PENERAPAN KEBIJAKAN EKONOMI MONETER ISLAM PADA SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

Jurnal Media Akademik (JMA), Jun 2024

Pertumbuhan ekonomi mencerminkan efek positif dari kebijakan pemerintah terutama dalam aspek ekonomi. Industri keuangan syariah dihadapkan pada beberapa tantangan, seperti mengatasi perbedaan antara bentuk dan substansi, menghadapi keuangan sosial dan etika berbasis nilai, serta memperkuat kepercayaan publik. Tantangan-tantangan ini dapat diatasi dengan mendasarkan keuangan Islam pada perspektif ekonomi moneter Islam. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan mengandalkan data sekunder yang berasal dari jurnal, artikel, serta berbagai buku yang membahas tentang kebijakan moneter islam pada sistem ekonomi Indonesia. Kebijakan moneter bertujuan untuk mencapai dan menjaga stabilitas nilai mata uang. Penelitian ini berfokus pada analisis literatur tentang kebijakan moneter konvensional dan kebijakan moneter Islam. Meskipun demikian, kebijakan moneter berdasarkan perspektif Islam belum sepenuhnya diterapkan dalam sistem ekonomi Indonesia, sebagaimana diatur dalam UU No. 6 Tahun 2009 Pasal 7. Tujuan jurnal ini adalah untuk mengeksplorasi kebijakan moneter dalam perspektif Islam, karena terdapat perbedaan mendasar antara kebijakan moneter konvensional dan kebijakan moneter dalam perspektif ekonomi Islam.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/download/436/417

PENERAPAN KEBIJAKAN EKONOMI MONETER ISLAM PADA SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

JURNAL MEDIA AKADEMIK (JMA) Vol.2, No.6 Juni 2024 e-ISSN: 3031-5220; DOI: 10.62281, Hal XX-XX PT. Media Akademik Publisher AHU-084213.AH.01.30.Tahun 2023 PENERAPAN KEBIJAKAN EKONOMI MONETER ISLAM PADA SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA Oleh: Devi Triana1 Andini Maulidya2 Refani Nafi Sara3 Musleh4 Universitas Trunojoyo Madura Alamat: JL. Raya Telang, Kec. Kamal, Kab. Bangkalan, Jawa Timur (69162) Korespondensi Penulis: Abstract. Economic growth reflects the positive effects of government policies especially in the economic aspect. The Islamic finance industry is faced with several challenges, such as overcoming the difference between form and substance, dealing with social finance and value-based ethics, and strengthening public trust. These challenges can be overcome by basing Islamic finance on the perspective of Islamic monetary economics. This research uses descriptive quantitative methods and relies on secondary data derived from journals, articles, and various books that discuss Islamic monetary policy in the Indonesian economic system. Monetary policy aims to achieve and maintain currency stability. This research focuses on analyzing the literature on conventional monetary policy and Islamic monetary policy. Nonetheless, monetary policy based on an Islamic perspective has not been fully implemented in the Indonesian economic system, as stipulated in Law No. 6/2009 Article 7. The purpose of this journal is to explore monetary policy in an Islamic perspective, as there are fundamental differences between conventional monetary policy and monetary policy in an Islamic economic perspective. Keywords: Islamic Monetary Economics, Economic Policy, Indonesian Economy. Received May 22, 2024; Revised May 27, 2024; June 07, 2024 *Corresponding author: PENERAPAN KEBIJAKAN EKONOMI MONETER ISLAM PADA SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA Abstrak. Pertumbuhan ekonomi mencerminkan efek positif dari kebijakan pemerintah terutama dalam aspek ekonomi. Industri keuangan syariah dihadapkan pada beberapa tantangan, seperti mengatasi perbedaan antara bentuk dan substansi, menghadapi keuangan sosial dan etika berbasis nilai, serta memperkuat kepercayaan publik. Tantangan-tantangan ini dapat diatasi dengan mendasarkan keuangan Islam pada perspektif ekonomi moneter Islam. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan mengandalkan data sekunder yang berasal dari jurnal, artikel, serta berbagai buku yang membahas tentang kebijakan moneter islam pada sistem ekonomi Indonesia. Kebijakan moneter bertujuan untuk mencapai dan menjaga stabilitas nilai mata uang. Penelitian ini berfokus pada analisis literatur tentang kebijakan moneter konvensional dan kebijakan moneter Islam. Meskipun demikian, kebijakan moneter berdasarkan perspektif Islam belum sepenuhnya diterapkan dalam sistem ekonomi Indonesia, sebagaimana diatur dalam UU No. 6 Tahun 2009 Pasal 7. Tujuan jurnal ini adalah untuk mengeksplorasi kebijakan moneter dalam perspektif Islam, karena terdapat perbedaan mendasar antara kebijakan moneter konvensional dan kebijakan moneter dalam perspektif ekonomi Islam. Kata Kunci: Ekonomi Moneter Islam, Kebijakan Ekonomi, Perekonomian Indonesia. LATAR BELAKANG Kebijakan moneter merupakan alat yang digunakan oleh Bank Indonesia untuk mengontrol variabel-variabel keuangan seperti suku bunga dan jumlah uang yang beredar, dengan tujuan mempertahankan stabilitas nilai uang terhadap faktor-faktor internal dan eksternal. Stabilitas nilai uang ini penting karena berdampak pada stabilitas harga yang pada akhirnya mempengaruhi pencapaian tujuan pembangunan ekonomi suatu negara, seperti pemenuhan kebutuhan dasar, distribusi yang merata, peningkatan kesempatan kerja, pertumbuhan ekonomi yang optimal, dan stabilitas ekonomi. Kebijakan moneter menjadi kunci dalam mengendalikan perekonomian nasional, namun pandangan terhadap kebijakan moneter dapat berbeda-beda tergantung pada sistem ekonomi yang dianut. Sistem ekonomi konvensional dan Islam memiliki pandangan yang berbeda terkait kebijakan moneter. Sistem ekonomi moneter Islam, yang memiliki tujuan utama mewujudkan keadilan dan kemaslahatan, mengarah pada harmonisasi sektor moneter dengan sektor perekonomian secara keseluruhan. Peningkatan aktivitas 2 JMA - VOLUME 2, NO. 6, JUNI 2024 pembiayaan oleh bank syariah akan berdampak pada keseimbangan perekonomian yang pada gilirannya memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Di Indonesia, perkembangan sistem keuangan syariah terus berkembang pesat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan instrumen moneter syariah, peningkatan kinerja, dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah. Pada Juli 2021, jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dikumpulkan oleh perbankan syariah mencapai Rp 504 triliun, dengan pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp 405 triliun. Meskipun di tengah pandemi, aset keuangan syariah di Indonesia pada Desember 2020 mencapai Rp 1.802,86 triliun atau USD 127,82 miliar, dengan 65,73% diantaranya dikuasai oleh 12 bank umum syariah. Jumlah rekening bank syariah dan rekening pembiayaan juga mengalami peningkatan yang signifikan1. Mekanisme transmisi kebijakan moneter di Indonesia melibatkan beberapa jalur, termasuk suku bunga, kredit, harga aset, dan nilai tukar. Indonesia menjalankan mekanisme ini dengan menerapkan sistem keuangan ganda, yaitu sistem konvensional dan Islam, seiring dengan prinsip Islam sebagai panduan bagi umat Muslim dalam beraktivitas ekonomi. Kebijakan moneter merupakan instrumen bank sentral yang dirancang untuk memengaruhi variabel finansial seperti suku bunga dan penawaran uang, dengan tujuan utama mempertahankan stabilitas nilai uang baik dari faktor internal maupun eksternal. Stabilitas nilai uang ini mencerminkan stabilitas harga yang pada akhirnya akan mempengaruhi pencapaian tujuan pembangunan negara, seperti pemenuhan kebutuhan dasar, distribusi yang merata, peningkatan kesempatan kerja, pertumbuhan ekonomi yang optimal, dan stabilitas perekonomian. Kebijakan moneter Islam lebih fokus pada pemeliharaan sumber daya ekonomi, yang menjadi inti dari ekonomi Islam dalam semua bentuk kebijakan dan aturan yang sesuai dengan syariah. Dalam konteks ini, kegiatan ekonomi harus berlandaskan pada prinsip Alquran dan Hadis, yang menjadikan syariah Islam sebagai pedoman dalam menjalankan aktivitas ekonomi. Instrumen moneter seperti Pasar Uang Antar-Bank Syariah (PUAS) dan Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) juga membantu dalam menjaga likuiditas perbankan syariah. Dengan semakin kuatnya sistem keuangan syariah, akan meningkatkan porsi 1 Al-Arif, N. R. (2010). Teori Makro Ekonomi Islam: Konsep, Teori, dan Analisis. Bandung: Alfabeta. PENERAPAN KEBIJAKAN EKONOMI MONETER ISLAM PADA SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA pembiayaan yang disalurkan oleh perbankan syariah, yang pada gilirannya akan berdampak pada produksi barang dan jasa dalam masyarakat. Peningkatan produktivitas masyarakat juga akan berdampak pada pemenuhan kebutuhan domestik dan meningkatkan kemungkinan untuk (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/download/436/417
Article home page: https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/view/436/417

Devi Triana, Andini Maulidya, Refani Nafi Sara, Musleh. PENERAPAN KEBIJAKAN EKONOMI MONETER ISLAM PADA SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA, Jurnal Media Akademik (JMA), 2024,