Peniruan Trend Korea Pada Gen Z

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, Jun 2024

This research aims to determine the increasing imitation of Korean cultural trends which are increasingly hot. Korean culture, which is currently trending in Indonesia, has spread to teenagers or Gen Z, starting from hairstyles, Korean fashion, and everything that smells Korean. The author examines the imitation of Korean trends among Gen Z, where Gen Z has extensive knowledge of Korean trends so that their application of imitation is also very strong. The method used in this research is qualitative with literature study. The object of this research discusses the strong imitation of Korean trends among Gen Z and Gen Z's knowledge about Korea which originates from the mass media.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/1688/1448

Peniruan Trend Korea Pada Gen Z

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 2 No. 3 April - Juni 2024 Hal. 353-362 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs ISSN : 2963-5802 Peniruan Trend Korea Pada Gen Z Adinda Zulfa Rizkiyah, Muhammad Ikhsan Fahmi, Jibran Aufa Rajabi, Pia Khoirotun Nisa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Alamat: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jkt, Jl. Ir H. Juanda No.95, Ciputat, Kec. CiputatTim., Kota Tangerang Selatan, Banten 15412 Abstract This research aims to determine the increasing imitation of Korean cultural trends which are increasingly hot. Korean culture, which is currently trending in Indonesia, has spread to teenagers or Gen Z, starting from hairstyles, Korean fashion, and everything that smells Korean. The author examines the imitation of Korean trends among Gen Z, where Gen Z has extensive knowledge of Korean trends so that their application of imitation is also very strong. The method used in this research is qualitative with literature study. The object of this research discusses the strong imitation of Korean trends among Gen Z and Gen Z's knowledge about Korea which originates from the mass media. Keywords: korea trend, Genz. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui meningkatnya peniruan trend budaya korea yang semakin memanas. Budaya korea yang sedang trend di Indoensia telah mewabah pada remaja atau Gen Z mulai dari gaya rambut, fesyen korea, dan segala sesuatunya yang berbau korea. Penulis mengkaji tentang peniruan trend korea di kalangan Gen Z, yang dimana kalangan Gen Z ini memiliki pengetahuan yang luas akan trend korea sehingga penerapan dalam peniruan mereka juga sangat kental. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan studi pustaka. Objek penelitian ini membahas kuatnya peniruan trend korea pada kalangan Gen Z dan pengetahuan Gen Z tentang korea yang berawal dari media massa. Kata kunci: trend korea, Gen Z PENDAHULUAN Kondisi yang dialami masyarakat Indonesia saat ini menuntut sikap adaptif dan responsibilas Pemerintahan. Secara nyata media sosial telah merubah kehidupan sosial masyarakat hampir disemua jenjang dan strata sosial. Perubahan dan perkembangan masyarakat sejatinya dibutuhkan guna mengalirkan siklus bermasyarakat.1 Media sosial kini sangat memainkan peran penting dalam teori social learning karena mereka adalah platform di mana individu dapat mengamati dan meniru perilaku orang lain. Melalui media sosial, individu dapat terpapar kepada berbagai model yang menampilkan perilaku tertentu, baik positif maupun negatif. Media sosial juga memungkinkan individu untuk membangun identitas online dan mencari validasi sosial melalui interaksi dengan orang lain. Sosial media adalah platform online yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi, berbagi konten, dan terhubung dengan orang lain secara virtual. Ini termasuk platform seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan TikTok, serta berbagai aplikasi pesan dan forum online. Sosial media memiliki peran yang signifikan dalam membentuk budaya, opini publik, dan perilaku, dengan 1 Istiani dkk (2020), Fikih Media Sosial di Indonesia, Jurnal Ilmu Syari’Ah Dan Perbankan Islam hal.141 Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.02 No. 02 April –Juni 2024 353 Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 2 No. 3 April - Juni 2024 Hal. 353-362 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs ISSN : 2963-5802 memfasilitasi proses seperti pertukaran informasi, pembentukan komunitas online, dan pengaruh sosial. Dari adanya platform media sosial inilah muncul berbagai peniruan yang diikuti oleh individu maupun masyarakat. Salah satunya yatu gaya trend korea. Trend korea ini merupakan salah satu trend yang sangat booming mulai dari pakaian, perhiasan, make up, skincare dsb. Melalui platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube, pengguna dapat dengan mudah mendapatkan inspirasi dari selebriti Korea atau pengguna lain yang memamerkan gaya Korea. Mereka dapat memperoleh tips tentang produk kecantikan Korea, merek pakaian, dan teknik riasan, serta membagikan hasil peniruan mereka kepada komunitas online mereka. METODE Metode yang kami pakai yakni dengan metode kualitatif, metode ini menggunakan studi pustaka (library research) yaitu metode pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian. Pengumpulan data dengan cara mencari sumber dan merkontruksi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan riset-riset yang sudah ada. Metode analisis menggunakan analisis deskriptif. Bahan pustaka yang didapat dari berbagai referensi dianalisis secara kritis dan mendalam agar dapat mendukung proposisi dan gagasan. KAJIAN TEORITIS Pada tahun 1941, dua orang ahli psikologi, yaitu Neil Miller dan John Dollard dalam laporan hasil eksperimennya mengatakan bahwa peniruan (imitation) merupakan hasil proses pembelajaran yang ditiru dari orang lain. Proses belajar tersebut dinamakan “social learning “– “pembelajaran social.” Perilaku peniruan manusia terjadi karena manusia merasa telah memperoleh tambahan ketika kita meniru orang lain, dan memperoleh hukuman ketika kita tidak menirunya. 2 Menurut Bandura, sebagian besar tingkah laku manusia dipelajari melalui peniruan maupun penyajian, contoh tingkah laku (modeling). Dalam hal ini budaya K-Pop mempengaruhi perilaku penonton dalam meniru baik dari segi berpakaian, kata-kata populer yang digunakan oleh para artis korea tersebut dan lain lain. Mischel juga menjelaskan teori perilaku memberi peran yang penting bagi Peneguhan (reinforcement) dan Imbalan (reward) dalam sebuah proses belajar dari media, alasannya adalah Reinforcement dan perangsang telah ditunjukkan berulangkali sebagai pengaruh yang kuat dalam pilihan prilaku dan banyak situasi (setting). Pola perilaku juga tergantung pada harapan individu menyangkut hasil (the outcomes). Faktor Observational learning ditentukan oleh empat proses pengamatan yang khas tapi, saling berkaitan yaitu: 1. Proses Perhatian (Attentional Process). Sebelum suatu perilaku bisa dipelajari dari model, model harus lebih dulu melakukannya, karena hanya yang dapat diobservasi sajalah yang dipelajari dan hal ini berarti juga terkait pada kapasitas sensorik seseorang. 2. Proses Retensi (Retentional Process). Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.02 No. 02 April –Juni 2024 354 Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 2 No. 3 April - Juni 2024 Hal. 353-362 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs 2 ISSN : 2963-5802 Egi Prawita S.Psi dkk (2024), ‘Teori-Teori Psikologi Kepribadian’, hal.123 Agar informasi yang diperoleh (diobservasi) bermanfaat informasi harus disimpan baik secara dimasukkan ke dalam benak dalam bentuk lambang secara verbal atau imaginal sehingga menjadi ingatan (memory). 3. Proses Produksi Perilaku (Behavioral Production Process). Proses produksi perilaku menentukan tingkat dimana segala sesuatu yang telah dipelajari akan diterjemahkan dalam perilaku. Oran (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/1688/1448
Article home page: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/view/1688/1448

Adinda Zulfa Rizkiyah, Muhammad Ikhsan Fahmi, Jibran Aufa Rajabi, Pia Khoirotun Nisa. Peniruan Trend Korea Pada Gen Z, Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, 2024, pp. 353-362,