Gambaran Pengetahuan Pencegahan Kanker Serviks dengan Vaksin Human Papillomavirus pada Siswi SMP di Yogyakarta

Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal), Sep 2020

Background: Lack of knowledge is one of the factors that can lead to an increase in the incidence of cervical cancer. Adolescents knowledge on Human Papillomavirus (HPV) vaccine can improve their attitude towards cervical cancer prevention. Therefore, it is necessary to do research related to knowledge about cervical cancer prevention with the HPV vaccine.Objective: To know the overview of knowledge of cervical cancer prevention with HPV vaccine among female junior high school students in Yogyakarta.Method: This research is a descriptive qualitative research. The respondents were female students of two Junior High School in Yogyakarta. The sample were consisting of 97 students by applying simple random and consecutive sampling techniques. The instrument used in this research was a modified questionnaire from previous research, with the result of the validity and reliability test was 0,463. Data was analyzed using univariate analysis.Results: The results showed that 57 of the respondents (59%) have good knowledge. As many as 33 of total respondents (34%) had good knowledge about the definition of cervical cancer, 67 of the respondents (69%) had good knowledge about the cause of cervical cancer, and 83 of the respondents (86%) had good knowledge of cervical cancer signs and symptoms. In addition, as many as 65 of the respondents (67%) had good knowledge of cervical cancer risk factors and 55 of the respondents (55%) had good knowledge of the HPV vaccine.Conclusion: There are several aspects of cervical knowledge which are in high levels, i.e. cervical cancer causes, risk factors, and symptoms. On the other hand, low levels are gained for knowledge on cervical cancer definition and HPV vaccine delivery. ABSTRAKLatar Belakang: Pengetahuan yang rendah merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan peningkatan kejadian kanker serviks. Pengetahuan remaja tentang vaksin Human Papillomavirus (HPV) dapat meningkatkan perilaku dalam mencegah kanker serviks. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian terkait pengetahuan tentang pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV.Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan tentang pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV pada siswi SMP di Kota Yogyakarta.Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah siswi pada dua SMP di Kota Yogyakarta. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 97 siswi dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling dan consecutive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang dimodifikasi dari penelitian sebelumnya, dengan hasil uji validitas dan reliabilitas sebesar 0,463. Analisis data dilakukan secara univariat.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum 57 responden (59%) mempunyai pengetahuan yang baik. Sebanyak 33 responden (34%) mempunyai pengetahuan yang kurang terkait definisi kanker serviks, 67 responden (69%) mempunyai pengetahuan yang baik terkait penyebab kanker serviks, dan 83 responden (86%) mempunyai pengetahuan cukup baik terkait tanda dan gejala kanker serviks. Selain itu, sebanyak 65 responden (67%) mempunyai pengetahuan baik terkait faktor risiko kanker serviks dan 55 responden (55%) mempunyai pengetahuan yang baik terkait pemberian vaksin HPV.Kesimpulan: Pengetahuan responden terkait penyebab kanker serviks, faktor risiko kanker serviks, dan tanda gejala kanker serviks sebagian besar berada pada tingkat baik. Sementara pengetahuan responden terkait definisi kanker serviks dan pemberian vaksin HPV berada pada tingkat kurang.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.ugm.ac.id/jkkk/article/download/44282/29116

Gambaran Pengetahuan Pencegahan Kanker Serviks dengan Vaksin Human Papillomavirus pada Siswi SMP di Yogyakarta

Gambaran Pengetahuan Pencegahan Kanker Serviks dengan Vaksin Human Papillomavirus pada Siswi SMP di Yogyakarta Junior High School Students’ Knowledge about Cervical Cancer Prevention with Human Papillomavirus Vaccine in Yogyakarta Apriyati Dwi Rahayu1, Widyawati2, Wiwin Lismidiati2 Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada 2 Departemen Keperawatan Anak dan Maternitas Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada 1 ABSTRACT Background: Lack of knowledge is one of the factors that can lead to an increase in the incidence of cervical cancer. Adolescents knowledge on Human Papillomavirus (HPV) vaccine can improve their attitude towards cervical cancer prevention. Therefore, it is necessary to do research related to knowledge about cervical cancer prevention with the HPV vaccine. Objective: To know the overview of knowledge of cervical cancer prevention with HPV vaccine among female junior high school students in Yogyakarta. Method: This research is a descriptive qualitative research. The respondents were female students of two Junior High School in Yogyakarta. The sample were consisting of 97 students by applying simple random and consecutive sampling techniques. The instrument used in this research was a modified questionnaire from previous research, with the result of the validity and reliability test was 0,463. Data was analyzed using univariate analysis. Results: The results showed that 57 of the respondents (59%) have good knowledge. As many as 33 of total respondents (34%) had good knowledge about the definition of cervical cancer, 67 of the respondents (69%) had good knowledge about the cause of cervical cancer, and 83 of the respondents (86%) had good knowledge of cervical cancer signs and symptoms. In addition, as many as 65 of the respondents (67%) had good knowledge of cervical cancer risk factors and 55 of the respondents (55%) had good knowledge of the HPV vaccine. Conclusion: There are several aspects of cervical knowledge which are in high levels, i.e. cervical cancer causes, risk factors, and symptoms. On the other hand, low levels are gained for knowledge on cervical cancer definition and HPV vaccine delivery. Key words: cervical cancer, HPV vaccine, knowledge. ABSTRAK Latar Belakang: Pengetahuan yang rendah merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan peningkatan kejadian kanker serviks. Pengetahuan remaja tentang vaksin Human Papillomavirus (HPV) dapat meningkatkan perilaku dalam mencegah kanker serviks. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian terkait pengetahuan tentang pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV. Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan tentang pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV pada siswi SMP di Kota Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah siswi pada dua SMP di Kota Yogyakarta. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 97 siswi dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling dan consecutive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang dimodifikasi dari penelitian sebelumnya, dengan hasil uji validitas dan reliabilitas sebesar 0,463. Analisis data dilakukan secara univariat. Corresponding Author: Apriyati Dwi Rahayu Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada E-mail: 20 Vol. 2 (1) Maret 2018, Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas Gambaran Pengetahuan Pencegahan Kanker Serviks Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum 57 responden (59%) mempunyai pengetahuan yang baik. Sebanyak 33 responden (34%) mempunyai pengetahuan yang kurang terkait definisi kanker serviks, 67 responden (69%) mempunyai pengetahuan yang baik terkait penyebab kanker serviks, dan 83 responden (86%) mempunyai pengetahuan cukup baik terkait tanda dan gejala kanker serviks. Selain itu, sebanyak 65 responden (67%) mempunyai pengetahuan baik terkait faktor risiko kanker serviks dan 55 responden (55%) mempunyai pengetahuan yang baik terkait pemberian vaksin HPV. Kesimpulan: Pengetahuan responden terkait penyebab kanker serviks, faktor risiko kanker serviks, dan tanda gejala kanker serviks sebagian besar berada pada tingkat baik. Sementara pengetahuan responden terkait definisi kanker serviks dan pemberian vaksin HPV berada pada tingkat kurang. Kata kunci: kanker serviks, pengetahuan, vaksin HPV. PENDAHULUAN Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan berbagai infeksi yang dapat menular antar manusia melalui hubungan seksual. Terdapat lebih dari 30 jenis mikroba (virus, bakteri, dan parasit) yang dapat menjadi penyebab infeksi menular seksual. Salah satu penyebab infeksi menular seksual yang disebabkan oleh virus adalah Human Papillomavirus (HPV).1 Human Papillomavirus (HPV) bertanggung jawab atas 70% kasus kanker serviks.1 Dari hasil penelitian sebelumnya terhadap 1.000 sampel dari 22 negara, terbukti adanya infeksi HPV pada 99,7% kasus kanker serviks. Di Indonesia, kanker serviks menempati urutan pertama dengan estimasi jumlah kanker serviks sebanyak 98.692 kasus. Prevalensi kanker serviks tertinggi di Indonesia berada di tiga provinsi, antara lain Kepulauan Riau, Maluku, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.2 Kanker serviks karena infeksi Human Papillomavirus (HPV) dapat dicegah dengan menggunakan vaksin. Vaksin Human Papillomavirus (HPV) efektif diberikan kepada wanita semua umur, dengan syarat wanita tersebut belum pernah terekspos atau terinfeksi oleh HPV. Vaksin dapat bekerja lebih optimal bagi wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Catch-up vaksinasi juga direkomendasikan pada perempuan muda yang belum pernah divaksinasi dan berusia 13-26 tahun.3 Selain itu, vaksinasi juga direkomendasikan bagi perempuan berusia 13 - 26 tahun dan laki-laki berusia 13 - 21 tahun, jika vaksinasi pertama yang mereka lakukan tidak adekuat.4 Remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan kelompok remaja yang masuk ke dalam kategori remaja awal. Pada usia tersebut, remaja SMP berada pada masa transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Selain itu, pada masa SMP umumnya anak mulai mengalami pubertas.5 Banyak remaja tidak cukup memiliki pengetahuan untuk menghadapi perubahan dan masalah pada masa remaja. Minimnya pemahaman tersebut, menyebabkan remaja banyak yang tidak menyadari bahwa aktivitas yang mereka lakukan berisiko terhadap kesehatan reproduksinya, termasuk penularan HPV.6 Kota Yogyakarta merupakan daerah yang mengalami peningkatan kejadian kanker serviks cukup signifikan. Vol. 2 (1) Maret 2018, Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas 21 Rahayu et al. Hal tersebut diketahui dari data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta bahwa kejadian kanker serviks pada tahun 2012 sebesar 68 orang, tahun 2013 sebesar 18 orang, dan tahun 2014 menjadi 104 orang. Dari jumlah tersebut, penemuan kasus kanker serviks terbanyak berada di Puskesmas Gondokusuman dan Puskesmas (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.ugm.ac.id/jkkk/article/download/44282/29116
Article home page: https://jurnal.ugm.ac.id/jkkk/article/view/44282/29116

Rahayu Apriyati Dwi, Widyawati Widyawati, Wiwin Lismidiati. Gambaran Pengetahuan Pencegahan Kanker Serviks dengan Vaksin Human Papillomavirus pada Siswi SMP di Yogyakarta, Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal), 2020, pp. 20-29,