Tradisi Bu’a Oring: Alternatif Penanganan Stunting Berbasis Kearifan Lokal Di Kabupaten Flores Timur

Jurnal Agregasi, Nov 2023

This article talks about local wisdom in dealing with stunting in East Flores Regency. The goal is to explore and discover wisdom and values of local Bu’a Oring tradition of Lamaholot indigenous community in supporting sustainable efforts when dealing with stunting in East Flores Regency. The study applied qualitative method with descriptive approach. Data collection techniques were through interviews, observation and documentation. Collected data were analyzed through series process of data reducing, data presenting and conclusion drawing. The research founded that government’s effort in reducing stunting prevalence through focused PMT program called Gerobak Cinta faced serious challenges related to sustainability aspect. Therefore, the Bu’a Oring tradition can act as an alternative in sustainably stunting management. The values of mutual cooperation, togetherness, commitment and deliberation of Bu’a Oring tradition should be internalized to support the continuation of independent stunting handling by the community, even without government intervention. Since the tradition itself is a part of the local culture and wisdom which has been embedded in local community’s way of life and still carried out up until now.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi/article/download/11228/4026

Tradisi Bu’a Oring: Alternatif Penanganan Stunting Berbasis Kearifan Lokal Di Kabupaten Flores Timur

Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi Volume 11– Nomor 2, November 2023, (Hlm 112-128) DOI 10.34010/agregasi.v11i2.11228 Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi Tradisi Bu’a Oring: Alternatif Penanganan Stunting Berbasis Kearifan Lokal Di Kabupaten Flores Timur Yosef Dionisius Lamawuran1)*, Frans Bapa Tokan2), Paulus A.K.L Ratumakin3) Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Katolik Widya Mandira 2 Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Katolik Widya Mandira Jln. Jend. Ahmad Yani 50-52, Kota Kupang, NTT, 85225, Indonesia * Korespondensi Penulis. E-mail: , Telp: +62082141705392 1,3Program Abstrak Artikel ini membahas penanganan stunting berbasis kearifan lokal di Kabupaten Flores Timur. Tujuannya untuk mengeksplorasi dan menemukan nilai-nilai kearifan dari tradisi Bu’a Oring pada masyarakat adat Lamaholot dalam mendukung upaya penanganan stunting berkelanjutan di Kabupaten Flores Timur. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa upaya pemerintah menekan tingkat prevalensi stunting melalui program PMT terfokus Gerobak Cinta dihadapkan pada tantangan serius terkait aspek keberlanjutan. Karena itu tradisi Bu’a Oring dapat menjadi alternatif dalam penanganan stunting berkelanjutan. Nilai gotong royong, kebersamaan, komitmen dan musyawarah dapat diinternalisasikan untuk mendukung keberlanjutan penanganan stunting secara mandiri oleh masyarakat meski tanpa adanya intervensi pemerintah. Karena tradisi Bu’a Oring merupakan bagian dari budaya dan kearifan lokal yang telah melekat dalam cara hidup masyarakat lokal dan masih dijalankan hingga sekarang. Kata Kunci: Bu’a Oring, Stunting; Kearifan Lokal; Keberlanjutan; Alternatif. The Tradition Of Bu’a Oring: An Alternative For Stunting Treatment Based On Local Wisdom In East Flores Regency Abstract This article talks about local wisdom in dealing with stunting in East Flores Regency. The goal is to explore and discover wisdom and values of local Bu’a Oring tradition of Lamaholot indigenous community in supporting sustainable efforts when dealing with stunting in East Flores Regency. The study applied qualitative method with descriptive approach. Data collection techniques were through interviews, observation and documentation. Collected data were analyzed through series process of data reducing, data presenting and conclusion drawing. The research founded that government’s effort in reducing stunting prevalence through focused PMT program called Gerobak Cinta faced serious challenges related to sustainability aspect. Therefore, the Bu’a Oring tradition can act as an alternative in sustainably stunting management. The values of mutual cooperation, togetherness, commitment and deliberation of Bu’a Oring tradition should be internalized to support the continuation of independent stunting handling by the community, even without government intervention. Since the tradition itself is a part of the local culture and wisdom which has been embedded in local community’s way of life and still carried out up until now. Key words: Bu’a Oring; Stunting; Local Wisdom; Sustainability; Alternativ Copyright © 2023, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online) | 112 Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi Volume 11– Nomor 2, November 2023, (Hlm 112-128) DOI 10.34010/agregasi.v11i2.11228 Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi PENDAHULUAN Stunting menjadi isu global yang menarik perhatian banyak peneliti karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik, resiko morbiditas dan moralitas serta berkonsekuensi buruk bagi perkembangan intelektual anak dalam jangka panjang (Black et al., 2013; Aryeetey et al., 2022). Laporan WHO menunjukkan bahwa negara-negara berkembang di kawasan Afrika dan Asia Tenggara menjadi penyumbang stunting terbesar di dunia (Apriluana & Fikawati, 2018). Fakta ini menjadi pemicu mengapa negara-negara pada kedua kawasan berupaya mendesain model kebijakan penanganan stunting yang efisien dan efektif untuk menghindari resiko jangka panjang stunting. Penelitian di Ghana menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah untuk memperbaiki gizi bayi melalui peningkatan ekonomi keluarga dan program layanan antenatal selama hamil, mampu menurunkan prevalensi stunting dari 28% di tahun 2008 menjadi 18% pada tahun 2018 (Aryeetey et al., 2022). Di Vietnam, hasil penelitian menjelaskan bahwa upaya pemerintah dalam merancang pencegahan stunting dengan intervensi kolektif berbasis masyarakat berhasil menurunkan angka stunting pada anak laki-laki dari 8,2% menjadi 3,4% dan 9,5% pada anak perempuan menjadi 3,5% selama rentang tahun 2013-2016 (Do et al., 2018). Di ASEAN, Indonesia menjadi negara kedua dengan prevalensi stunting tertinggi (31,8%) setelah Timor Leste dengan angka 48.0% (Romadhona et al., 2023). Tingginya prevalensi stunting di Indonesia tidak lepas dari fakta bahwa sebelum tahun 2014, pemerintah belum menjadikan masalah stunting sebagai agenda spesifik dalam paket kebijakan nasional (Sugiyanto, 2021). Stunting mulai serius ditangani sejak tahun 2015 sebagaimana keputusan untuk menjadikan stunting sebagai salah satu target utama kesehatan dalam RPJMN 2015-2019. Secara khusus masalah stunting ditetapkan dalam Perpres Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting menggantikan Perpres Nomor 42 tahun 2013 yang dinilai tidak efektif menekan angka stunting. Regulasi ini memuat upaya penanganan stunting dalam kerangka intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif, di mana pelaksanaannya melalui koordinasi, sinergi dan sinkronisasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pemerintah desa (Oktavianty et al., 2022). Upaya konvergensi pemerintah berhasil menurunkan prevalensi stunting pada skala nasional, sebagaimana hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) yang menjelaskan hingga tahun 2022 prevalensi stunting Indonesia mencapai 21,6%, turun 2,8% dari tahun sebelumnya (Kemenkes, 2023). Kabupaten Flores Timur merupakan salah satu daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan prevalensi stunting yang fluktuatif dalam tiga tahun terakhir. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur menunjukkan presentase stunting usia 0-59 bulan di tahun 2022 mencapai 18,7%, turun 2,2% dari tahun 2021 dan 4% dari tahun 2020, kemudian naik menjadi 18,7% di tahun 2023. Penurunan prevalensi stunting tidak Copyright © 2023, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online) | 113 Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi Volume 11– Nomor 2, November 2023, (Hlm 112-128) DOI 10.34010/agregasi.v11i2.11228 Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi lepas dari kebijakan penang (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi/article/download/11228/4026
Article home page: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi/article/view/11228/4026

Lamawuran Yosef Dionisius, Tokan Frans Bapa, Ratumakin Paulus A.K.L. Tradisi Bu’a Oring: Alternatif Penanganan Stunting Berbasis Kearifan Lokal Di Kabupaten Flores Timur, Jurnal Agregasi, 2023, pp. 112-128,