Inovasi Media Pembelajaran: Pelatihan Pengembangan Virtual Reality untuk Meningkatkan Immersive Learning

Sep 2024

This community service activity aims to provide training in the development and use of Virtual Reality (VR) technology for social studies teachers at SMA Negeri 4 Madiun. The training includes the presentation of VR concepts, guidance on 360-degree image capture, and VR content development. The training method consists of four stages: assessment to analyze the needs of the partners, preparation to design the program according to the needs, implementation of the program as the core activity, and evaluation to gather feedback from the partners. The results of the community service show that the training activities align with the objectives of the community service and have a positive impact based on the difference in pre-test and post-test scores for each indicator: basic understanding of VR (2.19), understanding how to obtain 360-degree images (2.07), understanding how to develop VR (1.94), ability to develop VR-based learning media (2.26), experience using VR-based media (2.07), and confidence in using VR-based learning media (1.88). The integration of theoretical and practical sessions provided teachers with both knowledge and hands-on experience. This training activity is expected to continue sustainably, with the school providing adequate infrastructure and receiving evaluations from teachers and students on the effectiveness, efficiency, and relevance of VR in the learning process.

Inovasi Media Pembelajaran: Pelatihan Pengembangan Virtual Reality untuk Meningkatkan Immersive Learning

Abdimas Universal 6 (2), (2024), 432-441 ABDIMAS UNIVERSAL http://abdimasuniversal.uniba-bpn.ac.id/index.php/abdimasuniversal DOI : https://doi.org/10.36277/abdimasuniversal.v6i2.520 Received: 31-07-2024 Accepted: 04-09-2024 Inovasi Media Pembelajaran: Pelatihan Pengembangan Virtual Reality untuk Meningkatkan Immersive Learning Diky Al Khalidy1*; Akbar Fatahillah Faqih1; Aizul Haswin1; Syamsul Bachri1; Sumarmi1; Sugeng Utaya1; Alfyananda Kurnia Putra1 1 Universitas Negeri Malang E-mail: 1* Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pengembangan dan penggunaan teknologi VR bagi guru bidang Sosial di SMA Negeri 4 Madiun. Pelatihan ini meliputi penyampaian materi tentang VR, pendampingan pengambilan gambar 360, dan pendampingan pengembangan VR. Metode pelatihan terdiri dari tahap asesmen untuk menganalisis kebutuhan mitra, tahap persiapan untuk mendesain program sesuai dengan kebutuhan mitra, tahap implementasi program sebagai kegiatan inti pengabdian kepada masyarakat, dan tahap evaluasi program untuk mengetahui umpan balik dari mitra. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan kegiatan pelatihan yang sesuai dengan tujuan pengabdian kepada masyarakat, serta memberikan dampak positif berdasarkan selisih pretest dan posttest setiap indikator, yaitu pemahaman dasar tentang VR (2,19), pemahaman cara memperoleh gambar 360 (2,07), pemahaman cara mengembangkan VR (1,94), kemampuan mengembangkan media pembelajaran berbasis VR (2,26), pengalaman tentang menggunakan media berbasis VR (2,07), dan kepercayaan diri dalam menggunakan media pembelajaran berbasis VR (1,88). Integrasi antara sesi teori dan sesi praktik memberikan pengetahuan serta pengalaman secara langsung kepada guru. Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat terlaksana secara berkelanjutan, penyediaan infrastruktur yang memadai dari pihak sekolah, serta evaluasi dari guru dan siswa tentang efektivitas, efisiensi, dan relevansi VR dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: virtual reality, pengabdian kepada masyarakat, pelatihan pengembangan vr Abstract This community service activity aims to provide training in the development and use of Virtual Reality (VR) technology for social studies teachers at SMA Negeri 4 Madiun. The training includes the presentation of VR concepts, guidance on 360-degree image capture, and VR content development. The training method consists of four stages: assessment to analyze the needs of the partners, preparation to design the program according to the needs, implementation of the program as the core activity, and evaluation to gather feedback from the partners. The results of the community service show that the training activities align with the objectives of the community service and have a positive impact based on the difference in pre-test and post-test scores for each indicator: basic understanding of VR (2.19), understanding how to obtain 360-degree images (2.07), understanding how to develop VR (1.94), ability to develop VR-based learning media (2.26), experience using VR-based media (2.07), and confidence in using VR-based learning media (1.88). The integration of theoretical and practical sessions provided teachers with both knowledge and hands-on experience. This training activity is expected to continue sustainably, with the school providing adequate infrastructure and receiving evaluations from teachers and students on the effectiveness, efficiency, and relevance of VR in the learning process. Keywords: virtual reality, community service, vr development training 1. Pendahuluan Perkembangan teknologi telah menjadi komponen vital dalam dunia pendidikan. Penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi, seperti serious game (Adisusilo & Soebandhi, 2021; Putra et al., 2023; Wulandari et al., 2023), metaverse (Marini et al., 2022), atau extended reality (Tegoan et al., 2021), tidak hanya membantu proses pembelajaran (Fatahillah et al., 2020; Wahyuningtiyas & Bachri, 2024), tetapi juga menciptakan dan memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan mendalam (Bachri et al., Volume 6, Nomor 2, 2024 ISSN 2657-1439 (Print), ISSN 2684-7043 (Online) 2023; Kustyarini et al., 2020). Integrasi teknologi juga memungkinkan guru untuk menyampaikan materi secara kreatif dan variatif, seperti multimedia interaktif, simulasi, atau gamifikasi, sehingga meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa (Insorio, 2024; Rahman et al., 2023; Utaya et al., 2023). Salah satu teknologi yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran adalah Virtual Reality (VR). VR adalah teknologi yang memungkinkan pengguna untuk merasakan dan berinteraksi dengan 432 | P a g e Abdimas Universal 6 (2), (2024), 432-441 lingkungan tiga dimensi. Lingkungan ini dihasilkan oleh komputer (Yeo et al., 2020) dan memiliki cakupan 360 derajat, sehingga dapat dilihat dari berbagai sisi (Anwar et al., 2020). Pengguna VR dapat menggunakan kacamata khusus, yaitu head-mounted display (HMD) yang menampilkan melalui lensa stereoskopik (Ren et al., 2023). Hasil lensa ini memberikan ilusi seolah-olah berada di lokasi sebenarnya atau imersif (Grasnick, 2021). Teknologi VR terus mengalami perkembangan, khususnya beberapa tahun terakhir, sehingga mulai diaplikasikan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan (Hamad & Jia, 2022). Sebagai media pembelajaran, VR memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan teknologi lainnya. VR mampu menciptakan lingkungan belajar yang realistis dan interaktif (Pirker & Dengel, 2021). Siswa dapat menjelajahi ruang virtual, misalnya tempat bersejarah, tanpa harus meninggalkan ruangan kelas (Yildirim et al., 2020). Siswa dapat berinteraksi dengan objek virtual, yang berkaitan dengan konten pembelajaran, sehingga meningkatkan pemahaman dan minat siswa (Bachri et al., 2024; Liu et al., 2020). Interaksi ini dapat memungkinkan siswa untuk belajar secara aktif dan mandiri (Madden et al., 2020; Silviariza et al., 2024). Salah satu keunggulan VR adalah mendukung pembelajaran imersif. Pembelajaran imersif merupakan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi tiga dimensi dalam memvisualisasikan lingkungan (Wei & Yuan, 2023), serta memungkinkan adanya interaksi dengan objek virtual (Zhan et al., 2020). Teknologi ini menciptakan pengalaman nyata, yang seolah-olah pengguna berada di lingkungan sebenarnya, meskipun secara fisik tidak berada di lokasi tersebut (Newman et al., 2022). Pembelajaran imersif dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa, karena dapat menunjukkan bukti konkret di lingkungan nyata (Mulders et al., 2020). Implementasi VR dalam pembelajaran memberikan berbagai dampak positif. Menurut McGovern et al. (2020), teknologi VR memungkinkan siswa untuk berinteraksi secara langsung dengan materi pelajaran dalam konteks yang lebih aplikatif dan nyata. Hal ini dapat meningkatkan keterlibatan belajar dan retensi jangka panjang siswa (AlGerafi et al., 2023). Penelitian lain juga menunjukkan bahwa penggunaan VR dapat meningkatkan k (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://abdimasuniversal.uniba-bpn.ac.id/index.php/abdimasuniversal/article/download/520/277
Article home page: https://abdimasuniversal.uniba-bpn.ac.id/index.php/abdimasuniversal/article/view/520/277

Khalidy Diky Al, Faqih Akbar Fatahillah, Aizul Haswin, Bachri Syamsul, Sumarmi Sumarmi, Utaya Sugeng, Putra Alfyananda Kurnia. Inovasi Media Pembelajaran: Pelatihan Pengembangan Virtual Reality untuk Meningkatkan Immersive Learning, 2024, pp. 432-441,