HUBUNGAN ANTARA NYERI PUNGGUNG BAWAH TERHADAP AKTIVITAS FUNGSIONAL PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KECAMATAN DUREN SAWIT

Jurnal Media Akademik (JMA), Jun 2024

Selama proses masa kehamilan, ibu hamil akan mengalami perubahan pada seluruh sistem tubuh. Perubahan tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman yang berbeda-beda di setiap trimester kehamilan salah satunya nyeri punggung bawah. Nyeri punggung bawah yang dialami selama kehamilan mempunyai dampak negatif terhadap kemampuan ibu hamil dalam beraktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nyeri punggung bawah terhadap aktivitas fungsional ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit. Desain penelitian yang dikenakan adalah Cross sectional study, sebanyak 77 responden ibu hamil dipilih dengan teknik Purposive Sampling. Intensitas nyeri punggung bawah diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) dan aktivitas fungsional diukur menggunakan Oswestry Disability Index (ODI). Dari hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara nyeri punggung bawah dan aktivitas fungsional pada ibu hamil trimester II dan III di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit dengan nilai P_value = 0.000. Pada intensitas nyeri ibu hamil sebanyak 36 (46,8%) nyeri sedang, 17 (22,1%) nyeri berat dan 24 (31,2%.) nyeri ringan. Untuk ketidakmampuan ibu hamil sebanyak 28 (36,4%) ketidakmampuan berat, 35 (45,5%) ketidakmampuan sedang dan 14 (18,2%) ketidakmampuan minimal. Dapat disimpulkan bahwa nyeri punggung bawah yang dialami pada trimester II dan III mempunyai hubungan yang signifikan dengan aktivitas fungsional ibu hamil.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/download/427/408

HUBUNGAN ANTARA NYERI PUNGGUNG BAWAH TERHADAP AKTIVITAS FUNGSIONAL PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KECAMATAN DUREN SAWIT

JURNAL MEDIA AKADEMIK (JMA) Vol.2, No.6 Juni 2024 e-ISSN: 3031-5220; DOI: 10.62281, Hal XX-XX PT. Media Akademik Publisher AHU-084213.AH.01.30.Tahun 2023 HUBUNGAN ANTARA NYERI PUNGGUNG BAWAH TERHADAP AKTIVITAS FUNGSIONAL PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KECAMATAN DUREN SAWIT Oleh: Fenny Nur Alfiyani1 Zulfikar H Wada2 Robiatun Amalia Ranti3 Universitas Binawan Alamat: JL. Dewi Sartika No.25-30, Kalibata, Kec. Kramat Jati, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta (13630) Korespondensi Penulis: Abstract. During the pregnancy process, pregnant women will experience changes in all body systems. These changes cause different discomforts in each trimester of pregnancy, one of which is lower back pain. Lower back pain experienced during pregnancy has a negative impact on the ability of pregnant women to carry out daily activities. This study aims to determine the relationship between low back pain and the functional activities of pregnant women at the Duren Sawit District Health Center. The research design used was a cross sectional study, as many as 77 pregnant women respondents were selected using a purposive sampling technique. Low back pain intensity was measured using the Visual Analog Scale (VAS) and functional activity was measured using the Oswestry Disability Index (ODI). The research results show that there is a relationship between low back pain and functional activities in pregnant women in the second and third trimesters at the Puskesmas Kecamatan Duren Sawit with a P_value = 0.000. Regarding the pain intensity of pregnant women, 36 (46.8%) had moderate pain, 17 (22.1%) had severe pain and 24 (31.2%). For the disability of pregnant women, 28 (36.4%) had severe disability, 35 (45.5%) had moderate disability and 14 (18.2%) had minimal disability. It Received May 19, 2024; Revised May 28, 2024; June 05, 2024 *Corresponding author: HUBUNGAN ANTARA NYERI PUNGGUNG BAWAH TERHADAP AKTIVITAS FUNGSIONAL PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KECAMATAN DUREN SAWIT can be concluded that low back pain experienced in the second and third trimesters has a significant relationship with the functional activities of pregnant women. Keywords: Pregnant Women, Lower Back Pain, Functional Activities. Abstrak. Selama proses masa kehamilan, ibu hamil akan mengalami perubahan pada seluruh sistem tubuh. Perubahan tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman yang berbedabeda di setiap trimester kehamilan salah satunya nyeri punggung bawah. Nyeri punggung bawah yang dialami selama kehamilan mempunyai dampak negatif terhadap kemampuan ibu hamil dalam beraktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nyeri punggung bawah terhadap aktivitas fungsional ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit. Desain penelitian yang dikenakan adalah Cross sectional study, sebanyak 77 responden ibu hamil dipilih dengan teknik Purposive Sampling. Intensitas nyeri punggung bawah diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) dan aktivitas fungsional diukur menggunakan Oswestry Disability Index (ODI). Dari hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara nyeri punggung bawah dan aktivitas fungsional pada ibu hamil trimester II dan III di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit dengan nilai P_value = 0.000. Pada intensitas nyeri ibu hamil sebanyak 36 (46,8%) nyeri sedang, 17 (22,1%) nyeri berat dan 24 (31,2%.) nyeri ringan. Untuk ketidakmampuan ibu hamil sebanyak 28 (36,4%) ketidakmampuan berat, 35 (45,5%) ketidakmampuan sedang dan 14 (18,2%) ketidakmampuan minimal. Dapat disimpulkan bahwa nyeri punggung bawah yang dialami pada trimester II dan III mempunyai hubungan yang signifikan dengan aktivitas fungsional ibu hamil. Kata kunci: Ibu Hamil, Nyeri Punggung Bawah, Aktivitas Fungsional. LATAR BELAKANG Saat kehamilan terjadi sebuah rangkaian kejadian alamiah pada seorang wanita yang diawali dengan bersatunya sel telur (ovum) dan sperma (spermatozoa) yang selanjutnya berkembang menjadi janin di rahim dan berakhir dengan kelahiran. Kehamilan bermula dari masa pembuahan hingga kelahiran. Masa kehamilan yang normal adalah 9 bulan 7 hari atau 280 hari, terhitung mulai hari pertama dari terakhir haid. Kehamilan terbagi jadi 3 trimester, diantaranya trimester I, II, dan III (Nanda et al., 2022) 2 JMA - VOLUME 2, NO. 6, JUNI 2024 Dari proses masa kehamilan, seorang ibu hamil akan terjadi perubahaan di seluruh sistem tubuh, meliputi sistem musculoskeletal, sistem hormonal, sistem gastrointernal, sistem kardiovaskuler, ataupun sistem pernapasan. Kehamilan juga menimbulkan adaptasi fisiologis, psikologis serta sosial (Cahyani et al., 2020). Perubahan dan adaptasi tersebut umumnya akan dialami dan dirasakan pada setiap ibu hamil yang akan mengganggu rasa kenyamanan di setiap trimester. Keluhan yang sering timbul pada ibu hamil antara lain yaitu morning sickness pada trimester awal, sembelit, timbul varises, lower urinary tract symptom, hemoroid, dan bengkak pada tungkai bawah serta nyeri punggung. Hal tersebut bisanya timbul beragam disetiap trimester kehamilan (Permana Putri et al., 2020) Menurut Kemenkes RI tahun 2018, total seluruh ibu hamil di Indonesia sebesar 5.291.143 orang, sementara menurut Riskesdas ibu hamil yang berada di wilayah DKI Jakarta sebanyak 187.291 orang. Penelitian terkait nyeri punggung bawah selama masa kehamilan dilakukan di seluruh Indonesia, prevalensi yang dilaporkan bervariasi dari 54,2% hingga 76,7% dengan usia kehamilan 14 sampai 41 minggu yang mengalami nyeri sedang hingga berat dengan menggunakan alat ukur Visual Analogue Scale (VAS) ataupun Numeric Pain Rating Scale (NPRS) (Anggasari, 2021; Khafidhoh, 2016; Purnamayanti & Utarini, 2020; Riansih, 2022) Nyeri punggung bawah yang berhubungan dengan kehamilan diartikan sebagai nyeri berulang yang berlangsung selama lebih dari 1 minggu selama masa kehamilan. Nyeri pinggang pada kehamilan biasanya mulai terjadi pada trimester kedua (rata-rata pada minggu kehamilan ke-22) sampai trimester berikutnya, hal tersebut juga bisa terjadi pada minggu pertama trimester (Berber & Satılmış, 2020). Bertambahnya usia kehamilan, biasanya akan meningkatkan rasa nyeri punggung. Hal tersebut terjadi akibat dari bergesernya pusat gravitasi dari tubuh serta postur atau bentuk tubuh. Postur dari tubuh yang sesuai akan mengakibatkan mereganggangnya otot sehingga cepat lelah di tulang belakang yang akhirnya menimbulkan nyeri punggung bawah selama ibu hamil (Octavia et al., 2018) Selain bergesernya pusat gravitasi dan bentuk tubuh, perubahan kadar hormon selama kehamilan menyebabkan masalah pada sistem muskuloskeletal dan mengganggu kestabilan tulang belakang dan sendi sakroiliaka. Selama kehamilan terdapat hormon relaxin sebagai hormon yang dikeluarkan oleh plasenta, hormon tersebut berfungsi untuk HUBUNGAN ANTARA NYERI PUNGGUNG BAWAH TERHADAP AKTIVITAS FUNGSIONAL PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KECAMATAN DUREN SAWIT melonggarkan ligamen panggul dan ligamen penyangga tulang belakang sehingga memberikan dampak nyeri punggung bawah (Xue et al., 2021) Nyeri (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/download/427/408
Article home page: https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/view/427/408

Fenny Nur Alfiyani, Zulfikar H Wada, Robiatun Amalia Ranti. HUBUNGAN ANTARA NYERI PUNGGUNG BAWAH TERHADAP AKTIVITAS FUNGSIONAL PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KECAMATAN DUREN SAWIT, Jurnal Media Akademik (JMA), 2024,