Potensi Pengembangan Objek Wisata Halal Dan Pengaruh Terhadap Pendapatan UMKM Di Desa Bukit Kabupaten Bengkalis

Jurnal Rumpun Ilmu Ekonomi, Jun 2024

One of the important steps related to tourism development is the identification study of potential tourist attractions. This is important because a tourist trip to a place is basically influenced by tourists' interest in something called a tourist attraction or attraction. To develop it requires a special strategy using attractiveness, facilities, accessibility, promotion and location. The potential for developing a halal tourism village is considered to be able to increase the MSMEs of the Bukit Batu Village community, besides that Bukit Batu Village also has an interesting history that is always discussed, it also has various existing tourism potentials. This study uses the correlation method, namely the method by connecting the selected and explained variables and aims to examine the extent to which variables in a factor are related to other variables. From the results of this research analysis, it is known that the calculated f value is 16.169 and the Ftable value is 2.20 which explains that the value of f = 16.169> 2.20 and the significance value <0.05 (0.00 <0.05). So it can be concluded that the variables of attractiveness, facilities, accessibility, promotion and location location together have an effect on MSME income. And for the Adjudted R square value of 0.434 which indicates that changes in Attractiveness (X1), Facilities (X2), Accessibility (X3), Promotion (X4), and Location (X5) on Revenue (Y) are influenced by 46.2% which means that simultaneously the variables of attractiveness, facilities, accessibility, promotion and location have an effect on MSMEs in Bukit Batu Tourism Village.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://basecampecopubmed.com/index.php/jrie/article/download/53/31

Potensi Pengembangan Objek Wisata Halal Dan Pengaruh Terhadap Pendapatan UMKM Di Desa Bukit Kabupaten Bengkalis

Vol. 2, No. 2 (Jun, 2024) Page 160-171 DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.12191883 Potensi Pengembangan Objek Wisata Halal dan Pengaruh terhadap Pendapatan UMKM Di Desa Bukit, Kabupaten Bengkalis Muhammad Dasio Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru *Email : ARTICLE INFO : Keywords : Tourism Village; Halal Tourism Objects; MSME --------------------------Article History : Received :2024-03-02 Revised : 2024-05-02 Accepted :2024-06-03 Online :2024-06-21 ABSTRAK One of the important steps related to tourism development is the identification study of potential tourist attractions. This is important because a tourist trip to a place is basically influenced by tourists' interest in something called a tourist attraction or attraction. To develop it requires a special strategy using attractiveness, facilities, accessibility, promotion and location. The potential for developing a halal tourism village is considered to be able to increase the MSMEs of the Bukit Batu Village community, besides that Bukit Batu Village also has an interesting history that is always discussed, it also has various existing tourism potentials. This study uses the correlation method, namely the method by connecting the selected and explained variables and aims to examine the extent to which variables in a factor are related to other variables. From the results of this research analysis, it is known that the calculated f value is 16.169 and the Ftable value is 2.20 which explains that the value of f = 16.169> 2.20 and the significance value <0.05 (0.00 <0.05). So it can be concluded that the variables of attractiveness, facilities, accessibility, promotion and location location together have an effect on MSME income. And for the Adjudted R square value of 0.434 which indicates that changes in Attractiveness (X1), Facilities (X2), Accessibility (X3), Promotion (X4), and Location (X5) on Revenue (Y) are influenced by 46.2% which means that simultaneously the variables of attractiveness, facilities, accessibility, promotion and location have an effect on MSMEs in Bukit Batu Tourism Village. . PENDAHULUAN Berwisata pada hakikatnya adalah kebutuhan seluruh umat manusia dengan tujuan wisata tertentu. UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan mengamanatkan bahwa setiap orang berhak memperoleh kesempatan memenuhi kebutuhan wisata. Konteks tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan wisata (tourism demand side) harus terukur sejak meninggalkan rumah hingga kembali dari kegiatan berwisata. Indonesia memiliki keragaman budaya dan keunikan sebagai daya tarik wisata (tourism supply side), sehingga pemerintah menempatkan sektor pariwisata menjadi sektor unggulan yang menopang sistem ekonomi nasional (Fadil Surur, 2020). Salah satu langkah penting terkait pengembangan kepariwisataan adalah studi identifikasi potensi daya tarik wisata. Hal ini menjadi penting karena perjalanan wisata ke suatu tempat pada dasarnya dipengaruhi oleh ketertarikan wisatawan terhadap sesuatu yang disebut daya tarik atau atraksi 160 This is an open access article under the CC BY- SA license. Corresponding Author : Muhammad Dasio Vol. 2, No. 2 (Jun, 2024) Page 160-171 DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.12191883 wisata (Pujaastawa). Sejak tahun 2021, pemerintah Indonesia memiliki program anugerah desa wisata ADWI yang sering dikenal dengan “Wonderful Indonesia”. Dukungan pemerintah ini untuk meningkatkan citra wisata Indonesia di mata dunia. Desa Wisata Bukit Batu yang terkenal akan wisata religinya juga mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Hal ini bisa terlihat dalam laman https://jadesta.kemenparekraf.go.id “Wonderful Indonesia” terdapat informasi tentang Desa Wisata Bukit Batu secara lengkap. Dukungan ini membuat wisata religi di Desa Bukit Batu lebih dikenal secara nasional maupun internasional. Sejak Desa Bukit Batu ditetapkan sebagai 100 besar desa wisata oleh menteri pariwisata dan ekonomi kreatif, H. Sandiaga Salahuddin Uno B.B.A, MBA. pada tahun 2022 dari 3.441 ribu desa yang mengikuti di seluruh Indonesia, kondisi pariwisata di Bukit Batu terus mengalami perbaikan. Perbaikan dilakukan melalui pembangunan sarana dan prasarana penunjang aktivitas desa wisata. Alokasi dana dari pemerintah untuk pembangunan daya tarik wisata yang belum memadai, akess jalan yang harus di benahi demi kenyamanan pengunjung, fasilitas pendukung diwujudkan dalam bentuk pembangunan akses Desa wisata, perbaikan jalan, dan fasilitas lainnya yang memberikan dampak langsung terhadap aktivitas Desa wisata. Bercerita tentang Desa Bukit Batu, sesungguhnya ada sebuah kenangan yang sampai saat ini tak mungkin dapat dilupakan. Sejak masa lalu, yakni ketika masa-masa penjajahan kolonial Belanda, laksamana raja dilaut dan hinggalah ke masa sekarang, desa ini begitu banyak menyimpan kenangan dan pesan-pesan sejarah bagi masyarakatnya. Salah satu kenangan sejarah itu adalah kenang-kenangan yang ditinggalkan para pejuang maupun leluhur yang telah membesarkan dan memajukan daerah ini sesuai dengan keadaan dan perkembanganya di masa itu. Potensi pengembangan wisata syariah merupakan hal yang penting untuk diteliti, karena dinilai sangat menjanjikan untuk ke depannya. Pengembangan desa wisata halal dilakukan dengan mengelola kembali potensi yang dimiliki. Untuk mengembangkannya memerlukan strategi khusus menggunakan Daya tarik wisata, Fasilitas, Aksesbilitas, lokasi dan promosi (Sururi Maudhunati, 2021). Potensi pengembangan Desa wisata halal dianggap dapat meningkatkan UMKM masyarakat Desa Bukit Batu. Desa Bukit Batu Kecamatan Bukit Batu disamping menyimpan sejarah yang menarik untuk selalu diperbincangkan, juga memiliki berbagai potensi pariwisata yang ada. Diantara potensi pariwisata tersebut antara lain objek wisata hutan mangrove Bukit Batu Laut, serta pesona alam Bukit Batu Laut dengan suasana sungai Bukit Batu-nya yang senantiasa memanjakan mata. Selain itu ada juga produk-produk UMKM tradisional Bukit Batu, seperti kain tenun Lejo dan kerupuk sagu, termasuk pula makanan-makanan khas Bukit Batu, seperti laksa, kue badak, bolu kemojo, asidah dan lain sebagainya. Selain potensi wisata yang disebutkan di atas, berbagai situs peninggalan sejarah lainnya yang ada di Bukit Batu, juga selalu menarik untuk dikunjungi. Diantaranya seperti Rumah Orang Kaya Raja Negara, Rumah Datuk Laksamana, barang-barang peninggalan sejarah serta makam-makamnya. Pengembangan Desa Wisata merupakan salah satu cara terbaik dalam merevitalisasi kearifan lokal guna mengahadapi gempuran budaya internasional yang makin menggerus kearifan lokal yang ada di masyarakat. Kaitannya dengan konsep pengembangan Desa Wisata mengartikan pengembangan Desa Wisata sebagai suatu proses yang menekankan cara untuk mengembangkan atau memajukan desa wisata, berharap munculnya Desa Wisata bisa menjadi model pembangunan wisata berkelanjutan (Feriyadin,2021). UMKM adalah unit usaha produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang pero (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://basecampecopubmed.com/index.php/jrie/article/download/53/31
Article home page: https://basecampecopubmed.com/index.php/jrie/article/view/53/31

Dasio Muhammad. Potensi Pengembangan Objek Wisata Halal Dan Pengaruh Terhadap Pendapatan UMKM Di Desa Bukit Kabupaten Bengkalis, Jurnal Rumpun Ilmu Ekonomi, 2024, pp. 160-171,