Efisiensi Termal Cross Section Double Drum Water Tube Boiler Pengaruh Rasio Udara Bahan Bakar Solar Berbasis Water Level Control (AM61-F) Pada Produksi Saturated Steam Proses Kontinyu
Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material
Mainur Aini, Tahdid, Yunanto & Erlinawati, Vol. 8, No. 2, November 2024: Hal. 113-122
e-ISSN: 2579-7433
Efisiensi Termal Cross Section Double Drum Water Tube Boiler Pengaruh
Rasio Udara Bahan Bakar Solar Berbasis Water Level Control (AM61-F)
pada Produksi Saturated Steam Proses Kontinyu
1)
*Tiesyah Mainur Aini, 2)*Tahdid, 3)Isnandar Yunanto, 4)Erlinawati
Program Studi Teknik Energi/Teknik Kimia, Politeknik Negeri Sriwijaya
Jl. Srijaya Negara Bukit Besar, Palembang, Indonesia Telp. 0711-353414 Fax. 0711-355918
*Email: 1); 2)
Diterima: 02.09.2024, Disetujui: 11.09.2024, Diterbitkan: 07.10.2024
(1,2,3,4)
ABSTRACT
A Boiler is a type of closed vessel that transfers heat energy from the combustion process to water until
it becomes hot steam (steam). To produce good steam, the Boiler must be reliable in its heat transfer
system, mass transfer system and hydrodynamic system. This will also have an impact on cost, thermal
efficiency and the environment. In order to produce steam, good combustion and proper water level
regulation are required. Combustion is an exothermic reaction that takes place very quickly, which
releases energy in the form of heat and flame and is able to spread heat through a medium. In order for
combustion to occur optimally, it must pay attention to the value of the Air Fuel Ratio (AFR). The
regulation of the water level also affects the steam produced. This study studies the variables of air fuel
ratios (Air Fuel Ratio) 16, 18, 20, 22 and 24 as well as water level levels of 20%, 30%, 40%, 50% and
60%. From this study, a flame temperature value of 685.9°C was obtained with a thermal efficiency of
69,61% Specific Fuel Consumption 0,0000339 kg/kJ which is in the 4th experiment, namely Air Fuel
Ratio 22 and Water Level 50% with optimal combustion and steam production results.
Keywords: Boiler, Saturated Steam, Air Fuel Ratio, Water Level, Energy, Thermal Efficiency, Specific
Fuel Consumption.
ABSTRAK
Boiler merupakan sejenis bejana tertutup yang mentransfer energi panas dari proses pembakaran ke air
hingga menjadi uap panas (steam). Untuk menghasilkan steam yang baik, Boiler harus handal dalam
sistem perpindahan panas, sistem perpindahan massa serta sistem hydrodinamika nya. Hal ini pula akan
berdampak kepada biaya, efisiensi termal dan lingkungan. Agar dapat menghasilkan steam diperlukan
pembakaran yang baik dan pengaturan level air yang tepat. Pembakaran merupakan reaksi eksotermis
yang berlangsung sangat cepat, yang membebaskan energi berupa panas dan nyala api serta mampu
menyebarkan panas melalui suatu media. Agar pembakaran terjadi dengan optimal maka harus
memperhatikan nilai rasio udara bahan bakar atau Air Fuel Ratio (AFR). Pengaturan terhadap level air
juga berpengaruh terhadap steam yang dihasilkan. Penelitian ini mempelajari variable rasio udara bahan
bakar solar (Air Fuel Ratio) 16, 18, 20, 22 dan 24 serta level ketinggian air 20%, 30%, 40%, 50% dan
60%. Dari penelitian ini didapatkan nilai flame temperature 685,9°C dengan efisiensi termal sebesar
69,61% dan nilai Spesific Fuel Consumption 0,0000339 kg/kJ yang berada pada percobaan ke-4 yaitu
Air Fuel Ratio 22 dan Level Ketinggian Air 50% dengan hasil pembakaran dan produksi steam yang
optimal.
Kata kunci: Boiler, Saturated Steam, Air Fuel Ratio, Level Ketinggian Air, Flame Temperature,
Efisiensi Termal, Spesific Fuel Consumption.
I.
mendukung berbagai proses di industri-industri
besar maupun industri kecil rumahan.
Pendahuluan
Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi membawa banyak sekali dampak
positif dibidang industri maupun kehidupan
sehari-hari. Kehidupan manusia sudah tidak
dapat terlepas lagi dari peranan penting industri
yang didukung oleh kemajuan pada mesinmesin konversi energi. Boiler merupakan salah
satu mesin konversi yang sangat penting dalam
Boiler atau ketel uap merupakan sejenis
bejana tertutup yang mentransfer energi panas
dari proses pembakaran ke air hingga menjadi
uap panas (steam). Uap panas tekanan tinggi
kemudian digunakan untuk keperluan suatu
proses yang paling dibutuhkan dari hampir
semua sektor industri (Manggala et al., 2021).
-113-
Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material
Mainur Aini, Tahdid, Yunanto & Erlinawati, Vol. 8, No. 2, November 2024: Hal. 113-122
Penggunaan Boiler pada industri manufaktur
memegang peranan yang penting dalam
penyempurnaan proses produksi, Boiler dapat
menghasilkan energi yang dapat digunakan
untuk mengalirkan panas dalam bentuk energi
kalor ke suatu proses (Zakiyudin dalam Aisyah,
2021). Pada industri pembangkit listrik, uap
digunakan untuk menggerakkan turbin dan
menyediakan tenaga mekanik (Yunianto et al.,
2022).
Menurut (Ningsih et al., 2021) Cross
Section Tube berarti bahwa pipa tersusun secara
melintang terhadap Steam Drum agar dapat
memperluas area Tube sehinggga luas area pada
saat perpindahan panas di Boiler ini dapat
menjadi lebih besar dengan menggunakan
kemiringan 65° dengan tujuan agar pada saat
proses perpindahan panas pada Boiler
berlangsung dengan optimal dan dapat
meningkatkan efisiensi termal pada Boiler.
Keunggulan utama dari Boiler ini adalah
distribusi panas yang merata dari Water Tube ke
Steam Drum (Alidina, Arga et al., 2022).
e-ISSN: 2579-7433
Sistem perpindahan panas yang baik akan
sangat tergantung dari sistem hidrodinamika
yang ditawarkan pada daerah ruang bakar
sebagai tempat disusunnya tubing yang
digunakan pada ruang bakar. Dimana sistem
perpindahan panas tersebut terjadi pada tiga
tahap penting berupa proses perpindahan panas
secara radiasi, konduksi dan konveksi. Pada
Boiler perpindahan panas secara radiasi adalah
perpindahan panas yang terjadi saat dinding
luar tubing menerima panas reaksi dari hasil
pembakaran pada ruang bakar, perpindahan
panas konduksi adalah saat kalor yang di terima
dinding luar tubing menembus hingga ke
dinding bagian dalam tubing, sedangkan
perpindahan panas konveksi terjadi saat kalor
yang dibawa ke dinding bagian dalam tubing
dialirkan ke fluida air di dalam tubing.
Proses pembakaran pada ruang bakar
terjadi saat sumber panas, udara dan bahan
bakar di suplai ke Burner. Untuk mencapai
pembakaran yang optimal maka dibutuhkan
perbandingan antara udara dan bahan bakar
yang tepat atau biasanya disebut dengan AFR
(Air Fuel Ratio). AFR bertujuan untuk
menghasilkan suatu pembakaran yang
sempurna (Ayuni dkk., 2021).
Boiler memiliki banyak komponen atau
peralatan yang apabila pada salah satu
komponen atau peralatan tersebut mengalami
gangguan atau kegagalan kinerja, maka akan
mempengaruhi kinerja secara keseluruhan atau
sistem (Pamungkas dkk., 2020). Banyak sekali
faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi atau
kinerja Boiler, antara lain adalah kualitas bahan
bakar, jenis Boiler serta konfigurasi dari
performa peralatan bantu (Auxiliary) yang
menunjang kinerja Boiler (Mohamad &
Subagyo, 2020). Kinerja Boiler dapat dilihat
dari kualitas steam yang dihasilkan dengan
melihat tingkat kondisi operasi (tekanan dan
temperatur) (...truncated)