Penerapan E-Goverment Melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) Sebagai Aplikasi Pengolah Data Kemiskinan Di Kabupaten Bengkulu Selatan
Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 11– Nomor 2, November 2023, (Hlm 129-147)
DOI 10.34010/agregasi.v11i2.11255
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
Penerapan E-Goverment Melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next
Generation (SIKS-NG) Sebagai Aplikasi Pengolah Data Kemiskinan
Di Kabupaten Bengkulu Selatan
Yevi Andriani1)*, Sri Suwitri2),Tri Yuniningsih 3)
123Magister Administrasi Publik, Universitas Diponegoro, Gd. Pascasarjana A Undip, Jl. Imam
Bardjo Pleburan, Kec. Semarang Sel., Kota Semarang, Jawa Tengah 50241 Indonesia.
*Korespodensi Penulis.E-mail: , Telp : +6285384205720
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan e-government melalui Sistem
Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) sebagai aplikasi pengolah data
kemiskinan di Kabupaten Bengkulu Selatan. Dalam metodenya, peneliti menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aspek dukungan,
Kantor Dinas Sosial Kabupaten Bengkulu Selatan telah memberikan dukungan penuh terhadap
SIKS-NG, meskipun masih terdapat kendala tertentu. Di sisi lain, dalam hal kapasitas, sumber daya
finansial dan infrastruktur teknologi masih belum memadai, dan kekurangan tenaga ahli di bidang
IT menjadi hambatan. Namun, manfaat dari SIKS-NG sudah terasa, memudahkan masyarakat
untuk mendapatkan informasi dan mengelola data bantuan sosial, walaupun masih ada
masyarakat miskin yang belum terdata. Dari tiga indikator diatas disimpulkan bahwa Penerapan
E-Goverment Melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) Sebagai
Aplikasi Pengolah Data Kemiskinan Di Kabupaten Bengkulu Selatan belum efektif.
Kata Kunci : E-goverment, Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG),
DTKS
The Implementation of E-Government through the Next Generation
Social Welfare Information System (SIKS-NG) as a Poverty Data
Processing Application in Bengkulu Selatan Regency
Abstract
This study aims to assess the implementation of e-government through the Next Generation
Social Welfare Information System (SIKS-NG) for processing poverty data in South Bengkulu
Regency. Researchers used a descriptive, qualitative approach. Data collection involved observation,
interviews, and documentation. The analysis, using Support, Capacity, and Value criteria, reveals
positive aspects in Support, including support, human resources allocation, and socialization by the
Social Service Office of South Bengkulu District. However, issues persist in these areas. Capacity falls
short in financial and technological resources, and IT expertise. Value shows benefits in accessing
social assistance information. Still, many impoverished individuals remain unregistered, indicating
room for improvement. From the three indicators above, it can be concluded that the implementation
of E-Government through the Next Generation Social Welfare Information System (SIKS-NG) as a
poverty data processing application in South Bengkulu Regency has not been effective.
Keywords: E-government, Next Generation Social Welfare Information System (SIKS-NG), DTKS
Copyright © 2023, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online) | 129
Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 11– Nomor 2, November 2023, (Hlm 129-147)
DOI 10.34010/agregasi.v11i2.11255
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
PENDAHULUAN
Perkembangan yang sangat pesat
pada sistem informasi dan teknologi
informasi saat ini sudah dianggap menjadi
sumber daya yang sangat penting untuk
organisasi pemerintah atau swasta
(Hammer dan Champy, 1993). Sistem
informasi dan teknologi informasi, bukan
sekedar memiliki peran sebagai sebuah
dukungan saja, tetapi sudah menjadi
operasional utama, berpotensi tinggi,
berperan
strategis
serta
bisa
dimanfaatkan
sebagai
pendukung
efektivitas, efisiensi dan produktivitas di
suatu organisasi (Wheelan dan Hunger,
2004).
Perkembangan teknologi informasi
sudah membawa perubahan bagi dunia
yang menjadi mudah dengan didukung
oleh teknologi komputer, terbukti bahwa
efektivitas
dapat
tercapai
pada
mekanisme kerja yang panjang dan
berulang, komputer berperan penting
sebagai penunjang kelancaran aktivitas
pekerjaan di dalam sebuah instansi.
Selama ini pengaturan data melalui
penggunaan Sistem Basis Data (Database
System) sudah memberikan dukungan
bagi kinerja banyak instansi. Informasi
adalah hal yang sangat penting untuk
sebuah organisasi dalam mengambil suatu
keputusan, informasi bisa didapat dari
sistem informasi (Information System).
Secara
umum,
e-government
merupakan pemanfaatan teknologi digital
guna
mentransformasikan
aktivitas
pemerintah, dengan tujuan peningkatan
efektivitas, efisiensi serta pemberian
layanan (Forman, 2005). Istilah Egovernment atau electronic government
mengacu kepada pemakaian teknologi
informasi pada organisasi pemerintah
supaya organisasinya dapat lebih efektif
dan transparan. Adanya e-government
diharapkan dapat membuat pelayanan
yang lebih baik untuk masyarakat,
semakin
meningkatkan
efektivitas
internal organisasi pemerintahan dan
semakin memudahkan akses masyarakat
terkait
informasi
di
lingkungan
pemerintahan (Kase, 2010).
Pemerintah terus
melakukan
inovasi dan berlomba-lomba dalam
peningkatan
pelayanan
untuk
masyarakat melalui cara yang lebih efektif
dan modern (Kurniasih & Wismaningtyas,
2020). Hal ini juga terjadi pada
Kementerian Sosial yang selalu berusaha
dalam meningkatkan pelayanan mereka
untuk masyarakat melalui sistem yakni
aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan
Sosial-Next
Generation
(SIKS-NG)
(Aisidah, 2020).
Masyarakat merupakan pemegang
kepentingan
utama
dalam
penyelenggaraan e-government. Namun
demikian, dalam konteks penelitian egovernment,
orientasi
terhadap
masyarakat
masih
belum
banyak
dieksploitasi
karena sebagian besar
proyek
e-government
hanya
mentransformasi layanan dan informasi
yang semula masih
tradisional
menjadi menggunakan teknologi. Model-
Copyright © 2023, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online) | 130
Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 11– Nomor 2, November 2023, (Hlm 129-147)
DOI 10.34010/agregasi.v11i2.11255
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
model
penilaian kematangan egovernment yang sudah
ada pun
sebagian
besar
hanya
mengukur
kemampuan teknologi e- government
(Wulansari & Inayati, 2019).
Berkaitan
dengan
upaya
pemerintah
dalam
penanganan
kemiskinan di Indonesia diantaranya
Untuk mendapatkan kehidupan yang
sejahterah dilakukan program pendataan
bagi masyarakat miskin bersumber dari
Data Terpadu Kesejahteraan Sosial sesuai
dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun
2011 tentang penanganan fakir miskin,
pemuktakhiran
data
menjadi
kewenangan pemerintah kabupaten/kota.
Hal ini merujuk pada pasal 8,9 dan 10
Undang-undang Nomor 13 Tahun 20 (...truncated)