Modal Sosial dalam Pengembangan Usaha : (Studi pada Perusahaan Multilevel Marketing, Tiens Group di Kota Banda Aceh)
SOSMANIORA (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
https://journal.literasisains.id/index.php/sosmaniora
DOI: 10.55123/sosmaniora.v3i2.3857
e-ISSN 2829-2340| p-ISSN 2829-2359
Vol. 3 No. 2 (Juni 2024) 239-245
Submitted: June 20, 2024 | Accepted: June 26, 2024 | Published: June 28, 2024
Modal Sosial dalam Pengembangan Usaha
(Studi pada Perusahaan Multilevel Marketing, Tiens Group
di Kota Banda Aceh)
Khairulyadi1, Bukhari2, Nazria Arrahyu3
Program Studi Sosiologi, FISIP, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh
Email: , ,
1,2,3
Abstrak
Sebagai sebuah perusahaan asing, perusahaan Tiens Group telah berkembang secara signifikan di Kota
Banda Aceh meskipun Kota Banda Aceh adalah salah satu kota yang menerapkan Qanun Syariat Islam.
Penelitian menganalisa bagaimana perusahaan asing ini mampu melakukan penyesuain sehingga dapat
diterima masyarakat dan bagaimana modal sosial mempengaruhi pengembangan usaha Tiens Group
Syariah di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan teori modal sosial Robert D. Putnam. Penelitian
ini menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi partisipan. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki modal sosial yang baik sehingga sukses
mengembangkan usahanya. Penelitian ini mendapati bahwa ketiga aspek dari modal sosial (norma,
kepercayaan dan jaringan) saling mempengaruhi dan menguatkan satu sama lain. Norma sangat penting
sebagai identitas dan values awal yang dapat memantik dan memunculkan kepercayaan. Kepercayaan
dibentuk melalui keyakinan terhadap nilai (norma) oleh para member. Demikian juga, jaringan sendiri
diperlukan sebagai strategi pembentukan relasi ke luar sebagai proses penambahan anggota baru (bridging
sosial capital). Sementara ke dalam (ingroup), jaringan memperkuat norma dan sistem kepercayaan, dan
menguatkan identitas, solidaritas dan semangat kerja (bonding sociap capital) terutama di antara para
member.
Kata Kunci: Modal Sosial, Pengembangan Usaha, Syariat Islam
Abstract
As a foreign company, Tiens Group has been successful and well accepted by the people of Banda Aceh, a
city known for the implementation of Syariah Islam. This study analysed how the company uses its social
capital resulting in its acceptance by the host society that is strongly associated with Syariah Islam. This
research uses sosial capital theory by Robert D. Putnam. It is a qualitative reseach. Data were collected
through interview and participant observation. This research found that the company has utilized sosial
capital and succeeded in achieving its targets and well accepted by the host society. The interplay of the
three aspects of sosial capital namely norms, trust and networks have been influential in achieving success
of the company. Norms has been a focal point in the formation of group identity. It is the values that give
rise to a strong trust among its members. Trust is formed through a strong believe towards values and
norms. Network is needed to bridge and help expand the company to people outside the company through
new recruits (bridging sosial capital), while at the same time, network within the group, would eventually
strengthen the norms and the trust system as well as the sense of solidarity and work ethics among the
members (bonding sociap capital).
Keywords: Sosial Capital, Business Development, Syariat Islam
PENDAHULUAN
Tiens Group Syariah merupakan salah satu unit bisnis yang bergerak di bidang penjualan dengan
memasarkan produk-produk suplemen herbal dan alat kesehatan yang memadukan resep pengobatan
tradisional Tiongkok dengan teknologi modern dan mutakhir. Tiens Group Syariah yang didirikan pada
tahun 1995 oleh Mr. Li Jinyuan di Tianjin, Tiongkok merupakan perusahaan konglomerasi multinasional
Lisensi: Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0)
239
Khairulyadi1, Bukhari2, Nazria Arrahyu3
SOSMANIORA (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora) Vol. 3 No. 2 (2024) 239 – 245
dalam berbagai bidang seperti bio-teknologi, pendidikan, bisnis ritel, pariwisata, institusi keuangan,
perdagangan internasional serta bisnis properti dan sebagainya. Tiens Group Syariah mulai merambah pasar
internasional di tahun 1997 (Editorial, 2013). Kini, dengan cakupan bisnis yang menjangkau lebih dari 190
negara, Tiens Group Syariah telah memiliki kantor cabang di lebih dari 110 negara serta membangun aliansi
strategis yang kuat dengan berbagai perusahaan terkemuka di penjuru dunia (Rachmaningsih, 2016).
Strategi kerja dan pengembangan bisnis Tiens Group Syariah adalah dengan menggunakan sistem MLM
(Multi Level Marketing). MLM adalah salah satu trend bisnis marketing dalam era globalisasi. Seiring
dengan kemajuan tehnologi informasi yang sangat berbasis pada networking capacity, banyak perusahaan
bisnis yang menggunakan sistem kerja MLM untuk mengembangkan usahanya. MLM sendiri dianggap
sebagai inovasi dan kreasi marketing bisnis modern dengan melibatkan msayarakat sebagai konsumen
sekaligus sebagai bagian dari aktor marketing melalui sistem jejaring distribusi. Dengan kata lain, MLM
adalah pemasaran berjenjang melalui jaringan distributor yang dibangun dengan menjadikan konsumen
sebagai tenaga pemasaran (Muslih & Shawi, 2015).
Tiens Group masuk ke Indonesia pada tahun 2000 dan mulai menyebar di Kota Banda Aceh pada tahun
2010. Di Aceh sendiri, perusahaan ini melakukan adaptasi dan strategi untuk menyesuaikan dengan kondisi
Aceh yang merupakan provinsi yang secara struktur dan kultur sangat didasarkan dengan Islam (Anggraini
dan Safira, 2019, Fuadi, 2019), dan juga mengunakan hukum positif yang berbasis pada Syariat Islam
(Alidar, 2023).
Untuk tujuan ini, perusahan Tiens Syariah Tiens terus berusaha dan telah mendapatkan sertifikat Syariah
dari Majelis Ulama Indonesia. Sertifikat tersebut diberikan setelah keluar rekomendasi dari DSN MUI atas
pembukaan Unit Usaha Syari’ah Tiens Indonesia setelah melalui evaluasi dan kajian intensif. Tidak banyak
perusahaan memiliki Unit Usaha Syariah terlebih perusahaan yang bergerak pada Multi Level Marketing
(MLM). Hal ini menandakan produk Tiens Halal dan dari segi bisnis sesuai dengan aturan dan norma
Syariah yang berlaku di Aceh sehingga dengan adanya sertifikat halal MUI masyarakat mau bergabung
serta mengkonsumsi produk Tiens sehingga membawa dampak positif bagi masyarakat dalam mendapatkan
penghasilan dan mengurangi angka pengangguran. Trent positif ini dapat dilihat pada data yang dikeluarkan
oleh distributorTiens Group Syariah Kota Banda Aceh yang menunjukkan peningkatan secara signifikan
dalam empat tahun terakhir.
Tabel 1. Distribusi Jumlah Member Tiens Group Kota Banda Aceh tahun 2019-2023
No
Tahun
Member
1
2019
260
2
2020
348
3
2021
387
4
2022
400
5
2023
Sumber: Distributor Tiens Group Kota Banda Aceh, 2023
523
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa perusahaan Tien Syariah ini telah berhasil
mengembangkan bisnisnya dengan mengunakan sistem multi-marketing. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk menjawab dua persoalan utama yaitu (...truncated)