Pengendalian RPM pada Motor DC Encoder dengan PID Controller berbasis Simulink
JTE UNIBA, Vol. 8, No. 2, April 2024
449
Pengendalian RPM pada Motor DC Encoder dengan PID
Controller berbasis Simulink
Tsany Ammar Rasyid1, Sheisya Rhieyanetta Divanny2, Kevin Raffie Saputra3,
Muhammad Rizqi Dwi Arifuddin4, Hasna Annisa Hazmi5, Ardy Seto Priambodo6
Program studi Teknik Elektronika, Universitas Negeri Yogyakarta
Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55652
Email:
Abstract- This research focuses on the development and
implementation of a DC motor speed control system using the PID
(Proportional Integral Derivative) approach in the C++
programming language. DC motors have a crucial role in various
applications in the engineering and automatic fields. Accurate
speed regulation on DC motors is the main key to achieving the
desired results in various applications. In this research, we
integrated the use of an encoder sensor to measure revolutions per
minute (RPM) of a DC motor and implemented a PID algorithm
using the C++ programming language to regulate the motor speed.
The application of the PID method allows accurate and responsive
control of desired speed changes, with the aim of achieving certain
reference values. Experimental results show that this system is able
to provide effective control and produce a consistent response to
changes in speed, according to the desired RPM value. This
research contributes to a deeper understanding of the application
of PID in controlling DC motors and expands knowledge regarding
the C++ programming language, which can be the basis for
practical applications in various fields that require sophisticated
control of DC motors.
Intisari- Penelitian ini fokus pada pengembangan serta
implementasi sistem kontrol kecepatan motor DC dengan
memanfaatkan pendekatan PID (Proportional Integral Derivative)
dalam bahasa pemrograman C++. Motor DC memiliki peran
krusial dalam berbagai aplikasi di bidang teknik dan otomatisasi.
Pengaturan kecepatan yang akurat pada motor DC menjadi kunci
utama untuk mencapai hasil yang diharapkan dalam berbagai
aplikasi. Dalam penelitian ini, kami mengintegrasikan
penggunaan sensor encoder untuk mengukur putaran per menit
(RPM) motor DC dan menerapkan algoritma PID menggunakan
bahasa pemrograman C++ untuk mengatur kecepatan motor.
Penerapan metode PID memungkinkan kendali yang akurat dan
responsif terhadap perubahan kecepatan yang diinginkan, dengan
tujuan mencapai nilai referensi tertentu. Hasil percobaan
menunjukkan bahwa sistem ini mampu memberikan kendali yang
efektif dan menghasilkan respons yang konsisten terhadap
perubahan kecepatan, sesuai dengan nilai RPM yang ditargetkan.
Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam
tentang penerapan PID dalam mengendalikan motor DC dan
memperluas pengetahuan terkait bahasa pemrograman C++, yang
dapat menjadi dasar untuk aplikasi praktis dalam berbagai bidang
yang memerlukan pengendalian yang canggih pada motor DC.
kata kunci– Motor DC, Bahasa C++, Encoder, RPM, PID.
I.
PENDAHULUAN
Di era industri modern, hanya sedikit aplikasi industri
yang tidak menggunakan motor arus searah (DC) [1]. Hal ini
disebabkan kemudahan pengendalian, biaya rendah, dan
ketahanan motor DC dalam berbagai aplikasi. Motor arus
searah (DC) adalah perangkat yang mengubah energi listrik
arus searah menjadi energi mekanik. Motor DC memiliki
banyak aplikasi di bidang robotika [2] dan aplikasi industri [3].
Aplikasi industri dimana motor DC biasa digunakan meliputi
peralatan mesin, pabrik kertas, industri tekstil, kendaraan
penggerak listrik, dan robotika[4]. Motor DC tersebar luas di
wilayah kendali manufaktur untuk waktu yang lama, karena
banyaknya karakteristik yang layak, reaksi
tinggi, kemudahan untuk menjadi karakteristik kendali torsi
awal linier, dll. [5]. Spesifikasi utama motor DC adalah
kecepatan yang biasa diatur dengan mengubah tegangan yang
diberikan[6].
Motor DC dengan encoder adalah jenis motor DC yang
dilengkapi dengan perangkat encoder optik atau magnetik
yang digunakan untuk mengukur putaran atau posisi motor
dengan tingkat presisi yang tinggi. Motor DC encoder
merupakan salah satu jenis motor DC yang memiliki encoder
sebagai sensor kecepatan umpan balik pada sistem robotik [7].
Motor DC menghasilkan putaran per menit (RPM) dalam arah
tertentu (searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam).
Prinsip kerja motor DC sendiri adalah arah medan magnet
rotor harus selalu berlawanan dengan arah medan magnet
stator, sehingga saling tolak menolak dan juga luas kumparan
tempatnya berada. Medan listrik dihasilkan, yang menciptakan
medan magnet yang mengelilingi kumparan dalam arah
tertentu. Kontrol kecepatan motor DC dicapai dengan
mengubah nilai tegangan yang diberikan. Ketika diberi beban
maka nilai tegangannya berkurang dan kecepatan motor DC
juga berkurang. Oleh karena itu diperlukan suatu pengontrol
yang dapat mencapai nilai kecepatan yang stabil meskipun
beban pada motor DC berubah[8].
Salah satu pengendalian pada motor DC dapat
menggunakan kendali PID, kendali ini telah memainkan peran
penting dalam bidang kendali industri karena strukturnya yang
sederhana, stabilitas tinggi, dan daya tahan yang tinggi [9].
Dalam berbagai aplikasi industri, terutama pada penggunaan
motor DC, penyesuaian parameter dalam pengendalian PID
sering diperlukan. Namun, dalam pengendalian PID
konvensional, proses penyetelan parameter cenderung
kompleks dan memerlukan waktu yang signifikan [10], dan
akurasi kendali sering tidak mencapai tingkat yang diharapkan.
Penggunaan pengendali PID memiliki peran yang signifikan
ketika diterapkan pada motor arus searah (DC), di mana
masalah utamanya adalah mengendalikan dan menjaga
kecepatan sudut motor pada tingkat referensi tertentu.
Kecepatan putaran motor DC dapat bervariasi tergantung pada
faktor beban dan seringkali tidak stabil. Penyebab variasi ini
Tsany Ammar Rasyid dkk: Pengendalian RPM pada Motor DC Encoder ..........
E/P-ISSN: 2549-0842/2528 – 6498
JTE UNIBA, Vol. 8, No. 2, April 2024
sering kali dapat ditelusuri pada nilai tegangan masukan [11].
PID mempunyai parameter kendali proporsional (P),
parameter kendali integral (I), dan parameter kontrol
Derivative (D) [12]. Ketiga nilai tersebut menjadi parameter
utama saat menggunakan pengontrol PID, yang masingmasing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Dengan begitu,
nilai ketiga parameter ini dapat diubah sesuai kebutuhan
program untuk menghasilkan keluaran respons yang responsif
dan akurat. Adapun kelebihan masing-masing aksi kontrol ini
yaitu aksi kendali proporsional mempunyai keunggulan rise
time yang cepat dan mengurangi error keadaan stabil, aksi
kontrol integral mempunyai kelebihan yaitu mengurangi error
keadaan stabil dan aksi kontrol derivative mempunyai
keunggulan untuk meredam overshoot.
Dengan kelebihan yang terdapat pada sistem kontrol PID
dan pengaruhnya terhadap kendali Motor DC, dimana PID
merupakan salah satu jenis kontrol umpan balik yang dapat
digunakan untuk mengatur posisi, kecepatan, maupun arah
rotasi Motor DC. Pada penelitian ini, telah dilakukan pe (...truncated)