PENERAPAN SUPERVISI PENDIDIKAN SEBAGAI SARANA MENINGKATKAN KINERJA GURU DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
JURNAL MEDIA AKADEMIK (JMA)
Vol.2, No.6 Juni 2024
e-ISSN: 3031-5220; DOI: 10.62281, Hal XX-XX
PT. Media Akademik Publisher
AHU-084213.AH.01.30.Tahun 2023
PENERAPAN SUPERVISI PENDIDIKAN SEBAGAI SARANA
MENINGKATKAN KINERJA GURU DALAM KEGIATAN
BELAJAR MENGAJAR
Oleh:
Arizon Alfatisi1
Hafiyatunnissa2
Laurencia Vivin Monica3
Subandi4
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Alamat: JL. Endro Suratmin, Sukarame, Kec. Sukarame, Kota Bandar Lampung,
Lampung (35131).
Korespondensi Penulis:
Abstract. Educational supervision is a planned effort to help teachers and other school
staff members do their jobs well. Because the role of teachers is very important in the
educational process, student success is very dependent on them, especially in teaching
and learning activities, educational supervision is used to give teachers the opportunity
to improve their performance in the teaching and learning process. This research uses
the literature study method, which means collecting data by studying theories from
related literature. Because this research is descriptive, a qualitative approach was used
to collect information from previous research findings and related journals.
Keywords: Educational Supervision, Teacher Performance, Teacher Quality.
Abstrak. Supervisi pendidikan adalah upaya terencana untuk membantu guru dan
anggota staf sekolah lainnya melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Karena peran
guru sangat penting dalam proses pendidikan, kesuksesan siswa sangat bergantung pada
mereka, terutama dalam kegiatan belajar mengajar, supervisi pendidikan digunakan untuk
memberi guru kesempatan untuk meningkatkan kinerja mereka dalam proses belajar
Received May 23, 2024; Revised May 28, 2024; June 07, 2024
*Corresponding author:
PENERAPAN SUPERVISI PENDIDIKAN SEBAGAI SARANA
MENINGKATKAN KINERJA GURU DALAM KEGIATAN
BELAJAR MENGAJAR
mengajar. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, yang berarti mengumpulkan
data dengan mempelajari teori-teori dari literatur terkait. Karena penelitian ini bersifat
deskriptif, pendekatan kualitatif digunakan untuk mengumpulkan informasi dari temuan
penelitian sebelumnya dan jurnal-jurnal terkait.
Kata Kunci: Supervisi Pendidikan, Kinerja guru, Kualitas guru.
LATAR BELAKANG
Pendidikan adalah interaksi antara siswa dan guru (Rahmat, 2013). Pendidikan
adalah aset vital dan sangat penting dalam kehidupan (Adiyono & Rohimah, 2021).
Kehadiran guru yang berpengalaman dan profesional sangat penting untuk mencapai
pendidikan yang berkualitas, terutama dalam proses pengajaran (Rahmat, 2013), di mana
guru berperan penting dalam menentukan kesuksesan peserta didik dalam belajar.
Supervisi adalah salah satu cara utama untuk meningkatkan kinerja guru. Tujuan
supervisi adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dengan cara yang
lebih baik (Suryani, 2015). Selain itu, supervisi juga bertujuan untuk memberikan
panduan kepada pendidik dan tenaga pendidik lainnya (Maulida, L., 2021). Ini juga
merupakan acara yang dimaksudkan untuk membantu guru melakukan pekerjaan mereka
dengan baik (Suryani, C., 2015).
Supervisi guru dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Kinerja guru yang lebih
baik pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas belajar mengajar dan prestasi belajar
siswa (Reza, M. R., & Syahrani, S., 2021). Secara keseluruhan, lembaga pendidikan di
Indonesia, baik di bawah Dinas Pendidikan maupun Mapenda Kemenag, mengalami
penurunan kualitas karena beberapa alasan. Yang pertama adalah supervisi pendidikan
yang tidak dilakukan secara profesional, yang menghambat pemahaman dan pelaksanaan
supervisi yang masih kaku dan formalitas, yang mengakibatkan jarak antara supervisor
dan guru. Kedua, kegiatan pembelajaran menjadi kurang efektif karena kurangnya
rekomendasi. Ketiga, proses ujian nasional yang jujur tidak dapat sepenuhnya
memberikan data nasional. Hasilnya adalah bahwa meskipun hasil kuantitatif
menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai hasil pembelajaran, secara kualitatif,
praktik kecurangan banyak ditemukan. Hal ini menimbulkan keprihatinan bagi guru kita.
Keempat, banyak orang tahu bahwa pejabat pendidikan terus melakukan korupsi, kolusi,
dan nepotisme (Baharuddin, M. 2010). Dari uraian tersebut, jelas bahwa pelaksanaan
2
JMA - VOLUME 2, NO. 6, JUNI 2024
supervisi pendidikan memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja guru.
Supervisi pendidikan dianggap sebagai alat yang sangat penting untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran dan merupakan bagian penting dari upaya untuk meningkatkan
kinerja guru.
Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan studi pustaka, yang berarti
mengumpulkan data dengan mempelajari teori-teori dari literatur yang relevan (Adlini et
al., 2022). Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini karena mengumpulkan
data dan informasi seperti hasil penelitian sebelumnya yang serupa.
METODE PENELITIAN
Di dalam penelitian ini dideskripsikan bagaimana strategi dan tantangan usaha
seorang kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi pendidikan, maka metode dan
pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Adapun tujuan penelitian
deskriptif kualitatif ini adalah untuk membuat pencandraan secara sistematis, faktual, dan
akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Secara harfiah,
penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud untuk membuat pencandraan
(deskripsi) mengenai situasi-situasi atau kejadian-kejadian. Metode tersebut bertujuan
untuk mendeskripsikan kejadian-kejadian dengan fokus penelitian. Penelitian ini
termasuk jenis studi kasus dalam penelitian ini yaitu meneliti objek yang berhubungan
langsung dengan strategi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan serta
mendeskripsikan secara jelas keadaan sesungguhnya di lapangan.
Penelitian ini dilakukan di MAN 2 Bandar Lampung di Jl. Gatot Subroto No.
139-145, Pecoh Raya, Kec. Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung. Peneliti
mendatangi lokasi penelitian selama tiga hari dengan masa penelitian pada 22-24 April
2024 untuk benar-benar bisa mendapatkan informasi maupun data yang sesuai dengan
keadaan di sekolah. Peneliti menjadi informan yang mengetahui segala sesuatu
mengenai hal yang diteliti oleh peneliti, selain itu peneliti menggunakan pihak-pihak
lain untuk mendapatkan data yag dibutuhkan oleh peneliti melalui kepala sekolah, wakil
kepala sekolah, pendidik, serta peserta didik.
PENERAPAN SUPERVISI PENDIDIKAN SEBAGAI SARANA
MENINGKATKAN KINERJA GURU DALAM KEGIATAN
BELAJAR MENGAJAR
HASIL DAN PEMBAHASAN
Supervisi Pendidikan
Supervisi adalah kegiatan yang bertujuan untuk membantu guru mengembangkan
diri mereka sendiri untuk mencapai tujuan pembelajaran. Suharsimi Arikunto
mengatakan bahwa istilah supervisi berasal dari bahasa Inggris, dari kata "super", yang
berarti "di atas", dan "vision", yang berarti "dilihat". Ini menunjukkan pengawasan dari
sudut pandang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, supervisi dapat didefinisikan sebagai
pengawasan yang diberikan oleh orang yang memiliki (...truncated)