Pendampingan Pemasaran Digital pada UMKM di Desa Tritiro Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba

Celebes Journal of Community Services, Nov 2024

UMKM di Desa Tritiro memproduksi produk olahan makanan dan produk kerajinan tangan. Olahan makanan yang diproduksi dan dihasilkan 5 (Lima) UMKM ini adalah Kacang Tumbuk roll, Kacang Disko, Tenteng, Kacang Kentucky, Abon Telur dan Ikan Asap serta produk anyaman yang berbahan baku daun lontar. Permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM adalah kurangnya pengetahuan mengenai teknologi pemasaran digital. Metode yang digunakan dalam mengidentifikasi permasalahan adalah (1) survey para pelaku UMKM, (2) penyampaian materi dan diskusi, (3) pendampingan yang diisi dengan praktik pembuatan akun istagram dan facebook dan cara beriklan di akun media sosial dengan memanfaatkan feeds, story, maupun reels. Hasil dari identifikasi menunjukkan bahwa banyak UMKM di Desa Tritiro masih menggunakan metode pemasaran konvensional dari mulut ke mulut, pelaku UMKM belum tahu cara memanfaatkan media sosial untuk pemasaran produknya. Hasil dari kegiatan pendampingan pemasaran digital mendapatkan tanggapan yang positif dari pelaku UMKM dan masyarakat Desa Tritiro, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba karna dinilai dapat memberikan pengalaman dan ilmu serta memberikan inspirasi kepada para pelaku UMKM dalam memasarkan produknya dan mengembangkan usahanya.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/celeb/article/download/1897/1269

Pendampingan Pemasaran Digital pada UMKM di Desa Tritiro Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba

Volume 3 Issue 2 (2024) Pages 361 - 366 Celebes Journal of Community Services ISSN : 2962-4088 (Online) Pendampingan Pemasaran Digital pada UMKM di Desa Tritiro Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba Hasnidar  Jusri 2 Sultan 3 Adi 4 Sundari Rahman 5 Ekea Multi Febriyanti 6  Universitas Negeri Makassar Makassar Maju 2,3,4,5,6 STIE Abstrak UMKM di Desa Tritiro memproduksi produk olahan makanan dan produk kerajinan tangan. Olahan makanan yang diproduksi dan dihasilkan 5 (Lima) UMKM ini adalah Kacang Tumbuk roll, Kacang Disko, Tenteng, Kacang Kentucky, Abon Telur dan Ikan Asap serta produk anyaman yang berbahan baku daun lontar. Permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM adalah kurangnya pengetahuan mengenai teknologi pemasaran digital. Metode yang digunakan dalam mengidentifikasi permasalahan adalah (1) survey para pelaku UMKM, (2) penyampaian materi dan diskusi, (3) pendampingan yang diisi dengan praktik pembuatan akun istagram dan facebook dan cara beriklan di akun media sosial dengan memanfaatkan feeds, story, maupun reels. Hasil dari identifikasi menunjukkan bahwa banyak UMKM di Desa Tritiro masih menggunakan metode pemasaran konvensional dari mulut ke mulut, pelaku UMKM belum tahu cara memanfaatkan media sosial untuk pemasaran produknya. Hasil dari kegiatan pendampingan pemasaran digital mendapatkan tanggapan yang positif dari pelaku UMKM dan masyarakat Desa Tritiro, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba karna dinilai dapat memberikan pengalaman dan ilmu serta memberikan inspirasi kepada para pelaku UMKM dalam memasarkan produknya dan mengembangkan usahanya. Kata Kunci: Pemasaran Digital, UMKM Copyright (c) 2024 Hasnidar et al.,  Corresponding author : Email Address : PENDAHULUAN Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Peran penting tersebut yaitu UMKM memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat, dan pengurangan ketimpangan ekonomi. Di tengah ancaman resesi, UMKM telah berkembang menjadi penggerak ekonomi nasional dan memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa jumlah unit UMKM paling signifikan dibandingkan dengan unit usaha lainnya. 361 Pendampingan Pemasaran Digital pada UMKM di Desa Tritiro Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba Pada tahun 2023, jumlah pelaku UMKM mencapai 99 persen dari keseluruhan unit usaha atau sekitar 65 juta pelaku usaha. Kontribusi UMKM terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) mencapai 61 persen setara dengan 9.580 triliun rupiah, serta mampu menyerap 117 juta pekerja atau 97 persen dari total tenaga kerja (Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, 2023). Mengingat pentingnya peran UMKM, pemerintah berusaha untuk mewadahi dan mendukung kemajuan UMKM. Tidak dipungkiri bahwa berbagai permasalahan dihadapi oleh pelaku UMKM mulai dari bahan baku, UMKM kehilangan permintaan produk, dan bahkan UMKM kehilangan nilai aset (Lisnawati, 2024) Dari permasalahan tersebut karena terkait dengan beberapa tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM yaitu adanya keterbatasan kemampuan pelaku UMKM untuk mengadopsi teknologi digital dan literasi digital. Digitalisasi UMKM tidak hanya sekedar mengembangkan produk melalui pemasaran online untuk memperluas pangsa pasar, melainkan juga mengubah cara berpikir UMKM tentang menggunakan teknologi digital. Hasnidar dkk (2021) mengatakan bahwa era digital fokusnya tidak lagi memasarkan produk lewat media-media yang konservatif akan tetapi semuanya melalui teknologi. Dalam dunia bisnis dikenal dengan digital marketing atau E commerce. Ecommerce mengacu pada pembelian dan penjualan barang dan/ jasa melalui saluran elektronik seperti internet. Begitupula yang dilakukan oleh industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah, namun kita tidak dapat memungkiri adanya permasalahan digitalisasi UMKM Digitalisasi UMKM sebagai langkah untuk meningkatkan efisiensi dari aktivitas operasional bisnis. Digital marketing merupakan salah satu bentuk strategi pemasaran yang dilakukan untuk mepromosikan suatu produk agar dapat sampai kepada konsumen secara cepat dan tepat waktu. Perkembangan teknologi yang semakin pesat dapat digunakan untuk mengembangkan suatu bisnis, salah satunya adalah menggunakan digital marketing untuk mengkomunikasikan pemasaran produknya sebagai upaya untuk menguasai pasar tersebut (Fadhilah & Pratiwi, 2021). Keunggulan menggunakan digital marketing adalah dapat menjangkau semua kalangan, kapanpun, dengan cara apapun, dan dimanapun. Hal ini sangat jauh lebih unggul dibandingkan dengan marketing konvensional yang terbatas waktu, lokasi, dan jangkauan pengguna karena hanya mempromosikan produknya secara langsung di toko. Digital marketing juga memudahkan promosi penjualan, seperti penggunaan media sosial yang banyak digunakan oleh para pemasar. Pemasaran melalui digital marketing jangkauannya akan luas dan biaya akan lebih murah. Keberadaan media sosial menjadi sarana bagi konsumen yang dapat digunakan untuk menyebarkan informasi baik berupa teks, gambar, audio, dan video dengan banyak pihak baik antar perusahaan kepada konsumen atau konsumen pada perusahan (Meidiyustiani et al., 2021). Platform media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia per Januari 2024 adalah Whatsapp (90,9%) Instagram (85,3%), Facebook (81,6%). Posisi selanjutnya ditempati oleh Tiktok (73,5%), dan Telegram (61,3%) GoodStas (2024). Menurut Maulana (2017), pakar pemasaran Yuswohadi mengungkapkan bahwa pelaku UMKM harus mampu memaksimalkan manfaat perkembangan digital. Di beberapa daerah terpencil keterbatasan akses internet masih menjadi kendala. Pemahaman dari pelaku UMKM terhadap teknologi, pemasaran online 362 Celebes Journal of Community Services. 3(2): 2024 terbatas, proses produksi dan akses pasar daring yang masih dinilai belum cukup maksimal. Hal ini pula yang menjadi kendala pada UMKM di Desa Tritiro Kabupaten Bulukumba. Di Desa tersebut terdapat 5 UMKM sektor kuliner dan 1 UMKM sektor kerajinan tangan. Dalam temuan lapangan oleh mahasiswa KKN Tematik STIE Makassar Maju 2023 di Desa Tritiro Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba terdapat UMKM yang begerak dibidang makanan dan kerajinan tangan. UMKM ini sudah lama beroperasi dan menjual produknya ke konsumen akhir. Yang menjadi permasalahan para pelaku UMKM di Desa Tritiro ini adalah mereka masih memasarkan produknya secara konvensional dengan cara menitipkan produk mereka di tenant-tenant atau gardu milik warga di Desa Tritiro. Sebagian besar pelaku UMKM belum memahami cara memasarkan produk secara online. Mereka masih menggunakan pemasaran dari mulut ke mulut, padahal sebagian besar masyarakat di Desa Tritiro sudah menggunakan teknologi berupa android dalam kesehariannya. Diharapkan dengan Program pemasaran digital ini, olahan produk kuliner dan kerajinan tangan dapat menarik minat dan rasa penasaran konsumen-konsumen baru dan penjualanya dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan menj (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/celeb/article/download/1897/1269
Article home page: https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/celeb/article/view/1897/1269

Hasnidar Hasnidar, Jusri Jusri, Sultan Sultan, Adi Adi, Rahman Sundari, Febriyanti Ekea Multi. Pendampingan Pemasaran Digital pada UMKM di Desa Tritiro Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba, Celebes Journal of Community Services, 2024, pp. 361 - 366,