Forecasting Policy Of Public Sector Services After The Moving Of The Nation's Capital: A Study On Dpmptsp Dki Jakarta
Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 12– Nomor 2, November 2024, (Hlm 108-120)
DOI 10.34010/agregasi.v12i2.12210
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
Forecasting Policy Pelayanan Sektor Publik Pasca Pemindahan Ibukota
Negara: Studi Pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu
Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta
Rizka Hanandy 1) *, Eko Sakapurnama 2)
1)2) Pascasarjana Ilmu Administrasi, Universitas Indonesia. Depok, Jawa Barat, Indonesia
* Korespondensi Penulis. E-mail: , Telp : +6281220669928
Abstrak
Artikel ini bertujuan untuk memberikan proyeksi dampak kebijakan perubahan Ibu Kota
Negara terhadap pelayanan sektor publik. Menggunakan studi kasus pada Dinas Penanaman
Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta, penelitian ini menggunakan
kerangka forecasting policy dari William N. Dunn (2018) dan indikator penilaian pelayanan publik
Menezes, et al. (2022) untuk menganalisis proyeksi pelayanan publik di masa depan. Berbeda dari
penelitian yang dilakukan sebelumnya, studi ini menggunakan operasionalisasi konsep yang lebih
komprehensif dengan kombinasi kerangka proyeksi kebijakan dan indikator penilaian pelayanan
publik. Pendekatan kualitatif digunakan dalam pengumpulan dan analisis data melalui studi
dokumen, data sekunder, dan telaah literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan
kondisi saat ini, DPMPTSP Jakarta diproyeksikan tetap dapat mewujudkan pelayanan publik yang
optimal, khususnya dalam kualitas layanan dan kepuasan pelayanan. Namun, di sisi lain,
tantangan yang dihadapi juga semakin berat, terutama dalam optimalisasi pengalaman pengguna
layanan dan melakukan integrasi data, khususnya antar dinas sektoral yang terkait.
Kata kunci: Proyeksi Kebijakan, DPMPTSP Jakarta, Pelayanan Publik
Forecasting Policy Of Public Sector Services After The Moving Of The Nation's Capital: A
Study On Dpmptsp Dki Jakarta
Abstract
This article aims to provide a forecasting policy for the relocation of the National Capital on
public sector services. Using a case study at the Jakarta Investment and One-Stop Integrated Services
(DPMPTSP), this research uses William N. Dunn's (2018) policy forecasting framework and Menezes
et al. (2022) public service assessment indicators to forecast future public services. Different from
previous research, this study uses a comprehensive operationalization concept with a mix of a
forecasting policy framework and public service assessment indicators. A qualitative approach was
used in data collection and analysis through document study, secondary data, and literature review.
The research results show that DPMPTSP Jakarta is projected to provide optimal public services in
the future, particularly regarding service quality and user satisfaction. However, on the other hand,
the challenges faced are also increasingly complex, especially in optimizing the user's experience and
providing an integrated database, especially between relevant sectoral agencies.
Keywords: Forecasting Policy, DPMPTSP Jakarta, Public Servic
Copyright © 2024, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online)| 108
Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 12– Nomor 2, November 2024, (Hlm 108-120)
DOI 10.34010/agregasi.v12i2.12210
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
PENDAHULUAN
Kebijakan pemindahan Ibu Kota
Negara (IKN) ke wilayah Kabupaten
Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai
Kartanegara, Kalimantan Timur sampai
saat ini masih menjadi topik yang hangat
untuk dibicarakan. Kritik berdatangan
dalam proses pembangunan IKN, seperti
masalah
kerusakan
lingkungan,
kehidupan flora dan fauna yang terganggu,
sampai masalah anggaran pembangunan
(Sucahyo, 2022). Hasil analisis sentimen
yang dilakukan oleh tirto.id juga
menunjukkan bahwa 40.1% masyarakat
memiliki sentimen negatif terhadap
pembangunan IKN ini (Garnesia, 2022).
Selain itu, perdebatan terkait manajemen
sektor publik pasca pemindahan ibu kota
juga menjadi masalah yang problematik,
tidak hanya di IKN, tetapi juga di Ibu Kota
lama, yaitu DKI Jakarta.
Rencana pemindahan ibu kota ke
IKN menimbulkan dampak perubahan
pada
struktur
dan
tata
kelola
pemerintahan di ibu kota lama, yaitu DKI
Jakarta. Setelah disetujui oleh Dewan
Perwakilan Rakyat, nama Jakarta sebagai
Daerah Khusus Ibukota nantinya juga
akan berubah menjadi Daerah Khusus
Jakarta (DKJ), dan akan disahkan oleh
Undang-Undang (antaranews.com, 2024).
Dalam RUU DKJ, juga diatur tentang
peran-peran institusi pemerintahan yang
dapat menopang rencana pemerintah
untuk memproyeksikan Jakarta sebagai
kota bisnis nasional dan global, dengan
keistimewaan otonomi satu tingkat
(Nurfaizah, 2023).
Proyeksi Jakarta sebagai pusat bisnis
dan perekonomian nasional dan global
menuntut kota ini untuk menopang
perekonomian Indonesia dan bersaing
secara global. Pada tahun 2023,
setidaknya terdapat 317.012 permohonan
izin investasi yang sudah diselesaikan oleh
DPMPTSP DKI Jakarta. Seharusnya jumlah
ini tidak berkurang dan sebaiknya terus
bertambah meskipun Jakarta nantinya
tidak lagi menjadi Ibukota Negara. Secara
nasional, Jakarta seharusnya mampu
memberikan dampak dan sebaran
ekonomi kepada daerah-daerah di
sekitarnya, meskipun nanti sudah tidak
lagi menjadi ibu kota negara. Sementara
itu, secara global, Jakarta diharapkan
mampu bersaing dengan kota-kota
perekonomian global lainnya, seperti New
York, Shanghai, Sao Paolo, dan kota
lainnya dalam meningkatkan aktivitas
bisnis
global
dan
memberikan
pertumbuhan yang baik bagi Indonesia.
Untuk mendukung Jakarta menjadi
kota pusat perekonomian nasional dan
global, peran lembaga pemerintahan
dalam mewujudkan kemudahan akses
investasi dan izin usaha menjadi sangat
penting. Sebagai institusi pemerintah
yang
bertanggung
jawab
dalam
penyelenggaraan urusan pemerintah
terkait penanaman modal dan perizinan di
wilayah DKI Jakarta (DPMPTSP Jakarta,
2024), peran Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)
DKI Jakarta sangat sentral dalam rencana
Jakarta sebagai pusat perekonomian
nasional dan global. Sehingga, penting
untuk melakukan proyeksi dampak
kebijakan pemindahan ibu kota dan RUU
DKJ terhadap kesiapan DPMPTSP Jakarta
sebagai organisasi pelayanan sektor
publik yang bertanggung jawab dalam
menopang investasi di Kota Jakarta.
Pada dasarnya, rancangan kebijakan
dilakukan untuk memberikan solusi
terhadap suatu permasalahan, dengan
meminimalisir pengorbanan lingkungan,
sosial, dan ekonomi serendah mungkin
(Savio
&
Nikolopoulos,
2010).
Pertimbangan risiko dan dampak dari
kebijakan menjadi hal penting dalam
Copyright © 2024, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online) | 109
Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 12– Nomor 2, November 2024, (Hlm 108-120)
DOI 10.34010/agregasi.v12i2.12210
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
proses pengambilan keputusan terhadap
suatu kebijakan (Dunn (...truncated)