Fenomena Pergelaran Seni Pertunjukan Era Media Baru Sebagai Roll Model Pembelajaran Seni Budaya Di Sman 5 Kota Bukittinggi
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Vol. 1 No. 1 November 2022 Hal. 31-38
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs
ISSN : 2963-5802
Fenomena Pergelaran Seni Pertunjukan Era Media Baru Sebagai Roll
Model Pembelajaran Seni Budaya Di Sman 5 Kota Bukittinggi
Lucy Handayani
Guru SMAN 5 Bukittinggi
Abstract
This study aims to discuss the development of digitalization planning (design) learning models in the
subject of Cultural Arts in the New Media Era in class XII at SMA Negeri 5 Bukittinggi. This learning
model was developed due to the conditions of the Covid-19 pandemic which required all learning
processes at SMA Negri 5 Bukittinggi to be carried out online. This policy raises problems in learning
materials in the field of performing arts practices which require students to learn art practices in class.
The method used is the Zoom and YouTube applications as connecting media in connecting material from
teachers (writers) to students and between students' performing arts creations and the wider community
who will watch the performing arts. The results of this study can be of benefit to the public by analyzing
every phenomenon that occurs in the world of education in the New Media Era, and as input or a roll
model for arts and culture teachers at SMAN 5 Bukittinggi to be able to improve learning outcomes so
that students are more active and enthusiastic in learning arts and culture .
Keywords: Phenomenon, performing arts, new media era, roll model, SMA 5 Bukittinggi.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan membahas pengembangan model pembelajaran perencanaan (perancangan)
digitalisasi pada mata Pelajaran Seni Budaya pada Era Media Baru di kelas XII SMA Negeri 5
Bukittinggi. Model pembelajaran ini dikembangkan karena kondisi pandemic covid-19 yang
mengharuskan semua proses pembelajaran di SMA Negri 5 Bukittinggi dilakukan secara daring/online.
Kebijakan ini menimbulkan masalah pada materi pembelajaran di bidang praktik seni pertunjukan yang
mengharuskan siswa belajar praktik seni di kelas. Metode yang digunakan adalah Aplikasi Zoom dan
Youtube sebagai media penghubung dalam menghubungkan materi dari guru (penulis) ke siswa dan
antara karya kreasi seni pertunjukan siswa dengan masyarakat luas yang akan menonton seni pertunjukan
tersebut. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi publik dengan menganalisis setiap fenomena yang
terjadi di dunia pendidikan pada Era Media Baru, dan sebagai masukan atau roll model bagi guru seni
budaya di SMAN 5 Bukittinggi untuk dapat meningkatkan hasil belajar agar siswa lebih aktif dan
semangat dalam belajar seni budaya.
Keywords: Fenomena, seni pertunjukan, era media baru, roll model, SMA 5 Bukittinggi.
This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license
1.
Latar Belakang
Beberapa tahun ini pandemi Covid-19 membayangi dunia, tak terkecuali Indonesia. Virus corona
telah menginfeksi jutaan orang, para ilmuwan menilai banyak hal yang harus dibenahi bangsa ini dalam
menyikapi pandemi ini. Virus corona, SARS-CoV-2 yang kali pertama muncul di akhir tahun 2019 di
kota Wuhan, China, terus menyebar ke penjuru dunia sepanjang tahun 2021. Wabah ini telah menghantui
miliaran orang di planet ini, dengan terus meningkatnya angka infeksi dan kematian akibat penyakit yang
kemudian disebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai Covid-19.
Penyakit yang menyerang organ pernapasan, membuat lebih dari 4.242532 orang, data
Worldometer per Jumat (22/10/2021), terinfeksi virus ini. Covid-19 adalah pandemi baru yang bermula
dari infeksi virus corona dari kerabat dekat virus SARS yang mewabah beberapa tahun silam di China.
Hanya dalam waktu sebulan, virus corona terus menyebar ke seluruh dunia. Kasus pertama Covid-19 di
Indonesia diumumkan Maret 2020, setahun lalu, dan sejak itu penularan virus SARS-CoV-2 semakin
masif. Kini, tercatat lebih dari 1,3 juta orang di negeri ini terinfeksi penyakit tersebut. (www.
Worldometer, diakses 22-10-2021)
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.01 No. 01 November 2022
1
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Vol. 1 No. 1 November 2022 Hal. 1-13
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs
ISSN : 2963-5802
Semua kegiatan yang berhubungan dengan mengumpulkan masyarakat ramai, terpaksa harus
dibatalkan. Termasuk dalam semua kegiatan proses belajar mengajar di sekolah. Salah satunya adalah
proses belajar mengajar mata pelajaran Seni Budaya yang harus rela mengubah model pembelajarannya.
Hal tersebut merupakan salah satu upaya guru demi mengurangi sentuhan dan pertemuan dengan sesama
siswa agar penyebaran penyakit akibat virus corona atau SARS-CoV-2 bisa dihindari.
Salah satu peran penting dalam menentukan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Seni Budaya
adalah kreativitas. Guru yang kreatif mampu merangsang minat siswa dalam berkreativitas. Sebab tanpa
adanya kreativitas dari siswa kegiatan belajar mengajar tidak akan bisa berjalan dengan baik, dan hasil
yang akan didapat pun tidak akan sesuai dengan harapan.
Untuk mewujudkan hal di atas tentu saja memerlukan tindakan yang positif demi meningkatkan
kreativitas siswa dalam proses pembelajaran. Berdasarkan pengamatan di lapangan, proses pembelajaran
di sekolah dewasa ini kurang dapat meningkatkan kreativitas siswa. Terutama dalam pembelajaran seni
pertunjukan. Masih banyak pendidik yang menggunakan metode konvensional secara monoton dalam
pembelajaran di kelas virtual, sehingga suasana belajar terkesan kaku dan didominasi oleh sang guru.
Sardiman mengatakan, guru sebagai salah satu komponen utama dalam proses pembelajaran
diharapkan mampu menciptakan media belajar yang menyenangkan sehingga siswa termotivasi untuk
belajar agar tercipta suatu interaksi yang aktif (Sardiman, 2001: 34.). Seperti yang diungkapkan Kosasih
(1996: 2) bahwa, media pembelajaran merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai
akhir yang disajikan secara khas oleh guru di kelas. Pemilihan media pembelajaran disesuaikan dengan
tujuan kurikulum dan potensi siswa.
Pembelajaran Seni Budaya memerlukan media yang sesuai dengan materi yang akan diberikan,
karena pembelajaran Seni Budaya membentuk agar peserta didik: a) memahami konsep dan pentingnya
seni budaya, b) menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya, c) menampilkan kreativitas melalui
seni budaya, d) menampilkan peran serta dalam seni budaya dalam tingkat lokal, regional, maupun global,
dan e) mengembangkan kecerdasan melalui seni budaya (Depdikbud, 1990: 300).
Salah satu sekolah menengah yang menerapkan pelajaran seni budaya adalah SMAN 5 Bukittinggi
pada kelas XII semester 1 KD 4.4 (Menampilkan karya Seni pertunjukan kreasi sendiri atau kelompok).
Ketika melakukan observasi awal, peneliti mengambil sampel kelas, yaitu kelas XII yang saat ini peneliti
bertugas menjadi pengajar Seni Budaya di sekolah ini. Pada masa pandemic Covid 19 ini telah banyak
terjadi perubahan-perubahan cara proses belajar mengajar Seni Budaya, terutama untuk pembelajaran
praktik seni (...truncated)