
masyarakatnya.
Inti
kepercayaannya tersebut ditunjukkan
dengan ketentuan adat yang mutlak atau
pikukuh (peraturan adat) yang disebut
dengan konsep tidak ada perubahan
sedikitpun atau tanpa perubahan apapun.
Masyarakat Baduy memiliki keunikan
dalam kehidupan yang dijalaninya. Secara
umum
masyarakat
Baduy
telah
menjalankan konsep pencagaran alam
(nature conservation) dengan cara
memperhatikan keselamatan hutan. Hal
ini dikarenakan masyarakat suku Baduy
menyadari bahwa dengan menjaga hutan
maka mereka akan menjaga keterlanjutan
ladang. Tidak hanya itu, lahan hutan yang
tidak berada di dalam kawasan
pemukiman, dibuka secara bergiliran
setiap tahun untuk dijadikan lahan
pertanian.
Tinjauan Pustaka
Masyarakat Adat Baduy
Kawasan Masyarakat Baduy berada
pada areal seluas ± 5.101 hektar, dengan
jarak tempuh sekitar 1,5 jam dari kota
Rangkasbitung atau sekitar 38 Km.
masyarakat Baduy merupakan suku yang
unik yang terbagi dalam dua bagian, yaitu
Baduy luar dan Baduy dalam, mereka
hidup selaras dengan alam dan
menghindari kehidupan dunia modern.
Masyarakat Baduy tidak boleh sekolah,
memelihara ternak berkaki empat,
bepergian
dengan
kendaraan,
menggunakan alat elektronik dan memiliki
mata pencaharian utama masyarakatnya
adalah bercocok tanam padi huma
(Disbudpar Banten, 2011).
_____________________________________________________________________________________________________
Iwan Sugiwa
Pengembangan Pariwisata Berbasis Keunikan...
135
Gambar 1. Masyarakat Baduy
dengan mengandalkan kekuatan sendiri.
Adat, budaya, dan tradisi masih kental
Selalu ada pekerjaan bagi siapapun, lakimewarnai kehidupan masyarakat Baduy.
laki perempuan tua dan muda wajib belajar
Ada tiga hal utama yang mewarnai
dan berlatih mengerjakan apa saja,
keseharian mereka, yaitu sikap hidup
membantu dan mencontoh orangtuanya.
sederhana, bersahabat dengan alam yang
Belajar, bekerja dan bermain dilakukan
alami, dan spirit kemandirian. Sederhana
secara bersama-sama. Tempatnya bisa
dan kesederhanaan merupakan titik pesona
dimana sa (...truncated)