Analisis Kadar Seng (Zn) dan Besi (Fe) Pada Kangkung Air (Ipomoea aquatica Forssk.) Berdasarkan Tempat Tumbuh Dengan Metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry)

Bioma : Berkala Ilmiah Biologi, Dec 2023

Water spinach (Ipomoea aquatica Forssk.) is a vegetable that is widely found and consumed by the public, containing among others protein, calcium, phosphorus, iron, potassium, zinc and vitamins A, B1 and C. Zn is a micronutrient that functions for growth and development of bone metabolism. Fe is a micromineral for the formation of hemoglobin in the blood. The purpose of this study was to determine the content and amount of zinc and iron in water spinach based on different growing places using the AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) method. The sample used in this study was water spinach (Ipomoea aquatica Forssk.) taken from 3 locations, namely Sapugarut, Coprayan and Kandang Panjang. The method in this study was qualitatively using color testing and quantitatively using AAS. The results of qualitative testing on Fe produced a brownish color and Zn produced a clear solution with a white precipitate. Quantitative test results using the AAS method at a wavelength of 248.3 nm for zinc and 213.9 nm for iron. The Zn content in the sample obtained was sample A of 0.3869 mg/100 g, sample B of 0.5199 mg/100 g and sample C of 0.2556 mg/100 g while the level of Fe in sample A was 2.502 mg/100 g, sample B was 2.275 mg/100 g and sample C was 1.925 mg/100 g. The results of the study showed that the Zn and Fe levels had different levels, this was because the nutrient content in the soil had different nutrients.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.undip.ac.id/index.php/bioma/article/download/57317/26288

Analisis Kadar Seng (Zn) dan Besi (Fe) Pada Kangkung Air (Ipomoea aquatica Forssk.) Berdasarkan Tempat Tumbuh Dengan Metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry)

Bioma, Desember 2023 Vol. 25, No. 2, Hal. 106-112 p ISSN: 1410-8801 e ISSN: 2598-2370 Analisis Kadar Seng (Zn) dan Besi (Fe) Pada Kangkung Air (Ipomoea aquatica Forssk.) Berdasarkan Tempat Tumbuh dengan Metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) Analysis of Zinc (Zn) and Iron (Fe) Levels in Water Spinach (Ipomoea Aquatica Forssk.) Based on Where It Grows Using the AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) Methods Aishwarya Khoirunnisa1, Achmad Vandian Nur1*, Khusna Santika Rahmasari1, dan Wirasti1 1 Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Penulis korespondensi: Abstract Water spinach (Ipomoea aquatica Forssk.) is a vegetable that is widely found and consumed by the public, containing among others protein, calcium, phosphorus, iron, potassium, zinc and vitamins A, B1 and C. Zn is a micronutrient that functions for growth and development of bone metabolism. Fe is a micromineral for the formation of hemoglobin in the blood. The purpose of this study was to determine the content and amount of zinc and iron in water spinach based on different growing places using the AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) method. The sampleused in this study was water spinach (Ipomoea aquatica Forssk.) taken from 3 locations, namely Sapugarut, Coprayan and Kandang Panjang. The method in this study was qualitatively using color testing and quantitatively using AAS. The results of qualitative testing on Fe produced a brownish color and Zn produced a clear solution with a white precipitate. Quantitative test results using the AAS method at a wavelength of 248.3 nm for zinc and 213.9 nm for iron. The Zn contentin the sample obtained was sample A of 0.3869 mg/100 g, sample B of 0.5199 mg/100 g and sample C of 0.2556 mg/100 g while the level of Fe in sample A was 2.502 mg/100 g, sample B was 2.275 mg/100 g and sample C was 1.925 mg/100 g.The results of the study showed that the Zn and Fe levels had different levels, this was because the nutrient content in the soil had different nutrients. Keywords: AAS, iron, water spinach, zinc, growth location Abstrak Kangkung air (Ipomoea aquatica Forssk.) termasuk sayuran yang banyak ditemukan dan di konsumsi oleh masyarakat, memiliki kandungan antara lain protein, kalsium, fosfor, besi, kalium, seng dan vitamin A, B1 dan C. Zn merupakan mikronutrien yang berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan metabolisme tulang. Fe merupakan mikromineral sebagai pembentukan hemoglobin dalam darah. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kandungan dan jumlah kadar seng dan besi pada kangkung air berdasarkan tempat tumbuh yang berbeda dengan metode penentuan kadar dengan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kangkung air (Ipomoea aquatica Forssk.) yang di ambil dari 3 lokasi berturut-turut yaitu Sapugarut (A), Coprayan (B) dan Kandang Panjang (C). Metode pada penelitian ini secara kualitatif dengan uji endapan reagen dan kuantitatif menggunakan AAS. pengujian kualitatatif pada Fe menghasilkan warna kecoklatan dan Zn menghasilkan larutan bening terdapat endapan putih. Kadar Zn dalam sampel yang diperoleh yaitu sampel A sebesar 0,3869 mg/100 g, sampel B sebesar 0,5199 mg/100 g dan sampel C sebesar 0,2556 mg/100 g sedangkan kadar Fe dalam sampel A sebesar 2,502 mg/100 g, sampel B sebesar 2,275 mg/100 g dan sampel C sebesar 1,925 mg/100 g. Dari hasil penelitian menunjukkan kadar Fe tertinggi terdapat pada Sapugarut dan kadar Zn tertinggi di Coprayan. Kata Kunci: AAS, besi, kangkung air, seng, tempat tumbuh Aishwarya Khoirunnisa, et al. PENDAHULUAN Dalam memenuhi kebutuhan pangan dan peningkatan gizi di dalam tubuh, sayuran berperan penting dalam kehidupan sehari-hari. Sayuran merupakan sumber makanan yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat yang di dalamnya banyak terkandung zat gizi seperti vitamin dan mineral (Cahyady et al., 2021). Kangkung termasuk sayuran yang banyak ditemukan dan di konsumsi oleh Masyarakat. Kangkung air salah satu sayuran yang mengandung Zn dan Fe. Pertumbuhan kangkung air dipengaruhi oleh temperature, pH, angin, nutrient terlarut dan intensitas cahaya matahari (Agusetyadevy et al., 2013). Seng termasuk dalam mikromineral esensial sebagai kofaktor lebih dari 100 metaloenzim yang berperan dalam metabolisme, regenarasi sel, perbaikan dan pertumbuhan jaringan tubuh (Pramono et al., 2016). Zat besi di dalam tubuh memiliki peranan penting dalam pembentukan hemoglobin, yaitu protein pada sel merah yang bertugas mengantarkan oksigen dari paru-paru ke otak dan seluruh jaringan tubuh (Rasyid, 2016). Jumlah zat besi yang dapat disimpan dalam tubuh 0,5-1,5 g pada laki-laki dewasa dan 0,3-1,0 g pada wanita dewasa. Pembuangan zat besi keluar tubuh terjadi melalui beberapa jalan diantaranya melalui keringat 0,21,2 mg/hari, air seni 0,1 mg/hari, dan melalui feses dan menstruasi 0,5-1,4 mg/hari (Qamariah and Yanti, 2018). Defisiensi zat besi dan seng terjadi jika asupan zat besi dan seng tidak cukup, penyerapan zat besi dan seng terganggu, kebutuhan tubuh akan zat besi meningkat dan akibat adanya penyakit yang mempengaruhi penyerapan seng dalam usus seperti sakit lambung dan diare kronis (Putri, 2014). Preparasi sampel dilakukan dengan destruksi sampel tanaman menggunakan asam kuat digunakan untuk memisahkan kadar logam dalam tanaman yang akan dianalisis. Destruksi merupakan perlakuan untuk melarutkan atau mengubah sampel menjadi bentuk materi yang dapat di ukur sehingga kandungan unsur- unsur didalamnya dapat di analisis (Rusnawati, Yusuf and Alimuddin, 2018). Pada dasarnya ada dua jenis pendestruksian yang biasa dilakukan yaitu destruksi basah dengan menggunakan pereaksi asam untuk mendekomposisi sampel dan destruksi kering dengan menggunakan pemanasan atau penghancuran dengan menggunakan suhu yang sangat tinggi (Sri Asmorowati et al., 2020). Alat yang digunakan untuk menganalisis kadar Zn dan Fe yaitu AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). AAS merupakan metode yang sangat tepat untuk analisis logam dengan konsentrasi rendah berdasarkan ketelitian yang cukup tinggi (Suryaningsih, Said and Rahman, 2018). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kandungan dan jumlah kadar seng dan besi pada kangkung air berdasarkan tempat tumbuh yang berbeda dengan metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). BAHAN DAN METODE Alat dan bahan yang digunakan adalah seperangkat alat AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) (Shimadzu AA-7000) dengan lampu katoda Zn (Seng) dan Fe (Besi), Timbangan analitik (Ohaus), oven (Memmert), mikro pipet, corong pisah, cawan porselen, tanur (Neyvraft), magnetic stirrer, alat-alat gelas (Pyrex), blender. larutan HNO3 65%, larutan Fe(NO3)3, larutan Zn(NO3)2, larutan NH4CNS, larutan H2SO4, larutan NaOH, larutan KMnO4, aquadest. Sampel yang digunakan yaitu Kangkung air (Ipomoea aquatica Forssk). Gambar 1. Lokasi Pengambilan Sampel Keterangan : = Sapugarut, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah (3M62+F78) (Sampel A, sebelah pabrik teks (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/bioma/article/download/57317/26288
Article home page: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/bioma/article/view/57317/26288

Aishwarya Khoirunnisa, Nur Achmad Vandian, Rahmasari Khusna Santika, WIrasti Wirasti. Analisis Kadar Seng (Zn) dan Besi (Fe) Pada Kangkung Air (Ipomoea aquatica Forssk.) Berdasarkan Tempat Tumbuh Dengan Metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry), Bioma : Berkala Ilmiah Biologi, 2023, pp. 106-112,