PENGARUH KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA, PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP KUALITAS LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
JURNAL AGREGASI
Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 11– Nomor 1, Mei 2023, (Hlm 76 - 90)
DOI 10.34010/agregasi.v11i1.9552
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
PENGARUH KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA, PEMANFAATAN
TEKNOLOGI INFORMASI DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL
TERHADAP KUALITAS LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
Deni Nurdiansyah 1) *, Umi Narimawati 2), M. Yani Syafei 3)
1, 2, 3 Program Studi Doktor Ilmu Manajemen, Universitas Komputer Indonesia. Jalan Dipatiukur
No. 102-116, Kota Bandung, Jawa Barat, 40132, Indonesia.
* Korespondensi Penulis. E-mail: ,
Telp: +6281319189691
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kualitas sumber daya manusia,
pemanfaatan teknologi informasi dan sistem pengendalian internal terhadap kualitas laporan
kinerja pada instansi pemerintah pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian
Perhubungan. Survey dilakukan kepada 32 satuan kerja di lingkungan Direktorat Jenderal
Perhubungan Darat. Teknik penelitian ini bersifat kuantitatif. Pengumpulan data melalui
penyebaran kuisioner kepada 60 orang operator inputing E-Sakip Reviu. Teknik analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode Smart PLS (Partial Least Square). Hasil penelitian
menunjukan bahwa kualitas sumber daya manusia berpengaruh terhadap kualitas laporan
kinerja, selanjutnya pemanfaatan teknologi informasi juga berpengaruh terhadap kualitas
laporan kinerja dan sistem pengendalian internal berpengaruh terhadap kualitas laporan kinerja.
Dapat disimpulkan bahwa, semakin tinggi kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi
informasi dan sistem pengendalian internal maka kualitas laporan kinerja akan semakin baik
sehingga mampu untuk mengelola data kinerja secara efektif, membuat penilaian yang baik, dan
mencegah kesalahan.
Kata kunci: Sumber Daya Manusia; Teknologi Informasi, Pengendalian Internal, Laporan Kinerja;
Satuan Kerja; Pemerintah.
THE INFLUENCE OF HUMAN RESOURCES QUALITY, INFORMATION TECHNOLOGY
UTILIZATION AND INTERNAL CONTROL SYSTEMS ON THE QUALITY OF GOVERNMENT
INSTITUTION PERFORMANCE REPORTS
Abstract
This study aims to examine the effect of the quality of human resources, information
technology (IT) utilization, and internal control systems towards quality of performance reports at
the Government agency, namely Directorate General of Land Transportation, Ministry of
Transportation. The survey was conducted on 32 work units within the Directorate General of Land
Transportation. This technique of study is quantitative. The data were collected by distributing
questionnaires to 60 data entry operators of “E-Sakip Review”. The data analysis technique used in
this study is the Smart PLS (Partial Least Square) method. The results showed that the quality of
human resources has an effect on the quality of performance reports, then the use of information
technology also has an effect on the quality of performance reports and the internal control system
has an effect on the quality of performance reports. It can be concluded that the higher the quality
of human resources, the use of information technology and the internal control system, the better the
quality of performance reports so that they are able to manage performance data effectively, make
good judgments, and prevent mistakes.
Keywords: Human Resources; Information Technology, Internal Control, Performance Reports;
Work unit; Government.
Copyright © 2023, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online) | 76
JURNAL AGREGASI
Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 11– Nomor 1, Mei 2023, (Hlm 76 - 90)
DOI 10.34010/agregasi.v11i1.9552
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
PENDAHULUAN
Salah satu aspek penting dalam
reformasi birokrasi adalah penataan
manajemen pemerintahan. Hal ini penting
antara
lain
karena
kemampuan
manajemen
di
dalam
birokrasi
pemerintah untuk melaksanakan suatu
kebijakan secara efektif dan efisien juga
menentukan keberhasilannya. Setiap
tindakan yang dilakukan oleh instansi
pemerintah akan dipertanggungjawabkan
kinerjanya, baik kinerja individu, kinerja
unit kerja, kinerja instansi, bahkan kinerja
pemerintah secara keseluruhan. (Azwir
Nasir, dkk, 2011).
Laporan Kinerja adalah ikhtisar yang
menjelaskan secara ringkas dan lengkap
tentang capaian kinerja yang disusun
berdasarkan
rencana
kerja
yang
ditetapkan dalam rangka pelaksanaan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Sedangkan pengertian Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) adalah
perwujudan kewajiban suatu instansi
pemerintah
untuk
mempertanggungjawabkan keberhasilan
dan
kegagalan
pelaksanaan
misi
organisasi dalam mencapai sasaran dan
tujuan yang ditetapkan melalui sistem
pertanggungjawaban secara periodik
(Permenhub No. 85 Tahun 2020).
Indikator akuntabilitas digunakan untuk
menjelaskan apakah berbagai kegiatan
pengelolaan
dapat
dipertanggungjawabkan baik secara
vertikal maupun horizontal (Junaidi, dkk,
2022).
Penyusunan
LAKIP
dimaksud
bertujuan
untuk
menggambarkan
penerapan rencana strategis dalam
pelaksanaan tugas pokok dan fungsi
organisasi di masing-masing perangkat
daerah, serta keberhasilan capaian saat ini
untuk percepatan dalam meningkatkan
kualitas capaian kinerja yang diharapkan
pada
tahun
yang
akan
datang
(Hidayatullah, 2014).
Organisasi menetapkan sistem
informasi
berdasarkan
teknologi
komputer atau situs web sebagai respons
terhadap perubahan TI. Jika sistem
informasi dibangun untuk menjadi sistem
informasi yang efektif, sistem informasi
yang didukung TI dapat memberikan nilai
bagi bisnis. Sejauh mana personel bisnis
mahir dalam TI berdampak besar pada
kinerja perusahaan itu. Perusahaan akan
menghadapi
perubahan
sistem
manajemen akibat penggunaan teknologi,
berpindah dari sistem konvensional ke
sistem manajemen modern. TI dan
layanan terhubung karena salah satu
aspek keunggulan layanan adalah
kecepatan layanan. (Azwir Nasir, dkk,
2011). Dalam penelitian yang sebelumnya
oleh Ursula (2022) disebutkan bahwa
aplikasi untuk pelaporan keuangan
memiliki dampak yang menguntungkan
pada kinerja organisasi dan menunjukkan
korelasi yang signifikan antara keduanya.
Tujuan dari sistem pengendalian
intern adalah untuk menjaga sumber daya
atau sumber daya organisasi atau lembaga
dari
penyalahgunaan,
memastikan
aksesibilitas informasi yang akurat, dan
menjamin bahwa semua karyawan
mematuhi kebijakan manajemen dan
setiap hukum yang berlaku (Herry, 2017).
Lingkungan pengendalian, penilaian
Copyright © 2023, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online) | 77
JURNAL AGREGASI
Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 11– Nomor 1, Mei 2023, (Hlm 76 - 90)
DOI 10.34010/agregasi.v11i1.9552
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
risiko, tindakan pengendalian, informasi
dan komunikasi, dan pemantauan adalah
lima elemen pengendalian internal.
(COSO, 2013).
Pada Tahun 2018, Kementerian
Pemberdayaan
Aparatur
Negara
Reformasi Birokrasi (Ke (...truncated)