Pendidikan Kesehatan Perilaku Hidup Bersih Sehat dan Gizi Anak Sekolah di Dusun Bonto Bonto Desa Tunikamaseang Kabupaten Maros
Volume 3 Issue 2 (2024) Pages 338 - 344
Celebes Journal of Community Services
Pendidikan Kesehatan Perilaku Hidup Bersih Sehat dan
Gizi Anak Sekolah di Dusun Bonto Bonto Desa
Tunikamaseang Kabupaten Maros
Nurhaedah 1, Nurhayati 2, Idris 3, Andi Nursiah 4, Ali Imran 5, Muslimin B 6
1 Program Studi Keperawatan Gigi, STIKes Amanah Makassar
2,3,4 Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia
5 Program Studi Administrasi Rumah Sakit, Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia
6 Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Pejuang RI
Abstrak
Pola penerapan hidup bersih dan sehat merupakan bentuk dari perilaku berdasarkan
kesadaran sebagai wujud dari pembelajaran agar individu bisa menolong diri sendiri baik
pada masalah kesehatan ataupun ikut serta dalam mewujudkan masyarakat yang sehat di
lingkungannya. Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan
sekumpulan perilaku yang dipraktekkan berdasarkan kesadaran sebagai hasil dari
pembelajaran. Tujuan Pendidikan Kesehatan Perilaku Hidup Bersih Sehat dan Gizi Anak
Sekolah di Dusun Bonto Bonto Desa Tunikamaseang Kabupaten Maros sebagai upaya
promotif dan preventif terhadap penularan suatu penyakit. Metode yang digunakan dalam
pengabdian masyarakat ini berupa pendidikan kesehatan, sedangkan untuk media yang
digunakan yaitu video dan pengaplikasian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Kegiatan
dilakukan dengan observasi langsung pada saat penyuluhan dengan melihat interaksi
antara peserta dengan pemateri penyuluhan dan keaktifan peserta dalam acara edukasi.
Hasil kegiatan diperoleh data peserta paham dan mampu mengaplikasikan secara langsung
tentang cara mencuci tangan. Kegiatan pengabdian masyarakat “Pendidikan kesehatan
tentang perilaku hidup bersih dan sehat di Dusun Bonto Bonto Desa Tunikamaseang
Kabupaten Maros pada anak dan remaja mampu meningkatkan pengetahuan serta
memahami pola penerapan hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan cara mencuci tangan dan
pola makan yang sehat.
Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Perilaku Hidup Bersih Sehat dan Gizi, Anak
Sekolah, Dusun Bonto Bonto, Desa Tunikamaseang, Kabupaten Maros
Abstract
The pattern of implementing clean and healthy living is a form of behavior based
on awareness as a form of learning so that individuals can help themselves with health
problems or participate in creating a healthy society in their environment.
Implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a set of behaviors that
are practiced based on awareness as a result of learning. The aim of Health Education,
Healthy Clean Living Behavior and Nutrition for School Children in Bonto Bonto Hamlet,
Tunikamaseang Village, Maros Regency as a promotive and preventive effort against the
transmission of a disease. The method used in this community service is health
education, while the media used are videos and the application of Clean and Healthy
Living Behavior. Activities are carried out by direct observation during counseling by
observing the interaction between participants and the extension presenters and the
338
activeness of participants in educational events. The results of the activity showed that
participants understood and were able to directly apply how to wash their hands.
Community service activity "Health education about clean and healthy living behavior
in Bonto Bonto Hamlet, Tunikamaseang Village, Maros Regency for children and
teenagers is able to increase knowledge and understand patterns of implementing clean
and healthy living (PHBS) by washing hands and eating healthy patterns.
Keywords: Health Education, Healthy Clean Living Behavior and Nutrition, School
Children, Bonto Bonto Hamlet, Tunikamaseang Village, Maros Regency
Corresponding author : Nurhaedah
Email Address :
PENDAHULUAN
Pengetahuan hidup bersih dan sehat hakikatnya adalah dasar pencegahan manusia
dari berbagai penyakit. Kesehatan merupakan dambaan dan kebutuhan setiap orang.
Prinsip pengetahuan hidup bersih dan sehat ini menjadi salah satu landasan dan program
pembangunan kesehatan di Indonesia. Salah satu prinsip PBHS adalah tersedianya jamban
yang memenuhi syarat kesehatan yang dapat menghindarkan lingkungan dari
penyebaran penyakit, karena jamban yang tidak sehat dapat membawa efek terhadap
penurunan tingkat kesehatan. (Lubis, 2019).
Pengertian PHBS di tatanan rumah tangga yang tertuang dalam peraturan Menkes RI
Nomor 2269/Menkes/Per/XI/2011 adalah : di rumah tangga, sasaran primer harus
mempraktikan perilaku yang dapat menciptakan rumah tangga ber-PHBS, yang mencakup
persalinan di tolong oleh tenaga kesehatan, memberi bayi ASI Eksklusif, menimbang
balita setiap bulan, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan
sabun, pengelolaan air minum dan makan di rumah tangga, menggunakan jamban sehat (stop
buang air besar sembarangan/stop BABS), pengelolaan limbah cairan di rumah tangga,
membuang sampah di tempat sampah, memberantas jentik nyamuk, makan buah dan
sayur setiap hari, melakukan aktifitas fisik setiap hari, tidak merokok di dalam rumah dan
lain-lain (Depkes RI, 2010 dalam (Cumayunaro & Komalasari, 2021).
Pola penerapan hidup bersih dan sehat merupakan bentuk dari perilaku berdasarkan
kesadaran sebagai wujud dari pembelajaran agar individu bisa menolong diri sendiri baik pada
masalah kesehatan ataupun ikut serta dalam mewujudkan masyarakat yang sehat di
lingkungannya. Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan sekumpulan
perilaku yang dipraktekkan berdasarkan kesadaran sebagai hasil dari pembelajaran (Chairul
dkk, 2022).
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang
dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang
keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) dibidang
kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. (Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2269). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terbagi atas
berbagai tatanan, yaitu Tatanan Rumah Tangga, Institusi Pendidikan (Sekolah), Institusi
Kesehatan, Tempat Kerja maupun Tempat-tempat Umum. Terdapat tiga faktor yang masingmasing faktor mempunyai pengaruh tersendiri terhadap perilaku hidup bersih dan sehat.
Ketiga faktor tersebut yaitu faktor pemudah, faktor pemungkin, dan faktor penguat
(Widiyanto dkk, 2020).
Pendidikan kesehatan merupakan suatu bimbingan kepada orang tentang kesehatan.
Pendidikan kesehatan meliputi pengetahuan, sikap dan tindakan PHBS (Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat). Pelaksanaan PHBS melalui Pengembangan pembiasaan meliputi: berdoa sebelum
dan sesudah makan, mengucap salam bila bertemu dengan orang lain, menolong sesama,
membersihkan diri sendiri seperti sikat gigi, buang air, dan mandi. Menjaga kebersihan
lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, melaksanakan tata tertib yang ada di
sekolah, melaksanakan kegiatan ibadah sesuai aturan meniru keyakinannya, mengucapkan
terima kasih jika memperoleh sesuatu, menghormati orang tua dan orang yang lebih tua,
berbaha (...truncated)