Pengembangan Model Pembelajaran Snowball Throwing Berorientasi Life Skill Siswa Kelas II SD Negeri Ngadisari 1 Kabupaten Probolinggo
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Vol. 2 No. 2 Januari – Maret 2024 Hal. 276-280
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs
ISSN : 2963-5802
Pengembangan Model Pembelajaran Snowball Throwing Berorientasi Life
Skill Siswa Kelas Ii Sd Negeri
Ngadisari 1 Kabupaten Probolinggo
Isa Romadani1, Ludfi Arya Wardana2, Didit Yulian Kasdriyanto3.
1,2,3)
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Panca Marga Probolinggo
1,2,3)
,,
Abstract
Based on the background that has been explained, the aim of this research is to develop a Life Skill-oriented Snowball
Throwing learning model for class II students at SD Negeri Ngadisari 1. This research uses the Borg and Gall development
model with the first stage being research and collecting initial information, then planning and developing initial product
format, then make revisions if during validation there are things that need to be improved based on input and suggestions
from the validator and carry out field trials. The results of this research show that the Life Skill-oriented Snowball Throwing
learning model is very good, which can be seen from the validation results from validator experts and filling out
questionnaires and responses from students. Based on the validation results, media experts got 93% and can be declared very
good with several suggestions. Then the material expert validation can be a percentage of 96% and can be declared very good.
Meanwhile, the results of the teacher's trial got 93% and the results of the trial with students got a response of 97%.
Keywords: Development, Life Skill Oriented Snowball Throwing, Elementary School Students.
Abstrak
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, tujuan penelitian ini yaitu pegembangan model pembelajaran
Snowball Throwing berorientasi Life Skill siswa kelas II SD Negeri Ngadisari 1. Penelitian ini menggunakan model
pengembangan Borg and Gall dengan tahapan pertama adalah penelitian dan pengumpulan informasi awal, kemudian
melakukan perencanaan, pengembangan format produk awal, kemudian melakukan revisi apabila saat melakukan validasi
terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki berdasarkan masukan dan saran dari validator dan melakukan uji coba lapangan. Hasil
dari penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Snowball Throwing berorientasi Life Skill sangat baik, yang dapat
dilihat dari hasil validasi dari para ahli validator dan pengisian angket dan respon dari siswa. Berdasarkan hasil validasi ahli
media mendapatkan 93% dan dapat dinyatakan sangat baik dengan beberapa saran. Kemudian validasi ahli materi dapat
dipersentasekan 96% dan dapat dinyatakan sangat baik. Sedangkan hasil dari uji coba guru mendapatkan 93% dan hasil uji
coba kepada peserta didik mendapatkan respon 97% .
Kata kunci: Pengembangan, Snowball Throwing Berorientasi Life Skill, Siswa Sekolah Dasar.
This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license
PENDAHULUAN
Pendidikan adalah bentuk perwujudan nyata yang membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan
mental dan intelektualnya, proses perkembangan sebagai individu dan sebagai makhluk sosial, meningkatkan
krativitas, dan belajar menyesuaikan diri dengan perubahan atau perkembangan Pendidikan sebagai antisipasi
pentingnya masa depan dan tuntutan Masyarakat (Dani, dkk. (2021).
Pendidikan merupakan suatu proses perubahan sikap dan tingkah laku individu maupun kelompok
dalam usaha mendewasakan manusia yang keberhasilannya dipengaruhi oleh proses belajar dan mengajar
(Tembang, dalam Dani, dkk. (2021:3432). Pendidikan dapat meningkatkan kompetensi baik secara fisik maupun
mental, dengan serangkaian kegiatan pembelajaran yang terencana dan sistematik sesuai dengan perkembangan
siswa, pentingnya peranan Pendidikan untuk menentukan pengaruh yang tepat agar membentuk perilaku siswa,
pentingnya peranan Pendidikan untuk menentukan pengaruh yang tepat agar membentuk perilaku yang sesuai
dengan tujuan Pendidikan pada umumnya (Dani., dkk. (2021:3432).
Pendidikan adalah suatu usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengemdalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
Masyarakat, bangsa dan negara (Pasal UU No.20 Tahun 2003).
Hasil observasi yang telah saya lakukan di kelas 2 selama satu pertemuan pada hari rabu tanggal 01
November 2023 di SDN Ngadisari 01, dalam kegiatan ini saya dapat menganalisis dari kegiatan belajar mengajar
yang sedang dilakukan memiliki kekurangan inovasi kreatifitas guru dalam menerapkan model pembelajaran
sehingga siswa merasa jenuh dan tidak menentukan keefisienan yang tepat dalam life skill yang dimiliki oleh
peserta didik tidak dapat dikembangkan dengan baik.
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.02 No. 02 Januari-Maret 2024
276
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Vol. 2 No. 2 Januari – Maret 2024 Hal. 276-280
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs
ISSN : 2963-5802
Hasil wawancara yang telah dilakukan dengan guru wali kelas II (dua) yang Bernama ibu Yulitasari,
S.Pd di SDN Ngadisari 01 ini mengataka bahwaa dalam pembelajaran ibu Yulitasari, S.Pd ini hanya menerapkan
model pembelajaran yang monoton untuk menyesuaikan model yang cocok dengan pembelajaran yang akan
diterapkan. Sehingga peserta didik mengalami kobosanan dan kurang maksimal dalam kegiatan belajar mengajar.
Permasalahan yang telah dijabarkan diatas penulis berinovasi untuk mengembangkan model
pembelajaran Snowball Throwing yang berorientasi life skill pada peserta didik. Sehingga siswa dapat
mengembangkan keterampilan untuk meningkatkan kualitas dari semua bidang baik didalam pembelajaran
maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Salsabila, dkk (2023:112) “life skill adalah kemampuan dalam kehidupan dimana kemampuan
tersebut menjadi salah satu nilai plus atau nilai tambah dalam diri manusia. Kemampuan ini perlu diasah maupun
perlu dikembangkan karena dalam kehidupan setiap manusia pasti membutuhkan kemampuan untuk bertahan
hidup baik itu secara individu maupun secara sosial”. Berdasarkan kosep dan konstruksi life skill terdiri dari 5
dimensi yakni: kecakapan personal kesadaran diri, kecakapan personal berpikir rasional, kecakapan sosial,
kecakapan akademik, dan kecakapan vokasional (Zainul Asrori dkk., 2022:2).
Menurut (Emsalega dkk., 2020:4) “Empat pilar pembelajaran terdiri atas: (1) pengetahuan, (2)
keterampilan, (3) kemandirian, dan (4) kemampuan untuk menyesuaikan diri dan bekerjasama. Dari keempat
pilar tersebut merupakan basic dasar dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran yang bertujuan pada hasil
belajar actual yang diperlukan dalam kehidupan manusia”. Menurut (Wardana dkk., 2022:212) “life skill
memberikan manfaat bagi siswa untuk memilah informasi positif sesuai kebutuhannya”.
Menurut Tri dkk., (2021:79) “Menyatakan bahwa snowball throwing merupakan sal (...truncated)