Pemberdayaan Masyarakat Pengelola Sarang Burung Walet Menuju Kemandirian Ekonomi dan Berdaya Saing di Desa Boiya

Celebes Journal of Community Services, Dec 2024

Kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam hal ini mitra kami memiliki beberapa permasalahan yang kami temui setelah berdiskusi dengan mitra yaitu mitra kami yang berlokasi di Desa Boiya Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan, mitra kami mengaku mengalami kesulitan dalam bidang produksi sarang burung walet. Mitra kami telah membudidayakan sarang burung walet sejak tahun 2018 yang sudah berjalan selama 6 tahun, namun produktivitas sarang burung walet tidak mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, tingginya permintaan pasar terhadap sarang burung walet tentu tidak diimbangi dengan produksi sarang burung walet yang cenderung stagnan; tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam upaya peningkatan produktivitas sarang burung walet, pemberdayaan masyarakat, dan pengelolaan kotoran burung walet yang dapat bermanfaat dalam bidang pertanian; metode yang digunakan adalah identifikasi masalah, sosialisasi program, pelaksanaan program, evaluasi dan monitoring kemudian tindak lanjut. Hasil yang telah dicapai dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah peningkatan keterampilan teknis pengelola sarang burung walet, peningkatan produksi sarang burung walet sebesar 30% dari produktivitas awal, kesadaran lingkungan dalam melestarikan burung walet dan pemanfaatan limbah burung walet menjadi pupuk organik.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/celeb/article/download/2035/1343

Pemberdayaan Masyarakat Pengelola Sarang Burung Walet Menuju Kemandirian Ekonomi dan Berdaya Saing di Desa Boiya

Volume 4 Issue 1 (2025) Pages 40 - 47 Celebes Journal of Community Services ISSN : 2962-4088(Online) Pemberdayaan Masyarakat Pengelola Sarang Burung Walet Menuju Kemandirian Ekonomi dan Berdaya Saing di Desa Boiya Wahyuni Saleh1*, Haslindah2, Amal Aqmal3, Ahmad Jumarding4 1,2, 3,4, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, Indonesia Universitas Bosowa, Makassar, Indonesia Abstrak Kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam hal ini mitra kami memiliki beberapa permasalahan yang kami temui setelah berdiskusi dengan mitra yaitu mitra kami yang berlokasi di Desa Boiya Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan, mitra kami mengaku mengalami kesulitan dalam bidang produksi sarang burung walet. Mitra kami telah membudidayakan sarang burung walet sejak tahun 2018 yang sudah berjalan selama 6 tahun, namun produktivitas sarang burung walet tidak mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, tingginya permintaan pasar terhadap sarang burung walet tentu tidak diimbangi dengan produksi sarang burung walet yang cenderung stagnan; tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam upaya peningkatan produktivitas sarang burung walet, pemberdayaan masyarakat, dan pengelolaan kotoran burung walet yang dapat bermanfaat dalam bidang pertanian; metode yang digunakan adalah identifikasi masalah, sosialisasi program, pelaksanaan program, evaluasi dan monitoring kemudian tindak lanjut. Hasil yang telah dicapai dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah peningkatan keterampilan teknis pengelola sarang burung walet, peningkatan produksi sarang burung walet sebesar 30% dari produktivitas awal, kesadaran lingkungan dalam melestarikan burung walet dan pemanfaatan limbah burung walet menjadi pupuk organik. Kata Kunci: pemberdayaan, masyarakat, sarang, burung, burung walet Abstract Community empowerment activities in this case our partners have several problems that we encountered after discussing with partners, namely our partner located in Boiya Village, Maiwa District, Enrekang Regency, South Sulawesi, our partners admitted to experiencing difficulties in the field of swallow nest production. Our partners have been cultivating swallow nests since 2018 which has been running for 6 years, but the productivity of swallow nests has not increased from year to year, the high market demand for swallow nests is certainly not covered by swallow nest production which tends to be flat; the porpose of this community service activity is carried out in an effort to increase the productivity of swallow nests, community empowerment, and 40 Pemberdayaan Masyarakat Pengelola Sarang Burung Walet Menuju Kemandirian Ekonomi dan Berdaya Saing di Desa Boiya management of swallow droppings which can be useful in agriculture; the methods used are problem identification, program socialiation, program implementation, evaluation and monitoring and then follow-up. The results that have been achived from community service activities are an increase in the technical skill of swallow nest managers, an increase in swallow nest production by 30% from initial productivity, environmental awareness in preserving swallows and utilizing swallow waste into organic fertilizer. Keywords: empowerement, community, nest, bird, swiftlet Copyright (c) 2024 Wahyuni Saleh dkk * Corresponding author : Email Address : PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu produsen sarang burung walet terbesar di dunia. Sarang burung walet merupakan komoditas bernilai tinggi yang banyak diburu di pasar internasional. Dilansir dari CNBC Indonesia per Agustus 2024 ekspor sarang burung walet dari Indonesia tembus 1.300 Ton dengan rata-rata harga Rp. 7.400.000/kg. sarang burung walet ini diekspor ke berbagai negara-negara luar seperti Hongkong, Tiongkok, Singapura, Amerika Serikat, Vietnam, Kanada, Taiwan, Thailand, Jepang, Kamboja dan negara-negara lain. Habitat burung walet adalah lingkungan banyak pepohonan, persawahan, dan daerah rawa-rawa yang banyak ditumbuhi tumbuhan rendah (Saepuddin, 2006). Kelembapan juga termasuk salah satu faktor lingkungan yang sangat penting untuk menciptakan rasa nyaman yang menjadi tempat tinggal yang disukai burung walet (Wahyuni dkk, 2022). Di berbagai wilayah Indonesia sendiri banyak masyarakat pengelola sarang burung walet yang menjadikannya sebagai sumber pendapatan utama. Sarang burung walet yang bernilai ekonomi tinggi menjadi komoditas yang utama namun limbah dari pengelolaan sarang burung walet juga jarang untuk dimanfaatkan dan berpotensi menjadi pencemaran dan polusi lingkungan. Di desa Boiya Kecamatan Maiwa kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, mitra kami mengaku mengalami kesulitan di bidang produksi sarang burung walet (Ahmad Jumarding dkk, 2021). Mitra kami sudah membudidayakan sarang burung walet mulai dari tahun 2018 itu artinya usaha pengelolaan sarang burung waletnya sudah berjalan selama 6 tahun, produktivitas sarang burung walet tidak mengalami peningkatan dari tahun ke tahun kemudian tingginya permintaan pasar akan sarang burung walet tentunya tidak tercover dengan produksi sarang burung walet yang cenderung tetap (Talino & Zulfita, 2013). Permasalahan selanjutnya adalah limbah kotoran burung walet yang hanya dibuang di tempat sampah terdekat atau dibuang di hutan karena lokasi budidaya sarang burung walet ini berada di tengah pemukiman masyarakat sehingga sulit untuk mengolah limbah kotoran burung walet tersebut. Melihat kendala-kendala yang terjadi di lokasi mitra kami dan berdasarkan dalam membuat sarang burung walet, perlu beberapa pertimbangan yang dapat memberikan kenyamanan untuk burung walet bersarang dan berkembang biak. Perlu banyak pertimbangan dalam membuat sarang burung nyaman untuk hunian walet diantaranya suhu, kelembaban, 41 Celebes Journal of Community Services. 4(1): 2025 tipe umum sarang burung walet dan tingkat pencahayaan yang rendah (Ningsih dkk, 2021). Melalui pengamatan dan diskusi langsung dengan mitra permasalahan yang ditemui adalah suhu ruang bangunan sarang burung walet yang tergolong panas di siang hari yang mana suhu dan kelembaban menjadi kunci utama kenyamanan burung walet untuk bersarang dan berkembang biak. Bentuk sarang yang sempurna dihasilkan dari rumah walet yang memiliki kadar kelembaban yang optimal yakni 80-90% dan dipanen tepat waktu (Handoko, 2022). Jika kelembaban terlalu tinggi sarang akan mudah lembek dan berjamur sedangkan jika terlalu kering sarang akan mudah rapuh (Ayuti dkk, 2016). Meninjau permasalahan mitra yang menjadi kendala yakni kurangnya produktivitas dan tidak dikelolanya limbah kotoran burung walet, maka kami tim pengabdi memiliki solusi untuk pengadaan teknologi tepat guna untuk mitra berupa pengadaan mesin kabut uap untuk memberikan kelembaban pada gedung sarang burung walet agar burung walet nyaman bersarang, pengukur suhu dan kelembaban, aroma pemikat burung walet (Frederick & Gandha, 2022). Untuk menciptakan dan menjaga kondisi dalam ruangan sarang burung walet seperti habitat ala (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/celeb/article/download/2035/1343
Article home page: https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/celeb/article/view/2035/1343

Saleh Wahyuni, Haslindah Haslindah, Amal Aqmal, Ahmad Jumarding. Pemberdayaan Masyarakat Pengelola Sarang Burung Walet Menuju Kemandirian Ekonomi dan Berdaya Saing di Desa Boiya, Celebes Journal of Community Services, 2024, pp. 40 - 47,