TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN METODE RGEC

Jurnal GeoEkonomi, Mar 2022

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kesehatan Bank dengan metode RGEC terhadap profitabilitas Bank Badan Usaha Milik Negara. Populasi periode tahun laporan keuangan sedangkan sampel penelitian sebanyak sebelas periode tahun laporan keuangan. Metode penelitian menggunakan pengukuran RGEC dengan variabel Risk Profile proksinya Non Performance Loan, Good Corporate Governance, Earning dengan proksi Beban Operasional pada Pendapatan Operasional dan Capital dengan proksi Capital Adequacy Ratio. Alat analisis menggunakan metode metode analisis linier berganda. Hasil penelitian menunjukan Non Performance Loan, beban Operasional pada Pendapatan Operasioanl, dan Capital adequacy Ratio memiliki pengaruh terhadap Return on Assets, sedangkan Good Corporate Governance tidak memiliki pengaruh terhadap Return on Assets. Tingkat kesehatan Bank menunjukan kesehatan sangat baik.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.fem.uniba-bpn.ac.id/index.php/geoekonomi/article/download/150/81

TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN METODE RGEC

JOURNAL GEOEKONOMI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BALIKPAPAN TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN METODE RGEC Hairul Anam1, Hendika SL2, Bani Anhar3 Fakultas Ekonomi, Universitas Balikpapan, Balikpapan 2,3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan, Balikpapan 1 ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kesehatan Bank dengan metode RGEC terhadap profitabilitas Bank Badan Usaha Milik Negara. Populasi periode tahun laporan keuangan sedangkan sampel penelitian sebanyak sebelas periode tahun laporan keuangan. Metode penelitian menggunakan pengukuran RGEC dengan variabel Risk Profile proksinya Non Performance Loan, Good Corporate Governance, Earning dengan proksi Beban Operasional pada Pendapatan Operasional dan Capital dengan proksi Capital Adequacy Ratio. Alat analisis menggunakan metode metode analisis linier berganda. Hasil penelitian menunjukan Non Performance Loan, beban Operasional pada Pendapatan Operasioanl, dan Capital adequacy Ratio memiliki pengaruh terhadap Return on Assets, sedangkan Good Corporate Governance tidak memiliki pengaruh terhadap Return on Assets. Tingkat kesehatan Bank menunjukan kesehatan sangat baik. Kata Kunci: Risk Profile; Non Performance Loan; Good Corporate Governance; Capital Adequacy Ratio; Return on Assets ABSTRACT This study aims to determine the effect of the soundness level of the Bank with the RGEC method on the profitability of State-Owned Enterprise Banks. The population in the financial reporting year period, while the research sample consisted of eleven financial reporting year periods. The research method uses the measurement of RGEC with the variable Risk Profile, the proxy is Non Performance Loan, Good Corporate Governance, Earning with the proxy of Operating Expenses on Operating Income and Capital with the proxy Capital Adequacy Ratio. The analysis tool uses multiple linear analysis methods. The results showed that Non Performance Loans, Operational Expenses on Operating Income, and Capital Adequacy Ratio had an influence on Return on Assets, while Good Corporate Governance had no effect on Return on Assets. Bank soundness level shows very good health. Keywords: Risk Profile; Non Performance Loan; Good Corporate Governance; Capital Adequacy Ratio; Return on Assets 116 Jurnal GeoEkonomi ISSN-Elektronik (e): 2503-4790 | ISSN-Print (p): 2086-1117 Volume 13 Nomor 01 Maret 2022 | DOI: doi.org/10.36277/geoekonomi http://jurnal.fem.unibabpn.ac.id/index.php/geoekonomi JOURNAL GEOEKONOMI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BALIKPAPAN PENDAHULUAN Krisis moneter melanda Indonesia sekitar tahun 1997 dapat dijadikan pelajaran oleh industry perbankan, krisis diawali dengan kesulitan likuiditas akibat merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Krisis tersebut menyebabkan pencabutan usaha enam belas Bank swasta dan mengambil alih kepengurusan Bank karena besarnya bantuan liukiditas Bank Indonesia (BLBI) mencapai 200% oleh Kementerian Keuangan. Krisis perbankan kembali terjadi ditahun 2008, berdampak sistemik di sektor perbankan. Sehingga tingkat bunga diturunkan untuk meningkatkan konsumsi dan investasi. Berulangnya krisis perbankan tersebut terjadi karena Bank merupakan institusi kepercayaan yang rentan terhadap penarikan keuangan besar-besaran oleh nasabah. Kesehatan Bank sangat penting bagi pembentukan kepercayaan dalam dunia perbankan. Kepercayaan dan loyalitas nasabah terhadap Bank merupakan faktor yang sangat membantu dan mempermudah pihak manajemen Bank untuk menyusun strategi bisnis yang baik. Bank Indonesia telah menetapkan aturan tentang kesehatan Bank agar perbankan diharapkan selalu dalam kondisi sehat, sehingga tidak merugikan masyarakat yang berkepentingan dengan perbankan. Penilaian tingkat kesehatan Bank digunakan untuk mengetahui apakah Bank tersebut dalam kondisi yang sangat sehat, sehat, cukup sehat, kurang sehat atau tidak sehat. Sebelumnya system penilaian tingkat kesehatan Bank umum menggunakan sistem yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/10/PBI/2004 yang dikenal dengan metode CAMELS yaitu terdiri dari Capital, Assets Quality, Management, Earnings, Liquidity & Sensitivity to market risk. Sedangksan metode pendekatan yang digunakan sekarang dalam menilai kesehatan Bank mengacu Peraturan Bank Indonesia No.13/1/PBI/2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan yaitu dengan menggunakan pendekatan risiko (Risk-Based Bank Rating) baik secara individual maupun secara konsolidasi, dengan cakupan penilaian meliputi faktor-faktor sebagai berikut: Profil Risiko (Risk Profile), Good Corporate Governance (GCG), Rentabilitas (Earnings), dan Permodalan (Capital) atau disingkat menjadi metode RGEC. Dari banyaknya jenis Bank umum yang ada di Indonesia, Bank BUMN lebih diminati oleh masyarakat sebagai tempat untuk menyimpan atau menginvestasikan dana yang mereka miliki karena dianggap lebih aman dan terpercaya karena dimiliki oleh negara. Bank Milik Negara terditi dari PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk, PT. Bank Negara Indonesia (persero) Tbk, PT. Bank Tabungan Negara (persero) Tbk dan PT. Bank Mandiri (persero) Tbk. Melihat peran Bank BUMN yang sangat besar dalam perekonomian Indonesia dan sebagai entitas yang dikelola langsung oleh pemerintah, diharapkan Bank BUMN mampu meningkatkan dan mempertahankan kinerjanya secara maksimal sehingga dapat berpengaruh positif terhadap perekonomian nasional secara keseluruhan. Sebagai Bank yang mendominasi perbankan di Indonesia dan menguasai hajat hidup banyak orang, maka Bank dituntut untuk terus menjaga kesehatannya. Melihat peran Bank BUMN yang sangat strategis tersebut, maka kesehatan dan stabilitas Bank BUMN menjadi seuatu yang sangat penting. 117 Jurnal GeoEkonomi ISSN-Elektronik (e): 2503-4790 | ISSN-Print (p): 2086-1117 Volume 13 Nomor 01 Maret 2022 | DOI: doi.org/10.36277/geoekonomi http://jurnal.fem.unibabpn.ac.id/index.php/geoekonomi JOURNAL GEOEKONOMI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BALIKPAPAN Profitabilitas merupakan kemampuan memperoleh laba merupakan ukuran untuk menilai entitas mampu menghasilkan laba pada tingkat yang dapat diterima. Kemampuan Bank dalam memperoleh laba tercermin pada laporan keuangan Bank. Ukuran profitabilitas pada industri perbankan yang digunakan pada umumnya adalah Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE). Return on Investment (ROI) menggambarkan profitabilitas dari segi aset yang dimiliki Bank. ROA memfokuskan kemampuan entitas untuk memperoleh earning dalam operasi entitas. Apabila Return On Assets (ROA) meningkat berarti profitabilitas entitas meningkat, sehingga dampak akhirnya adalah profitabilitas yang dinikmati oelh pemegang saham, KAJIAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Manajemen Keuangan merupakan aktivitas entitas yang berhubungan dengan bagaimana memperoleh, menggunakan, dan mengelola aset sesuai tujuan entitas secara menyeluruh (Halim, 2015). Sementara (Horne, 2016), berkaitan dengan perolehan aset, pendanaan, dan manajemen aset dengan didasari beberapa tujuan umum. Bank diartikan sebagai Le (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.fem.uniba-bpn.ac.id/index.php/geoekonomi/article/download/150/81
Article home page: https://jurnal.fem.uniba-bpn.ac.id/index.php/geoekonomi/article/view/150/81

Anam Hairul, SL. Hendika, Bani Anhar. TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN METODE RGEC, Jurnal GeoEkonomi, 2022, pp. 116-127,