Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran Bahasa Indonesia Dengan Menggunakan Metode Demonstrasi di Sma Negeri 1 Waled
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI)
Vol. 2, No. 12, Desember 2022, Hal. 513-519
DOI: https://doi.org/10.52436/1.jpti.260
p-ISSN: 2775-4227
e-ISSN: 2775-4219
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran Bahasa Indonesia Dengan
Menggunakan Metode Demonstrasi di Sma Negeri 1 Waled
Tonah*1
1
SMA Negeri 1 Waled, Indonesia
Email:
Abstrak
Pengajaran bahasa Indonesia menempati bagian penting, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah
Menengah Atas (SLTA) bahkan perguruan tinggi di bidang studi bahasa Indonesia didorong untuk
mengkhususkan diri sesuai dengan kurikulum yang diterapkan. Dalam belajar mengajar, bahasa Indonesia juga
digunakan dalam pengantar untuk memperkenalkan setiap mata pelajaran atau mata kuliah, hal ini menunjukkan
bahwa bahasa Indonesia digunakan dalam setiap mata pelajaran yang tercantum dalam kurikulum. Pengamatan
awal di SMAN 1 Waled menunjukan bahwa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, hasil belajar siswa masih
berada di bawah KKM. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan
kemampuan belajar untuk mendorong siswa berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar adalah metode
pembelajaran demonstrasi. Oleh karena itu, penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil
berlajar siswa di SMAN 1 Waled dengan menggunakan metode demonstrasi dalam pembelajaran Bahasa
Indonesia materi teks editorial. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, karena penelitian ini
bertujuan untuk meberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi guru dalam kegiatan belajar mengajar.
Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus dan emoat tahapan di setiap siklusnya. Penelitian tindakan kelas ini
dilaukan di SMAN 1 Waled menunjukan adanya peningkatatan. Saat sebelum dilakukan penelitian, nilai ratarata siswa adalah 56,15 dengan persentase kelulusan sebesar 11,54%. Nilai tersebut meingkat pada siklus I
menjadi 74,61 dengan persentase kelulusan 50%, dan kembali meningkat secara signifikan pada siklus II
menjadi 92,69 dengan persentase kelulusan 92,3%.
Kata kunci: Bahasa, Demontrasi, Editorial.
Efforts To Improve Student Learning Outcomes in Indonesian Language Lessons Using
the Demonstration Method at SMA Negeri 1 Waled
Abstract
Teaching Indonesian occupies an important part, starting from Elementary Schools (SD) to High Schools
(SLTA) and even tertiary institutions in the field of Indonesian studies are encouraged to specialize according to
the curriculum applied. In teaching and learning, Indonesian is also used in the introduction to introduce each
subject or course, this shows that Indonesian is used in every subject listed in the curriculum. Initial
observations at SMAN 1 Waled showed that in learning Indonesian, student learning outcomes were still below
the KKM. One alternative learning model that can be developed to improve learning abilities to encourage
students to actively participate in the teaching and learning process is the demonstration learning method.
Therefore, this classroom action research aims to improve student learning outcomes at SMAN 1 Waled by using
the demonstration method in teaching Indonesian in editorial text material. The method used is classroom action
research, because this research aims to provide solutions to the problems faced by teachers in teaching and
learning activities. This research was conducted in two cycles and four stages in each cycle. This classroom
action research was carried out at SMAN 1 Waled showing an increase. Before the research was conducted, the
average student score was 56.15 with a passing percentage of 11.54%. This score increased in cycle I to 74.61
with a passing percentage of 50%, and again increased significantly in cycle II to 92.69 with a passing
percentage of 92.3%.
Keywords: Demonstration, Editorial, Language
1.
PENDAHULUAN
513
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI)
p-ISSN: 2775-4227
e-ISSN: 2775-4219
Di era globalisasi, keterampilan menulis sangat penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Banyak pekerjaan dan profesi yang membutuhkan orang dengan keterampilan menulis, seperti
jurnalis, editor, penulis, dan profesi yang berhubungan dengan menulis. Menulis juga merupakan keterampilan
berkomunikasi dari lisan menjadi tulisan yang diperoleh melalui latihan dan pengalaman. Menulis juga dapat
diartikan sebagai kegiatan ekspresif seseorang yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca dan
menciptakan sebuah karya tulis.
Ketika mengajar bahasa Indonesia, kita menjumpai empat aspek kegiatan berbahasa: menyimak, berbicara,
membaca, dan menulis. Dari keempat keterampilan tersebut, keterampilan paling penting yang perlu dikuasai
adalah keterampilan bahasa di bidang menulis. Keterampilan menulis membutuhkan banyak aspek, termasuk
penguasaan kosakata sebagai faktor intrinsik yang mendukung kemampuan menulis. Menulis pada hakikatnya
adalah kemampuan seseorang untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan yang disampaikan melalui bahasa
tulis yang diwujudkan dalam bentuk simbol-simbol grafis sehingga orang lain, pembaca, dapat memahami pesan
yang terkandung di dalamnya.
Setelah melakukan pengamatan di SMAN 1 Waled, rendahnya kemampuan menulis siswa dipengaruhi
oleh beberapa faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang pertama adalah kemampuan bahasa siswa yang
kurang baik, yang kedua adalah kurangnya tanda baca, yang ketiga adalah kurangnya pilihan kata, dan yang
keempat adalah ketidakmampuan untuk menggunakan kalimat yang benar. Akibatnya banyak terjadi kesalahan
dalam penyusunan kalimat, dan pada akhirnya siswa jarang menggunakan ejaan yang benar. Faktor eksternal
dapat berasal dari pilihan strategi dan metode yang digunakan oleh guru. Guru masih dibatasi oleh bentuk
pembelajaran yang tradisional dan monoton. Kondisi seperti ini dapat membuat siswa tidak dapat proaktif dan
kreatif sehingga menyebabkan rendahnya hasil belajar yang diperoleh dan juga kualitas siswa.
Guru harus berusaha mengubah metode pembelajaran yang mereka gunakan. Fakta bahwa siswa kurang
termotivasi untuk belajar menulis teks editorial tidak menutup kemungkinan hal ini disebabkan oleh penggunaan
metode pembelajaran atau keterampilan dalam belajar yang tidak sesuai dengan keinginan dan keadaan siswa
tersebut. Penulisan teks editorial harus mengambil sebuah pendekatan yang berorientasikan proses, menekankan
pada keterampilan memperoleh pengetahuan dan mengkomunikasikan hasil yang didapat. Hal ini dapat
dilakukan dengan cara yang memudahkan siswa untuk mengingat pengetahuan sebelumnya, sehingga
meningkatkan pemahaman mereka.
Oleh karena itu, diperlukan metode dan pendekatan pembelajaran untuk memecahkan masalah tersebut.
Ada banyak metode dan pendekatan pembelajaran yang tersedia dalam berbagai sumber yang digunakan dalam
proses pembelajaran di kelas. Dari berbagai metode pembelajaran yang ada, peneliti menetapkan bahwa salah
satu metode yang akan digunakan untuk membantu siswa menulis teks editorial adalah metode p (...truncated)