Kajian Pengembangan Ekosistem IKM Tapis Lampung Melalui Penerapan Design Thinking

Artika, Jul 2024

Tapis adalah salah satu kerajinan kain Indonesia yang bernilai seni dan estetika tinggi dari wilayah Lampung. Industri kecil menengah (IKM) Tapis Lampung memiliki potensi besar sebagai sektor bisnis unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Para pelaku IKM Tapis Lampung menghadapi berbagai bidang permasalahan dalam menjalankan bisnis sehingga menghambat kelancaran dan kemajuan kegiatan usaha. Beberapa contoh permasalahan yang menjadi tantangan IKM Tapis Lampung dalam kegiatan bisnis antara lain keterbatasan akses pemasaran, permodalan, trasnformasi digital, regenerasi pelaku usaha, ketersedian bahan baku, dsb. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya upaya-upaya untuk mendukung pengembangan ekosistem bisnis IKM Tapis Lampung agar dapat memecahkan permasalahan serta meningkatkan kemajuan bidang tersebut. Penelitian ini bertujuan mengkaji permasalahan dan menemukan solusi untuk pengembangan ekosistem bisnis sehingga bisa menjadi salah satu rujukan dalam upaya memajukan IKM Tapis Lampung. Metode penelitian ini menggunakan Design Thigking yang terdiri dari lima tahap yaitu empahtise, define, ideate, prototype, test. Hasil penelitian berupa rancangan program kegiatan yang diklasifikasikan dalam sembilan dimensi ekosistem bisnis untuk menjadi solusi masalah-masalah yang dihadapi IKM Tapis Lampung serta meningkatkan kemajuan sektor tersebut.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/artika/article/download/805/346

Kajian Pengembangan Ekosistem IKM Tapis Lampung Melalui Penerapan Design Thinking

KAJIAN PENGEMBANGAN EKOSISTEM IKM TAPIS LAMPUNG MELALUI PENERAPAN DESIGN THINKING Hadi Kurniawan Institusi Seni Budaya Indonesia, Bandung1 Abstrak Tapis adalah salah satu kerajinan kain Indonesia yang bernilai seni dan estetika tinggi dari wilayah Lampung. Industri kecil menengah (IKM) Tapis Lampung memiliki potensi besar sebagai sektor bisnis unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Para pelaku IKM Tapis Lampung menghadapi berbagai bidang permasalahan dalam menjalankan bisnis sehingga menghambat kelancaran dan kemajuan kegiatan usaha. Beberapa contoh permasalahan yang menjadi tantangan IKM Tapis Lampung dalam kegiatan bisnis antara lain keterbatasan akses pemasaran, permodalan, trasnformasi digital, regenerasi pelaku usaha, ketersedian bahan baku, dsb. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya upaya-upaya untuk mendukung pengembangan ekosistem bisnis IKM Tapis Lampung agar dapat memecahkan permasalahan serta meningkatkan kemajuan bidang tersebut. Penelitian ini bertujuan mengkaji permasalahan dan menemukan solusi untuk pengembangan ekosistem bisnis sehingga bisa menjadi salah satu rujukan dalam upaya memajukan IKM Tapis Lampung. Metode penelitian ini menggunakan Design Thigking yang terdiri dari lima tahap yaitu empahtise, define, ideate, prototype, test. Hasil penelitian berupa rancangan program kegiatan yang diklasifikasikan dalam sembilan dimensi ekosistem bisnis untuk menjadi solusi masalah-masalah yang dihadapi IKM Tapis Lampung serta meningkatkan kemajuan sektor tersebut. Kata kunci: IKM Tapis Lampung, ekosistem bisnis, design thinking. Abstract Tapis is one of Indonesian textile craft that have high art and aesthetic value from Lampung region. Tapis Lampung small and medium industries (IKM) have great potential as a leading business sector to improve community welfare. The Tapis Lampung SMEs face many problems in running their business that can hamper the smoothness and progress business activities. Some problem examples that challenge SME Tapis Lampung in business activities are limited access to marketing, capital, digital transformation, regeneration of business actors, availability of raw materials, etc. Based on the matters, that are needed to many efforts to support the business Hadi Kurniawan, Institut Seni Indonesia Bandung, Bandung 23 ecosystem development of IKM Tapis Lampung so that it can solve problems and increase progress in this field. This research aims to examine problems and find solutions for developing the business ecosystem so that it can become a reference in efforts to advance IKM Tapis Lampung. This research method uses Design Thinking which consists of five stages, there are empahtise, define, ideate, prototype, test. The results of this research is the programs and activities design form that are classified into nine dimensions of business ecosystem to provide problems solutions that’s faced IKM Tapis Lampung and increase the economy progress of this sector. Key words: IKM Tapis Lampung, business ecosystem, design thinking PENDAHULUAN Tapis termasuk kerajinan tekstil yang menjadi kekayaan budaya wastra Nusantara berasal dari masyarkat Lampung. Kerajinan tradisional tersebut adalah kerajinan bernilai seni dan estetika tinggi yang diciptakan oleh para kriyawan dengan kreatifitas serta imajanasi berpadu teknik tradisional yang mengandalkan ketrampilan tangan, kesabaran dan kesungguhan dalam mewujudkan karya. Proses penciptaan karya Tapis yang memiliki tingkat intensitas tinggi tersebut membuat kerajinan ini memiliki nilai jual ekonomi yang relatif tinggi disbandingkan dengan produk modern yang diproduksi secara masal menggunakan teknologi mesin. Hal ini menunjukan bahwa kain Tapis memiliki potensi besar sebagai produk unggulan untuk sektor industri kreatif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu komponen penopang perekonomian di Indonesia adalah IKM. Komponen ini mengambil peran dalam dalam memperluas lapangan kerja, memberikan pelayanan ekonomi. Merujuk data survei Badan Pusat Statistika terdapat serapan tenaga kerja dengan jumlah 9,58 juta jiwa (atau 49,88 persen dibandingkan dengan pekerja sektor manufaktur) dari sektor industri mikro dan kecil pada tahun 2019 dan 48,22 persenya merupakan pekerja wanita (BPS, 2020). IKM secara luas mampu berperan untuk proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi serta mewujudkan stabilitas nasional. Hal tersebut bukan berarti menjadikan sektor ini sebagai komponen utama dalam perkonomian karena para pelaku IKM Tapis masih berkutat pada permasalahan – permasalahan utama seperti permodalan, kemampuan manajerial yang terbatas, 24 ARTIKA Vol.8,No.1, Juli (2024) ISSN 2355-8121, E-ISSN 2549-7251 keterbatasan teknologi, dan akses pasar, dll. Beberapa tantangan tersebut menjadi penghambat kelancaran kegiatan usahan dan kemajuan ekositem bisnis sehingga dibutuhkan upaya untuk mengatasi permasalahannya. Hasil penelitian dari Haratua dan Wijaya (2020), mengungkapkan bahwa ekosistem kewirausahaan dan bisnis di Indonesia perlu dikembangkan agar terjadi mutualisme antar para aktor dan faktor di dalamnya sehingga memberikan pertumbuhan positif siginifikan pada wirausaha baru di Indonesia. Konsep dan definisi dari ekosistem bisnis dan kewirausahaan adalah interaksi yang terjadi antara para pemangku kepentingan institusional dan individu sehingga dapat mendorong kewirausahaan, inovasi dan pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM) (Isenberg, 2011). Model dari ekosistem kewirausahaan sejatinya menitikberatkan keterkaitan antar aktor untuk dapat menghasilkan kewirausahaan yang produktif dan melahirkan wirausaha baru (Stam & Spigel, 2016). Berdasarkan hal tersebut penelitian ini berfokus pada mengkaji permasalahan dan menemukan solusi yang ada pada ekosistem bisnis IKM Tapis Lampung. Peneletian ini dilakukan untuk merancang program dan kegiatan berdasarkan fenomena yang menjadi hambatan dan kebutuhan untuk mendukung upaya kelancaran serta kemajuan usaha IKM Tapis Lampung. Harapannya melalui hasil penelitian ini bisa menjadi rujukan bagi para pelaku usaha dan pihak yang terkait dalam mengembangkan ekosistem bisnis IKM Tapis Lampung. KAJIAN TEORI IKM Tapis Lampung Wastra Tapis Lampung pada awalnya digunakan oleh masyarakat adat sebagai piranti pakaian untuk kebutuhan ritual adat dan budaya. Seiring perkembangan zaman, keindahan dari kain tradisional ini memiliki potensi yang sangat baik pada segi ekonomi. Kain ini memiliki nilai jual yang tinggi karena terkandung nilai seni dan estetika luar biasa. Melalui kreatifitas dan imajinasi para pelaku kerajinan ini melakukan inovasi yang menjadikan Tapis sebagai produk unggulan untuk kebutuhan sehari-hari. Berbagai varian produk berbahan kain Tapis sudah tersedia di pasar untuk memenuhi kebutuhan sandang masyarakat seperti kemeja, tas, topi maupun aksesoris lainnya. Proses pembuatan Tapis yang masih Hadi Kurniawan, Institut Seni Indonesia Bandung, Bandung 25 dilakukan secara tradisional s (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/artika/article/download/805/346
Article home page: https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/artika/article/view/805/346

Hadi Kurniawan. Kajian Pengembangan Ekosistem IKM Tapis Lampung Melalui Penerapan Design Thinking, Artika, 2024, pp. 23-35,