Strategi Marketing Politik DPD Gerindra Jawa Barat Melalui Sayap Pira Pada Pemilu 2024
Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 11– Nomor 2, November 2023, (Hlm 148-160)
DOI 10.34010/agregasi.v11i2.11223
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
Strategi Marketing Politik Dpd Partai Gerindra Jawa Barat Melalui Sayap
Pira Pada Pemilu 2024
1)2)Program
Widdy Yuspita Widiyaningrum 1)* , Fuziah Nur Alifah 2),
Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP Universitas Bale Bandung, Bandung, Jawa Barat,
Indonesia
* Korespondensi Penulis. E-mail:
Abstrak
Kesenjangan gender di dalam dunia politik masih sering terjadi, maka dari itu
diperlukannya pelaksanaan yang efektif UU mengenai keterwakilan perempuan sebanyak 30%.
Sayap partai PIRA merupakan wadah bagi kaum perempuan untuk masuk ke dalam dunia politik
yang menjadi perwakilan dari masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti melakukan
penelitian terkait strategi marketing politik sayap partai PIRA untuk memenuhi kuota affirmative
action sebanyak 30% pada pemilihan umum 2024 mendatang. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui sayap partai PIRA mewujudkan keterwakilan perempuan sebanyak 30% dalam
politik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif. Subjek
penelitian utama adalah perwakilan partai, anggota PIRA, dan representative PIRA dengan teknik
purposive sampling. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa Partai Gerindra melalui
sayap partai PIRA melakukan pendekatan melalui media online dan offline berbentuk pengabdian
kepada masyarakat serta adanya sosok figur dari Prabowo yang menunjang besarnya suara yang
akan didapat pada pemilihan umum 2024 mendatang.
Kata kunci: Strategi, Marketing Politik, Kesenjangan Gender, Keterwakilan Perempuan.
West Java Gerindra Party's Dpd Political Marketing Strategy Through The Pira
Wing In The 2024 Election
Abstract
Gender disparity within the political sphere continues to persist. Therefore, the effective
implementation of a law regarding the representation of women at a rate of 30% is necessary. The
Gerindra’s woman under bow, PIRA (Perempuan Indonesia Raya), serves as a platform for women
to enter the political arena and function as representatives of society. Based on this premise, the
researcher conducted a study on the political marketing strategies employed by the PIRA to meet
the 30% affirmative action quota in the upcoming 2024 general elections. The objective of this
research is to determine the extent to which the PIRA achieves 30% female representation in
politics. This study adopts a qualitative methodology with a narrative approach. The primary
research subjects include party representatives, PIRA members, and PIRA representatives, selected
through purposive sampling techniques. The research findings indicate that the Gerindra Party,
through the PIRA, employs approaches such as online and offline media engagement, community
service, and the influential presence of Prabowo to garner significant support in the upcoming 2024
general elections.
Key word: Strategy, Political Marketing, Gender Disparity, Woman’s Representative.
Copyright © 2023, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online) | 148
Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 11– Nomor 2, November 2023, (Hlm 148-160)
DOI 10.34010/agregasi.v11i2.11223
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
PENDAHULUAN
Demokrasi menjadi suatu pilihan
sistem politik di mana kekuasaan untuk
memerintah berasal dari mereka yang
diperintah, yaitu pemerintahan yang
mengikutsertakan secara aktif semua
anggota masyarakat dalam keputusan
yang diambil oleh mereka yang diberi
wewenang. Novianti, Cora Elly (2013).
Dengan adanya pemahaman seperti itu,
tentunya akan menciptakan peraturan
yang di mana dapat memberikan manfaat
dan perlindungan terhadap hak-hak
mereka. Untuk mewujudkan hal tersebut,
diperlukannya regulasi bersama yang
memberikan dukungan dan menjadi
dasar yang kokoh dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara, dengan tujuan
untuk menjamin serta melindungi hakhak masyarakat.
Sejalan dengan perkembangan
demokrasi, pada dasarnya prinsip
demokrasi mengandung arti dijunjung
tingginya hak setiap orang untuk
berpendapat, untuk memiliki ideologi
tertentu, dan untuk memiliki identitas
tertentu serta menghargai setiap
pendapat yang keluar dari pikiran setiap
orang. Latuconsina, Nuraini. (2013)
Pada dasarnya dalam prinsip
konstruksi demokrasi di dalam sistem
politik Indonesia, sebagaimana di
negara-negara modern lainnya adalah
menggunakan
sistem
perwakilan
(respresentative democracy). Hal tersebut
untuk menjamin siklus kekuasaan yang
bersifat teratur dalam sistem perwakilan
(representative)
diperlukannya
mekanisme pemilihan umum yang
diselenggarakan secara berkala, sehingga
demokrasi
dapat
terjamin,
dan
pemerintahan
yang
melayani
kepentingan seluruh rakyat dapat benarbenar berjalan secara efektif dan efisien.
Pelaksanaan pemilihan umum
menjadi
indikator
dalam
sistem
demokrasi
karena
rakyat
dapat
berpartisipasi dalam menentukan sikap
politiknya terhadap pemerintahan dan
negaranya. Melalui Pemilu rakyat bisa
memilih para wakilnya untuk duduk
dalam parlemen maupun struktur
pemerintahan. Triono (2017). Seiring
dengan berkembangnya zaman dan
adanya perubahan paradigma di mana
dalam pemilihan umum untuk saat ini
keterwakilan perempuan menjadi salah
satu aspek yang patut dipertimbangkan
dalam proses pemilihan umum. Adanya
keterwakilan
perempuan
dalam
pemilihan umum turut menjadi sebuah
permasalahan, jika dilihat kembali apa
yang dimaksudkan dengan keterwakilan
perempuan itu sendiri menurut Rasyidin
dan Aruni (2018) menyebutkan bahwa
keterwakilan perempuan merupakan
sebuah pemberian kesempatan dan
kedudukan yang sama bagi wanita untuk
melaksanakan peranannya dalam bidang
eksekutif, yudikatif, legislatif, kepartaian,
dan pemilihan umum menuju keadilan
dan kesetaraan gender. Pentingnya
keterwakilan ini juga sebagaimana
didasarkan pada UU nomor 2 Tahun
2011 tentang Partai Politik yang
menyebutkan hal serupa mengenai
pentingnya keterwakilan perempuan
baik dalam kepengurusan partai ataupun
Copyright © 2023, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online) | 149
Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 11– Nomor 2, November 2023, (Hlm 148-160)
DOI 10.34010/agregasi.v11i2.11223
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
bakal calon anggota legislatif. Hal
tersebut merupakan langkah positif
dalam
mendukung
partisipasi
perempuan
dalam
politik
dan
pemerintahan untuk menciptakan sistem
politik yang lebih inklusif, adil
(kesetaraan gender), dan representatif.
Adapun konsep kesetaraan gender
telah
meluas
dan
berkembang
sedemikian
rupa
sehingga
turut
berpengaruh pula pada reformasi di
Indonesia. Salah satu perubahan yang
dilakukan oleh reformasi berkaitan
dengan sistem yang bertujuan agar
perempuan dapat memperjuangkan
kepentingannya dengan lebih nyata di
segala bidang, salah satunya adalah
dalam bidang (...truncated)