POTENSI DAUN JAHE MERAH SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN ELEKTRODA SUPERKAPASITOR
Komunikasi Fisika Indonesia
Edisi Juli 2022
Vol. 19 | No. 2
Jurusan Fisika FMIPA Univ. Riau Pekanbaru
p-ISSN.1412-2960 | e-2579-521X
Web: https://kfi.ejournal.unri.ac.id
Email:
POTENSI DAUN JAHE MERAH SEBAGAI BAHAN DASAR
PEMBUATAN ELEKTRODA SUPERKAPASITOR
Erman Taer1*, Juwita Ade Putri1, Novi Yanti1, Apriwandi1, Rika Taslim2
1
2
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Riau
Jurusan Teknik Industri FST Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim
*E-mail korespondensi:
ABSTRACT
Red ginger leaf waste (Zingiber Officinale Var Rubrum) has been successfully processed as an
active carbon base material for supercapacitor electrodes. The process of making carbon
electrodes starts from the preparation of the original material, drying, refining, chemical
activation, integrated pyrolysis and neutralization. The focus of this research is on the chemical
activator ZnCl2 which is used with different concentrations of (0.1 and 0.5) M. Activated carbon
powder is printed using a press to produce carbon in the form of solid coins of uniform size. The
optimization of the carbon element in the sample is carried out through a pyrolysis process at high
temperature with a one-stage integrated technique. Where, carbonization in the N2 gas
environment is carried out starting from room temperature 30°C up to 600°C followed by physical
activation until the high temperature reaches 800°C in CO2 gas environment. Characterization of
activated carbon samples from red ginger leaves begins with determining the amount of shrinkage
that occurs in the pyrolysis process by measuring the mass, diameter and thickness of the carbon
coins. Furthermore, the electrochemical properties were tested using two methods, namely cyclic
voltammetry (CV) and galvanostatic charge-discharge (GCD) in a symmetrical two-electrode
system. The electrochemical characterization was carried out under the influence of an aqueous
electrolyte of 1M KOH and 1M Na2SO4 at a low potential window of 0-1 V. The optimum
conditions of electrochemical properties were found in the red ginger leaf activated carbon sample
with a ZnCl2 activator concentration of 0.5M for the electrolyte. KOH with a specific capacitance
value of 115.9 F/g. while for electrolyte Na2SO4 found in ZnCl2 activator 0.1M with a value of 72
F/g. Through these results, red ginger leaves are known to have great potential as a base material
for activated carbon electrodes to improve the performance of supercapacitors.
Keywords: Red Ginger Leaf, Supercapacitor, Carbon Electrode, Specific Capacitance.
ABSTRAK
Limbah daun jahe merah (Zingiber Officinale Var Rubrum) telah berhasil diolah sebagai bahan
dasar karbon aktif untuk elektroda superkapasitor. Proses pembuatan elektroda karbon dimulai
dari tahap persiapan bahan asal, pengeringan, penghalusan, aktivasi kimia, pirolisis terintegrasi
dan penetralan. Fokus penelitian ini terikat pada aktivator kimia ZnCl2 yang digunakan dengan
perbedaan konsentrasi (0,1 dan 0,5) M. Serbuk karbon teraktivasi dicetak menggunakan alat
pengepress untuk menghasilkankarbon berupa kepingan koin padat dengan ukuran yang seragam.
Optimalisasi unsur karbon pada sampel dilakukan melalui proses pirolisispada suhu tinggi
dengan teknik terintegrasi satu tahap. Dimana, karbonisasi dalam lingkungan gas N2 dilakukan
mulai dari suhu ruang 30°C hingga mencapai 600°C yang dilanjutkan dengan aktivasi fisika
hingga suhu tinggi mencapai 800°C dalam lingkungan gas CO2. Karakterisasi sampel karbon
aktif daun jahe merah dimulai dengan penentuan besar penyusutan yang terjadi pada proses
pirolisis melalui pengukuran massa, diameter dan ketebalan koin karbon. Selanjutnya, sifat
elektrokimia diuji menggunakan dua metode yaitu siklik voltametri (CV) dan galvanostatik
charge-discharge (GCD) dalam sistem dua elektroda simetris. Karakterisasi sifat elektrokimia ini
dilakukan di dalam pengaruh elektrolit berair KOH 1M dan Na2SO4 1M pada jendela potensial
rendah yaitu 0-1 V. Kondisi optimum dari sifat elektrokimia ditemukan pada sampel karbon aktif
daun jahe merah dengan konsentrasi aktivator ZnCl2 0,5M untuk elektrolit KOH dengan nilai
kapasitansi spesifik 115,9 F/g. sedangkan untuk elektrolit Na2SO4 ditemukan pada aktivator ZnCl2
0,1M dengan nilai 72 F/g. Melalui hasil ini daun jahe merah diketahui memiliki potensi besar
sebagai bahan dasar elektroda karbon aktif untuk meningkatkan kinerja dari superkapasitor.
Kata kunci: Daun Jahe Merah, Superkapasitor, Elektroda Karbon, Kapasitansi Spesifik .
Diterima 13-07-2022 | Disetujui 23-07-2022 | Dipublikasi 31-07-2022
©Author(s) | DOI: 10.31258/jkfi.19.2.119-127
119
PENDAHULUAN
Perkembangan industri dan teknologi
modern meningkatkan kebutuhan energi
listrikyang diiringi pertambahan jumlah
penduduk juga perkembangan di bidang
industri, dan teknologi informasi bersamaan
dengan globalisasi. Berdasarkan ketersediannya
sumber energi diklarifikasikan menjadi dua
yaitu energi terbarukan (renewable energy) dan
energi tak terbarukan (nonrenable energy).
Energi yang tidak dapat diperbaharui terutama
fosil seperti minyak bumi, gas alam, dan batu
barayang dapat menyebabkan kelangkaan.
Permasalahan ini diatasi dengan mencari
sumber energi untuk dikembangkan sebagai
energi alternatifseperti cahaya matahari, angin,
air, ombak laut dan biomassa. Namun, pada
kenyataanya pemanfaatan sumber-sumber
energi tersebut masih belum maksimal.
Pemanfaatan energi terbarukan sebagai
sumber energi sangat tergantung pada teknologi
dan cara konversinya. Laptop dan handphone
merupakan contoh perkembangan teknologi
yang membutuhkan baterai sebagai penyimpan
energi. Namun, baterai memiliki kelemahan
dalam menyimpan energi karena rapat daya
kecil dan waktu penyimpanan energi cukup
lama.Karena itu, dibutuhkan penyimpanan
energi dengan kapasitas besar dengan rapat
energi dan rapat daya tinggi dan waktu
penyimpanan
singkat
untuk
memenuhi
kebutuhan energi listrik yang dikenal dengan
superkapasitor.
Superkapasitor adalah piranti penyimpan
energi listrik dengan kapasitaspenyimpanan
diantara kapasitor dan baterai. Superkapasitor
memiliki kerapatan daya lebih tinggi, waktu
pengisian singkat, siklus hidup lebih panjang,
serta dapat menyimpan muatan per kubik 10 6
lebih besar dari kapasitor biasa. Superkapasitor
disebut juga sebagai kapasitor elektrokimia
lapis ganda listrik (electrochemical double
layar capacitors, EDLC) karena terdiri dari dua
elektroda karbon sejenis. Superkapasitor terdiri
dari elektroda, elektrolit, pemisah (separator),
dan pengumpul arus.
120
Superkapasitor dapat dibuat dari biomassa
karena terdiri dari komponen selulosa,
hemiselulosa, dan lignin yang berpotensi tinggi
sebagai
sumber
karbon.
Keuntungan
superkapasitor berbasis biomassa yaitu dapat
menghasilkan struktur pori alami, dan mudah
diperoleh karena keseterdiaan melimpah.
Pembuatan
elektroda
dimulai
dengan
pengolahan biomassa menjadi karbon, dan
proses aktivasi. Karbon aktif dari biomassa
mempunyai luas permukaan spesifik mencapai
2000 m2/g. Proses aktivasi dilakukan
menggunakan nitrogen, (...truncated)