Pengaruh Fitur Posting Ulang (Repost) Terhadap Kepuasan Penggunaan Tiktok pada Gen Z di Indonesia
ISSN : 2355-9357
e-Proceeding of Management : Vol.11, No.6 Desember 2024 | Page 6879
Pengaruh Fitur Posting Ulang (Repost) Terhadap Kepuasan Penggunaan
Tiktok pada Gen Z di Indonesia
Nur Isya Awaliah Ahsan1, Reni Nuraeni2
1
Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial, Universitas Telkom, Indonesia,
2
Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial, Universitas Telkom, Indonesia,
Abstract
This study aims to determine the effect of the repost feature on the satisfaction of using TikTok among Gen Z in
Indonesia. The theory used in this research is the Uses and Gratification theory with a quantitative method. The
population in this study is not limited by gender or location (unknown population), where the sampling technique used
in this study is non-probability sampling using the Lemeshow formula. Data collection was obtained from the
distribution of questionnaires via Google Forms, which were distributed to 400 respondents born between 1997 and
2012, aged 12 to 27 years. Based on the discussion outlined, it can be concluded that the repost feature has an impact
on the satisfaction of using TikTok among Gen Z in Indonesia. The relationship between these two variables is
categorized as very strong, which has been proven by the results of the hypothesis test using the T-test that the repost
feature variable (X) has a value of t_calculated = 26.543 > t_table = 1.649 with a significance level of 0.000 < 0.05,
thus it is concluded that H0 is rejected and H1 is accepted, indicating that the independent variable "Repost Feature"
affects the satisfaction of using TikTok among Gen Z in Indonesia.
Keywords-social media, tiktok, repost feature, user satisfaction
Abstrak
Penelitian ini bertujun untuk mengetahui pengaruh fitur posting ulang ( repost) terhadap kepuasan penggunaan
Tiktok pada Gen Z di Indonesia. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uses and Gratification dengan
menggunakan metode kuantitatif., Populasi pada penelitian ini tidak dibatasi oleh gender atau lokasi (unknown
population), dimana teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah nonprobability sampling
dengan menggunakan rumus Lemeshow. Pengumpulan data didapatkan dari hasil penyebaran kuesioner melalui
Google Form, yang disebarkan kepada 400 responden dengan rentang kelahiran 1997-2012 yaitu usia 12 hingga 27
tahun. Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan, dapat ditarik Kesimpulan bahwa Fitur Posting Ulang (repost)
memiliki pengaruh terhadap Kepuasan Penggunaan Tiktok pada Gen Z di Indonesia. Hubungan antara kedua variabel
tersebut dinyatakan masuk dalam kategori sangat kuat yang telah dibuktikan dengan hasil uji hipotesis penelitian
menggunakan uji T bahwa variabel fitur posting ulang (X) mempunyai nilai thitung = 26.543 > ttabel = 1.649 dengan
tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, maka variabel
independen <Fitur Posting Ulang (repost)= berpengaruh terhadap Kepuasan Penggunaan Tiktok pada Gen Z di
Indonesia=.
Kata Kunci-media sosial, tiktok, fitur posting ulang, kepuasan pengguna
I.
PENDAHULUAN
Di era transformasi digital, perkembangan media baru semakin pesat. Media baru atau New Media adalah media
yang muncul akibat proses digitalisasi yang terjadi pada perkembangan teknologi dan informasi, dimana media
tersebut mengandalkan jaringan internet untuk mendistribusikan pesan-pesan kepada khalayak yang ada dalam media
tersebut. Seiring dengan perkembangan internet dan media baru, media sosial hadir sebagai bentuk perkembangan
dari media baru. Media baru tidak dapat dipisahkan dari internet, dimana internet merupakan bagian dari media baru
ISSN : 2355-9357
e-Proceeding of Management : Vol.11, No.6 Desember 2024 | Page 6880
itu sendiri, sehingga dapat dikatakan media baru adalah media yang berbasis online dan bersifat fleksibel (Fathoni,
2018, p. 207). Menurut Andlika (2019) dikutip dalam (Astari, 2021, p. 133), media sosial adalah platform yang
memungkinkan setiap penggunanya untuk membangun image dengan berbagi, berinteraksi, berkomunikasi dan
membentuk hubungan sosial dengan pengguna lain secara virtual. Berdasarkan perolehan data dari We Are Social,
menunjukkan jumlah populasi masyarakat Indonesia menyentuh 276,4 juta jiwa dengan jumlah pengguna internet
212,9 juta orang per Januari 2023, dan pengguna aktif media sosial di Indonesia sebanyak 167 juta jiwa per Januari
tahun 2023 (Clinten, 2023).
TikTok merupakan salah satu platform media sosial yang mengalami perkembangan pesat pada tahun 2020
dengan unduhan sekitar sebanyak 2.020 unduhan, dimana TikTok menjadi aplikasi terpopuler dan paling banyak
diunduh setelah WhatsApp, melampaui Facebook dan Instagram. Keunggulan Tiktok yang memungkinkan seluruh
penggunanya untuk membuat konten dengan akses yang relatif sederhana, membuat aplikasi Tiktok menjadi lebih
populer diantara media sosial lainnya (Schillinger et al., 2020). Tiktok dapat menarik audience dengan berbagai
macam minat di dalamnya seperti konten berupa dance cover, musik, komedi, edukasi, politik, seni, kecantikan dan
lainnya (Haikal Pamungkas & Imam Wahjono, 2023). Pada tahun 2022, Indonesia menempati peringkat kedua sebagai
pengguna Tiktok terbanyak di dunia dengan sekitar 1,46 miliyar pengguna aktif setelah Amerika Serikat (Anggraini
et al., 2023, p. 97).
Seiring dengan perkembangannya, Tiktok tidak hanya menjadi sebuah platform untuk membuat video berdurasi
pendek, Tiktok memiliki karakteristik user generated content dan keterhubungan antar user sebagai salah satu media
sosial, yang berarti setiap pengguna media sosial dapat berinteraksi dengan pengguna lainnya melalui konten yang
mereka share di media sosial. Selain itu pengguna media sosial juga dapat membagikan ulang (repost) konten yang
dibuat oleh pengguna lain di media sosial mereka (Agustina, 2020, p. 60). Tiktok mengeluarkan fitur-fitur baru agar
tetap upgrade. Salah satu fitur terbaru Tiktok yaitu posting ulang atau repost. Fitur posting ulang ini baru saja
launching pada tahun 2022. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk membagikan atau memposting ulang konten
milik pengguna lain. Kemudian konten video yang diposting ulang akan muncul dan bisa dilihat oleh followers
pengguna yang memposting ulang konten video pengguna lain pada For You Page (Fyp) Tiktok mereka (To Tekno,
2023).
Pengguna Tiktok berasal dari berbagai kalangan, salah satunya adalah generasi Z. Generasi Z lahir pada saat
kemunculan perangkat digital, dimana teknologi berkembang pesat dan mereka tidak dapat dipisahkan dengan
perkembangan teknologi terutama media sosial (Sintauli, 2021, p. 2). Generasi Z merupakan pengguna dominan dari
platform Tiktok karena Tiktok menawarkan berbagai macam fitur menarik (Adawiyah, 2020, p. 2). Menurut (Astuti1
& Andrini2, 2021, p. 97) remaja dengan rentang usia 14-24 tahun menjadi pengguna Tiktok yang paling dominan
setara dengan remaja usia sekolah. Head of Public Policy Tik Tok Indonesia Donny Eryastha menyebutkan bahwa
g (...truncated)