Variabel-Variabel Kunci dalam Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (KEK) Berkelanjutan Di Mandalika, Lombok Tengah, Indonesia

Jurnal Kepariwisataan (JK), Jul 2022

Pengembangan sebuah kawasan merupakan bentuk perpaduan kolaborasi yang melibatkan multi-pengambil kebijakan, dan berbagai bentuk kegiatan yang mengarah kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, serta pelestarian budaya dan lingkungan. Pariwisata dipercaya menjadi salah satu kegiatan yang dapat mempercepat pencapaian pembangunan berkelanjutan dalam sebuah kawasan, khususnya di daerah pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis pilihan-pilihan faktor pembangunan berkelanjutan dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah – Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober 2019 sampai Maret 2020. Data dikumpulkan dari wawancara dan diskusi berkelompok terfokus (FGD) dan kunjungan lapangan. MICMAC digunakan dalam menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberlanjutan KEK bidang pariwisata ini. Hasil penelitian menunjukkan terdapat delapan belas faktor yang berpengaruh terhadap keberlanjutan KEK Mandalika yang tercakup dalam dimensi ekonomi, sosial dan ekologi. Faktor-faktor tersebut dikelompokkan ke dalam empat kuadran pengaruh dan ketergantungan MICMAC, yaitu tujuh faktor sebagai faktor pendorong, enam faktor sebagai faktor relay, tiga faktor sebagai output, serta dua faktor sebagai otonom. Faktor investasi akan sangat memberikan pengaruh, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat lokal (income). Dua faktor potensial kunci dengan berdimensi lingkungan bagi pengelolaan KEK Pariwisata Mandalika di masa yang akan datang adalah pencemaran (polusi) dan ketersediaan air bersih (water).

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.poltekpar-nhi.ac.id/index.php/jk/article/download/327/189

Variabel-Variabel Kunci dalam Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (KEK) Berkelanjutan Di Mandalika, Lombok Tengah, Indonesia

Available online at: https://journal.stp-bandung.ac.id/index.php/jk Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan Volume 6 Nomor 1, 2022:16-30 DOI: 10.34013/jk.v6i1.327 Variabel-Variabel Kunci dalam Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (KEK) Berkelanjutan Di Mandalika, Lombok Tengah, Indonesia Lalu Suryade*1, Akhmad Fauzi2, Noer Azam Achsani3, Eva Anggraini4 1,2,3,4Institue Pertanian Bogor Email: Abstract Developing a sustainable region is an integrated feature of collaboration involving multistakeholders and various forms of activities streaming to increase the welfare of local people and to preserve local culture and the environment. Tourism is perceived to be one of accelerating activities in achieving the sustainable development of a certain region, especially in coastal areas. This research was aimed at analyzing the options of factors affecting the sustainable development of the Special Economic Zone (SEZ) of Mandalika at Central Lombok, Indonesia. Data were collected using interviews, focus group discussion (FGD) and field observation. MICMAC (matrix of cross impact) method was used to analyze the affecting factors for sustainable development of the SEZ. The results of current study indicate the sustainability of the SEZ are affected by 18 factors comprising of three dimensions like economic, social and, environmental. These factors are classified into four quadrants according to their influence and dependence of MICMAC such as eight factors in driving quadrant, six factors in relay quadrant, and three factors as output quadrant as well as two factors as autonomous quadrant. The factor of investment is potentially going to influence directly and indirectly the uplifting of local people income in the future. Two potential key factors with environmental dimension on managing the Mandalika SEZ in the future are the pollution and freshwater availability. Keywords: Tourism; MICMAC; sustainable development; Tourism Special Economic Zone. Abstrak Pengembangan sebuah kawasan merupakan bentuk perpaduan kolaborasi yang melibatkan multipengambil kebijakan, dan berbagai bentuk kegiatan yang mengarah kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, serta pelestarian budaya dan lingkungan. Pariwisata dipercaya menjadi salah satu kegiatan yang dapat mempercepat pencapaian pembangunan berkelanjutan dalam sebuah kawasan, khususnya di daerah pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis pilihanpilihan faktor pembangunan berkelanjutan dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah – Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober 2019 sampai Maret 2020. Data dikumpulkan dari wawancara dan diskusi berkelompok terfokus (FGD) dan kunjungan lapangan. MICMAC digunakan dalam menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberlanjutan KEK bidang pariwisata ini. Hasil penelitian menunjukkan terdapat delapan belas faktor yang berpengaruh terhadap keberlanjutan KEK Mandalika yang tercakup dalam dimensi ekonomi, sosial dan ekologi. Faktor-faktor tersebut dikelompokkan ke dalam empat kuadran pengaruh dan ketergantungan MICMAC, yaitu tujuh faktor sebagai faktor pendorong, enam faktor sebagai faktor relay, tiga faktor sebagai output, serta dua faktor sebagai otonom. Faktor investasi akan sangat memberikan pengaruh, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat lokal (income). Dua faktor potensial kunci dengan berdimensi lingkungan bagi pengelolaan KEK Pariwisata Mandalika di masa yang akan datang adalah pencemaran (polusi) dan ketersediaan air bersih (water). Kata Kunci: Pariwisata; Micmac; pembangunan berkelanjutan; Tourism Specific Economic Zone. A. PENDAHULUAN Pembangunan merupakan proses pengembangan kapasitas masyarakat dalam jangka panjang sehingga memerlukan perencanaan yang tepat dan akurat. Diperlukan partisipasi masyarakat dalam perencanaan, dalam kegiatan pembangunan, serta dalam menikmati hasil * Lalu Suryade Received: May 02, 2022; Revised: June 01, 2022; Accepted: July 07, 2022 Variabel-Variabel Kunci dalam Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (KEK) Berkelanjutan Di Mandalika, Lombok Tengah, Indonesia Lalu Suryade, Akhmad Fauzi, Noer Azam Achsani, Eva Anggraini pembangunan, khususnya pada tingkat lokal (Ashari, Wahyunadi, & Hailuddin, 2015). Pembangunan ekonomi lokal telah menjadi isu global. Konsep tersebut melibatkan tema yang berbeda, aktor yang terlibat, dan tidak adanya defenisi yang membantu memahami sintesis apa yang dimaksud dengan pembangunan ekonomi lokal. Terdapat empat sumbu di mana pembangunan ekonomi lokal bisa mulai dengan adanya perusahaan-perusahaan lokal, investasi ke dalam, infrastruktur, dan keterampilan tenaga kerja. Pariwisata merupakan tingkat pertama dari semua kegiatan ekonomi yang membantu daerah-daerah lokal untuk berkembang ke arah pengembangan tujuan wisata. Tujuan wisata mempunyai beberapa bentuk utama dalam pembangunan daerah (Padrana, 2013). Industri pariwisata memegang peranan besar dalam strategi pembangunan di banyak negara berkembang. Pariwisata yang dapat berkelanjutan bukan merupakan suatu bentuk pariwisata khusus atau terpisah; semua bentuk pariwisata harus berusaha untuk dapat menjadi lebih berkelanjutan. Konsep pembangunan yang dapat berkelanjutan telah diterima secara luas sebagai cara bagi masa depan yang lebih baik (Brakoj, 2014). Pembangunan pariwisata yang berkelanjutan harus mengikuti tiga prinsip yaitu keadilan, keberlanjutan, dan komunitas. Pembangunan berkelanjutan sistem pemerintah daerah untuk membangun dan meningkatkan kepositifan dan kesejahteraan masyarakat melalui pariwisata (Chili & Xulu, 2015). Kawasan ekonomi khusus (KEK) diartikan sebagai konsentrasi geografis terhadap perusahaan-perusahaan pada suatu daerah dengan batas wilayah tertentu. Defenisi umum mencakup variasi zona komersial tradisional berbeda yang mengandung beberapa karakteristik dasar penting yaitu wilayah KEK terbatas, mempunyai administrasi tunggal, menyediakan berbagai insentif fiskal (contohnya manfaat pajak), menawarkan zona khusus terpisah dengan kebijakan-kebijakan bebas-tugas, dan memberikan peraturan yuridiksi dan ekonomi liberal dari pada di luar zona tersebut. KEK secara khusus menyediakan infrastruktur yang lebih baik juga, umumnya dibangun pada basis kebijakan industri strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, yang melibatkan penawaran insentif untuk menarik para investor ke suatu lokasi tertentu (Zeng, 2012). Pada konteks Indonesia, KEK didefenisikan sebagai suatu zona dengan batasan tertentu dalam wilayah Indonesia yang bertujuan untuk melakukan fungsifungsi ekonomi dan memperoleh fasilitas khusus. Secara mendasar, zona ekonomi dikembangkan untuk menciptakan lingkungan kondusif untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan investasi, melakukan ekspor dan perdagangan bagi pertumbuhan ekonomi dan menjadi katalis reformasi ekonomi (Hazakis, 2014), Terletak di antara dua tujuan turis paling terkenal di Indonesia dan dunia yaitu (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.poltekpar-nhi.ac.id/index.php/jk/article/download/327/189
Article home page: https://journal.poltekpar-nhi.ac.id/index.php/jk/article/view/327/189

Lalu Suryade, Akhmad Fauzi, Noer Azan Achsani, Eva Anggraini. Variabel-Variabel Kunci dalam Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (KEK) Berkelanjutan Di Mandalika, Lombok Tengah, Indonesia, Jurnal Kepariwisataan (JK), 2022, pp. 16-30,