Inovasi Pengembangan Industri Susu Tahu Cenderawasi di Kota Makassar

Celebes Journal of Community Services, Nov 2024

Dalam usaha mikro, kecil dan menengah baik skala mikro maupun makro, sistem pamasaran adalah hal yang sangat penting mengingat pemasaran merupakan tindakan perdagangan yang mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan pengusaha. Pada usaha pengolahan kedelai yang menghasilkan produk susu dan tahu di Kelurahan Maccini Sombal Kecamatan Tamalate Kota Makassar sebagai lokasi program PMP, terlihat bahwa pada umumnya melakukan usahanya kurang memperhatikan pengembangan usaha karena bagi mitra ini yang terpenting adalah pendapatan yang mereka terima cukup kebutuhan hidup yang mereka dapatkan sehingga inisiatif dan kreatif untuk mengembangkan usaha belum optimal dan belum menjadi tujuan utama. Guna meningkatkan pendapatan usaha, diperlukan transportasi dari prousen ke beberapa pasar tujuan dengan biaya yang minimal. Dengan meminimalkan biaya tanpa harus mengurangi jumlah produksi dan permintaan, maka terjadi peningkatan pendapatan bagi pengusaha susu dan tahu. Pola saluran pemasaran produk susu dan tahu di lokasi mitra binaan program PMP terdapat enam saluran , dan merupakan model distribusi yang multi saluran dan cukup memberikan keuntungan. Saluran yang dimaksud yakni; (i) produsen-pagandeng-konsumen, (ii) produsen-pengecer-konsumen, (iii) produsen pagandeng-pengecer-konsumen,(iv) produsen-pagandeng-restoran, (v) produsen-hotel, rumah sakit dll. Dan (vi) produsen-supermarket-konsumen. Terciptanya model distribusi multi saluran pemasara ini, maka pendapatan usaha yang diperoleh mitra program meningkan rata-rata 38,25 % dibanding sebelumnya hanya mencapai 16,67 % dalam kurung waktu lima terakhir ( Juli s/d November), dan atau dari nilai penjualan sebesar Rp. 166.601.600 meningkat menjadi Rp. 362.060.060,- Keuntungan yang diperoleh pengusaha susu dan tahu merupakan selisih antara penerimaan nilai jual dengan total nilai biaya yang dikeluarkan. Struktur biaya yang dikeluarkan meliputi biaya yang mengikuti irama produksi yang biasa disebut baiya variabel terdiri dari biaya pembelian kedelai, biaya bahan bakar, biaya bahan pembantu(cuka, gula masir),upah tenaga kerja, biaya konsumsi, biaya angkutan, biaya packing dan yang lainnya, sedangkan biaya yang secara tetap dikeluarkan adalah; biaya listrik, biaya PDAM, biaya kominikasi dan informasi,biaya retribusi, gaji karyawan tetap, biaya susut aktiva tetap dan biaya bantuan sosial. Walaupun nilai nominal tingkat pendapatan yang diperoleh pengusaha susu dan tahu meningkat, tetapi ditinjau dari harga bahan baku berfluktuasi dan cenderung meningkat harga sedangkan untuk mengikuti kenaikan harga produk yang dihasilkan tidak semudah karena banyak pesaing dipasaran. Untuk mengantisipasi kondisi seperti ini, telah dilakukan pengadaan bahan baku kedelai type “siaga stock”, artinya keuntungan yang diperoleh setiap hari disisihkan 5 % untuk cadangan modal untuk membiayai faktor-faktor produksi, seperti pembelian bahan baku, agar tidak terjadi kepakuhan dalam proses prouduksi bila terjadi lonjakan harga kedelai dan sekaligus merupakan sumber modal pengendali.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/celeb/article/download/1851/1243

Inovasi Pengembangan Industri Susu Tahu Cenderawasi di Kota Makassar

Volume 3 Issue 2 (2024) Pages 273 - 280 Celebes Journal of Community Services ISSN 2962-4088 (Online) Inovasi Pengembangan Industri Susu Tahu Cenderawasi di Kota Makassar Abdul Haris 1, Arnas Hasanuddin 2, Auditya Amelia Irwan 3  1,2, Universitas Wira Bhakti Makassar, 3Stim Lasharan Jaya Abstrak Dalam usaha mikro, kecil dan menengah baik skala mikro maupun makro, sistem pamasaran adalah hal yang sangat penting mengingat pemasaran merupakan tindakan perdagangan yang mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan pengusaha. Pada usaha pengolahan kedelai yang menghasilkan produk susu dan tahu di Kelurahan Maccini Sombal Kecamatan Tamalate Kota Makassar sebagai lokasi program PMP, terlihat bahwa pada umumnya melakukan usahanya kurang memperhatikan pengembangan usaha karena bagi mitra ini yang terpenting adalah pendapatan yang mereka terima cukup kebutuhan hidup yang mereka dapatkan sehingga inisiatif dan kreatif untuk mengembangkan usaha belum optimal dan belum menjadi tujuan utama. Guna meningkatkan pendapatan usaha, diperlukan transportasi dari prousen ke beberapa pasar tujuan dengan biaya yang minimal. Dengan meminimalkan biaya tanpa harus mengurangi jumlah produksi dan permintaan, maka terjadi peningkatan pendapatan bagi pengusaha susu dan tahu. Pola saluran pemasaran produk susu dan tahu di lokasi mitra binaan program PMP terdapat enam saluran , dan merupakan model distribusi yang multi saluran dan cukup memberikan keuntungan. Saluran yang dimaksud yakni; (i) produsen-pagandengkonsumen, (ii) produsen-pengecer-konsumen, (iii) produsen pagandeng-pengecerkonsumen,(iv) produsen-pagandeng-restoran, (v) produsen-hotel, rumah sakit dll. Dan (vi) produsen-supermarket-konsumen. Terciptanya model distribusi multi saluran pemasara ini, maka pendapatan usaha yang diperoleh mitra program meningkan rata-rata 38,25 % dibanding sebelumnya hanya mencapai 16,67 % dalam kurung waktu lima terakhir ( Juli s/d November), dan atau dari nilai penjualan sebesar Rp. 166.601.600 meningkat menjadi Rp. 362.060.060,Keuntungan yang diperoleh pengusaha susu dan tahu merupakan selisih antara penerimaan nilai jual dengan total nilai biaya yang dikeluarkan. Struktur biaya yang dikeluarkan meliputi biaya yang mengikuti irama produksi yang biasa disebut baiya variabel terdiri dari biaya pembelian kedelai, biaya bahan bakar, biaya bahan pembantu(cuka, gula masir),upah tenaga kerja, biaya konsumsi, biaya angkutan, biaya packing dan yang lainnya, sedangkan biaya yang secara tetap dikeluarkan adalah; biaya listrik, biaya PDAM, biaya kominikasi dan informasi,biaya retribusi, gaji karyawan tetap, biaya susut aktiva tetap dan biaya bantuan sosial. Walaupun nilai nominal tingkat pendapatan yang diperoleh pengusaha susu dan tahu meningkat, tetapi ditinjau dari harga bahan baku berfluktuasi dan cenderung meningkat harga sedangkan untuk mengikuti kenaikan harga produk yang dihasilkan tidak semudah karena banyak pesaing dipasaran. Untuk mengantisipasi kondisi seperti ini, telah dilakukan pengadaan bahan baku kedelai type “siaga stock”, artinya keuntungan yang diperoleh setiap hari disisihkan 5 % untuk cadangan modal untuk membiayai faktor-faktor produksi, seperti pembelian bahan baku, agar tidak terjadi kepakuhan dalam proses prouduksi bila terjadi lonjakan harga kedelai dan sekaligus merupakan sumber modal pengendali. 273 Optimalisasi Peran Kader Posbindu Melalui Psikoedukasi dalam Pengendalian..... Kata Kunci: UMKM, saluran pemasaran, pendapatan , pengembangan usaha Copyright (c) 2024 Abdul Haris  Corresponding author : Email Address : PENDAHULUAN Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan berupaya memberikan dorongan masyarakat petani untuk meningkatkan produksi pangan melalui program pembangunan perioritas sektor pertanian dan bukan hanya karena permintaannya yang menjadi meningkat tetapi juga karena distribusinya. Seiring hal itu kota Makassar adalah ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan dan pintu gerbang kawasan Indonesia bagian timur yang sekaligus merupakan kota urbanisasi baik dari dalam wilayah Sulawesi selatan maupun dari daerah lain sehingga sektor industri dan usaha kecil dan menengah mempunyai prospek untuk diadakan. Selanjutnya, daerah ini, dalam kegiatan ekonomi, pemasaran semua barang dan jasa merupakan hal yang sangat strategi dan penting mengingat pemasaran merupakan tindakan ekonomi yang mempemngaruhi tinggi rendahnya pendapatan pengusaha termasuk permasalahan yang dialami mitra program PMP yakni industri usaha susu tahu. Bila mekanisme pemasaran berjalan dengan baik, maka semua pihak yang terlibat akan diuntungkan. Oleh karena itu peranan lembaga pemasaran yang biasanya terdiri dari produsen, tengkulak, pedagang pengumpul, atau lainnya menjadi sangat penting. Pada umumnya pengusaha susu tahu kurang memperhatikan pendapatan yang mereka terima karena bagi para pengusaha tahu dan susu tahu yang terpenting adalah kecukupan akan kebutuhan hidup yang bisa mereka dapatkan dari usaha yang ditekuni sehingga alternatif untuk mengembangkan usaha belum menjadi tujuan utama. Faktor pemasaran juga merupakan suatu hal yang sangat perlu diperhatikan karena pemasaran merupakan proses akhir yang harus dilakukan dalam proses produksi guna memberikan nilai dan keberhasilan suatu produk yang kita pasarkan. Dalam hal ini, pemasaran yang terpenting adalah menekan biaya transportasi sangat mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan yang akan diterima oleh pengusaha susu tahu. Di Kota Makassar. Sektor industri dapat dibedakan atas industri besar, sedang, kecil dan industri rumah tangga. Data mengenai industri yang ada setiap tahunnya terakumulasi dengan cara melakukan sensus terpadu kerjasama dengan perguruan tinggi melalu program lembaga pengabdian kepada masyarakat dengan kegiatan kuliah kerja nyata sehingga data yang didapatkan sangat valid. Perusahaan industri kecil dan menegah di Kota Makassar hingga 2024 sebanyak 11.220 dengan menampung jumlah tenaga kerja sebanyak 14.467 orang dengan nilai output sebesar 91,18 milyar rupiah. Dari jumlah tersebut, industri sedang (mikro), kecil dan menengah telah memberikan kontribusi yang sangat membantu pembangunan daerah khususnya penampungan tenaga kerja, yakni industri sedang telah mempekerjakan antara 2099 orang, industri rumahtangga antara 5-19 orang sedangkan industri menengah antara 50-100 tenaga kerja. Dari uraian di atas hubungannya lokasi yang direncanakan program PMP yaitu kelurahan Maccini Sombala merupakan lokasi strategi pengembangan industri berskala kecil dan menengah, khususnya pengembangan pengolahan susu tahun. Lokasi tersebut telah banyak dikembangkan industri makanan dan minuman, data statistik Kota Makassar bahwa jumkah industri minuman di Kelurahan Maccini Sombala berjumlah 14 unit dengan nilai output sebesar 1.608,509 milyar. Perkembangan industri di lokasi tersebut didukung oleh sarana dan prasarana 274 Celebes Journal of Community Services. 1(2): 2022 usaha yang telah disediakan pemerintah antara lain; tersedianya sarana listrik, PDAM, jalanan , perbank (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/celeb/article/download/1851/1243
Article home page: https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/celeb/article/view/1851/1243

Haris Abdul, Arnas Hasanuddin, Irwan Auditya Amelia. Inovasi Pengembangan Industri Susu Tahu Cenderawasi di Kota Makassar, Celebes Journal of Community Services, 2024, pp. 273 - 280,