ISSN :2774-6259
E-ISSN :
JIPBSI
Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JIPBSI)
Volome 4 No. 1 Maret 2022
ANALISIS TEMA DAN NILAI NILAI MORAL SERTA IMPLIKASINYA
DALAM PENINGKATAN KARAKTER PESERTA DIDIK PADA
CERPEN INSPIRASI TANPA MENGGURUI
KARYA CAHYO SATRIA WIJAYA
Ni Putu Mega Arta Widiantari1) Dra. IGA Putu Tuti Indrawati2) I Nyoman Adi
Susrawan3)
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Mahasaraswati Denpasar
Email:
[email protected]). .id2) .id3)
Abstract
This research is a qualitative descriptive study that aims to find out the theme, the form
of moral values and their implications for improving the character of students in the Cerpen
Inspirasi Tanpa Menggurui by Cahyo Satria Wijaya. Data collection is done by the method of
documentation and literature. The data in this study were processed using data triangulation
analysis techniques, namely, researchers used two or more theories to be pitted or combined.
The steps in data analysis are (1) reading, studying and understanding, (2) selecting data and
simplifying the data, (3) presenting the data, (4) verifying the data, (5) concluding the data.
The results of this study show the themes contained in the Cerpen Inspirasi Tanpa Menggurui
by Cahyo Satria Wijaya, the manifestation of moral values and their implications in improving
the character of students. The themes found are: stories of friendship, family problems, the
meaning of a sacrifice, reflections on life, life struggles, and humans with their dignity. The
manifestations of these moral values include: the form of the moral values of human relations
with others: the value of caring, and the value of sacrifice. The form of the moral value of
human relations with oneself: the value of purity of heart, the value of honesty and the value
of independence. In all processes of the policy discovery process, evidence was found that the
short story Inspirasi Without Menggurui by Cahyo Satria Wijaya could be used as teaching
material or as a guide in improving the character of students. In the field of education, the
results of this research can be used as literature learning materials at the SMA/SMK education
level and refer to the curriculum at the education unit level
Key Words : Cerpen, moral values,character building.
40
ISSN :2774-6259
E-ISSN :
JIPBSI
Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JIPBSI)
Volome 4 No. 1 Maret 2022
Abstrak
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk
mengetahui tema, wujud nilai moral dan implikasinya bagi peningkatan karakter peserta didik
pada cerpen Inspirasi Tanpa Menggurui karya Cahyo Satria Wijaya. Pengumpulan data
dilakukan dengan metode dokumentasi dan kepustakaan. Data dalam penelitian ini diolah
dengan menggunakan teknik analisis triangulasi data yaitu, peneliti memanfaatkan dua teori
atau lebih untuk diadu atau dipadu. Adapun langkah dalam analisis data yaitu (1) membaca,
menelaah dan memahami, (2) menyeleksi data dan menyederhanakan data, (3) menyajikan
data, (4) verifikasi data, (5) menyimpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukan tema yang
terdapat pada cerpen Inspirasi Tanpa Menggurui karya Cahyo Satria Wijaya, wujud nilai moral
dan implikasinya dalam peningkatan karakter peserta didik. Tema yang ditemukan adalah :
kisah persahabatan, permasalahan keluarga,, arti sebuah pengorbanan, renungan hidup,
perjuangan hidup,dan manusia dengan harga dirinya. Adapun wujud nilai moral tersebut antara
lain: wujud nilai moral hubungan manusia dengan sesama: nilai kepedulian, dan nilai
pengorbanan. Wujud nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri : nilai kesucian hati,
nilai kejujuran dan nilai kemandirian. Atas segala proses proses penemuan kebijakan
ditemukan bukti bahwa cerpen Inspirasi Tanpa Menggurui karya Cahyo Satria Wijaya dapat
digunakan sebagai bahan ajar atau pedoman dalam peningkatan karakter peserta didik. Dalam
bidang pendidikan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran sastra
dijenjang pendidikan SMA/SMK dan mengacu pada kurikulum tingkat satuan pendidikan
Kata Kunci: Cerpen, Nilai Moral, Pendidikan Karakter
I. PENDAHULUAN
adalah makna yang dikandung oleh sebuah
cerita. Namun, ada banyak makna yang
dikandung dan ditawarkan oleh cerita fiksi
itu.Tema disaring dari motif-motif yang
terdapat dalam karya yang bersangkutan,
yang menentukan hadirnya peristiwaperistiwa, konflik, dan situasi tertentu.
Tema dalam banyak hal bersifat
“mengikat” kehadiran dan ketidakhadiran
peristiwa-konflik-situasi tertentu, termasuk
berbagai unsure instrinsik yang lain karena
unsur-unsur tersebut mesti mendukung
kejelasan tema yang ingin disampaikan.
Tema menjadi dasar pengembangan
keseluruhan cerita, maka ia pun bersifat
menjiwai seluruh bagian cerita itu. Tema
mempunyai generalisasi yang umum, lebih
luas, dan abstrak.
Sastra
menurut
Sugiantomas
(2011:8) dipandang sebagai seni, hasil
kegiatan kreatif manusia yang dituangkan
ke dalam media bahasa, baik lisan maupun
tulisan. Karya sastra merupakan ide atau
gagasan pengarang yang dituangkan dalam
suatu karangan. Ide atau gagasan tersebut
dapat mencerminkan pikiran, emosi,
perasaan, tingkah laku, aktivitas bahkan
sikap-sikap yang ada dalam diri pengarang
tersebut. Karya Sastra merupakan hasil
rekaan yang diciptakaan oleh sastrawan
melalui imajinasi dari pengarang, karya
nya, karya nya tetap bersumber pada
kehidupan nyata.
Kenny dalam Nuriantoro (2015 :
114) mengemukakan bahwa tema (theme)
41
ISSN :2774-6259
E-ISSN :
JIPBSI
Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JIPBSI)
Volome 4 No. 1 Maret 2022
Karya Sastra berhubungan dengan
moralitas. Sastra mengandung penerapan
moral dalam setiap sikap dan tingkah laku
para tokoh nya. Melalui cerita, sikap, dan
tingkah laku tokoh-tokoh itulah pembaca
diharapkan dapat mengambil hikmah dari
pesan pesan moral yang disampaikan.
Karya Sastra senantiasa menawarkan pesan
moral yang berhubungan dengan sifat-sifat
luhur kemanusiaan, memperjuangkan hak
dan martabat manusia (Nurgiantoro,
(2013:431).
setting, tokoh watak, sudut pandang dan
amanat, selain unsur intrinsik, cerpen juga
memilik unsur ekstrinsik yaitu latar
belakang pengarang, latar belakang dari
masyarakat, terdapat biografi yang
memaparkan biodata, aliran sastra yang
mempengaruhi gaya bahasa, dan kondisi
psikologis berupa keadaan senang, sedih,,
suka dan duka. Oleh karena itu cerpen
merupakan salah satu karya sastra yang
dapat dijadikan sebagai sarana dalam
peningkatan karakter bagi peserta didik.
Sastra
dikatakan
memiliki
hubungan erat dengan moralitas, maka
sastra juga dapat dijadikan sebagai pintu
masuk dalam penanaman nilai nilai moral
terutama dibidang pendidikan. nilai nilai
moral seperti kejujuran, pengorbanan,
demokrasi, santun dan sebagainya, banyak
ditemukan dalam karya-karya sastra. Baik
puisi, cerita pendek, novel, maupun drama.
Bila karya sastra tersebut dapat dipahami
isinya, makna nya, serta ditanamkan,
didalam (...truncated)