Potensi Pengembangan Objek Wisata Halal Dan Pengaruh Terhadap Pendapatan UMKM Di Desa Bukit Kabupaten Bengkalis
Vol. 2, No. 2 (Jun, 2024)
Page 160-171
DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.12191883
Potensi Pengembangan Objek Wisata Halal dan Pengaruh
terhadap Pendapatan UMKM
Di Desa Bukit, Kabupaten Bengkalis
Muhammad Dasio
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru
*Email :
ARTICLE INFO :
Keywords :
Tourism Village;
Halal Tourism Objects;
MSME
--------------------------Article History :
Received :2024-03-02
Revised : 2024-05-02
Accepted :2024-06-03
Online :2024-06-21
ABSTRAK
One of the important steps related to tourism development is the
identification study of potential tourist attractions. This is important
because a tourist trip to a place is basically influenced by tourists'
interest in something called a tourist attraction or attraction. To
develop it requires a special strategy using attractiveness, facilities,
accessibility, promotion and location. The potential for developing a
halal tourism village is considered to be able to increase the MSMEs of
the Bukit Batu Village community, besides that Bukit Batu Village also
has an interesting history that is always discussed, it also has various
existing tourism potentials. This study uses the correlation method,
namely the method by connecting the selected and explained
variables and aims to examine the extent to which variables in a factor
are related to other variables. From the results of this research
analysis, it is known that the calculated f value is 16.169 and the Ftable
value is 2.20 which explains that the value of f = 16.169> 2.20 and the
significance value <0.05 (0.00 <0.05). So it can be concluded that the
variables of attractiveness, facilities, accessibility, promotion and
location location together have an effect on MSME income. And for
the Adjudted R square value of 0.434 which indicates that changes in
Attractiveness (X1), Facilities (X2), Accessibility (X3), Promotion (X4),
and Location (X5) on Revenue (Y) are influenced by 46.2% which
means that simultaneously the variables of attractiveness, facilities,
accessibility, promotion and location have an effect on MSMEs in Bukit
Batu Tourism Village.
.
PENDAHULUAN
Berwisata pada hakikatnya adalah kebutuhan seluruh umat manusia dengan tujuan wisata tertentu. UU
Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan mengamanatkan bahwa setiap orang berhak memperoleh
kesempatan memenuhi kebutuhan wisata. Konteks tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan wisata (tourism
demand side) harus terukur sejak meninggalkan rumah hingga kembali dari kegiatan berwisata. Indonesia
memiliki keragaman budaya dan keunikan sebagai daya tarik wisata (tourism supply side), sehingga
pemerintah menempatkan sektor pariwisata menjadi sektor unggulan yang menopang sistem ekonomi
nasional (Fadil Surur, 2020). Salah satu langkah penting terkait pengembangan kepariwisataan adalah studi
identifikasi potensi daya tarik wisata. Hal ini menjadi penting karena perjalanan wisata ke suatu tempat pada
dasarnya dipengaruhi oleh ketertarikan wisatawan terhadap sesuatu yang disebut daya tarik atau atraksi
160
This is an open access article under the CC BY- SA license.
Corresponding Author : Muhammad Dasio
Vol. 2, No. 2 (Jun, 2024)
Page 160-171
DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.12191883
wisata (Pujaastawa). Sejak tahun 2021, pemerintah Indonesia memiliki program anugerah desa wisata ADWI
yang sering dikenal dengan “Wonderful Indonesia”. Dukungan pemerintah ini untuk meningkatkan citra wisata
Indonesia di mata dunia. Desa Wisata Bukit Batu yang terkenal akan wisata religinya juga mendapat dukungan
dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Hal ini bisa terlihat dalam laman
https://jadesta.kemenparekraf.go.id “Wonderful Indonesia” terdapat informasi tentang Desa Wisata Bukit
Batu secara lengkap. Dukungan ini membuat wisata religi di Desa Bukit Batu lebih dikenal secara nasional
maupun internasional.
Sejak Desa Bukit Batu ditetapkan sebagai 100 besar desa wisata oleh menteri pariwisata dan ekonomi
kreatif, H. Sandiaga Salahuddin Uno B.B.A, MBA. pada tahun 2022 dari 3.441 ribu desa yang mengikuti di
seluruh Indonesia, kondisi pariwisata di Bukit Batu terus mengalami perbaikan. Perbaikan dilakukan melalui
pembangunan sarana dan prasarana penunjang aktivitas desa wisata. Alokasi dana dari pemerintah untuk
pembangunan daya tarik wisata yang belum memadai, akess jalan yang harus di benahi demi kenyamanan
pengunjung, fasilitas pendukung diwujudkan dalam bentuk pembangunan akses Desa wisata, perbaikan jalan,
dan fasilitas lainnya yang memberikan dampak langsung terhadap aktivitas Desa wisata.
Bercerita tentang Desa Bukit Batu, sesungguhnya ada sebuah kenangan yang sampai saat ini tak
mungkin dapat dilupakan. Sejak masa lalu, yakni ketika masa-masa penjajahan kolonial Belanda, laksamana
raja dilaut dan hinggalah ke masa sekarang, desa ini begitu banyak menyimpan kenangan dan pesan-pesan
sejarah bagi masyarakatnya. Salah satu kenangan sejarah itu adalah kenang-kenangan yang ditinggalkan para
pejuang maupun leluhur yang telah membesarkan dan memajukan daerah ini sesuai dengan keadaan dan
perkembanganya di masa itu. Potensi pengembangan wisata syariah merupakan hal yang penting untuk
diteliti, karena dinilai sangat menjanjikan untuk ke depannya. Pengembangan desa wisata halal dilakukan
dengan mengelola kembali potensi yang dimiliki. Untuk mengembangkannya memerlukan strategi khusus
menggunakan Daya tarik wisata, Fasilitas, Aksesbilitas, lokasi dan promosi (Sururi Maudhunati, 2021). Potensi
pengembangan Desa wisata halal dianggap dapat meningkatkan UMKM masyarakat Desa Bukit Batu.
Desa Bukit Batu Kecamatan Bukit Batu disamping menyimpan sejarah yang menarik untuk selalu
diperbincangkan, juga memiliki berbagai potensi pariwisata yang ada. Diantara potensi pariwisata tersebut
antara lain objek wisata hutan mangrove Bukit Batu Laut, serta pesona alam Bukit Batu Laut dengan suasana
sungai Bukit Batu-nya yang senantiasa memanjakan mata. Selain itu ada juga produk-produk UMKM
tradisional Bukit Batu, seperti kain tenun Lejo dan kerupuk sagu, termasuk pula makanan-makanan khas Bukit
Batu, seperti laksa, kue badak, bolu kemojo, asidah dan lain sebagainya. Selain potensi wisata yang disebutkan
di atas, berbagai situs peninggalan sejarah lainnya yang ada di Bukit Batu, juga selalu menarik untuk
dikunjungi. Diantaranya seperti Rumah Orang Kaya Raja Negara, Rumah Datuk Laksamana, barang-barang
peninggalan sejarah serta makam-makamnya. Pengembangan Desa Wisata merupakan salah satu cara terbaik
dalam merevitalisasi kearifan lokal guna mengahadapi gempuran budaya internasional yang makin menggerus
kearifan lokal yang ada di masyarakat. Kaitannya dengan konsep pengembangan Desa Wisata mengartikan
pengembangan Desa Wisata sebagai suatu proses yang menekankan cara untuk mengembangkan atau
memajukan desa wisata, berharap munculnya Desa Wisata bisa menjadi model pembangunan wisata
berkelanjutan (Feriyadin,2021). UMKM adalah unit usaha produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh
orang pero (...truncated)