Rancang Bangun Mesin Reduktor Polutan Berbasis Sirkulasi Air
Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material
Rendi & Firman, Vol. 8, No. 2, November 2024, Hal: 129-135
e-ISSN: 2579-7433
Rancang Bangun Mesin Reduktor Polutan Berbasis Sirkulasi Air
1)
*Rendi, 2)Muhammad Firman
1,2)
Program Studi Teknik Mesin, Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin, Jl. Adyaksa No.02
Kayu Tangi , Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia
*Email:
Diterima: 01.09.2024, Disetujui: 24.09.2024, Diterbitkan: 11.10.2024
ABSTRACT
Environmental pollution, especially due to pollutants, is a problem that needs special attention. One
solution that can deal with this problem is to design and build a machine that can reduce pollutants.
This research aims to design and build a pollutant reduction machine with a water circulation system
as a reducer. This machine consists of three main components, a reducer tube, a water pump and a
blower. The test is carried out by measuring the levels of carbon monoxide (CO) and hydrocarbon (HC)
gas before and after passing through the reductor machine. The research results show that this machine
is able to reduce carbon monoxide (CO) levels from 6.1%-6.64% to 0.98%-1.18%, and hydrocarbon
(HC) levels from 714-756 ppm to 346-378 ppm.
Keywords: Pollutant reduction machine, carbon monoxide (CO) levels, hydrocarbon levels (HC)
ABSTRAK
Pencemaran lingkungan terutama akibat polutan adalah salah satu permasalahan yang perlu
mendapatkan perhatian khusus. Salah satu solusi yang bisa untuk menangani permasalahan tersebut
adalah merancang dan membangun sebuah mesin yang dapat mereduksi polutan. Penelitian ini bertujuan
untuk merancang dan membangun mesin reduktor polutan dengan sisitem sirkulasi air sebagai reduktor.
Mesin ini terdiri dari tiga komponen utama tabung reduktor, pompa air, dan blower. Pengujian dilakukan
dengan mengukur kadar gas karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) sebelum dan sesudah
melewati mesin reduktor. Hasil penelitian mengambarkan bahwa mesin ini mampu menurunkan kadar
karbon monoksida (CO) dari 6,1%-6,64% menjadi 0,98%-1,18%, dan kadar hidrokarbon (HC) dari 714756 ppm menjadi 346-378 ppm.
Kata kunci: mesin reduktor polutan, kadar CO, kadar HC
(Miller & Spoolman, 2021; Bakker & van der
Gaag, 2019).
Seiring dengan meningkatnya kesadaran
akan
pentingnya
menjaga
kelestarian
lingkungan, banyak peneliti mulai mencari
solusi untuk mengurangi kadar polutan di
lingkungan. Salah satu solusi yang banyak
diteliti dan dikembangkan adalah penggunaan
media sirkulasi air sebagai alat untuk mereduksi
polutan. Air sebagai medium memiliki berbagai
keunggulan dalam proses reduksi polutan. Air
dapat berfungsi sebagai penyerap partikel padat,
gas berbahaya melalui berbagai mekanisme fisik
dan kimia (Hoffmann & Lim, 2019; Sincero &
Sincero, 2003). Selain itu, air juga merupakan
sumber daya yang melimpah dan mudah
diakses, sehingga berpotensi besar untuk
digunakan dalam skala yang lebih luas (Gomes,
Silva, & Oliveira, 2018).
1. Pendahuluan
Di era moderan sekarang ini, pencemaran
lingkungan merupakan salah satu permasalahan
terbesar yang dihadapi oleh setiap umat
manusia. Pencemaran lingkungan terjadi karena
adanya beberapa faktor diantaranya adalah
karena
perkembangan
industri
dan
perkembangan transportasi yang semakin pesat.
Perkembangan industri dan transportasi yang
semakin pesat ini menyebabkan emisi polutan
ke lingkungan semakin meningkat. Polutan
adalah zat atau bahan yang mencemari
lingkungan. Polutan dapat berupa gas, partikel
padat, cairan, atau bentuk energi seperti radiasi
yang dapat menimbulkan dampak negatif
terhadap kesehatan. Polutan ini dapat berasal
dari berbagai sumber, termasuk asap kendaraan
bermotor, emisi pabrik, pembakaran sampah,
serta penggunaan bahan kimia berbahaya.
-129-
Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material
Rendi & Firman, Vol. 8, No. 2, November 2024, Hal: 129-135
Beberapa penelitian sebelumnya telah
memanfaatkan air sebagai reduktor polutan
dilakukan oleh Gomes, Silva, & Oliveira (2018)
dalam penelitian mengeksplorasi penggunaan
air sebagai media penyerap dalam pengolahan
polutan udara di lingkungan industri. Studi ini
menunjukkan bahwa air efektif dalam
menangkap dan mengurangi konsentrasi gas-gas
berbahaya seperti sulfur dioksida (SO₂) dan
nitrogen oksida (NOx), serta partikel-partikel
halus yang dihasilkan oleh proses industri.
Hasilnya, penurunan yang signifikan dalam
emisi polutan tercapai dengan penerapan sistem
sirkulasi air. Kemudian dilakukan oleh Zhu,
Chen, & Wei (2016) membahas efisiensi
sirkulasi air dalam mengurangi polutan udara di
lingkungan perkotaan. Studi ini meneliti sistem
sirkulasi air yang dirancang untuk menyerap
partikel polutan yang tersebar di udara akibat
aktivitas transportasi. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa sistem sirkulasi air mampu
menurunkan
konsentrasi
partikel-partikel
berbahaya secara signifikan, terutama di daerahdaerah dengan tingkat polusi yang tinggi.
Kemudian dilakukan oleh Hoffmann & Lim
(2019) meneliti integrasi antara teknologi filtrasi
dengan sirkulasi air dalam pengolahan polutan.
Studi ini berfokus pada pengembangan sistem
filtrasi yang dapat diintegrasikan dengan aliran
sirkulasi air untuk menangkap berbagai jenis
polutan, baik gas maupun partikel padat. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kombinasi
teknologi ini dapat meningkatkan efektivitas
pengolahan polutan, dengan hasil yang lebih
efisien dibandingkan metode konvensional.
Kemudian oleh Kumar & Mohan (2020)
membahas penerapan sistem sirkulasi air untuk
mengurangi polutan di lingkungan industri.
Penelitian ini menguji berbagai parameter,
seperti kecepatan aliran air, jenis media filtrasi,
dan konsentrasi polutan, untuk menentukan
konfigurasi terbaik dalam pengolahan polutan.
Hasilnya menunjukkan bahwa sistem ini tidak
hanya efektif dalam menurunkan tingkat
polutan, tetapi juga dapat diadaptasi untuk
berbagai jenis industri. Kemudian oleh Alam &
Hashim (2016) meneliti desain dan optimasi
sistem sirkulasi air yang digunakan untuk
mengurangi polutan udara di perkotaan.
Penelitian ini mengembangkan model simulasi
untuk memprediksi aliran dan penyebaran
polutan dalam sistem sirkulasi air. Hasil
simulasi menunjukkan bahwa optimasi desain,
seperti penyesuaian kecepatan aliran dan tipe
media penyerap, dapat meningkatkan efisiensi
e-ISSN: 2579-7433
sistem secara keseluruhan. Kemudian oleh
Snyder & Trenholm (2021) mengkaji aspek
keberlanjutan dari penggunaan sistem sirkulasi
air dalam pengolahan polutan. Penelitian ini
menekankan pentingnya efisiensi energi dan
minimisasi penggunaan air dalam sistem
tersebut. Hasil studi ini menunjukkan bahwa
dengan menggunakan teknologi hemat energi
dan sistem kontrol otomatis, dampak
lingkungan dari operasi sistem ini dapat ditekan
seminimal mungkin.
Pemanfaatan gerakan air sebagai reduktor
dalam sistem filtrasi polutan ini dimaksudkan
untuk memanfaatkan potensi air dalam
mengurangi kadar polutan. Alat ini dirancang
dengan prinsip kerja yang sederhana di mana air
digunakan sebagai media utama untuk
menangkap polutan melalui proses sirkulasi (...truncated)