Pelayanan Surat Keterangan Pindah Bagi Penduduk Migran Di Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat
Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 12– Nomor 1, Mei 2024, (Hlm 1-19)
DOI 10.34010/agregasi.v12i1.12535
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
Pelayanan Surat Keterangan Pindah Bagi Penduduk Migran
Di Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat
Imelda Hutasoit1)*, Udaya Madjid2), Ahmad Ripa’i3), Wiwik Roso Sri Rejeki4)
1,2,3,4 Program Studi Studi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Institut Pemerintahan Dalam
Negeri. Jalan Ir. Soekarno KM. 20, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat 45363, Indonesia.
* Korespondensi Penulis. E-mail: , Telp: +6282116345577
Abstrak
Tingginya migrasi penduduk menyebabkan tingginya tuntutan pelayanan Surat
Keterangan Pindah. Penelitian bertujuan menggambarkan pelayanan Surat Keterangan Pindah di
Kabupaten Bogor. Metode penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif.
Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan audio visual. Teknik analisis
data dilakukan dengan tahapan: menyiapkan data, membaca keseluruhan data, membuat
pengkodean data, mengidentifikasi tema, mengembangkan interpretasi alur cerita, menganalisis
data menggunakan kerangka analitis, representasi dan interpretasi data. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dalam memberikan pelayanan Surat Keterangan Pindah, Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bogor telah memenuhi prinsip-prinsip pelayanan
melalui program One Day Service (ODS), tersedianya Standar Operasional Prosedur (SOP)
pelayanan yang jelas, pemberian pelayanan gratis, pelayanan inovatif melalui pemanfaatan
teknologi, akses pelayanan mudah serta menciptakan lingkungan nyaman dan efisien. Namun
masih ditemukan kendala berupa kekurangan tenaga ASN, kesulitan menjangkau fasilitas bagi
disabilitas dan kurangnya sosialisasi, kurangnya pemahaman dan kesadaran penduduk. Hasil
penelitian diharapkan menjadi pertimbangan dalam membuat kebijakan guna meningkatkan
kualitas pelayanan.
Kata kunci: Pelayanan publik, Administrasi Kependudukan, Surat Keterangan Pindah
Moving Certificate Service
In Bogor District, West Java Province
Abstract
The high population migration causes high demands for Moving Certificate services. The
research aims to describe the Moving Certificate service in Bogor Regency and the obstacles faced.
The method of This research uses descriptive with a qualitative approach and the data collection
through interviews, observation, documentation and audio visuals. The data analysis technique is
carried out in stages: preparing the data, reading all the data, coding the data, identifying themes,
developing a story line interpretation, analyzing the data using an analytic framework, representing
and interpreting the data. The result of the research shows that Bogor Regency Population and Civil
Registration Service has fulfilled the service principles through the One Day Service (ODS) program,
the availability of clear service Standard Operating Procedures (SOP), free services, innovative
services through the use of technology, easy access to services and creating a comfortable
environment and efficient, but obstacles are still found, namely a shortage of Civil Servant personnel,
difficulty in accessing facilities for people with disabilities and a lack of socialization, as well as a lack
of understanding and awareness of the community. It is expected that the research results be taken
into consideration in making policies to improve service quality.
Keywords: Public Services, Population Administration, Moving Certificat
Copyright © 2024, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online) | 1
Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 12– Nomor 1, Mei 2024, (Hlm 1-19)
DOI 10.34010/agregasi.v12i1.12535
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
PENDAHULUAN
Indonesia
merupakan
negara
dengan laju pertumbuhan penduduk yang
cukup tinggi yaitu 1,17% pada tahun
2022, meski mengalami penurunan dari
dua tahun sebelumnya yaitu 1,22%
(Badan Pusat Statistik, 2023). Sementara
laju pertumbuhan penduduk Kabupaten
Bogor sebesar 1,37% per tahun, bahkan
disebutkan bahwa berdasarkan sensus
penduduk tahun 2020 Kabupaten Bogor
merupakan peringkat 1 kabupaten/kota
berjumlah penduduk terbesar seIndonesia dengan jumlah penduduk
5.427.068 jiwa (Dinas Komunikasi dan
Informatika Jawa Barat, 2020).
Pertumbuhan penduduk yang tinggi
di Kabupaten Bogor dapat disebabkan
oleh migrasi masuk dan pertumbuhan
alami. Data Total Fertility Rate (TFR)
Kabupaten Bogor menunjukkan angka
2,02 (Badan Pusat Statistik Kabupaten
Bogor, 2022) berada di bawah target TFR
nasional dan global yaitu 2,1. Sementara
migrasi datang di Kabupaten Bogor pada
tahun 2022 yaitu sebesar 70.231 jiwa
dan migrasi keluar sebesar 67.772 jiwa,
sehingga terdapat pertambahan jumlah
penduduk sebesar 2.459 jiwa (Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Kabupaten Bogor, 2023).
Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa
tingginya laju pertumbuhan penduduk di
wilayah Kabupaten Bogor disebabkan
oleh tingginya jumlah penduduk masuk.
Kondisi
tersebut
kemungkinan
berhubungan dengan hasil studi yang
menemukan bahwa para pemberi kerja
lebih menyukai pekerja migran karena
lebih memiliki etos kerja yang tinggi
(Jakobsen & Sæther, 2023). Kabupaten
Bogor, yang terletak di Provinsi Jawa
Barat, menjadi tujuan migrasi yang
menarik bagi penduduk yang mencari
peluang ekonomi karena memiliki
aksesibilitas yang baik, infrastruktur yang
berkembang, layanan publik dan fasilitas
yang memadai, pembangunan yang terus
bertumbuh. Kondisi inilah yang membuat
Kabupaten
Bogor
menjadi
tujuan
bermigrasi yang menarik bagi para
migran. Fakta tersebut sesuai dengan
konsep yang menyatakan bahwa migrasi
merupakan akibat dan sebab dari
pembangunan (Bastia & Skeldon, 2020).
Hasil penelitian lain menunjukkan
bahwa tingginya laju pertumbuhan
penduduk
mengakibatkan
berbagai
masalah kependudukan diantaranya
permasalahan pada status kependudukan,
permasalahan
pada
pelayanan
administrasi
kependudukan,
menjamurnya perumahan liar, lalu lintas
yang macet, kekurangan air bersih, adanya
sampah yang menumpuk, adanya
kemungkinan
kehilangan
budaya
masyarakat
setempat,
adanya
kemungkinan terjadi pertikaian antara
etnis, kemungkinan terjadi peningkatan
pengangguran dan kejahatan (Hutasoit,
2023). Sejalan dengan temuan tersebut
tingginya
migrasi
penduduk
mengakibatkan meningkatkan kebutuhan
Copyright © 2024, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online) | 2
Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 12– Nomor 1, Mei 2024, (Hlm 1-19)
DOI 10.34010/agregasi.v12i1.12535
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
akan pelayanan Surat Keterangan Pindah
dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan
Sipil (Disdukcapil), seperti pendaftaran
penduduk baru, pencatatan perubahan
alamat, pemindahan data penduduk,
penerbitan dokumen identitas baru dan
pengurusan surat keterangan pindah yang
dapat mengakibatkan masalah apabila
tidak (...truncated)