Perancangan Buku Ilustrasi Sebagai Sarana Edukasi dan Dukungan Sosial Terhadap Penderita Skizofrenia

Artika, Jul 2024

Gangguan kejiwaan dapat dapat dialami setiap orang dan mengakibatkan gangguan cara berpikir, merasa, perilaku dan interaksi. Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat yang bersifat kronis. dimana penderita mengalami kesulitan untuk membedakan antara realita dan delusi atau waham maupun halusinasi yang dialami. Saat ini masih banyak yang belum memahami tentang skizofrenia, sehingga memerlukan media untuk mengenalkan atau mengedukasi tentang skizofrenia. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan perancangan media edukasi akan pentingnya dukungan sosial terhadap penderita skizofrenia berupa buku ilustrasi yang ditujukan kepada kalangan remaja hingga dewasa. Tujuan karya ini adalah agar mereka sebagai orang terdekat dapat memahami apa itu skizofrenia dan bagaimana menanganinya. Proses perancangan dimulai dari riset data melalui wawancara dengan seorang psikiater. Selain itu juga melalui observasi terhadap salah satu penderita. Pengumpulan data sekunder didapatkan dari beberapa sumber seperti buku, jurnal dan artikel. Proses pembuatan karya dimulai dari penyusunan materi buku, desain karakter, sketsa, layout. Hingga dihasilkan karya berupa buku ilustrasi berisi 60 halaman sebagai media utama. Melalui perancangan buku ilustrasi ini diharapkan kalangan remaja dan dewasa dapat lebih memahami skizofrenia dan penangannanya, sehingga memberikan dampak positif bagi penderita untuk bisa berfungsi dengan baik dalam kehidupan.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/artika/article/download/858/348

Perancangan Buku Ilustrasi Sebagai Sarana Edukasi dan Dukungan Sosial Terhadap Penderita Skizofrenia

PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI SEBAGAI SARANA EDUKASI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP PENDERITA SKIZOFRENIA Swesti Anjampiana Bentri1, Benny Rahmawan Noviadji2, Samuel Indra Kristiawan3. Institut Informatika Indonesia, Surabaya1 Abstrak Gangguan kejiwaan dapat dapat dialami setiap orang dan mengakibatkan gangguan cara berpikir, merasa, perilaku dan interaksi. Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat yang bersifat kronis. dimana penderita mengalami kesulitan untuk membedakan antara realita dan delusi atau waham maupun halusinasi yang dialami. Saat ini masih banyak yang belum memahami tentang skizofrenia, sehingga memerlukan media untuk mengenalkan atau mengedukasi tentang skizofrenia. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan perancangan media edukasi akan pentingnya dukungan sosial terhadap penderita skizofrenia berupa buku ilustrasi yang ditujukan kepada kalangan remaja hingga dewasa. Tujuan karya ini adalah agar mereka sebagai orang terdekat dapat memahami apa itu skizofrenia dan bagaimana menanganinya. Proses perancangan dimulai dari riset data melalui wawancara dengan seorang psikiater. Selain itu juga melalui observasi terhadap salah satu penderita. Pengumpulan data sekunder didapatkan dari beberapa sumber seperti buku, jurnal dan artikel. Proses pembuatan karya dimulai dari penyusunan materi buku, desain karakter, sketsa, layout. Hingga dihasilkan karya berupa buku ilustrasi berisi 60 halaman sebagai media utama. Melalui perancangan buku ilustrasi ini diharapkan kalangan remaja dan dewasa dapat lebih memahami skizofrenia dan penangannanya, sehingga memberikan dampak positif bagi penderita untuk bisa berfungsi dengan baik dalam kehidupan. Kata kunci: Buku Ilustrasi, Edukasi, Gangguan Kejiwaan, Skizofrenia. Abstract Mental disorder can happen to anyone and affects the mind, emotion, behaviour and social interaction. Schizophrenia is a chronic and severe mental disorder, the patient has difficulty to differentiate between delusion and reality. Some people does not have the right understanding of schizophrenia so there is a needs to create a media for educational purpose. It is concluded to make an illustrated book to inform the importance of social support for them through illustrated 54 ARTIKA Vol.8,No.1, Juli (2024) ISSN 2355-8121, EISSN 2549-7251 book, aimed at teenager to adult. To make people especially that close to them have the right understanding about skizofrenia and how to treat them. Conduct data research through interviews with psychiatrist and observation of schizophrenia patient. The secondary data obtained from literacy sources. Started with writing the materials and divide it into different chapters, character design, sketch, layout process which resulted with a 60 pages illustrated book as primary media. We hope through this illustrated book people can get the right understanding of schizophrenia and how to treat it especialy for teenager and adult so they can participate to give the positive environtment that patient needs for their better life. Key words: Illustrated Schizophrenia Book, Education, Mental Disorder, PENDAHULUAN Kesehatan jiwa adalah dasar dari emosi, pikiran, komunikasi, pembelajaran, ketahanan dan harga diri seseorang. Kesehatan jiwa menjadi kunci bagi seseorang dalam menjalin suatu hubungan secara personal maupun lingkungan sosial. Setiap orang perlu memahami kondisi kejiwaan baik diri mereka sendiri maupun orang lain. Ganguan Jiwa merupakan sebuah kondisi dimana terdapat gangguan salah satu atau lebih fungsi jiwa yang ditandai dengan terganggunya emosi, proses berfikir,persepsi dan tingkah laku yang menimbulkan stres. (Ika Subekti Wulandari., 2022). Gangguan kejiwaan dapat mengganggu hubungan antara individu dengan individu lain maupun dengan masyarakat. Gangguan kejiwaan tidak memandang jenis kelamin, usia, lokasi geografis dan status sosial. Setiap orang dapat mengalaminya dan kondisi ini mengganggu cara berpikir, merasa, perilaku dan interaksi. Skizofrenia merupakan suatu ganguan jiwa berat yang bersifat kronis yang ditandai dengan ganguan komunikasi, gangguan realitas (halusinasi atau waham), efek tidak wajar atau tumpul, ganguan fungsi koknitif serta mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari (Windy Freska, 2022). Skizofrenia dapat dialami oleh siapapun tidak memandang ras maupun negara. Gejala yang dialami oleh penderita skizofrenia membuat mereka mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain. Seperti kerbanyakan gangguan lainnya, gangguan ini juga dapat bertambah baik maupun buruk, sehingga dapat memperngaruhi penderitanya untuk bersosialisasi. Swesti Anjampiana Bentri, Institut Informatika Indonesia, Surabaya 55 Menurut data Riskesdas (2018) menunjukan bahwa terdapat peningkatan angka kejadian jumlah penderita skizorenia sebanyak 7 per mil. Sedangkan untuk wilayah Jawa Timur menduduki angka 6 per mil. (Yunita et al., 2020). Banyaknya angka kenaikan ini menjadi penting untuk diperhatikan agar dapat menunjang kesembuhan dan menekan angka kenaikan dari penderita skizofrenia. Kekurangan pada aspek-aspek yang dialami oleh penderita memunculkan stigma negatif baik pada keluarga maupun lingkungan sosial. Stigma sikap negatif yang memberi label pada sekelompok orang dan berujung pada perilaku diskriminasi terhadap golongan tertentu. Hal ini pada umumnya disebabkan oleh pengalaman yang kurang, pemahaman yang keliru, serta prasangka buruk. Stigma terhadap skizofrenia menyebabkan penderita dijauhi, kurang dipahami atau dimengerti, kurang mendapat dukungan oleh keluarga dan lingkungan sosial terdekat sehingga penderita mengalami kesulitan dalam mendapat kesempatan memperoleh pekerjaan, memperoleh hak dalam bidang pendidikan, menggunakan fasilitas umum, mendapat pelayanan kesehatan atau medis, mencari tempat tinggal dan melakukan interaksi dan aktivitas sosial. Sehingga penderita kesulitan untuk mendapatkan perawatan yang memadai baik secara psikiatris maupun perawatan yang berupa dukungan sosial terutama dari pihak terdekat. Faktor lingkungan dapat meningkatkan resiko seseorang rentan menderita gangguan skizofrenia, yang bisa disebut sebagai stressor psikososial. Stressor Psikososial adalah keadaan atau peristiwa yang menyebabkan perubahan dalam kehidupan seseorang dan cenderung memaksa untuk beradaptasi. (Sitawati et al., 2022). Tidak semua orang dapat beradaptasi dengan baik dengan perubahan yang terjadi pada dirinya, dan itu dapat memicu seseorang mengidap skizofrenia. Hal ini menjelaskan bahwa tindakan menjauhi penderita skizorenia juga akan memperburuk keadaan mereka. Penderita cenderung memendam perasaan mereka, dan ketidak adaan orang terdekat untuk mendukungnya akan membuat pasien merasa semakin tersesat dan terjebak dalam kebingungan yang memperparah gangguan yang dideritanya. Upaya meningkatkan kualitas hidup penderita skizofrenia, pengobatan dan dukungan sosial sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat, sehingga diperlukan suatu media yang tepat, yaitu buku ilustrasi sebagai (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/artika/article/download/858/348
Article home page: https://ejournal.ikado.ac.id/index.php/artika/article/view/858/348

Bentri Swesti Anjampiana, Noviadji Benny Rahmawan, Kristiawan Samuel Indra. Perancangan Buku Ilustrasi Sebagai Sarana Edukasi dan Dukungan Sosial Terhadap Penderita Skizofrenia, Artika, 2024, pp. 54-68,