Inovasi Pengembangan Industri Susu Tahu Cenderawasi di Kota Makassar
Volume 3 Issue 2 (2024) Pages 273 - 280
Celebes Journal of Community Services
ISSN 2962-4088 (Online)
Inovasi Pengembangan Industri Susu Tahu Cenderawasi di Kota
Makassar
Abdul Haris 1, Arnas Hasanuddin 2, Auditya Amelia Irwan 3
1,2,
Universitas Wira Bhakti Makassar, 3Stim Lasharan Jaya
Abstrak
Dalam usaha mikro, kecil dan menengah baik skala mikro maupun makro, sistem pamasaran
adalah hal yang sangat penting mengingat pemasaran merupakan tindakan perdagangan yang
mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan pengusaha. Pada usaha pengolahan kedelai yang
menghasilkan produk susu dan tahu di Kelurahan Maccini Sombal Kecamatan Tamalate Kota
Makassar sebagai lokasi program PMP, terlihat bahwa pada umumnya melakukan usahanya
kurang memperhatikan pengembangan usaha karena bagi mitra ini yang terpenting adalah
pendapatan yang mereka terima cukup kebutuhan hidup yang mereka dapatkan sehingga
inisiatif dan kreatif untuk mengembangkan usaha belum optimal dan belum menjadi tujuan
utama. Guna meningkatkan pendapatan usaha, diperlukan transportasi dari prousen ke
beberapa pasar tujuan dengan biaya yang minimal. Dengan meminimalkan biaya tanpa harus
mengurangi jumlah produksi dan permintaan, maka terjadi peningkatan pendapatan bagi
pengusaha susu dan tahu. Pola saluran pemasaran produk susu dan tahu di lokasi mitra binaan
program PMP terdapat enam saluran , dan merupakan model distribusi yang multi saluran dan
cukup memberikan keuntungan. Saluran yang dimaksud yakni; (i) produsen-pagandengkonsumen, (ii) produsen-pengecer-konsumen, (iii) produsen pagandeng-pengecerkonsumen,(iv) produsen-pagandeng-restoran, (v) produsen-hotel, rumah sakit dll. Dan (vi)
produsen-supermarket-konsumen. Terciptanya model distribusi multi saluran pemasara ini,
maka pendapatan usaha yang diperoleh mitra program meningkan rata-rata 38,25 % dibanding
sebelumnya hanya mencapai 16,67 % dalam kurung waktu lima terakhir ( Juli s/d November),
dan atau dari nilai penjualan sebesar Rp. 166.601.600 meningkat menjadi Rp. 362.060.060,Keuntungan yang diperoleh pengusaha susu dan tahu merupakan selisih antara penerimaan nilai
jual dengan total nilai biaya yang dikeluarkan. Struktur biaya yang dikeluarkan meliputi biaya
yang mengikuti irama produksi yang biasa disebut baiya variabel terdiri dari biaya pembelian
kedelai, biaya bahan bakar, biaya bahan pembantu(cuka, gula masir),upah tenaga kerja, biaya
konsumsi, biaya angkutan, biaya packing dan yang lainnya, sedangkan biaya yang secara tetap
dikeluarkan adalah; biaya listrik, biaya PDAM, biaya kominikasi dan informasi,biaya retribusi, gaji
karyawan tetap, biaya susut aktiva tetap dan biaya bantuan sosial.
Walaupun nilai nominal tingkat pendapatan yang diperoleh pengusaha susu dan tahu
meningkat, tetapi ditinjau dari harga bahan baku berfluktuasi dan cenderung meningkat harga
sedangkan untuk mengikuti kenaikan harga produk yang dihasilkan tidak semudah karena
banyak pesaing dipasaran. Untuk mengantisipasi kondisi seperti ini, telah dilakukan pengadaan
bahan baku kedelai type “siaga stock”, artinya keuntungan yang diperoleh setiap hari disisihkan
5 % untuk cadangan modal untuk membiayai faktor-faktor produksi, seperti pembelian bahan
baku, agar tidak terjadi kepakuhan dalam proses prouduksi bila terjadi lonjakan harga kedelai
dan sekaligus merupakan sumber modal pengendali.
273
Optimalisasi Peran Kader Posbindu Melalui Psikoedukasi dalam Pengendalian.....
Kata Kunci: UMKM, saluran pemasaran, pendapatan , pengembangan usaha
Copyright (c) 2024 Abdul Haris
Corresponding author :
Email Address :
PENDAHULUAN
Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan berupaya memberikan dorongan masyarakat
petani untuk meningkatkan produksi pangan melalui program pembangunan perioritas sektor
pertanian dan bukan hanya karena permintaannya yang menjadi meningkat tetapi juga karena
distribusinya. Seiring hal itu kota Makassar adalah ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan dan pintu
gerbang kawasan Indonesia bagian timur yang sekaligus merupakan kota urbanisasi baik dari
dalam wilayah Sulawesi selatan maupun dari daerah lain sehingga sektor industri dan usaha
kecil dan menengah mempunyai prospek untuk diadakan. Selanjutnya, daerah ini, dalam
kegiatan ekonomi, pemasaran semua barang dan jasa merupakan hal yang sangat strategi dan
penting mengingat pemasaran merupakan tindakan ekonomi yang mempemngaruhi tinggi
rendahnya pendapatan pengusaha termasuk permasalahan yang dialami mitra program PMP
yakni industri usaha susu tahu. Bila mekanisme pemasaran berjalan dengan baik, maka semua
pihak yang terlibat akan diuntungkan. Oleh karena itu peranan lembaga pemasaran yang
biasanya terdiri dari produsen, tengkulak, pedagang pengumpul, atau lainnya menjadi sangat
penting.
Pada umumnya pengusaha susu tahu kurang memperhatikan pendapatan yang mereka
terima karena bagi para pengusaha tahu dan susu tahu yang terpenting adalah kecukupan akan
kebutuhan hidup yang bisa mereka dapatkan dari usaha yang ditekuni sehingga alternatif untuk
mengembangkan usaha belum menjadi tujuan utama. Faktor pemasaran juga merupakan suatu
hal yang sangat perlu diperhatikan karena pemasaran merupakan proses akhir yang harus
dilakukan dalam proses produksi guna memberikan nilai dan keberhasilan suatu produk yang
kita pasarkan. Dalam hal ini, pemasaran yang terpenting adalah menekan biaya transportasi
sangat mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan yang akan diterima oleh pengusaha susu
tahu.
Di Kota Makassar. Sektor industri dapat dibedakan atas industri besar, sedang, kecil dan
industri rumah tangga. Data mengenai industri yang ada setiap tahunnya terakumulasi dengan
cara melakukan sensus terpadu kerjasama dengan perguruan tinggi melalu program lembaga
pengabdian kepada masyarakat dengan kegiatan kuliah kerja nyata sehingga data yang
didapatkan sangat valid. Perusahaan industri kecil dan menegah di Kota Makassar hingga 2024
sebanyak 11.220 dengan menampung jumlah tenaga kerja sebanyak 14.467 orang dengan nilai
output sebesar 91,18 milyar rupiah. Dari jumlah tersebut, industri sedang (mikro), kecil dan
menengah telah memberikan kontribusi yang sangat membantu pembangunan daerah
khususnya penampungan tenaga kerja, yakni industri sedang telah mempekerjakan antara 2099 orang, industri rumahtangga antara 5-19 orang sedangkan industri menengah antara 50-100
tenaga kerja.
Dari uraian di atas hubungannya lokasi yang direncanakan program PMP yaitu kelurahan
Maccini Sombala merupakan lokasi strategi pengembangan industri berskala kecil dan
menengah, khususnya pengembangan pengolahan susu tahun. Lokasi tersebut telah banyak
dikembangkan industri makanan dan minuman, data statistik Kota Makassar bahwa jumkah
industri minuman di Kelurahan Maccini Sombala berjumlah 14 unit dengan nilai output sebesar
1.608,509 milyar. Perkembangan industri di lokasi tersebut didukung oleh sarana dan prasarana
274
Celebes Journal of Community Services. 1(2): 2022
usaha yang telah disediakan pemerintah antara lain; tersedianya sarana listrik, PDAM, jalanan ,
perbank (...truncated)