PERSEPSI MASYARAKAT DESA KARANGJATI KABUPATEN NGAWI TERHADAP TRADISI TINGKEBAN

Jurnal Inovasi Penelitian, Aug 2020

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna tradisi tingkepan, fungsi tingkepan dan mengetahui tata cara proses pelaksanaan ritul tingkepan.Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitiannya adalah tradisi tingkepan, fungsi tingkepan serta proses ritual tingkepan di Desa Karangjati Kabupaten Ngawi. Adapun teknis analisis data yaitu teknik analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi tingkepan masih tetap di gunakan sampai sekarang, banyak manfaat yang didapatkan dengan melaksanakan tradisi tingkepan salah satunya adalah supaya calon bayi kelak lahir dengan selamat dan menjadi anak yang soleh atau sholehah serta calon ibu selamat

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://stp-mataram.e-journal.id/JIP/article/download/1807/1388

PERSEPSI MASYARAKAT DESA KARANGJATI KABUPATEN NGAWI TERHADAP TRADISI TINGKEBAN

Vol.1 No.3 Agustus 2020 667 ……………………………………………………………………………………………………... PERSEPSI MASYARAKAT DESA KARANGJATI KABUPATEN NGAWI TERHADAP TRADISI TINGKEBAN Oleh Nurhadji N1, Ibadullah M2, M. Hanif3, Sulistyorini4, Erry Y.S5 1,2,3,4,5Program Studi Magister Pendidikan IPS, Program Pascasarjana IKIP PGRI Madiun E-mail: Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna tradisi tingkepan, fungsi tingkepan dan mengetahui tata cara proses pelaksanaan ritul tingkepan.Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitiannya adalah tradisi tingkepan, fungsi tingkepan serta proses ritual tingkepan di Desa Karangjati Kabupaten Ngawi. Adapun teknis analisis data yaitu teknik analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi tingkepan masih tetap di gunakan sampai sekarang, banyak manfaat yang didapatkan dengan melaksanakan tradisi tingkepan salah satunya adalah supaya calon bayi kelak lahir dengan selamat dan menjadi anak yang soleh atau sholehah serta calon ibu selamat Kata Kunci: Masyarakat,Tradisi, Tingkepan PENDAHULUAN Masyarakat Jawa mempunyai beberapa aturan yang berkenaan dengan masalah kekeluargaan dalam rangka menyongsong lahirnya generasi penerus. Diantara aturan itu sedikit banyak mengikuti aturan yang diajarkan dalam islam dan ajaran yang dibawa agama hindhu budha. Jika kita tengok sejarah masyarakat Jawa pada masa dahulu sebelum islam datang dengan ajaran yang benar, masyarakat jawa telah terbiasa dalam kehidupan yang mengikuti ajaran-ajaran terdahulu, yaitu animisme dan dinamisme yang dibawa oleh agama hindhu budha. Proses pengislaman di Jawa terjadi secara damai karena metode yang dipakai oleh wali adalah metode akomodatif yakni menggunakan unsur budaya lama (hindhuisme dan budhisme) tetapi secara tidak langsung memasukkan nilai islam kedalam unsur lama itu. Budaya memiliki ciri yang lentur dan terbuka walau suatu saat terpengaruh unsur kebudayaan lain, tetapi kebudayaan jawa masih bisa dipertahankan keasliannya. Sehingga budaya jawa tidak terlarut dalam hindhuisme dan budhisme, tapi justru 2 budaya itu dapat dijawakan. Masyarakat Jawa atau tepatnya suku Jawa, secara antropologi, budaya adalah orang yang dalam hidup kesehariannya menggunakan bahasa Jawa dengan berbagai ragam dialeknya secara turun temurun. Masyarakat Jawa merupakan masyarakat yang diikat oleh norma-norma hidup karena sejarah, tradisi maupun agama. Menurut Amin Darori (2012) Berbagai macam kesenian tradisional yang ada dijawa pada umumnya menggambarkan sifat dan karakteristik penduduk di mana kesenian itu berada. Selain itu juga ada tentang upacara adat kelahiran sampai kematian semua itu dilaksanakan dengan aturan yang sudah menjadi warisan dari nenek moyang. Dewasa ini banyak orang Islam yang masih melaksanakan upacara selamatan yang merupakan peninggalan nenek moyang yang dilatarbelakangi oleh ajaran-ajaran non islam. Tradisi yang sudah menjadi budaya masyarakat itu sulit untuk dihilangkan, terutama dalam masyarakat jawa. Bagi orang jawa, hidup ini penuh dengan upacara, baik upacara-upacara yang berkaitan dengan lingkaran hidup manusia sejak dari keberadaannya dalam perut ibu, lahir, kanakkanak, remaja, dewasa sampai dengan saat ……………………………………………………………………………………………………... ISSN 2722-9475 (Cetak) Jurnal Inovasi Penelitian ISSN 2722-9467 (Online) 668 Vol.1 No.3 Agustus 2020 ……………………………………………………………………………………………………… kematian. Salah satu tradisi ritual dalam adat Jawa yaitu tingkeban atau mitoni yang termasuk dalam peristiwa kelahiran. Tingkeban adalah upacara yang diadakan oleh wanita yang hamil pertama kali ketika janin atau kandungannya genap berusia tujuh bulan. Dalam upacara ini ada beberapa rangkaian yang harus dilaksanakan diantaranya siraman dan selamatan yang didalamnya terdapat makna dan symbol yang terkandung. Menurut Herawati (2007) Makna dan simbol tersebut tidak dapat saling dipisahkan atau keduanya saling mempengaruhi. Simbol digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi tidak hanya dengan sesamnya melainkan juga dengan makhluk diluar dirinya yang bersifat Supranatural atau gaib, demi menjaga keseimbangan dalam alam hidupnya. Dalam tradisi tingkepan masih ada perbedaan antara daerah yang satu dengan yang lain karena intensitas pengaruh budaya luar antara daerah yang satu dengan daerah lain yang berbeda. Adanya tradisi atau kebiasan yang didalamnya masih mengandung makna yang percaya terhadap hal-hal yang berbau religius magis, akan tetapi pelaku tradisi tersebut adalah seorang muslim yang berpedoman pada AlQur’an dan hadits sehingga peneliti menganggap hal ini yang penting untuk di pahami. Masyarakat Jawa Timur secara turun temurun berpegang teguh kepada adat dan budaya Jawa. Hal ini tidak lepas dari pengaruh adat dan budaya Jawa yang telah ada sejak dulu. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, bahwa setiap kehamilan memasuki usia tujuh bulan di Desa Karangjati Kabupaten Ngawi selalu dilakukan tradisi adat tingkepan. Tradisi tersebut selalu dilakukan karena merupakan warisan dari nenek moyang secara turuntemurun serta pada saat kelahiran, ibu dan bayi dapat selamat. Ritual tingkeban merupakan suatu tradisi yang selalu dilakukan oleh masyarakat Jawa timur dalam mendo’akan keselamatan calon bayi dan ibunya. Dalam tradisi Ritual Tingkeban ini terdapat beberapa nasehatnasehat yang sangat berharga dalam hidup berumah tangga dan bermasyarakat METODE PENELITIAN Metode Penelitian Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitiannya adalah tokoh masyarakat dan ibu yang sedang melaksanakan prosesi tingkepan yang berada di Desa Karangjati Kabupaten Ngawi. Teknik pengumpulan data yang dugunakan seperti dari peneliti sendiri, observasi, wawancara, dan dokumentasi Metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui wawancara, observasi dan mencatat kejadian dan memeriksa dokumen. Dengan tujuan mendapatkan gambaran yang benar tentang suatu gejala sosial atau peristiwa tertentu yang ada dan terjadi pada suatu lokasi dalam suatu daerah. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Singkat tentang Desa Karangjati Kecamatan karangjati merupakan salah satu kecamatan yang berada di wilayah paling timur kabupaten ngawi. Secara geografis kecamatan karangjati merupakan daerah dataran rendah dan terletak pada posisi koordinat 07ᵒ 29` LS 111ᵒ 39` BT. Adapun batas-batas Wilayah Kecamatan Karangjati yaitu: sebelah utara adalah Kecamatan Bringin dan Kabupaten Bojonegoro, sebelah timur Kabupaten Madiun. Sebelah selatan Kecamatan Pangkur dan sebelah barat adalah Kecamatan Padas Desa karangjati terletak didalam kecamatan karangjati yang merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian 150-162 M dari atas permukaan laut. Curah hujan rata-rata 2800-2850 mm/th dan jumlah hari dengan jumlah curah hujan terbanyak adalah 130 hari. Suhu udara antara 31-34 derajat celcius. Sebagian besar masyarakat desa karangjati masih menjalankan tradisi ……………………………………………………………………………………………………… Jurnal Inovasi Penelitian ISSN 2722-9475 (Cetak) ISSN 2722-9467 (Online) Vol.1 No. (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://stp-mataram.e-journal.id/JIP/article/download/1807/1388
Article home page: https://stp-mataram.e-journal.id/JIP/article/view/1807/1388

N. Nurhadji, M. Ibadullah, M. Hanif, Sulistyorini Sulistyorini, Y.S Erry. PERSEPSI MASYARAKAT DESA KARANGJATI KABUPATEN NGAWI TERHADAP TRADISI TINGKEBAN, Jurnal Inovasi Penelitian, 2020, pp. 667-672,