TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN METODE RGEC
JOURNAL
GEOEKONOMI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS BALIKPAPAN
TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN METODE RGEC
Hairul Anam1, Hendika SL2, Bani Anhar3
Fakultas Ekonomi, Universitas Balikpapan, Balikpapan
2,3
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan, Balikpapan
1
ABSTRAK
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kesehatan Bank dengan metode
RGEC terhadap profitabilitas Bank Badan Usaha Milik Negara. Populasi periode tahun
laporan keuangan sedangkan sampel penelitian sebanyak sebelas periode tahun laporan
keuangan. Metode penelitian menggunakan pengukuran RGEC dengan variabel Risk
Profile proksinya Non Performance Loan, Good Corporate Governance, Earning dengan
proksi Beban Operasional pada Pendapatan Operasional dan Capital dengan proksi
Capital Adequacy Ratio. Alat analisis menggunakan metode metode analisis linier
berganda. Hasil penelitian menunjukan Non Performance Loan, beban Operasional pada
Pendapatan Operasioanl, dan Capital adequacy Ratio memiliki pengaruh terhadap
Return on Assets, sedangkan Good Corporate Governance tidak memiliki pengaruh
terhadap Return on Assets. Tingkat kesehatan Bank menunjukan kesehatan sangat baik.
Kata Kunci: Risk Profile; Non Performance Loan; Good Corporate Governance;
Capital Adequacy Ratio; Return on Assets
ABSTRACT
This study aims to determine the effect of the soundness level of the Bank with the
RGEC method on the profitability of State-Owned Enterprise Banks. The population in
the financial reporting year period, while the research sample consisted of eleven
financial reporting year periods. The research method uses the measurement of RGEC
with the variable Risk Profile, the proxy is Non Performance Loan, Good Corporate
Governance, Earning with the proxy of Operating Expenses on Operating Income and
Capital with the proxy Capital Adequacy Ratio. The analysis tool uses multiple linear
analysis methods. The results showed that Non Performance Loans, Operational
Expenses on Operating Income, and Capital Adequacy Ratio had an influence on
Return on Assets, while Good Corporate Governance had no effect on Return on Assets.
Bank soundness level shows very good health.
Keywords: Risk Profile; Non Performance Loan; Good Corporate Governance; Capital
Adequacy Ratio; Return on Assets
116
Jurnal GeoEkonomi ISSN-Elektronik (e): 2503-4790 | ISSN-Print (p): 2086-1117
Volume 13 Nomor 01 Maret 2022 | DOI: doi.org/10.36277/geoekonomi http://jurnal.fem.unibabpn.ac.id/index.php/geoekonomi
JOURNAL
GEOEKONOMI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS BALIKPAPAN
PENDAHULUAN
Krisis moneter melanda Indonesia sekitar tahun 1997 dapat dijadikan pelajaran oleh
industry perbankan, krisis diawali dengan kesulitan likuiditas akibat merosotnya nilai
tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Krisis tersebut menyebabkan pencabutan
usaha enam belas Bank swasta dan mengambil alih kepengurusan Bank karena besarnya
bantuan liukiditas Bank Indonesia (BLBI) mencapai 200% oleh Kementerian Keuangan.
Krisis perbankan kembali terjadi ditahun 2008, berdampak sistemik di sektor
perbankan. Sehingga tingkat bunga diturunkan untuk meningkatkan konsumsi dan
investasi. Berulangnya krisis perbankan tersebut terjadi karena Bank merupakan
institusi kepercayaan yang rentan terhadap penarikan keuangan besar-besaran oleh
nasabah.
Kesehatan Bank sangat penting bagi pembentukan kepercayaan dalam dunia
perbankan. Kepercayaan dan loyalitas nasabah terhadap Bank merupakan faktor yang
sangat membantu dan mempermudah pihak manajemen Bank untuk menyusun strategi
bisnis yang baik. Bank Indonesia telah menetapkan aturan tentang kesehatan Bank agar
perbankan diharapkan selalu dalam kondisi sehat, sehingga tidak merugikan masyarakat
yang berkepentingan dengan perbankan. Penilaian tingkat kesehatan Bank digunakan
untuk mengetahui apakah Bank tersebut dalam kondisi yang sangat sehat, sehat, cukup
sehat, kurang sehat atau tidak sehat.
Sebelumnya system penilaian tingkat kesehatan Bank umum menggunakan sistem
yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/10/PBI/2004 yang dikenal
dengan metode CAMELS yaitu terdiri dari Capital, Assets Quality, Management,
Earnings, Liquidity & Sensitivity to market risk. Sedangksan metode pendekatan yang
digunakan sekarang dalam menilai kesehatan Bank mengacu Peraturan Bank Indonesia
No.13/1/PBI/2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan yaitu dengan menggunakan
pendekatan risiko (Risk-Based Bank Rating) baik secara individual maupun secara
konsolidasi, dengan cakupan penilaian meliputi faktor-faktor sebagai berikut: Profil
Risiko (Risk Profile), Good Corporate Governance (GCG), Rentabilitas (Earnings), dan
Permodalan (Capital) atau disingkat menjadi metode RGEC.
Dari banyaknya jenis Bank umum yang ada di Indonesia, Bank BUMN lebih
diminati oleh masyarakat sebagai tempat untuk menyimpan atau menginvestasikan dana
yang mereka miliki karena dianggap lebih aman dan terpercaya karena dimiliki oleh
negara. Bank Milik Negara terditi dari PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk, PT.
Bank Negara Indonesia (persero) Tbk, PT. Bank Tabungan Negara (persero) Tbk dan
PT. Bank Mandiri (persero) Tbk.
Melihat peran Bank BUMN yang sangat besar dalam perekonomian Indonesia dan
sebagai entitas yang dikelola langsung oleh pemerintah, diharapkan Bank BUMN
mampu meningkatkan dan mempertahankan kinerjanya secara maksimal sehingga dapat
berpengaruh positif terhadap perekonomian nasional secara keseluruhan. Sebagai Bank
yang mendominasi perbankan di Indonesia dan menguasai hajat hidup banyak orang,
maka Bank dituntut untuk terus menjaga kesehatannya. Melihat peran Bank BUMN
yang sangat strategis tersebut, maka kesehatan dan stabilitas Bank BUMN menjadi
seuatu yang sangat penting.
117
Jurnal GeoEkonomi ISSN-Elektronik (e): 2503-4790 | ISSN-Print (p): 2086-1117
Volume 13 Nomor 01 Maret 2022 | DOI: doi.org/10.36277/geoekonomi http://jurnal.fem.unibabpn.ac.id/index.php/geoekonomi
JOURNAL
GEOEKONOMI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS BALIKPAPAN
Profitabilitas merupakan kemampuan memperoleh laba merupakan ukuran untuk
menilai entitas mampu menghasilkan laba pada tingkat yang dapat diterima.
Kemampuan Bank dalam memperoleh laba tercermin pada laporan keuangan Bank.
Ukuran profitabilitas pada industri perbankan yang digunakan pada umumnya
adalah Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE). Return on Investment
(ROI) menggambarkan profitabilitas dari segi aset yang dimiliki Bank. ROA
memfokuskan kemampuan entitas untuk memperoleh earning dalam operasi entitas.
Apabila Return On Assets (ROA) meningkat berarti profitabilitas entitas meningkat,
sehingga dampak akhirnya adalah profitabilitas yang dinikmati oelh pemegang saham,
KAJIAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS
Manajemen Keuangan merupakan aktivitas entitas yang berhubungan dengan
bagaimana memperoleh, menggunakan, dan mengelola aset sesuai tujuan entitas secara
menyeluruh (Halim, 2015). Sementara (Horne, 2016), berkaitan dengan perolehan aset,
pendanaan, dan manajemen aset dengan didasari beberapa tujuan umum.
Bank diartikan sebagai Le (...truncated)