PKM Pelatihan Kreativitas dan Kewirausahaan Santri Pesantren Mizanul Ulum Desa Sanrobone, Kec. Sanrobone, Kabupaten Takalar
Volume 4 Issue 1 (2025) Pages 72 - 79
Celebes Journal of Community Services
ISSN : 2962-4088 (Online)
PKM Pelatihan Kreativitas dan Kewirausahaan Santri
Pesantren Mizanul Ulum Desa Sanrobone, Kec. Sanrobone,
Kabupaten Takalar
Arifin1 * , Muhammad Syafi’I A. Basalamah2, Bahar Sinring3, Muhammad Arsyad4
1,2,3
Universitas Muslim Indonesia
Abstrak
Kegiatan PKM ini berkaitan dengan kreativitas dan kewirausahaan bagi santri pada
pesantren Mizanul Ulum Desa Sanrobone Kecamatan Sanrobone. Permasalahan Mitra
dalam kegiatan PKM ini bahwa Kegiatan pelatihan kreativitas dan kewirausahaan bagi
santri belum pernah dilakukan, Kelompok mitra yang dalam hal ini adalah para santri,
memiliki potensi untuk mengembangkan kreativitas dan kewirausahaan, namun mereka
belum mampu melakukannya. Informasi tentang kreativitas dan kewirausahaan bagi
santri sangat mereka butuhkan untuk mengembangkan diri. Oleh karenanya itu,
kegiatan PKM ini mencoba menawarkan Solusi dengan memberikan mereka pelatihan
tentang kreativitas dan kewirausahaan dalam rangka mencipta peluang usaha dan
bisnis, mengerti dan memahami peluagn usaha dan bisnis agar mereka kelompok mitra
dapat merencanakan dan memilih jenis usaha dan bisnis, Mampu menangkap ide bisnis
dan usaha agar dapat menciptakan peluang bisnis atau wirausaha dan dapat memberi
manfaat dalam meningkatkan kualitas hidup.
Kata Kunci: Pelatihan Kreativitas, Kewirausahaan, Santri Pesantren, Desa Sanrobone.
Abstract
This PKM activity is related to creativity and entrepreneurship for students at the Mizanul
Ulum Islamic boarding school, Sanrobone Village, Sanrobone District. The problem of
partners in this PKM activity is that creativity and entrepreneurship training activities for
students have never been carried out, partner groups, in this case are students, have the
potential to develop creativity and entrepreneurship, but they have not been able to do
so. Information about creativity and entrepreneurship for students is very much needed
to develop themselves. Therefore, this PKM activity tries to offer solutions by providing
them with training on creativity and entrepreneurship in order to create business and
business opportunities, understand and understand business and business opportunities
so that they partner groups can plan and choose the type of business and business, Able
to capture business ideas and businesses in order to create business opportunities or
entrepreneurship and can provide benefits in improving the quality of life..
Keywords: Creativity Training, Entrepreneurship, Islamic Boarding School Students, Sanrobone
Village
72
Celebes Journal of Community Services. 1(2): 2022
Copyright (c) 2024 Arifin
* Corresponding author :
Email Address :
PENDAHULUAN
Perkembangan ilmu pengetahuan sosial, ekonomi, politik, budaya teknologi
dan kesejahteraan telah menciptakan gap diantara faktor-faktor yang mempengaruhi
perkembangan tersebut. Misalnya : gap antara ilmu pengetahuan dan sosial, sosial dan
politik, budaya dan sosial atau sosial dan teknologi. Gap yang terjadi akan menciptakan
perubahan status sosial, perilaku, gaya hidup, kebutuhan, keinginan, selera dan
sebagainya, sehingga bisa membangkitkan sebuah inspirasi bisnis yang pada akhirnya
memunculkan peluang besar.
Munculnya peluang bisnis yang baru akan menstimulus munculnya
entrepreneur-enterpreneur muda. Hal inilah yang mendorong timbulnya semangat
enterpreneurship seiring dengan perubahan dan perkembangan ekonomi. Ada
beberapa faktor yang menstimulus semangat entrepreneurship tersebut, yaitu :
(Hendro : 2011; 28-29).
1) Evolusi Produk, Perubahan produk akan menimbulkan perubahan kebutuhan yang
memunculkan sebuah peluang baru.
2) Evolusi Ilmu Pengetahuan, Perubahan ilmu pengetahuan akan menimbulkan
inspirasi produk baru dan begitu seterusnya.
3) Perubahan Gaya Hidup, Selera dan Hoby, Perubahan gaya hidup akan
menimbulkan keinginan akan produk yang berbeda.
4) Perubahan Teknologi, Berkembangnya teknologi dan semakin canggihnya teknologi
akan menciptakan produk, suasana dan gaya hidup yang berbeda.
5) Perubahan Budaya, Berkembangnya gaya hidup, pendapatan, selera teknologi dan
sebagainya akan mengubah budaya seseorang, sehingga hal ini mempengaruhi
kebutuhan akan produk yang berbeda di setiap tempat.
6) Perubahan Struktur Pemerintahan dan Politik, Perubahan politik akan
mempengaruhi perubahan struktur pemerintahan, yang berujung pada perubahan
peraturan kebijakan dan arah perekonomian sehingga muncullah sebuah gap
kebutuhan akan produk yang lalu dan pasca perubahan.
7) Intrapreneurship, Kemampuan intrapreneurship (Entrepreneurship) di dalam
sebuah perusahaan internal yang semakin baik dan kuat, akan memunculkan
gairah entrepreneurship. Hal ini disebabkan karena kreativitas, inovasi, ketatnya
persaingan, hasrat ingin tantangan yang lebih baru, perubahan organisasi dan lainlain. Jadi organisasi secara tidak langsung mengembangkan jiwa kewirausahaan
seseorang.
73
Literasi Manajemen Keuangan Keluarga dalam Mengatasi Maraknya Tawaran Pinjaman Online ...
DOI: 10.37531/celeb.v1i2.237
Seorang entrepreneurship harus bisa melihat suatu opportunity atau peluang
dari kacamata (perspektif) yang berbeda dari orang lain, atau yang tidak terpikirkan
oleh orang lain yang kemudian bisa diwujudkan menjadi value (nilai). Oleh karena itu
berwirausaha sebaiknya dimulai dari dini dan juga dimulai dari bangku sekolah
menengah.
Pada umumnya kegiatan ini dilakukan sebagai support (dukungan) sekolah dan
perguruan tinggi kepada pemerintah dalam mengembangkan usaha kecil dan dunia
pekerjaan, sehingga kegiatan ini nantinya diharapkan menjadi salah satu usaha untuk
menumbuhkan kreativitas dan motivasi wirausaha dalam lingkungan siswa, dan
diharapkan siswa dapat memulai usaha kecil sejak dibangku sekolah. Apatalagi dalam
era kehidupan modern sekarang ini, kreativitas dan pelatihan wirausaha merupakan
hal yagn amat penting dalam sebuah lembaga pendidikan (sekolah). Sebagai bagian
dari upaya dalam pencapaian tujuan pendidikan. Oleh karena itu sekolah sebagai
sebuah organisasi (lembaga pendidikan) perlu terus menerus berupaya
mengembangkan kreativitas dan wirausaha serta kerjasama seluruh peserta didik yaitu
siswa dan siswi, baik dalam lingkungan internal maupun eksternal.
Dalam mendukung terciptanya kreativitas dan wirausaha tidaklah mudah,
dibutuhkan kesadaran dan semangat yang kuat serta memiliki tujuan yang diinginkan
sehingga dapat mewujudkan suatu gagasan atau ide menjadi suatu kenyataan yang
mempunyai nilai dan manfaat. Pondok Pesantren Mizanul Ulum Desa Sanrobone
Kecamatan Sanrobone. Kabupaten Takalar menyadari pentingnya dalam
pengembangan kreativitas dan membangun kerjasama tim, diperlukan pembekalan
sejak dini dalam upaya membangun kemandirian dikalangan siswa pesantren. Oleh
karena itu untuk mendukung hal tersebut, maka diperlukan suatu pelatihan dan
pembekalan dasar dalam mengembangkan kreativitas kepada siswa dan siswi pondok
pesantren dengan tujuan untuk menjadikan siswa dan siswi yang berkreativitas d (...truncated)