Pengaruh Gender Keberagaman Dewan Komisaris, Risiko Komite Manajemen, Leverage Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Pengungkapan Manajemen Risiko Perusahaan

Jurnal Rumpun Ilmu Ekonomi, Jun 2024

This research is a quantitative study which aims to determine the This research aims to determine the influence of gender diversity of the board of commissioners, risk management committee, leverage and firm size on enterprise risk management disclosures in insurance companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2020-2023 period. The method used in this research is purposive sampling with a population of 18 companies and a sample of 17 companies. The data analysis method used is quantitative analysis, namely using Panel Data Regression analysis starting from descriptive statistical analysis, classical assumption testing, selection of panel data regression models, and hypothesis testing with the help of the EViews 12 computer program. The results of the research F test show the variable gender diversity of the board of commissioners , risk management committee, leverage and firm size simultaneously influence enterprise risk management disclosure. From this research, a coefficient of determination was obtained of 0.173516, which means that 17.35% of disclosure is explained by the gender diversity variables of the board of commissioners, risk management committee, leverage and firm size. And 82.65% is explained by other variables outside the model. Based on the t test results, the leverage variable has a negative and significant effect on enterprise risk management disclosure. Meanwhile, the gender diversity variables of the board of commissioners, risk management committee and firm size have no effect on enterprise risk management disclosure.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://basecampecopubmed.com/index.php/jrie/article/download/54/34

Pengaruh Gender Keberagaman Dewan Komisaris, Risiko Komite Manajemen, Leverage Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Pengungkapan Manajemen Risiko Perusahaan

Vol. 2, No. 2 (Jun, 2024) Page 181-194 DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.12623059 Pengaruh Gender Keberagaman Dewan Komisaris, Risiko Komite Manajemen, Leverage Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Pengungkapan Manajemen Risiko Perusahaan Yuni Safitri Lubis Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru, Indonesia Email : Dony Martias Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru, Indonesia *Email : ARTICLE INFO : Keywords : Gender Diversity Of The Board Of Commissioners; Risk Management Committee; Leverage; Firm Size; Enterprise Risk Management --------------------------Received :2024-03-12 Revised : 2024-05-02 Accepted :2024-06-05 Online :2024-06-25 ABSTRACT This research is a quantitative study which aims to determine the This research aims to determine the influence of gender diversity of the board of commissioners, risk management committee, leverage and firm size on enterprise risk management disclosures in insurance companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2020-2023 period. The method used in this research is purposive sampling with a population of 18 companies and a sample of 17 companies. The data analysis method used is quantitative analysis, namely using Panel Data Regression analysis starting from descriptive statistical analysis, classical assumption testing, selection of panel data regression models, and hypothesis testing with the help of the EViews 12 computer program. The results of the research F test show the variable gender diversity of the board of commissioners , risk management committee, leverage and firm size simultaneously influence enterprise risk management disclosure. From this research, a coefficient of determination was obtained of 0.173516, which means that 17.35% of disclosure is explained by the gender diversity variables of the board of commissioners, risk management committee, leverage and firm size. And 82.65% is explained by other variables outside the model. Based on the t test results, the leverage variable has a negative and significant effect on enterprise risk management disclosure. Meanwhile, the gender diversity variables of the board of commissioners, risk management committee and firm size have no effect on enterprise risk management disclosure. PENDAHULUAN Dalam menjalankan aktivitasnya, setiap perusahaan akan selalu dihadapkan dengan risiko. Risiko yang mungkin dihadapi perusahaan dapat berupa risiko secara finansial ataupun non finansial. Dalam pelaporan keuangan, pengungkapan risiko sangat penting karena memberikan informasi bagaimana risiko itu muncul, bagaimana perusahaan menangani risiko tersebut, dan bagaimana risiko tersebut berdampak pada masa depan perusahaan. Sefty & Farihah (2016) mengatakan disclosure (pengungkapan) memiliki makna jika laporan keuangan wajib membagikan dan menjelaskan informasi yang cukup dan memuat bagaimana hasil atau 181 This is an open access article under the CC BY- SA license. Corresponding Author : Dony Martias Vol. 2, No. 2 (Jun, 2024) Page 181-194 DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.12623059 keputusan akhir operasi perusahaan. Pengungkapan meliputi penyediaan informasi yang diwajibkan oleh badan yang berwenang maupun yang secara sukarela dilakukan oleh perusahaan. Pengungkapan informasi dalam laporan tahunan menunjukkan bahwa bisnis telah berusaha menjadi lebih transparan dalam menyampaikan informasi kepada pihak yang berkepentingan (Wicaksono & Adiwibowo, 2017). Adanya risiko pada setiap operasi bisnis mendorong perusahaan untuk menerapkan pengelolaan risiko untuk membantu perusahaan dan investor mengurangi kerugian. Beberapa penelitian menyatakan jika perusahaan yang menerapkan manajemen risiko akan memungkinkan kinerja perusahaan yang lebih baik serta risiko yang dihadapi lebih rendah. Penerapan risk management mengaitkan seluruh proedur serta sumber daya yang ada untuk manusia, utamanya untuk elemen risk management (Satriyo & Taufiqurahman, 2021). Salah satu perusahaan asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yaitu PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA), pada kuartal III/2022 mengalami penurunan laba bersih tahunan sebesar 30,05%. Perusahaan mencatat laba bersih periode berjalan sebesar Rp81,18 miliar, nilai yang lebih rendah dari laba bersih periode sebelumnya senilai Rp116,06 miliar pada tahun 2021. Pada sisi pendapatan premi neto, tercatat perusahaan mengalami penurunan tipis sebesar 0,06% (yoy) menjadi Rp503,08 miliar dari sebelumnya senilai Rp503,37 miliar, dan hasil investasi perusahaan menurun 9,86% (yoy) menjadi Rp92,91 miliar dari sebelumnya senilai Rp103,07 miliar. Pada kuartal III/2021, total pendapatan perusahaan mengalami penurunan sebesar 0,92% menjadi Rp596 miliar dari yang awalnya Rp601,54 miliar. Seiring pendapatan perusahaan yang menurun, perusahaan juga menghadapi naiknya beban klaim bruto perusahaan per Sebtember 2022, senilai Rp218,27 miliar. Beban klaim bruto ini meningkat sebesar 9,32% dari periode yang serupa mencapai nilai Rp199,66 miliar. Secara keseluruhan, beban perusahaan mengalami kenaikan sebesar 7,34% (yoy) dari Rp456,21 miliar menjadi Rp489,69 miliar, dan total aset perusahaan berkurang sebesar 3,84% (yoy) dari Rp2,5 triliun menjadi Rp2,4 triliun. Sementara itu, total liabilitas perusahaan turun sebesar 12,75% (yoy) dari 1,05 triliun menjadi Rp916,23 miliar. Pada kuartal III/2022, jumlah ekuitas perusahaan mengalami kenaikan sebesar 2,62% (yoy) dibandingkan pada kuartal III/2021 yaitu dari 1,45 triliun menjadi 1,49 triliun (Sumber: dataindonesia.id). Selain itu, Kresna Life juga gagal membayar dua produk asuransinya, yaitu Protecto Investa Kresna (PIK) dan Kresna Link Investa (K-LITA). Pada Februari 2020, Kresna membagikan surat untuk perpanjangan polis selama enam bulan hingga agustus secara sepihak. Dalam pemeriksaan Kresna Life, OJK menetapkan sanksi kepada Kresna Life yaitu Pembatasan Kegiatan Usaha (PKU) karena dianggap telah melanggar ketentuan mengenai pelaksanaan rekomendasi hasil pemeriksaan sebelumnya. Sejak 3 Agustus 2020, Asuransi Jiwa Kresna dilarang melakukan penutupan pertanggungan baru lini usaha secara keseluruhan hingga rekomendasi hasil pemeriksaan OJK dipenuhi. Dalam pemeriksaan tersebut, OJK mendapatkan perusahaan Kresna Life melakukan sejumlah pelanggaran, terutama berkaitan dengan produk K-LITA. Akibatnya, OJK mewajibkan Kresna Life agar membayar klaim yang diminta oleh pemegang polis. Kemudian, OJK juga mengharuskan Kresna Life agar mengatur perencanaan kesehatan keuangan yang berisikan proses penyehatan keuangan bisnis, komitmen pemegang saham pengendali untuk menjaga keuangan perusahaan dan melindungi asetnya. OJK meminta Kresna Life agar tidak mengeluarkan produk K-LITA pada Februari 2020. Tindakan ini dilakukan untuk menjaga kepentingan pemegang polis dan mencegah risiko peningkatan kesulitan pembayaran klaim atas besarnya polis jatuh tempo. Kasus ini menggambarkan ketidak efektifan tata kelola perusahaan terkhusus manajemen risikonya hingga perusahaan tidak d (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://basecampecopubmed.com/index.php/jrie/article/download/54/34
Article home page: https://basecampecopubmed.com/index.php/jrie/article/view/54/34

Lubis Yuni Safitri, Dony Martias. Pengaruh Gender Keberagaman Dewan Komisaris, Risiko Komite Manajemen, Leverage Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Pengungkapan Manajemen Risiko Perusahaan, Jurnal Rumpun Ilmu Ekonomi, 2024, pp. 181-194,