Pengaruh Seduhan Kopi Robusta Sebagai Antioksidan Terhadap Kadar Malondialdehyde (MDA) pada Tikus Wistar Jantan

Media Gizi Kesmas, Nov 2022

Latar Belakang: Pola tidur jaga terbalik merupakan perilaku dimana pelaku tidak melakukan istirahat malam sebagai mana mestinya yang dilakukan oleh banyak orang, namun justru siang hari digunakan untuk istirahat malam/tidur. Untuk mencegah semua itu, diperlukan antioksidan yang mampu mencegah stress oksidatif. Ternyata sebuah penelitian membuktikan bahwa terdapat kandungan antioksidan flavonoid yang ada didalam kopi robusta (Coffea robusta) sebesar 10,90 µg/g, kandungan kafein sebesar 2,4%, protein sebesar 7,5%, dan kandungan chlorogenic acid (CGA) sebesar 6,4% sebagai antioksidan.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh seduhan kopi robusta terhadap kadar Malondialdehyde (MDA) pada tikus wistar jantan Metode PenelitianAlat dan Bahan : Kandang tikus, tempat minum, vakum, sonde lambung, timbangan elektronik, spuit, gunting bedah, pinset, dan spektrofotometri, Pakan standart tikus putih jantan strain wistar, aquadest, seduhan kopi robusta, larutan HCL, Reagensia untuk pengukuran kadar MDA, dan larutan kloroform.Rancangan Penelitian : Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pendekatan Randomized Post Test Only Control Group Design. Pengukuran MDA dilakukan dengan pereaksi thiobarbituric acid (TBA).Hasil dan Pembahasan: Berdasarkan hasil uji T independent, dengan jumlah sampel 6 dari masing masing kelompok (kontrol dan perlakuan) memiliki rata-rata konsentrasi MDA pada kelompok perlakuan (PI,P2,P3) sebesar 11.69 ± 15.49 nmol/mg) jika dibandingkan dengan kelompok kontrol (K12,K2) sebesar 12.83± 20.10 nmol/mg. Ini mengindikasikan bahwa dengan kelompok perlakuan stress psikologis yang diberikan seduhan kopi robusta mampu menurunkan kadar MDA sebagai penanda stress oksidatif.Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan konsentrasi MDA antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kata kunci : Pola tidur terbalik, Antioksidan, Stress oksidatif, Kopi Robusta

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://e-journal.unair.ac.id/MGK/article/download/34104/22958

Pengaruh Seduhan Kopi Robusta Sebagai Antioksidan Terhadap Kadar Malondialdehyde (MDA) pada Tikus Wistar Jantan

©2022. Pratiwi, Wirjatmadi dan sumarmi. Published by Universitas Airlangga. This is an open access article under CC-BY-SA license Received: 04-03-2022, Revised: 14-04-2022, Accepted:12-06-2022, Published:01-12-2022 RESEARCH STUDY Open Access Pengaruh Seduhan Kopi Robusta sebagai Antioksidan terhadap Kadar Malondialdehyde (MDA) pada Tikus Wistar Jantan Effect of Robusta Coffee Steeping as an Antioxidant on Malondialdehyde (MDA) Levels in Male Wistar Rats Endah Pratiwi1* , Bambang Wirjatmadi1, Sri Sumarmi1 ABSTRAK Latar Belakang: Pola tidur jaga terbalik merupakan perilaku dimana pelaku tidak melakukan istirahat malam sebagai mana mestinya yang dilakukan oleh banyak orang, namun justru siang hari digunakan untuk istirahat malam/tidur. Jika kondisi ini berlangsung lama, akan mempengaruhi system Hipothalamus Piutari Adrenal (HPA) Axis pada tubuh. Stimulus pada hiphotalamus akan memicu adanya peningkatan sekresi hormon adrenalin dan hormon kortisol. Ketika hormon adrenalin disekresikan, akan terjadi peningkatan denyut jantung dan penyempitan pembuluh darah (vasokontriksi) sehingga dapat merusak jaringan endotel. akibatnya akan membawa seseorang mengalami hipoksia. Hipoksia memicu pembentukan reactive oxygen species (ROS) yang mengakibatkan stress oksidatif. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan kadar Malondialdehyde (MDA) terhadap tikus wistar jantan yang dipapar stress psikologis setelah pemberian seduhan kopi robusta Metode : Penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan pendekatan Randomized Post Test Only Control Group Design dimana pengambilan sampel secara acak didalam keberagaman kelompok perlakuan. Hasil : Rerata kadar MDA yang paling tinggi adalah pada kelompok (K2) dengan nilai 20,10 ± 4,17 nmol/ml. Pada kelompok (P1) rerata kadar MDA dengan nilai 15,49 ± 2,60 nmol/ml lebih rendah jika dibandingkan dengan kelompok (K2). Pada kelompok (P2) rerata kadar MDA dengan nilai 11.84 ± 3.09 nmol/ml lebih rendah jika dibandingkan dengan kelompok (P1). Pada kelompok (P3) rerata kadar MDA dengan nilai 11.69 ± 1.03 nmol/ml lebih rendah jika dibandingkan dengan kelompok (P2). Sedangkan pada kelompok kontrol (K1) menunjukkan rerata kadar MDA dengan nilai 12.83 ± 2.22 nmol/ml lebih rendah daripada kelompok (K2). Kesimpulan: Terdapat perbedaan kadar Malondialdehyde MDA antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan terhadap tikus wistar jantan yang dipapar stress psikologis setelah pemberian seduhan kopi robusta. Kata kunci : Pola tidur terbalik, Antioksidan, Stress oksidatif, Kopi Robusta ABSTRACT Backgroud: Backgroud: Reverse sleep pattern is a behavior where the perpetrator does not do night rest as it should be done by many people, but instead the day is used for night rest / sleep. To prevent all that, antioxidants are needed that can prevent oxidative stress. It turns out that a study proves that there is a flavonoid antioxidant content in robusta coffee (Coffea robusta) of 10.90 μg / g, caffeine content of 2.4%, protein by 7.5%, and chlorogenic acid (CGA) content of 6.4% as an antioxidant. Purpose: To find out the difference in Malondialdehyde (MDA) levels in male wistar rats exposed to psychological stress after giving a steeping of robusta coffee. Methods : This study is an experimental study with the Randomized Post Test Only Control Group Design approach where random sampling in the diversity of treatment groups. Results: The highest average MDA level is in the group (K2) with a value of 20.10 ± 4.17 nmol / ml. In the group (P1) the average MDA level with a value of 15.49 ± 2.60 nmol / ml is lower when compared to the group (K2). In the group (P2) the average MDA level with a value of 11.84 ± 3.09 nmol / ml is lower when compared to the group (P1). In the group (P3) the average MDA level with a value of 11.69 ± 1.03 nmol / ml is lower when compared to the group (P2). While in the control group (K1) showed an average MDA level with a value of 12.83 ± 2.22 nmol / ml lower than the group (K2). Conclusion: There was a difference in Malondialdehyde MDA levels between the control group and the treatment group of male wistar rats who were exposed to psychological stress after administering robusta coffee brew. [Type text] 395. Media Gizi Kesmas, Vol 11 No 02 December 2022: Halaman:394-398 Keywords: Reverse sleep patterns, Antioxidants, Oxidative Stress, Robusta Coffee. *Koresponden: Endah Pratiwi 1 Departemen Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Kampus C Mulyorejo, 60115, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia PENDAHULUAN Pola tidur jaga terbalik merupakan perilaku dimana pelaku tidak melakukan istirahat malam sebagai mana mestinya yang dilakukan oleh banyak orang, namun justru siang hari digunakan untuk istirahat malam/tidur. Hal ini diakibatkan karena malam hari digunakan untuk aktivitas tuntutan pekerjaan seperti shift malam, atau karena adanya gangguan tidur. Pada orang normal, jika hal ini terjadi secara terus menerus, maka siklus tidur biologisnya akan mengalami perubahan. Tidak hanya itu, juga akan berdampak pada penurunan daya tahan tubuh serta dapat merubah mood menjadi swing atau gampang berubah-rubah, menjadi mudah tersinggung, kurang konsentrasi, mudah lelah, depresi, hingga bisa menimbulkan stress psikologis. (Japardi I, 2002). Jika kondisi ini berlangsung lama, akan mempengaruhi system Hipothalamus Piutari Adrenal (HPA) Axis pada tubuh. Stimulus pada hiphotalamus akan memicu adanya peningkatan sekresi hormon adrenalin dan hormon kortisol. Ketika hormon adrenalin disekresikan, akan terjadi peningkatan denyut jantung dan penyempitan pembuluh darah (vasokontriksi) (Rosyidah N.H., 2021) sehingga dapat merusak jaringan endotel. akibatnya akan membawa seseorang mengalami hipoksia. Respon yang menandakan terjadi hipoksia didalam tubuh dengan adanya peningkatan HIF. Hipoksia memicu pembentukan reactive oxygen species (ROS) yang mengakibatkan stress oksidatif ditandai dengan kadar malondialdehyde (MDA) dan akan memberi konsekuensi bagi tubuh sebagai salah satu penyebab timbulnya penyakit degenerative (Barton JR, 2007). Hal yang sama juga didukung dengan penelitian (Kala M, 2016) yang menyebutkan bahwa akan terjadi peningkatan hormon kortisol akibat dari keadaan tikus yang mengalami stress secara psikologis. Peningkatan hormon kortisol berkolerasi terhadap peningkatan aktivitas SOD pada tikus dalam kondisi stress. Pada puncaknya, stress oksidatif akan terjadi akibat dari keadaan tekanan darah yang meningkat, sehingga menyebabkan dinding endotel tidak dapat mengkompensasi dan mengalami oscillatory shear-stress kemudian menyebabkan disfungsi endotel bagian dalam (Deanfield, Dkk, 2007). Untuk mencegah semua itu, diperlukan antioksidan yang mampu mencegah stress oksidatif. seduhan kopi yang selama ini digunakan sebagai “teman nongkrong” bagi sebagian orang ketika hendak bergadang ternyata dalam kandungannya membawa manfaat sebagai antioksidan . Hal ini telah banyak dibuktikan dari berbagai penelitian yang membuktikan bahwa terdapat kandungan a (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://e-journal.unair.ac.id/MGK/article/download/34104/22958
Article home page: https://e-journal.unair.ac.id/MGK/article/view/34104/22958

Endah Pratiwi. Pengaruh Seduhan Kopi Robusta Sebagai Antioksidan Terhadap Kadar Malondialdehyde (MDA) pada Tikus Wistar Jantan, Media Gizi Kesmas, 2022, pp. 394-398,