Uji Kinerja Mesin Pemotong Adonan Kerupuk Otomatis dengan Pengaturan Ketebalan Potongan

Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material, Oct 2024

The main problem cracker businesses face is the process of cutting cracker dough. Cutting crackers is currently done using a simple cutting tool, but the disadvantages are low cutting capacity, requiring much energy in operation, and low uniformity of cut results. An effort to overcome these problems is to conduct research by developing a cracker dough-cutting machine. The purpose of this research was to test the performance of an automatic cracker dough cutting machine. The independent variables are dough container motion and piece thickness, while the independent variables are piece capacity, piece uniformity, and percentage of damaged pieces. The dough container motion was varied into four treatments, namely 15, 17, 20, and 24 movements/minute. The dough piece thickness was varied into three 1, 2, and 3 mm treatments. Increasing the dough container movement per minute can significantly increase the capacity and percentage of piece damage. The largest capacity was achieved in treating 2 mm thick pieces with 24 dough container movements/minute, resulting in 2,004 pieces/hour. The uniformity of the best-cut results in the 3 mm thick cut with a value of 92.84%. The smallest percentage of piece damage is obtained in the treatment of 1 mm thick pieces with a dough container motion of 15 movements/minute, resulting in a damage percentage of 15.91%.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.up45.ac.id/index.php/Jurnal_ENGINE/article/download/1934/1182

Uji Kinerja Mesin Pemotong Adonan Kerupuk Otomatis dengan Pengaturan Ketebalan Potongan

Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material e-ISSN: 2579-7433 Fahrizal B.N., Nopriandy & Suhendra, Vol. 8, No. 2, November 2024, Hal:144-151 Uji Kinerja Mesin Pemotong Adonan Kerupuk Otomatis dengan Pengaturan Ketebalan Potongan 1) Irma Fahrizal B.N., 2)Feby Nopriandy, 3*)Suhendra Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Sambas, Jl. Raya Sejangkung, Sambas, Kalimantan Barat, Indonesia *Email: Diterima: 12.09.2024, Disetujui: 13.10.2024 Diterbitkan: 16.10.2024 (1,2,3) ABSTRACT The main problem cracker businesses face is the process of cutting cracker dough. Cutting crackers is currently done using a simple cutting tool, but the disadvantages are low cutting capacity, requiring much energy in operation, and low uniformity of cut results. An effort to overcome these problems is to conduct research by developing a cracker dough-cutting machine. The purpose of this research was to test the performance of an automatic cracker dough cutting machine. The independent variables are dough container motion and piece thickness, while the independent variables are piece capacity, piece uniformity, and percentage of damaged pieces. The dough container motion was varied into four treatments, namely 15, 17, 20, and 24 movements/minute. The dough piece thickness was varied into three 1, 2, and 3 mm treatments. Increasing the dough container movement per minute can significantly increase the capacity and percentage of piece damage. The largest capacity was achieved in treating 2 mm thick pieces with 24 dough container movements/minute, resulting in 2,004 pieces/hour. The uniformity of the best-cut results in the 3 mm thick cut with a value of 92.84%. The smallest percentage of piece damage is obtained in the treatment of 1 mm thick pieces with a dough container motion of 15 movements/minute, resulting in a damage percentage of 15.91%. Keywords: automatic, crackers, cutting machine, performance test ABSTRAK Permasalahan utama yang dihadapi pelaku usaha kerupuk adalah proses pemotongan adonan kerupuk. Pemotongan kerupuk saat ini dilakukan menggunakan alat potong sederhana dengan kelemahan yaitu kapasitas pemotongan rendah, memerlukan tenaga yang besar dalam pengoperasiaanya serta keseragaman hasil potongan yang rendah. Upaya untuk mengatasi permasalah tersebut adalah dengan melakukan penelitian berupa pengembangan mesin pemotong adonan kerupuk. Tujuan penelitian ini adalah melakukan uji kinerja mesin pemotong adonan kerupuk otomatis. Variabel bebas penelitian adalah gerak wadah adonan dan ketebalan potongan, sedangkan variabel tak bebas adalah kapasitas potongan, tingkat keseragaman potongan, dan persentase potongan rusak. Gerak wadah adonan divariasikan menjadi 4 perlakuan yaitu 15, 17, 20, dan 24 gerakan/menit. Ketebalan potongan adonan divariasikan menjadi 3 perlakuan yaitu 1, 2 dan 3 mm. Peningkatan gerakan wadah adonan per menit secara signifikan dapat meningkatkan kapasitas dan persentase kerusakan potongan. Kapasitas terbesar dicapai pada perlakuan tebal potongan 2 mm dengan gerak wadah adonan 24 gerakan/menit menghasilkan 2.004 potongan/jam. Keseragaman hasil potongan terbaik pada tebal potongan 3 mm dengan nilai 92,84%. Persentase kerusakan potongan terkecil diperoleh pada perlakuan tebal potongan 1 mm dengan gerak wadah adonan 15 gerakan/menit menghasilkan persentase kerusakan sebesar 15,91%. Kata Kunci: kerupuk, mesin pemotong, otomatis, uji kinerja I. (Pratamajaya dan Istiqlaliyah, 2023). Berbagai bentuk dan jenis produk kerupuk telah banyak beredar di pasaran. Kerupuk yang beredar umumnya diproduksi oleh badan usaha dalam bentuk UMKM. Keberadaan UMKM ini sangat membantu Pemerintah dalam upaya Pendahuluan Kerupuk merupakan jenis makanan terbuat dari adonan tepung yang dicampur berbagai bahan lain, memiliki kandungan pati tinggi dan umumnya dijadikan makanan ringan -144- Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material e-ISSN: 2579-7433 Fahrizal B.N., Nopriandy & Suhendra, Vol. 8, No. 2, November 2024, Hal:144-151 mengembangkan ekonomi kerakyatan. Industri kerupuk memberikan kesempatan kerja bagi banyak orang, serta memberikan nilai tambah bagi setiap orang yang terlibat dalam industri tersebut. kerupuk yang keras. Pengembangan teknik pemotongan adonan kerupuk secara mekanis sangat diperlukan oleh UMKM atau produsen kerupuk agar permasalahan pemotongan kerupuk bisa teratasi. Kerupuk yang siap konsumsi harus melalui proses produksi yang cukup panjang. Berbagai tahapan harus dilakukan agar kerupuk yang dihasilkan berkualitas dan memiliki ukuran seragam agar dapat diterima konsumen. Berbagai UMKM saat ini masih menerapkan peralatan sederhana dalam proses produksi. Hal ini berdampak terhadap rendahnya kapasitas produksi dan tingkat keseragaman ukuran. Berdasarkan hasil analisis di lapangan, permasalahan utama dalam proses produksi kerupuk terdapat pada tahap pemotongan adonan kerupuk. Hasil pengamatan Cavillo dan Harpriadi (2022), proses pemotongan manual hanya dapat menghasilkan 15-25 potongan dalam waktu 1 menit. UMKM yang memproduksi kerupuk dengan mengandalkan peralatan sederhana umumnya kesulitan meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan konsumen sesuai dengan jumlah, kualitas, serta yang ditentukan (Sudarso dkk., 2022). Gambar 1. Peralatan potongan manual adonan kerupuk Beberapa penelitian tentang mekanisasi pemotongan adonan kerupuk telah banyak dilakukan. Mesin yang telah dirancang antara lain rancangan mesin pemotong kerupuk yang bersifat getas (Ismarini dkk., 2022), perancangan lain adalah alat pemotong kerupuk otomatis kapasitas 60 kg/jam (Hidayat dan Tamjidillah, 2022), dan perancangan pemotong kerupuk pada unit usaha Multisari (Cavillo and Harpriadi, 2022). Penelitian tersebut baru pada tahap perancangan atau pembuatan, dan belum dilakukan uji kinerja pada mesin. Penelitian lainnya adalah rancang bangun mesin penggiling sekaligus pemotong adonan kerupuk ikan dengan mekanisme gearbox (Fibrianie dkk., 2018), dengan kapasitas potongan sebesar 5,10 jam/kg. Rancang bangun mesin pemotong kerupuk ikan haruan otomatis (Hartadi dkk., 2020) yang memiliki kapasitas pemotongan 15 kg/jam. Rancang bangun mesin pemotong untuk kerupuk jengkol (Sugiyanto dan Trisnowati, 2018), mampu menghasilkan kapasitas pemotongan 5 kg/10 menit. Rancang bangun mesin pengiris tempe semiotomatis (Utomo dan Nurlaila, 2021), namun hasilnya belum optimal untuk memotong tempe. Mesin perajang adonan kerupuk dengan pemotongan translasi (Failasuf dkk., 2023), dengan hasil pengujian diperoleh rata-rata 249 rajangan dalam waktu 1 menit 19 detik, 185 hasil rajangan baik dan 64 hasil rajangan rusak. Mesin pemotong serbaguna untuk kerupuk (Rasyid dkk., 2022), menghasilkan kapasitas pemotongan kerupuk sebesar 1,065 gr/detik. Penelitian tersebut sudah dilakukan pengujian pada mesin namun hasil pemotongan masih belum optimal, tingkat keberhasilan potongan rendah dan kapasitas pemotongan masih kecil. Berdasarkan penjelasan salah satu UMKM produksi kerupuk terigu di Kabupaten Sambas, permasalahan (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.up45.ac.id/index.php/Jurnal_ENGINE/article/download/1934/1182
Article home page: https://ejournal.up45.ac.id/index.php/Jurnal_ENGINE/article/view/1934/1182

Irma Fahrizal, Feby Nopriandy, Suhendra. Uji Kinerja Mesin Pemotong Adonan Kerupuk Otomatis dengan Pengaturan Ketebalan Potongan, Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material, 2024, pp. 145-151,