Journal of Information System Management (JOISM)
Vol. 6, No. 1. (2024)
e-ISSN: 2715-3088
RANCANG BANGUN SISTEM LOKET ANTRIAN PELANGGAN DI PT LINGKAR
KABEL TELEKOMUNIKASI
Yogi Setyawan Putra Pratama 1) , Wijiyanto 2) , Agustina Srirahayu 3)
1,2,3)
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Duta Bangsa Surakarta
email :
[email protected]), 2), 3)
Abstraksi
Penelitian ini membahas aplikasi antrian pelanggan di PT Lingkar Kabel Telekomunikasi menggunakan metode
waterfall.tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan dalam mengambil
nomer antrian dan memudahkan admin dalam mengelola antrian. Metode waterfall di gunakan secara trestruktur
di mulai dari analisis kebutuhan,desain sistem,implementasi,pengujian hingga penerapan dan pemeliharaan.
Antrian ini menyediakan fitur ambil nomer secara digital. Hasil menunjukkan penurunan dalam waktu
pembuatan nomer antrian karna admin tidak susah untuk membuatkan nomer antrian secara manual dan
adminjuga tidak perlu menginput nomor antrian secara manual. Kesimpulan aplikasi antrian berhasil memenuhi
tujuan utama meningkatkan evisiensi pelayanan dan memberikan pengalaman yang lebih mudah bagi pelanggan
yang ingin ambil nomer antrian dan admin yang menginput data antrian.
Kata Kunci :
Aplikasi antrian,metode waterfall, PT lingkar Kabel Telekomunikasi,evisiensi,kepuasan pelanggan
Abstract
This research discusses the customer queuing application at PT Lingkar Kabel Telekomunikasi using the
waterfall method. The aim is to increase operational efficiency and customer satisfaction in taking queue
numbers and make it easier for admins to manage queues. The waterfall method is used in a structured manner
starting from needs analysis, system design, implementation, testing to implementation and maintenance. This
queue provides a digital number retrieval feature. The results show a reduction in the time to create queue
numbers because it is not difficult for admins to create queue numbers manually and admins also do not need to
input queue numbers manually. Conclusion: The queue application has succeeded in fulfilling the main objective
of increasing service efficiency and providing an easier experience for customers who want to take a queue
number and admins who input queue data.
Keywords :
queuing application, waterfall method, PT Lingkar Kabel Telekomunikasi, efficiency, customer satisfaction
Dengan adanya perancangan sistem loket ini di
harapkan dapat mengurangi penggunakaan waktu
yang cukup lama dalam hal pengambilan nomor
antri,mengurangi penanganan antrian secara
manual,memberikan pelanggan yang lebih nyaman
bagi pelanggan.
Dalam uraian tersebut di perlukan sistem antrian di
PT lingkar kabel telekomunikasi aagar mengurangi
waktu untuk memanggil pelanggan dan mengurangi
kehilangan nomor antrian.
Dari beberapa kesimpulan di atas dapat di simpulkan
“bagaimana merancang sistem loket antrian di pt
lingkar kabel telekomunikasi”.
Agar tercapai gambaran yang lebih jelas maka di
butuhkan pembatasan masaalah seperti, sistem yang
di rancang menyediakan informasi berapa orang
yang sedang mengantri, perancang sistem loket di
rancang di bagian administrasi& terdapat hak akses
yaitu admin.
Pendahuluan
Era moderen menuntut organisasi untuk mengelola
informasi dengan efisien, informasi merupakan
elemen kunci dalam mengambil keputusan dan
manajemen opreasional. Dalam konteks layanan
loket antrian pelanggan, menyimpan dan mengelola
data transaksi,nomor antrian dan data penting
lainnya menjadi krusial. Saat ini, layanan loket
sering kali masih bergantung pada sistem manual.
Penyimpanan data terpusat dan pencatatan transaksi
masih dilakukan secara tradisional, mengakibatkan
keterbatasan dalam efisiensi pencarian dan
manajemen informasi. Proses manual dapat
menyebabkan keterlambatan dan kebingungan
dalam pelayanan kepada pengguna.
Setiap hari PT. Lingkar Kabel Telekomunikasi harus
melayani Pelanggan kurang lebih sekitar 30-40
Orang yang ingin membayar tagihan internet
maupun menyampaikan keluhan. Sistem Loket
berbasis web menjadi solusi untuk mengatasi
kendala antrian manual yang memerlukan kertas
karcis antrian manual yang nomornya sering hilang.
50
Pratama dkk, Rancang Bangun Sistem Loket Antrian Pelanggan Di PT Lingkar Kabel Telekomunikasi
rekomendasi dari orang-orang terdekat dan pejabat
publik mendorong penggunaan aplikasi.
Facilitating Conditions (FC) memiliki pengaruh
yang signifikan terhadap penggunaan aplikasi.
Ketersediaan infrastruktur yang memadai dan
dukungan teknis membantu pengguna dalam
mengadopsi aplikasi antrian online.
Penelitian ini juga menemukan bahwa faktor
demografis seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat
pendidikan memoderasi pengaruh konstruk-konstruk
UTAUT terhadap niat penggunaan aplikasi .
Berdasarkan penelitianyang diteliti oleh [2]
dari Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer,
Universitas Sam Ratulangi dengan penelitiann yang
menggunakan metode black box testing. Dengan
penelitian yang bertema Aplikasi Antrian Berbasis
Web. Sistem antrian berbasis web menjadi semakin
penting dalam berbagai sektor untuk meningkatkan
efisiensi dan mengurangi waktu tunggu pelanggan.
Menurut Suryadi dan Wahyuni (2017), sistem
antrian yang dikelola secara digital dapat
memberikan manfaat signifikan dalam pengelolaan
sumber daya dan kepuasan pelanggan. Gerry Riko
Lengkong (2023) dari Teknik Informatika, Fakultas
Ilmu Komputer, Universitas Sam Ratulangi,
melakukan penelitian dengan fokus pada
pengembangan dan pengujian aplikasi antrian
berbasis web menggunakan metode black box
testing. Tujuan utama penelitian Lengkong (2023)
adalah untuk mengembangkan aplikasi antrian
berbasis web yang dapat meningkatkan efisiensi dan
efektivitas pengelolaan antrian. Selain itu, penelitian
ini bertujuan untuk:
Mengidentifikasi kebutuhan pengguna dalam sistem
antrian berbasis web.
Mengembangkan aplikasi antrian berbasis web yang
user-friendly dan dapat diakses dengan mudah.
Melakukan pengujian terhadap aplikasi
menggunakan metode black box testing untuk
memastikan fungsionalitas dan reliabilitas system.
Penelitian ini menggunakan metode black box
testing, yang merupakan teknik pengujian perangkat
lunak dengan memfokuskan pada keluaran (output)
dan fungsi aplikasi tanpa melihat kode internal.
Menurut Kadir (2013), metode ini efektif untuk
memeriksa fungsionalitas sistem sesuai dengan
spesifikasi yang telah ditentukan.
Proses
pengembangan dan pengujian dalam penelitian ini
melibatkan beberapa tahapan:
Analisis
Kebutuhan:
Mengumpulkan
dan
menganalisis kebutuhan pengguna melalui survei
dan wawancara.
Desain Sistem: Mendesain arsitektur sistem dan
antarmuka
pengguna
berdasarkan
analisis
kebutuhan.
Implementasi:
Mengembangkan
aplikasi
menggunakan teknologi web seperti HTML, CSS,
JavaScript, dan framework seperti Angular atau
React.
Pengujian Black Box: Melakukan pengujian dengan
berbagai skenario untuk memastikan semua fungsi
Tinjauan Pustaka
Berdasarkan penelitianyang diteliti oleh [1]
dari sistem informasi, dari Universi (...truncated)