Uji Kinerja Mesin Pemotong Adonan Kerupuk Otomatis dengan Pengaturan Ketebalan Potongan
Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material
e-ISSN: 2579-7433
Fahrizal B.N., Nopriandy & Suhendra, Vol. 8, No. 2, November 2024, Hal:144-151
Uji Kinerja Mesin Pemotong Adonan Kerupuk Otomatis dengan
Pengaturan Ketebalan Potongan
1)
Irma Fahrizal B.N., 2)Feby Nopriandy, 3*)Suhendra
Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Sambas, Jl. Raya Sejangkung, Sambas,
Kalimantan Barat, Indonesia
*Email:
Diterima: 12.09.2024, Disetujui: 13.10.2024 Diterbitkan: 16.10.2024
(1,2,3)
ABSTRACT
The main problem cracker businesses face is the process of cutting cracker dough. Cutting crackers is
currently done using a simple cutting tool, but the disadvantages are low cutting capacity, requiring
much energy in operation, and low uniformity of cut results. An effort to overcome these problems is to
conduct research by developing a cracker dough-cutting machine. The purpose of this research was to
test the performance of an automatic cracker dough cutting machine. The independent variables are
dough container motion and piece thickness, while the independent variables are piece capacity, piece
uniformity, and percentage of damaged pieces. The dough container motion was varied into four
treatments, namely 15, 17, 20, and 24 movements/minute. The dough piece thickness was varied into
three 1, 2, and 3 mm treatments. Increasing the dough container movement per minute can significantly
increase the capacity and percentage of piece damage. The largest capacity was achieved in treating 2
mm thick pieces with 24 dough container movements/minute, resulting in 2,004 pieces/hour. The
uniformity of the best-cut results in the 3 mm thick cut with a value of 92.84%. The smallest percentage
of piece damage is obtained in the treatment of 1 mm thick pieces with a dough container motion of 15
movements/minute, resulting in a damage percentage of 15.91%.
Keywords: automatic, crackers, cutting machine, performance test
ABSTRAK
Permasalahan utama yang dihadapi pelaku usaha kerupuk adalah proses pemotongan adonan kerupuk.
Pemotongan kerupuk saat ini dilakukan menggunakan alat potong sederhana dengan kelemahan yaitu
kapasitas pemotongan rendah, memerlukan tenaga yang besar dalam pengoperasiaanya serta
keseragaman hasil potongan yang rendah. Upaya untuk mengatasi permasalah tersebut adalah dengan
melakukan penelitian berupa pengembangan mesin pemotong adonan kerupuk. Tujuan penelitian ini
adalah melakukan uji kinerja mesin pemotong adonan kerupuk otomatis. Variabel bebas penelitian
adalah gerak wadah adonan dan ketebalan potongan, sedangkan variabel tak bebas adalah kapasitas
potongan, tingkat keseragaman potongan, dan persentase potongan rusak. Gerak wadah adonan
divariasikan menjadi 4 perlakuan yaitu 15, 17, 20, dan 24 gerakan/menit. Ketebalan potongan adonan
divariasikan menjadi 3 perlakuan yaitu 1, 2 dan 3 mm. Peningkatan gerakan wadah adonan per menit
secara signifikan dapat meningkatkan kapasitas dan persentase kerusakan potongan. Kapasitas terbesar
dicapai pada perlakuan tebal potongan 2 mm dengan gerak wadah adonan 24 gerakan/menit
menghasilkan 2.004 potongan/jam. Keseragaman hasil potongan terbaik pada tebal potongan 3 mm
dengan nilai 92,84%. Persentase kerusakan potongan terkecil diperoleh pada perlakuan tebal potongan
1 mm dengan gerak wadah adonan 15 gerakan/menit menghasilkan persentase kerusakan sebesar
15,91%.
Kata Kunci: kerupuk, mesin pemotong, otomatis, uji kinerja
I.
(Pratamajaya dan Istiqlaliyah, 2023). Berbagai
bentuk dan jenis produk kerupuk telah banyak
beredar di pasaran. Kerupuk yang beredar
umumnya diproduksi oleh badan usaha dalam
bentuk UMKM. Keberadaan UMKM ini sangat
membantu
Pemerintah
dalam
upaya
Pendahuluan
Kerupuk merupakan jenis makanan terbuat
dari adonan tepung yang dicampur berbagai
bahan lain, memiliki kandungan pati tinggi dan
umumnya
dijadikan
makanan
ringan
-144-
Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material
e-ISSN: 2579-7433
Fahrizal B.N., Nopriandy & Suhendra, Vol. 8, No. 2, November 2024, Hal:144-151
mengembangkan ekonomi kerakyatan. Industri
kerupuk memberikan kesempatan kerja bagi
banyak orang, serta memberikan nilai tambah
bagi setiap orang yang terlibat dalam industri
tersebut.
kerupuk yang keras. Pengembangan teknik
pemotongan adonan kerupuk secara mekanis
sangat diperlukan oleh UMKM atau produsen
kerupuk agar permasalahan pemotongan
kerupuk bisa teratasi.
Kerupuk yang siap konsumsi harus melalui
proses produksi yang cukup panjang. Berbagai
tahapan harus dilakukan agar kerupuk yang
dihasilkan berkualitas dan memiliki ukuran
seragam agar dapat diterima konsumen.
Berbagai UMKM saat ini masih menerapkan
peralatan sederhana dalam proses produksi. Hal
ini berdampak terhadap rendahnya kapasitas
produksi dan tingkat keseragaman ukuran.
Berdasarkan hasil analisis di lapangan,
permasalahan utama dalam proses produksi
kerupuk terdapat pada tahap pemotongan
adonan kerupuk. Hasil pengamatan Cavillo dan
Harpriadi (2022), proses pemotongan manual
hanya dapat menghasilkan 15-25 potongan
dalam waktu 1 menit. UMKM yang
memproduksi kerupuk dengan mengandalkan
peralatan sederhana umumnya kesulitan
meningkatkan produksi untuk memenuhi
permintaan konsumen sesuai dengan jumlah,
kualitas, serta yang ditentukan (Sudarso dkk.,
2022).
Gambar 1. Peralatan potongan manual adonan
kerupuk
Beberapa penelitian tentang mekanisasi
pemotongan adonan kerupuk telah banyak
dilakukan. Mesin yang telah dirancang antara
lain rancangan mesin pemotong kerupuk yang
bersifat getas (Ismarini dkk., 2022),
perancangan lain adalah alat pemotong kerupuk
otomatis kapasitas 60 kg/jam (Hidayat dan
Tamjidillah, 2022), dan perancangan pemotong
kerupuk pada unit usaha Multisari (Cavillo and
Harpriadi, 2022). Penelitian tersebut baru pada
tahap perancangan atau pembuatan, dan belum
dilakukan uji kinerja pada mesin. Penelitian
lainnya adalah rancang bangun mesin
penggiling sekaligus pemotong adonan kerupuk
ikan dengan mekanisme gearbox (Fibrianie
dkk., 2018), dengan kapasitas potongan sebesar
5,10 jam/kg. Rancang bangun mesin pemotong
kerupuk ikan haruan otomatis (Hartadi dkk.,
2020) yang memiliki kapasitas pemotongan 15
kg/jam. Rancang bangun mesin pemotong untuk
kerupuk jengkol (Sugiyanto dan Trisnowati,
2018), mampu menghasilkan kapasitas
pemotongan 5 kg/10 menit. Rancang bangun
mesin pengiris tempe semiotomatis (Utomo dan
Nurlaila, 2021), namun hasilnya belum optimal
untuk memotong tempe. Mesin perajang adonan
kerupuk dengan pemotongan translasi (Failasuf
dkk., 2023), dengan hasil pengujian diperoleh
rata-rata 249 rajangan dalam waktu 1 menit 19
detik, 185 hasil rajangan baik dan 64 hasil
rajangan rusak. Mesin pemotong serbaguna
untuk kerupuk (Rasyid dkk., 2022),
menghasilkan kapasitas pemotongan kerupuk
sebesar 1,065 gr/detik. Penelitian tersebut sudah
dilakukan pengujian pada mesin namun hasil
pemotongan masih belum optimal, tingkat
keberhasilan potongan rendah dan kapasitas
pemotongan masih kecil.
Berdasarkan penjelasan salah satu UMKM
produksi kerupuk terigu di Kabupaten Sambas,
permasalahan (...truncated)