Analisis Stilistik pada Puisi Sajak Tafsir Karya Sapardi Djoko Damono Berdasarkan Pendekatan Objektif

Journal of Social Humanities and Education, Nov 2024

The poem Sajak Tafsir by Sapardi Djoko Damono is a literary work that uses simple language but is full of meaning. In this study, the author adopts an objective approach to explore the meaning of the poem. Objectively, the approach analyzed views literary works as objects that stand alone, without involving other elements outside them. This poem reflects an emotional journey filled with natural symbolism, such as the last leaf, wind, fire, and ash, to depict fear, fragility, and the sacrifice of love. Sapardi is famous for his invitation to interpret his poetry freely, therefore this analysis explores the meaning of the poetry as reflected in the natural metaphors and symbolism used.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/1604/1962

Analisis Stilistik pada Puisi Sajak Tafsir Karya Sapardi Djoko Damono Berdasarkan Pendekatan Objektif

Concept: Journal of Social Humanities and Education Volume. 3, Nomor. 4, Tahun 2024 e-ISSN: 2963-5527; dan p-ISSN: 2963-5071; Hal. 154-158 DOI: https://doi.org/10.55606/concept.v3i4.1604 Available online at: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept Analisis Stilistik pada Puisi Sajak Tafsir Karya Sapardi Djoko Damono Berdasarkan Pendekatan Objektif Rosmawaty Harahap1*, Alda Nafisa2, Anggreiny Damanik3, Atnes Hutagaol4, Dian Sastra Sinaga5, Gladys Felicia Manik6, Rianggi Manalu7, Mariana Yulistia Sinaga8 1-8 Universitas Negeri Medan, Indonesia Alamat : Jl. W. Iskandar Psr V Medan Esatate Kab. Deli Serdang Korespondensi penulis: * Abstract : The poem Sajak Tafsir by Sapardi Djoko Damono is a literary work that uses simple language but is full of meaning. In this study, the author adopts an objective approach to explore the meaning of the poem. Objectively, the approach analyzed views literary works as objects that stand alone, without involving other elements outside them. This poem reflects an emotional journey filled with natural symbolism, such as the last leaf, wind, fire, and ash, to depict fear, fragility, and the sacrifice of love. Sapardi is famous for his invitation to interpret his poetry freely, therefore this analysis explores the meaning of the poetry as reflected in the natural metaphors and symbolism used. Keywords: Metaphor, Natural Symbolism, Objective Approach Abstrak : Puisi Sajak Tafsir karya Sapardi Djoko Damono merupakan karya sastra yang menggunakan bahasa sederhana namun penuh makna. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan obyektif untuk menggali makna puisi. Secara obyektif, pendekatan analisis memandang karya sastra sebagai objek yang berdiri sendiri, tanpa melibatkan unsur lain di luarnya. Puisi ini mencerminkan perjalanan emosional yang penuh dengan simbolisme alam, seperti daun terakhir, angin, api, dan abu, untuk menggambarkan ketakutan, kerapuhan, dan pengorbanan cinta. Sapardi terkenal dengan ajakan untuk menafsirkan puisinya secara bebas, oleh karena itu analisis ini mengeksplorasi makna puisi yang tercermin dalam metafora alam dan simbolisme yang digunakan. Kata Kunci: Metafora, Simbolisme Alam, Pendekatan Objektif 1. LATAR BELAKANG Puisi Sajak Tafsir merupakan satu dari banyaknya karya fenomenal dari masterpiece sastra, Sapardi Djoko Damono. Sapardi Djoko Damono dikenal dengan karya yang menggunakan bahasa sederhana namun memiliki makna yang mendalam dan menyentuh. Dari segi pragmatik, Sapardi mengajak pembaca puisinya untuk menafsirkan makna dengan sebebas-bebasnya. Meski banyak membahas mengenai pendekatan pragmatik, kali ini penulis ingin membedah karya sastra ini dalam pendekatan objektif atau tidak mempertimbangkan sudut pandang pengarang terhadap suatu karya melainkan lebih berfokus pada unsur intrinsik suatu karya. Received: Oktober 18, 2024; Revised: November 13, 2024; Accepted: November 27, 2024; Online Available: November 29, 2024 Analisis Stilistik pada Puisi Sajak Tafsir Karya Sapardi Djoko Damono Berdasarkan Pendekatan Objektif 2. KAJIAN TEORITIS Stilistika adalah cabang ilmu yang mengkaji gaya bahasa dalam karya sastra, termasuk penggunaan kata, struktur kalimat, citraan, dan elemen estetika lainnya yang membedakan satu karya dengan karya lainnya. Stilistika berupaya memahami bagaimana gaya bahasa digunakan untuk menyampaikan makna, membangun suasana, dan menciptakan efek tertentu dalam sebuah teks sastra. A. Teeuw, seorang pakar sastra Indonesia, berpendapat bahwa stilistika merupakan alat untuk memahami keindahan karya sastra melalui analisis struktur bahasanya. Dalam bukunya Sastra dan Ilmu Sastra (1984), Teeuw menjelaskan bahwa bahasa adalah elemen utama yang membedakan sastra dari bentuk komunikasi lain, sehingga analisis stilistik menjadi kunci memahami karya sastra. Terdapat juga pendapat lain yang menyatakan bahwa stilistika tidak hanya membahas unsur keindahan, tetapi juga makna yang terkandung di dalam bahasa. Ia menyatakan bahwa gaya bahasa adalah refleksi cara pandang pengarang terhadap dunia, yang dapat memberikan dimensi simbolik atau filosofis dalam karya sastra, dikemukakan oleh Sapardi Djoko Damono (1997). Adapun pendekatan objektif dalam kajian sastra adalah pendekatan yang memandang karya sastra sebagai objek yang berdiri sendiri, tanpa melibatkan unsur lain di luarnya. Pendekatan ini juga dikenal sebagai pendekatan struktural, pendekatan formal, atau pendekatan analitik. Dalam pendekatan objektif, karya sastra dianalisis berdasarkan strukturnya sendiri, tanpa mempertimbangkan latar belakang sejarah, niat penulis, atau efeknya pada pembaca. 3. METODE PENELITIAN Metode yang penulis lakukan dalam analisis ini adalah Library Research atau penelitian kepustakaan yang mana data yang penulis pakai berasal dari buku, jurnal, artikel, dan liteatur-literatur sejenisnya. 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut adalah penggalan dari puisi Sajak Tafsir yang akan dibedah dalam pembahasan kali ini. “Kau bilang aku burung? Jangan sekali-kali berkhianat kepada sungai, ladang, dan batu. Aku selembar daun terakhir yang mencoba bertahan di ranting yang membenci angin. Aku tidak suka membayangkan keindahan kelebat diriku yang memimpikan tanah tidak mempercayai janji api yang akan menerjemahkanku ke dalam bahasa abu. 155 CONCEPT - VOLUME. 3, NOMOR. 4, TAHUN 2024 e-ISSN: 2963-5527; dan p-ISSN: 2963-5071; Hal. 154-158 Tolong tafsirkan aku sebagai daun terakhir agar suara angin yang meninabobokan ranting itu padam. Tolong tafsirkan aku sebagai hasrat untuk bisa lebih lama bersamamu Tolong ciptakan makna bagiku apa saja — aku selembar daun terakhir yang ingin menyaksikanmu Bahagia ketika sore tiba.” Berdasarkan pandangan stilistik, bait pertama dalam puisi ini memberikan gambaran tentang kebebasan yang dilambangkan dalam metafora burung. Sungai, ladang, dan batu dalam hal ini diinterpretasikan sebagai alam yang tidak boleh ditinggalkan. Bait kedua menggambarkan keadaan seseorang yang berada diujung tanduk. Daun terakhir yang pada umumnya merupakan daun yang berada pada dahan lemah tinggal menunggu untuk jatuh. Ranting yang membenci angin merupakan upaya seseorang untuk bertahan meski tau akan jatuh pada akhirnya. Bait ketiga menggambarkan ketakutan yang tidak dapat diprediksi kapan datangnya. Kalimat memimpikan tanah menggambarkan ketidakpercayaan atas ketakutan yang dijelaskan pada kalimat sebelumnya. Pada kalimat selanjutnya, yaitu “tidak mempercayai janji api yang akan menerjemahkanku ke dalam bahasa abu” menggambarkan kehampaan dari ketakutan itu yang mungkin tidak akan kembali kepada wujud semula. Layaknya abu yang membakar daun hingga menjadi abu, tidak akan dapat kembali menjadi daun. Bait selanjutnya menggambarkan kerapuhan yang ingin untuk diteguhkan. Kalimat ”agar suara angin yang meninabobokan ranting itu padam” menggambarkan dambaan tentang hasrat untuk tenang tanpa dibayang-bayangi ketakutan (digambarkan dalam kalimat meninabobokan, padahal angin pada ranting sebenarnya adalah anca (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/1604/1962
Article home page: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/view/1604/1962

Rosmawaty Harahap, Alda Nafisa, Anggreiny Damanik, Atnes Hutagaol, Dian Sastra Sinaga, Gladys Felicia Manik, Rianggi Manalu, Mariana Yulistia Sinaga. Analisis Stilistik pada Puisi Sajak Tafsir Karya Sapardi Djoko Damono Berdasarkan Pendekatan Objektif, Journal of Social Humanities and Education, 2024, pp. 154-158,