Pendampingan Pemasaran Digital pada UMKM di Desa Tritiro Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba
Volume 3 Issue 2 (2024) Pages 361 - 366
Celebes Journal of Community Services
ISSN : 2962-4088 (Online)
Pendampingan Pemasaran Digital pada UMKM di Desa Tritiro
Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba
Hasnidar Jusri 2 Sultan 3 Adi 4 Sundari Rahman 5 Ekea Multi Febriyanti 6
Universitas Negeri Makassar
Makassar Maju
2,3,4,5,6 STIE
Abstrak
UMKM di Desa Tritiro memproduksi produk olahan makanan dan produk kerajinan tangan.
Olahan makanan yang diproduksi dan dihasilkan 5 (Lima) UMKM ini adalah Kacang Tumbuk roll,
Kacang Disko, Tenteng, Kacang Kentucky, Abon Telur dan Ikan Asap serta produk anyaman yang
berbahan baku daun lontar. Permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM adalah
kurangnya pengetahuan mengenai teknologi pemasaran digital. Metode yang digunakan dalam
mengidentifikasi permasalahan adalah (1) survey para pelaku UMKM, (2) penyampaian materi
dan diskusi, (3) pendampingan yang diisi dengan praktik pembuatan akun istagram dan facebook
dan cara beriklan di akun media sosial dengan memanfaatkan feeds, story, maupun reels. Hasil
dari identifikasi menunjukkan bahwa banyak UMKM di Desa Tritiro masih menggunakan metode
pemasaran konvensional dari mulut ke mulut, pelaku UMKM belum tahu cara memanfaatkan
media sosial untuk pemasaran produknya. Hasil dari kegiatan pendampingan pemasaran digital
mendapatkan tanggapan yang positif dari pelaku UMKM dan masyarakat Desa Tritiro,
Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba karna dinilai dapat memberikan pengalaman dan
ilmu serta memberikan inspirasi kepada para pelaku UMKM dalam memasarkan produknya dan
mengembangkan usahanya.
Kata Kunci: Pemasaran Digital, UMKM
Copyright (c) 2024 Hasnidar et al.,
Corresponding author :
Email Address :
PENDAHULUAN
Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam
perekonomian nasional. Peran penting tersebut yaitu UMKM memiliki kontribusi
signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan
masyarakat, dan pengurangan ketimpangan ekonomi. Di tengah ancaman resesi, UMKM
telah berkembang menjadi penggerak ekonomi nasional dan memainkan peran penting
dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa jumlah
unit UMKM paling signifikan dibandingkan dengan unit usaha lainnya.
361
Pendampingan Pemasaran Digital pada UMKM di Desa Tritiro Kecamatan Bontotiro Kabupaten
Bulukumba
Pada tahun 2023, jumlah pelaku UMKM mencapai 99 persen dari keseluruhan
unit usaha atau sekitar 65 juta pelaku usaha. Kontribusi UMKM terhadap Pendapatan
Domestik Bruto (PDB) mencapai 61 persen setara dengan 9.580 triliun rupiah, serta
mampu menyerap 117 juta pekerja atau 97 persen dari total tenaga kerja (Kementerian
Koordinator Bidang Perekonomian, 2023). Mengingat pentingnya peran UMKM,
pemerintah berusaha untuk mewadahi dan mendukung kemajuan UMKM. Tidak
dipungkiri bahwa berbagai permasalahan dihadapi oleh pelaku UMKM mulai dari bahan
baku, UMKM kehilangan permintaan produk, dan bahkan UMKM kehilangan nilai aset
(Lisnawati, 2024)
Dari permasalahan tersebut karena terkait dengan beberapa tantangan yang
dihadapi oleh pelaku UMKM yaitu adanya keterbatasan kemampuan pelaku UMKM
untuk mengadopsi teknologi digital dan literasi digital. Digitalisasi UMKM tidak hanya
sekedar mengembangkan produk melalui pemasaran online untuk memperluas pangsa
pasar, melainkan juga mengubah cara berpikir UMKM tentang menggunakan teknologi
digital. Hasnidar dkk (2021) mengatakan bahwa era digital fokusnya tidak lagi
memasarkan produk lewat media-media yang konservatif akan tetapi semuanya melalui
teknologi. Dalam dunia bisnis dikenal dengan digital marketing atau E commerce. Ecommerce mengacu pada pembelian dan penjualan barang dan/ jasa melalui saluran
elektronik seperti internet. Begitupula yang dilakukan oleh industri Usaha Mikro Kecil
dan Menengah, namun kita tidak dapat memungkiri adanya permasalahan digitalisasi
UMKM
Digitalisasi UMKM sebagai langkah untuk meningkatkan efisiensi dari aktivitas
operasional bisnis. Digital marketing merupakan salah satu bentuk strategi pemasaran
yang dilakukan untuk mepromosikan suatu produk agar dapat sampai kepada
konsumen secara cepat dan tepat waktu. Perkembangan teknologi yang semakin pesat
dapat digunakan untuk mengembangkan suatu bisnis, salah satunya adalah
menggunakan digital marketing untuk mengkomunikasikan pemasaran produknya
sebagai upaya untuk menguasai pasar tersebut (Fadhilah & Pratiwi, 2021). Keunggulan
menggunakan digital marketing adalah dapat menjangkau semua kalangan, kapanpun,
dengan cara apapun, dan dimanapun. Hal ini sangat jauh lebih unggul dibandingkan
dengan marketing konvensional yang terbatas waktu, lokasi, dan jangkauan pengguna
karena hanya mempromosikan produknya secara langsung di toko.
Digital marketing juga memudahkan promosi penjualan, seperti penggunaan
media sosial yang banyak digunakan oleh para pemasar. Pemasaran melalui digital
marketing jangkauannya akan luas dan biaya akan lebih murah. Keberadaan media
sosial menjadi sarana bagi konsumen yang dapat digunakan untuk menyebarkan
informasi baik berupa teks, gambar, audio, dan video dengan banyak pihak baik antar
perusahaan kepada konsumen atau konsumen pada perusahan (Meidiyustiani et al.,
2021). Platform media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia per Januari
2024 adalah Whatsapp (90,9%) Instagram (85,3%), Facebook (81,6%). Posisi selanjutnya
ditempati oleh Tiktok (73,5%), dan Telegram (61,3%) GoodStas (2024). Menurut
Maulana (2017), pakar pemasaran Yuswohadi mengungkapkan bahwa pelaku UMKM
harus mampu memaksimalkan manfaat perkembangan digital.
Di beberapa daerah terpencil keterbatasan akses internet masih menjadi
kendala. Pemahaman dari pelaku UMKM terhadap teknologi, pemasaran online
362
Celebes Journal of Community Services. 3(2): 2024
terbatas, proses produksi dan akses pasar daring yang masih dinilai belum cukup
maksimal. Hal ini pula yang menjadi kendala pada UMKM di Desa Tritiro Kabupaten
Bulukumba. Di Desa tersebut terdapat 5 UMKM sektor kuliner dan 1 UMKM sektor
kerajinan tangan.
Dalam temuan lapangan oleh mahasiswa KKN Tematik STIE Makassar Maju 2023
di Desa Tritiro Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba terdapat UMKM yang
begerak dibidang makanan dan kerajinan tangan. UMKM ini sudah lama beroperasi dan
menjual produknya ke konsumen akhir. Yang menjadi permasalahan para pelaku UMKM
di Desa Tritiro ini adalah mereka masih memasarkan produknya secara konvensional
dengan cara menitipkan produk mereka di tenant-tenant atau gardu milik warga di Desa
Tritiro. Sebagian besar pelaku UMKM belum memahami cara memasarkan produk
secara online. Mereka masih menggunakan pemasaran dari mulut ke mulut, padahal
sebagian besar masyarakat di Desa Tritiro sudah menggunakan teknologi berupa
android dalam kesehariannya. Diharapkan dengan Program pemasaran digital ini,
olahan produk kuliner dan kerajinan tangan dapat menarik minat dan rasa penasaran
konsumen-konsumen baru dan penjualanya dapat menjangkau pasar yang lebih luas
dan menj (...truncated)