Konservasi Preventif Lukisan Koleksi Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta (Preventive Conservation Painting Collection Yogyakarta Presidential Palace Museum)
Konservasi Preventif Lukisan Koleksi
Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta
M. Kholid Arif Rozaq1, Vicky Ferdian Saputra2, Mikke Susanto3
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Email: ; ;
Abstrak
Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta sebagai lembaga kenegaraan memiliki
fungsi untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan koleksi yang
dimiliki. Konservasi preventif merupakan tindakan untuk mencegah dan
meminimalisasi kerusakan atau kerugian di masa mendatang dengan cara
mengontrol berbagai faktor deteriorasi objek koleksi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana praktik konservasi preventif lukisan di Museum Istana
Kepresidenan Yogyakarta. Metode pendekatan yang digunakan adalah deskriptifanalisis dan evaluasi. Hasil penelitian, ditemukan bahwa praktik konservasi lukisan
di Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta telah sesuai dengan standar pelayanan
yang diacu. Akan tetapi masih ditemukan beberapa kerusakan yang disebabkan oleh
faktor deteriorasi seperti faktor inherent vice dan faktor elemen iklim.
Kata kunci: konservasi preventif, lukisan, koleksi, museum, istana kepresidenan
yogyakarta
Preventive Conservation Painting Collection
Yogyakarta Presidential Palace Museum
Abstract
Yogyakarta Presidential Palace Museum as a state institution has the function to
protect, develop and utilize its collections. Preventive conservation is an action to
prevent and minimize future damage or loss by controlling various deterioration
factors of collection objects. This study aims to determine how the practice of
preventive conservation of painting in the Yogyakarta Presidential Palace Museum.
The method used is descriptive analysis and evaluation. The results of the study, it
was found that the practice of conservation of painting at the Yogyakarta
Presidential Palace Museum was in accordance with the service standards referred
to. However, it still found some damage caused by deterioration factors such as
inherent vice factors and climate element factors. Therefore it is necessary to reevaluate the service standards that have been set as guidelines for preventive
conservation practice of painting.
Keywords: preventive conservation, painting, collection, museum, yogyakarta
presidential palace
PENDAHULUAN
Menurut putusan ICOM yang diadopsi dari pertemuan umum ke-22 di Vienna, Austria,
pada 24 Agustus 2007; museum adalah lembaga nonprofit, terbuka untuk umum sebagai
pelayan dan pengembang masyarakat, yang bertugas dalam mengumpulkan, melestarikan,
meneliti, mengomunikasikan, dan memamerkan warisan kebudayaan manusia baik yang
1
Corresponding Author
121
M. Kholid Arif Rozaq1, Vicky Ferdian Saputra2, Mikke Susanto3 Konservasi Preventif
Lukisan Koleksi Museum ...
berwujud maupun tidak berwujud dengan tujuan pendidikan, penelitian, dan hiburan.
Selain itu, menurut PP Nomor 66 Tahun 2015, yang dimaksud museum adalah lembaga
yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan
mengomunikasikannya kepada masyarakat. Definisi dari kedua sumber tersebut
mensyaratkan bahwa salah satu tugas dan fungsi museum adalah melindungi dan
melestarikan koleksinya. Kegiatan pemeliharaan dan perlindungan terhadap koleksi
museum ditujukan untuk menghindari terjadinya kerusakan atau kemusnahan.
Upaya atau tindakan pemeliharaan dan perlindungan sejajar dengan pengertian
konservasi yaitu sebagai suatu tindakan untuk melindungi dari bahaya atau kerusakan;
memelihara atau merawat sesuatu dari gangguan, kemusnahan, atau keausan (Herman,
1981: 7). Jadi, konservasi adalah kegiatan fundamental yang dapat menentukan masa depan
museum serta koleksinya. Menurut International Council of Museums, praktik atau
kegiatan konservasi saat ini dapat dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan tujuan dan
tindakan yang dilakukan yaitu konservasi preventif (preventive conservation), konservasi
remedi (remedial conservation), dan restorasi (restoration). Tindakan konservasi preventif
merupakan aksi paling dasar dalam praktik konservasi koleksi karena dalam
pelaksanaannya tidak membutuhkan keterampilan khusus seperti seorang konservator atau
restorator. Individu atau kelompok yang melakukan kegiatan konservasi preventif tidak
diperbolehkan untuk memodifikasi bahan, material, dan struktur benda koleksi secara
langsung karena konservasi preventif bersifat indirect.
Lukisan adalah salah satu dari beberapa jenis koleksi museum yang cukup populer
di Indonesia. Terbukti dari banyaknya pelukis Indonesia yang dikenal oleh berbagai
kalangan, baik di dalam maupun luar negeri. Apresiasi masyarakat terhadap karya lukis
juga terbilang tinggi, banyak pameran dan bazar seni yang sukses diselenggarakan selama
bertahun-tahun. Pemerintah juga turut aktif dalam memfasilitasi apresiasi masyarakat
terhadap karya seni lukis, khususnya untuk lukisan-lukisan karya maestro Indonesia. Pada
tahun 2016, Presiden Joko Widodo menginisiasi sebuah pameran seni rupa koleksi Istana
Kepresidenan. Hal tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban Istana Kepresidenan
dalam merawat koleksi-koleksi terbaiknya melalui pameran yang bertajuk “17|71: Goresan
Juang Kemerdekaan” (2016), “Senandung Ibu Pertiwi” (2017), “Indonesia Semangat
Dunia” (2018), di Galeri Nasional Indonesia.
Kesuksesan Istana Kepresidenan dalam menyajikan karya-karya lukis terbaiknya
menunjukkan bahwa Istana Kepresidenan telah berhasil menjaga dan merawat koleksi
lukisan yang dimiliki. Istana Kepresidenan Yogyakarta sebagai salah satu dari enam Istana
Kepresidenan di Indonesia memiliki sekitar lima ratusan koleksi lukisan. Sebagian besar
dari lukisan tersebut merupakan koleksi pribadi milik Ir. Sukarno yang dihibahkan untuk
Istana Kepresidenan.
Hasil pengamatan sekilas oleh penulis, terhadap kondisi koleksi lukisan di
Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta menunjukkan bahwa beberapa lukisan yang
dipamerkan memiliki kondisi fisik yang cukup baik. Kerusakan-kerusakan yang ditemukan
pada lukisan adalah kerusakan yang dapat ditoleransi. Ditemukan retakan-retakan dan
perubahan warna pernis pada permukaan lukisan, kecuali lukisan tersebut sudah
mengalami proses restorasi.
122
Jurnal Tata Kelola Seni-Vol. 5 No. 2 Desember 2019
p-ISSN 2442-9589, e-ISSN 2614-7009
Mengingat jumlah lukisan yang berhasil diamati penulis, kurang dari 20% dari
keseluruhan koleksi, dibutuhkan pengamatan lebih lanjut terhadap koleksi lain yang tidak
atau belum dipublikasikan. Selain itu, perlu dilakukan penelitian mendalam terhadap
berbagai faktor berkaitan dengan kegiatan konservasi preventif yang telah dan belum
dilakukan oleh Istana Kepresidenan Yogyakarta. Sehingga terjalin hubungan timbal balik
yang mengarah pada satu tujuan yaitu upaya pelestarian karya seni lukisan melalui
konservasi preventif.
Berdasarkan uraian di atas, diketahui bahwa konservasi preventif dibutuhkan untuk
menjamin kelestarian koleksi lukisan Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta. Adapun
permasalahan yang menjadi pokok kajian ialah: Apa saja tindakan atau praktik konservasi
preventif yang telah dilakukan oleh Museum Istana Kepre (...truncated)