PKM Pelatihan Kreativitas dan Kewirausahaan Santri Pesantren Mizanul Ulum Desa Sanrobone, Kec. Sanrobone, Kabupaten Takalar

Celebes Journal of Community Services, Jan 2025

Kegiatan PKM ini berkaitan dengan kreativitas dan kewirausahaan bagi santri pada pesantren Mizanul Ulum Desa Sanrobone Kecamatan Sanrobone. Permasalahan Mitra dalam kegiatan PKM ini bahwa Kegiatan pelatihan kreativitas dan kewirausahaan bagi santri belum pernah dilakukan, Kelompok mitra yang dalam hal ini adalah para santri, memiliki potensi untuk mengembangkan kreativitas dan kewirausahaan, namun mereka belum mampu melakukannya. Informasi tentang kreativitas dan kewirausahaan bagi santri sangat mereka butuhkan untuk mengembangkan diri. Oleh karenanya itu, kegiatan PKM ini mencoba menawarkan Solusi dengan memberikan mereka pelatihan tentang kreativitas dan kewirausahaan dalam rangka mencipta peluang usaha dan bisnis, mengerti dan memahami peluagn usaha dan bisnis agar mereka kelompok mitra dapat merencanakan dan memilih jenis usaha dan bisnis, Mampu menangkap ide bisnis dan usaha agar dapat menciptakan peluang bisnis atau wirausaha dan dapat memberi manfaat dalam meningkatkan kualitas hidup.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/celeb/article/download/1603/1395

PKM Pelatihan Kreativitas dan Kewirausahaan Santri Pesantren Mizanul Ulum Desa Sanrobone, Kec. Sanrobone, Kabupaten Takalar

Volume 4 Issue 1 (2025) Pages 72 - 79 Celebes Journal of Community Services ISSN : 2962-4088 (Online) PKM Pelatihan Kreativitas dan Kewirausahaan Santri Pesantren Mizanul Ulum Desa Sanrobone, Kec. Sanrobone, Kabupaten Takalar Arifin1 * , Muhammad Syafi’I A. Basalamah2, Bahar Sinring3, Muhammad Arsyad4 1,2,3 Universitas Muslim Indonesia Abstrak Kegiatan PKM ini berkaitan dengan kreativitas dan kewirausahaan bagi santri pada pesantren Mizanul Ulum Desa Sanrobone Kecamatan Sanrobone. Permasalahan Mitra dalam kegiatan PKM ini bahwa Kegiatan pelatihan kreativitas dan kewirausahaan bagi santri belum pernah dilakukan, Kelompok mitra yang dalam hal ini adalah para santri, memiliki potensi untuk mengembangkan kreativitas dan kewirausahaan, namun mereka belum mampu melakukannya. Informasi tentang kreativitas dan kewirausahaan bagi santri sangat mereka butuhkan untuk mengembangkan diri. Oleh karenanya itu, kegiatan PKM ini mencoba menawarkan Solusi dengan memberikan mereka pelatihan tentang kreativitas dan kewirausahaan dalam rangka mencipta peluang usaha dan bisnis, mengerti dan memahami peluagn usaha dan bisnis agar mereka kelompok mitra dapat merencanakan dan memilih jenis usaha dan bisnis, Mampu menangkap ide bisnis dan usaha agar dapat menciptakan peluang bisnis atau wirausaha dan dapat memberi manfaat dalam meningkatkan kualitas hidup. Kata Kunci: Pelatihan Kreativitas, Kewirausahaan, Santri Pesantren, Desa Sanrobone. Abstract This PKM activity is related to creativity and entrepreneurship for students at the Mizanul Ulum Islamic boarding school, Sanrobone Village, Sanrobone District. The problem of partners in this PKM activity is that creativity and entrepreneurship training activities for students have never been carried out, partner groups, in this case are students, have the potential to develop creativity and entrepreneurship, but they have not been able to do so. Information about creativity and entrepreneurship for students is very much needed to develop themselves. Therefore, this PKM activity tries to offer solutions by providing them with training on creativity and entrepreneurship in order to create business and business opportunities, understand and understand business and business opportunities so that they partner groups can plan and choose the type of business and business, Able to capture business ideas and businesses in order to create business opportunities or entrepreneurship and can provide benefits in improving the quality of life.. Keywords: Creativity Training, Entrepreneurship, Islamic Boarding School Students, Sanrobone Village 72 Celebes Journal of Community Services. 1(2): 2022 Copyright (c) 2024 Arifin * Corresponding author : Email Address : PENDAHULUAN Perkembangan ilmu pengetahuan sosial, ekonomi, politik, budaya teknologi dan kesejahteraan telah menciptakan gap diantara faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan tersebut. Misalnya : gap antara ilmu pengetahuan dan sosial, sosial dan politik, budaya dan sosial atau sosial dan teknologi. Gap yang terjadi akan menciptakan perubahan status sosial, perilaku, gaya hidup, kebutuhan, keinginan, selera dan sebagainya, sehingga bisa membangkitkan sebuah inspirasi bisnis yang pada akhirnya memunculkan peluang besar. Munculnya peluang bisnis yang baru akan menstimulus munculnya entrepreneur-enterpreneur muda. Hal inilah yang mendorong timbulnya semangat enterpreneurship seiring dengan perubahan dan perkembangan ekonomi. Ada beberapa faktor yang menstimulus semangat entrepreneurship tersebut, yaitu : (Hendro : 2011; 28-29). 1) Evolusi Produk, Perubahan produk akan menimbulkan perubahan kebutuhan yang memunculkan sebuah peluang baru. 2) Evolusi Ilmu Pengetahuan, Perubahan ilmu pengetahuan akan menimbulkan inspirasi produk baru dan begitu seterusnya. 3) Perubahan Gaya Hidup, Selera dan Hoby, Perubahan gaya hidup akan menimbulkan keinginan akan produk yang berbeda. 4) Perubahan Teknologi, Berkembangnya teknologi dan semakin canggihnya teknologi akan menciptakan produk, suasana dan gaya hidup yang berbeda. 5) Perubahan Budaya, Berkembangnya gaya hidup, pendapatan, selera teknologi dan sebagainya akan mengubah budaya seseorang, sehingga hal ini mempengaruhi kebutuhan akan produk yang berbeda di setiap tempat. 6) Perubahan Struktur Pemerintahan dan Politik, Perubahan politik akan mempengaruhi perubahan struktur pemerintahan, yang berujung pada perubahan peraturan kebijakan dan arah perekonomian sehingga muncullah sebuah gap kebutuhan akan produk yang lalu dan pasca perubahan. 7) Intrapreneurship, Kemampuan intrapreneurship (Entrepreneurship) di dalam sebuah perusahaan internal yang semakin baik dan kuat, akan memunculkan gairah entrepreneurship. Hal ini disebabkan karena kreativitas, inovasi, ketatnya persaingan, hasrat ingin tantangan yang lebih baru, perubahan organisasi dan lainlain. Jadi organisasi secara tidak langsung mengembangkan jiwa kewirausahaan seseorang. 73 Literasi Manajemen Keuangan Keluarga dalam Mengatasi Maraknya Tawaran Pinjaman Online ... DOI: 10.37531/celeb.v1i2.237 Seorang entrepreneurship harus bisa melihat suatu opportunity atau peluang dari kacamata (perspektif) yang berbeda dari orang lain, atau yang tidak terpikirkan oleh orang lain yang kemudian bisa diwujudkan menjadi value (nilai). Oleh karena itu berwirausaha sebaiknya dimulai dari dini dan juga dimulai dari bangku sekolah menengah. Pada umumnya kegiatan ini dilakukan sebagai support (dukungan) sekolah dan perguruan tinggi kepada pemerintah dalam mengembangkan usaha kecil dan dunia pekerjaan, sehingga kegiatan ini nantinya diharapkan menjadi salah satu usaha untuk menumbuhkan kreativitas dan motivasi wirausaha dalam lingkungan siswa, dan diharapkan siswa dapat memulai usaha kecil sejak dibangku sekolah. Apatalagi dalam era kehidupan modern sekarang ini, kreativitas dan pelatihan wirausaha merupakan hal yagn amat penting dalam sebuah lembaga pendidikan (sekolah). Sebagai bagian dari upaya dalam pencapaian tujuan pendidikan. Oleh karena itu sekolah sebagai sebuah organisasi (lembaga pendidikan) perlu terus menerus berupaya mengembangkan kreativitas dan wirausaha serta kerjasama seluruh peserta didik yaitu siswa dan siswi, baik dalam lingkungan internal maupun eksternal. Dalam mendukung terciptanya kreativitas dan wirausaha tidaklah mudah, dibutuhkan kesadaran dan semangat yang kuat serta memiliki tujuan yang diinginkan sehingga dapat mewujudkan suatu gagasan atau ide menjadi suatu kenyataan yang mempunyai nilai dan manfaat. Pondok Pesantren Mizanul Ulum Desa Sanrobone Kecamatan Sanrobone. Kabupaten Takalar menyadari pentingnya dalam pengembangan kreativitas dan membangun kerjasama tim, diperlukan pembekalan sejak dini dalam upaya membangun kemandirian dikalangan siswa pesantren. Oleh karena itu untuk mendukung hal tersebut, maka diperlukan suatu pelatihan dan pembekalan dasar dalam mengembangkan kreativitas kepada siswa dan siswi pondok pesantren dengan tujuan untuk menjadikan siswa dan siswi yang berkreativitas d (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/celeb/article/download/1603/1395
Article home page: https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/celeb/article/view/1603/1395

Arifin Arifin, A. Basalamah Muhammad Syafi'i, Bahar Sinring, Arsyad Muhammad. PKM Pelatihan Kreativitas dan Kewirausahaan Santri Pesantren Mizanul Ulum Desa Sanrobone, Kec. Sanrobone, Kabupaten Takalar, Celebes Journal of Community Services, 2025, pp. 72-79,