Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 12– Nomor 1, Mei 2024, (Hlm 88-107)
DOI 10.34010/agregasi.v12i1.11447
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
Efektivitas Aplikasi Sabdopalon Dalam Meningkatkan Digital Governance Di
Kabupaten Jombang
Devi Aprilia Chumairoh1) *, Agus Widiyarta 2)
1,2 Program Studi Administrasi Publik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
Jalan Rungkut Madya No.1 Gunung Anyar Surabaya Jawa Timur , 60294, Indonesia.
E-mail:
[email protected] , .id2
Abstrak
Dewasa ini perkembangan teknologi telah melahirkan banyak inovasi terutama dalam
sektor pemerintahan. Melalui Peraturan Presiden No 95 Tahun 2018 menjelaskan skema
pemerintah yang harus berlandaskan pada pemanfaatan teknologi digital. Pelayanan publik di
pemerintahan desa sering dihadapkan berbagai masalah seperti antrian pemohon. Sabdopalon
merupakan inovasi Pemerintah Kabupaten (pemkab) Jombang dalam menjawab permasalahan
tersebut, dengan aplikasi Sabdopalon pelayanan berbasis online mempersingkat waktu
pelayanan online yang didapatkan masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi
efektivitas aplikasi Sabdopalon. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif
deskriptif dengan pendekatan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya
aplikasi Sabdopalon dirasa cukup efektif untuk masyarakat Jombang, masyarakat dapat
melakukan permohonan di mana saja dan kapan saja. Namun, sebagian masyarakat masih
kesulitan untuk mengakses aplikasi ini karena tidak memiliki smartphone dan jaringan yang
belum stabil. Dapat ditarik kesimpulan bahwa kualitas pelayanan publik menggunakan pelayanan
berbasis digital melalui aplikasi Sabdopalon sudah efektif dalam mempercepat permohonan yang
diminta masyarakat.
Kata kunci: Pelayanan publik, Aplikasi, Efektivitas
The Effectiveness Of Sabdopalon Application In Improving Digital Governance
Abstract
In recent years, technological advancements have given rise to numerous innovations,
particularly in the governmental sector. Through Presidential Regulation No. 95 of 2018, the
government emphasizes a scheme grounded in the utilization of digital technology. Public services
in village administrations often face various challenges such as long queues of applicants.
Sabdopalon represents an innovation by the Jombang District Government (pemkab) to address such
issues. With the Sabdopalon application, online-based services shorten the waiting time for services
obtained by the community. The research objective is to identify the effectiveness of the Sabdopalon
application. The research method employed is descriptive qualitative, utilizing observation and
interview approaches. Research findings indicate that the Sabdopalon application is deemed quite
effective for the Jombang community, as individuals can make requests from anywhere and at any
time. However, some members of the community still struggle to access this application due to a lack
of smartphones and unstable networks. In conclusion, it can be inferred that the quality of public
services using digital-based services through the Sabdopalon application is effective in expediting
requests made by the community.
Keywords: Public services, Application, Effectiveness
Copyright © 2024, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online)| 88
Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 12– Nomor 1, Mei 2024, (Hlm 88-107)
DOI 10.34010/agregasi.v12i1.11447
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
PENDAHULUAN
Salah satu tanggung jawab utama
birokrasi adalah menyelenggarakan dan
menjamin
kelancaran
roda
pemerintahan. Sebagai pelaksana dalam
organisasi formal sebuah negara,
birokrasi pemerintahan bertanggung
jawab untuk mengemban misi dan tujuan
pelayanan publik yang memuaskan
(Endah & Vestikowati, 2021). Namun,
praktik birokrasi di Indonesia tidak
memiliki inovasi karena dua alasan. Yang
pertama adalah bahwa birokrasi tidak
memiliki lingkungan organisasi yang
mendorong inovasi, dan yang kedua
adalah bahwa karyawan birokrasi tidak
memiliki masalah yang signifikan jika
mereka
tidak
produktif
(Agus,
2019).Hasilnya,
birokrasi
menjadi
lamban, tidak efisien, kaku, tidak
transparan, dan tidak memberikan
kepastian dalam pelayanan. Banyak
birokrasi di Indonesia yang hanya
berfokus pada diri mereka sendiri dan
mengabaikan pelayanan publik.
Kualitas pelayanan publik dianggap
baik apabila mampu memberikan
layanan yang baik dan ditandai dengan
peningkatan kepuasan masyarakat.
Namun, fakta di lapangan menyebutkan
bahwa penyelenggaraan pelayanan
publik belum berjalan sesuai yang
diharapkan. Hal ini terlihat pada Laporan
Ombudsman RI (2019) periode 20182019. Menurut Ombudsman, 41,03%
pengaduan masyarakat adalah mengenai
pelayanan publik. Diikuti oleh kepolisian
dengan 13,84% dan instansi pemerintah
dengan 9,87%. Angka ini mencakup
10.985 pengaduan perdata yang dihitung
pada tahun 2018 (Rahmawati &
Fatchuriza,
2021).
Citra
buruk
pemerintah juga diperburuk dengan isu
yang sering muncul di permukaan yang
melibatkan oknum pejabat publik
contohnya pungutan liar dengan
berbagai bentuk dan prosedur yang
berbelit-belit (Pratiwi & Ni Nengah,
2019). Berangkat dari masalah – masalah
tersebut
akhirnya
pemerintah
melakukan berbagai inovasi lewat
program Kementerian Pemberdayaan
Aparatur Negara dan
Reformasi
Birokrasi (KemenPAN-RB).
E-Government merupakan salah
satu dampak dari adaya kemajuan
teknologi, dengan adanya e-government
banyak membantu mengurangi biaya
yang dikeluarkan masyarakat/warga
negara dan pengusaha dalam menerima
pelayanan dari instansi pemerintah.
Anggota masyarakat memerlukan sedikit
usaha
untuk
mempelajari
cara
mendapatkan
layanan
karena
informasinya tersedia di situs web
(Indrayani, 2016).
E-government
merupakan
penggunaan teknologi informasi oleh
pemerintah
yang
memungkinkan
pemerintah untuk mentransformasikan
hubungan dengan masyarakat, dunia
bisnis dan pihak yang berkepentingan,
dan dalam praktiknya e-government
adalah penggunaan internet untuk
melaksanakan urusan pemerintah dan
penyediaan pelayanan publik agar
supaya lebih baik dan berorientasi pada
Copyright © 2024, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online)| 89
Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 12– Nomor 1, Mei 2024, (Hlm 88-107)
DOI 10.34010/agregasi.v12i1.11447
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
pelayanan masyarakat (Hendryawan,
2020).
Menurut Rachel Silcock (Yanti,
2022) e-government adalah penggunaan
teknologi untuk meningkatkan akses dan
penyampaian layanan pemerintah untuk
kepentingan warga negara, mitra bisnis,
dan karyawan. E-Government terus
berupaya
untuk
berinovasi,
menciptakan, dan
mengembangkan
pendekatan pelayanan publik baru di
mana seluruh organisasi publik dan
lembaga
pemerintah
memberikan
layanan yang modern, terintegrasi, dan
transparan kepada warganya.
E-Government merup (...truncated)