Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol, Aseton Dan Kloroform Buah Cabai Merah (Capsicum annuum L.) terhadap Fusarium oxysporum

Bioma : Berkala Ilmiah Biologi, Dec 2024

Red chili (Capsicum annuum L.) is a plant that is widely used for food needs, medicine, and also has the potential as an antimicrobial agent. Fusarium oxysporum is known as a soil-borne phytopathogen that causes fusarium wilt disease that infects many plants, causing major losses in infected plants. This research aims to determine the antifungal potential of ethanol, acetone and chloroform extracts from red chili fruit (Capsicum annuum L.) against Fusarium oxysporum mold which infects potato plants. Red chilies (Capsicum annuum L.) were extracted using the maceration method. The yields of ethanol, acetone and chloroform extracts were respectively 15.3%, 13.43% and 14.56%. Based on antifungal tests on Potato Dextrose Agar (PDA) media, the three extracts in the same concentration, namely 100%, were unable to inhibit Fusarium oxysporum. This is possibly because Capsicum annuum L. is known to have antimicrobial abilities in a narrow spectrum, while Fusarium oxysporum is generally a stress-adaptive pathogen. Controlling Fusarium oxysporum by using red chili extract cannot be an alternative for controlling fusarium wilt disease.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.undip.ac.id/index.php/bioma/article/download/64714/27876

Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol, Aseton Dan Kloroform Buah Cabai Merah (Capsicum annuum L.) terhadap Fusarium oxysporum

Bioma: Berkala Ilmiah Biologi, Desember 2024 Vol. 26, No. 2, Hal. 100-110 p ISSN: 1410-8801 e ISSN: 2598-2370 Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol, Aseton dan Kloroform Buah Cabai Merah (Capsicum annuum L.) terhadap Fusarium oxysporum (Antifungal Activity Test of Ethanol, Acetone, and Chloroform Extracts of Red Chili Fruit (Capsicum annuum L.) against Fusarium oxysporum) Rachel Dewita Sari1, Arina Tri Lunggani1*, Susiana Purwantisari1 1 Departemen Biologi Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro, Semarang Jalan Prof. Jacob Rais, Tembalang, Semarang 50275 *Penulis Korespondensi: Abstract Red chili (Capsicum annuum L.) is a plant that is widely used for food needs, medicine, and also has the potential as an antimicrobial agent. Fusarium oxysporum is known as a soil-borne phytopathogen that causes fusarium wilt disease that infects many plants, causing major losses in infected plants. This research aims to determine the antifungal potential of ethanol, acetone and chloroform extracts from red chili fruit (Capsicum annuum L.) against Fusarium oxysporum mold which infects potato plants. Red chilies (Capsicum annuum L.) were extracted using the maceration method. The yields of ethanol, acetone and chloroform extracts were respectively 15.3%, 13.43% and 14.56%. Based on antifungal tests on Potato Dextrose Agar (PDA) media, the three extracts in the same concentration, namely 100%, were unable to inhibit Fusarium oxysporum. This is possibly because Capsicum annuum L. is known to have antimicrobial abilities in a narrow spectrum, while Fusarium oxysporum is generally a stress-adaptive pathogen. Controlling Fusarium oxysporum by using red chili extract cannot be an alternative for controlling fusarium wilt disease. Keywords: Capsicum annuum L. extract, antifungal, Fusarium oxysporum Abstrak Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan baik dalam kegunaan kebutuhan pangan, pengobatan, juga berpotensi sebagai agen antimikroba. Fusarium oxysporum dikenal sebagai fitopatogen tular tanah penyebab penyakit layu fusarium yang menginfeksi banyak tanaman, yang menyebabkan kerugian besar pada tanaman yang terinfeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antijamur ekstrak etanol, aseton dan kloroform dari buah cabai merah (Capsicum annuum L.) terhadap kapang Fusarium oxysporum yang menginfeksi tanaman kentang. Cabai merah (Capsicum annuum L.) diekstraksi menggunakan metode maserasi. Rendemen ekstrak etanol, aseton dan kloroform secara berurut yaitu sebesar 15,3%, 13,43% dan 14,56%. Berdasarkan uji antijamur pada media Potato Dextrose Agar (PDA), ketiga ekstrak tersebut dalam konsentrasi yang sama yaitu 100%, tidak mampu menghambat Fusarium oxysporum. Hal ini kemungkinan disebabkan karena Capsicum annuum L. diketahui memiliki kemampuan antimikroba dalam spektrum yang sempit, sedangkan Fusarium oxysporum secara umum merupakan patogen yang adaptif terhadap cekaman. Pengendalian Fusarium oxysporum dengan memanfaatkan ekstrak cabai merah belum dapat menjadi alternatif pengendalian penyakit layu fusarium. Kata kunci: Ekstrak Capsicum annuum L., antijamur, Fusarium oxysporum PENDAHULUAN Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang pemanfaatannya luas, beberapa bagian dari tanaman ini seperti daun dan buahnya memiliki manfaat-manfaat tertentu dalam bidang pangan dan farmasi. Ekstrak buah Capsicum annuum pada beberapa penelitian melaporkan potensinya sebagai agen antimikroba, baik pada jamur maupun bakteri (Kunasakdakul dan Suwitchayanon, 2012). Komposisi metabolit 100 Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol buah Capsicum annuum meliputi capsaicinoids, karotenoid, tannin, saponin, flavonoid, asam askorbat, dan tokoferol (Wahyuni, 2011; Sapitri et al., 2021). Capsaicinoids pada Capsicum annuum merupakan metabolit sekunder yang bertanggung jawab terhadap rasa kepedasan dan sensasi panas. Kepedasan pada Capsicum merupakan respons adaptif terhadap seleksi oleh mikroba pathogen. Capsaicinoids, khususnya capsaicin, telah dikaitkan dengan beberapa sifat biologis, termasuk efek antibakteri dan antijamur dan aktivitas antiparasit (Periferakis et al., 2023). Ekstrak buah Capsicum annuum menunjukkan adanya kemampuan antimikroba terhadap beberapa jamur pathogen yaitu Alternaria brassicicola (Kunasakdakul dan Suwitchayanon (2012), Fusarium udum dan Fusarium oxysporum (Levono dan Prasad, 2017). Tanaman kentang (Solanum tuberosum) merupakan tanaman hortikultura berekonomi penting yang termasuk ke dalam kelompok tanaman yang diperuntukkan sebagai alternatif produksi dan konsumsi beras sebagai bahan pangan pokok dalam program diversifikasi pangan. Berdasarkan keterangan dari Badan Ketahanan Pangan (2020), program ini berfokus menargetkan kenaikan konsumsi sebesar 0,83 kg/kapita/tahun sedangkan pada beberapa tahun sebelumnya mengalami ketidakstabilan produksi karena beberapa sebab seperti perubahan cuaca dan infeksi penyakit yang menyerang tanaman kentang. Tingginya angka kebutuhan produksi kentang per tahunnya menjadi perhatian khusus untuk memperhatikan kualitas tanaman kentang. Tanaman ini cukup rentan terhadap berbagai jenis penyakit tanaman sehingga pada beberapa kasus dapat menyebabkan kerugian dan gagal panen. Jamur dari genus Fusarium merupakan salah satu genus jamur tular tanah penyebab penyakit layu dan busuk kering pada kentang baik saat di lapangan maupun selama penyimpanan hasil produksi. Jamur Fusarium oxysporum dapat dideskripsikan sebagai kompleks spesies yang terdiri dari kumpulan beberapa garis keturunan klon. Jamur ini tersebar di seluruh dunia dan penyebab dari layu vaskular yang parah atau busuk akar pada berbagai famili tumbuhan, dan umumnya ditemukan berasosiasi erat dengan akar tanaman (Bayona et al., 2011). Menurut Azil et al. (2021), spesies Fusarium yang menginfeksi tanaman kentang yaitu Fusarium oxysporum f.sp tuberosi. Fusarium oxysporum f.sp tuberosi ini biasanya menyerang umbi batang pada kentang yang menyebabkan busuk kering. Busuk kering kentang biasanya terjadi selama penyimpanan dan dapat menyebabkan penurunan kualitas dan hasil panen (Bayona, et al., 2011). Beberapa strain Fusarium oxysporum bersifat patogen bagi tanaman dan sulit dikendalikan, namun, metode biologis dapat menjadi alternatif yang dapat diandalkan dibandingkan metode kimiawi yang menimbulkan banyak dampak yang merugikan ketika penggunaannya dilakukan dalam periode yang lama untuk mengendalikan pertumbuhan jamur tular tanah. Pengendalian penyakit oleh Fusarium oxysporum umumnya diatasi fungisida berbahan kimia sintetik. Namun, penggunaan bahan kimia sintetik dalam jangka panjang berdampak negatif yaitu dapat mencemari lingkungan dan secara tidak langsung juga berdampak negatif pada komponen biotik sekitar jika residu fungisida tersebut terakumulasi dalam tanah sehigga keanekaragaman hayati dapat terganggu (Faisal et al., 2021). Adapun alternatif pengendalian Fusarium oxysporum ini di antaranya dengan (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/bioma/article/download/64714/27876
Article home page: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/bioma/article/view/64714/27876

Sari Rachel Dewita, Lunggani Arina Tri, Susiana Purwantisari. Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol, Aseton Dan Kloroform Buah Cabai Merah (Capsicum annuum L.) terhadap Fusarium oxysporum, Bioma : Berkala Ilmiah Biologi, 2024, pp. 100-110,